
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Jelita terduduk lunglai di atas kursi roda, matanya nanar menatap undukan tanah basah. Dimana di sana telah dimakamkan, jasad anak lelakinya.
Keadaan cuaca yang teduh seakan ikut meratapi kepergian asa dan mimpinya itu. Di mana kekayaan dan jaminan masa tua yang jaya kini telah di sirna. Terempas oleh angkara gairah yang menggebu napsu.
Kini, semua angan-angan itu buyar tertiup angin penyesalan. Hanya mampu berandai-andai, bila saja waktu dapat di putar ulang.
Belum lagi, vonis Dokter beberapa hari yang lalu. Membuat dunianya seakan runtuh menimpa kepalanya. Semua terasa gelap, Jelita pun kembali pingsan di atas kursi rodanya.
"Merepotkan sekali, selalu saja pingsan." Gerutu Easy, sambil mendorong kursi roda itu menuju ambulance.
Karena memang pihak rumah sakit menunggui Jelita, yang akan menjalani proses kemoterapi setelah ini.
"Seno, Mami lelah. Tidak mau ikut kerumah sakit, mau pulang saja," rengek Easy, yang malas sekali bila harus menemani proses pengobatan Jelita.
๐๐ฆ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฅ๐ถ๐ข-๐ฅ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช. ๐๐ข๐ฅ๐ช, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ ๐ณ๐ฆ๐ฑ๐ฐ๐ต ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ช๐ข๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฐ๐ฃ๐ข๐ต๐ข๐ฏ.
"Mari kita pulang," ajak Seno.
"Kau, tidak menemani istrimu?" heran Easy.
"Biar saja, tidak ada gunanya. Biar dia rasakan apa yang selama ini aku rasakan ketika ia abai padaku," jelas Seno.
______
"Aku tidak mau minum obat!!"
Praangg!!
Nampan berisi gelas dan obat-obatan berserakan di lantai. Lagi-lagi, Jelita menolak untuk minum obat.
"Buang obat-obatan sialan itu!" jerit Jelita, pada perawat yang hendak memberi obat padanya.
__ADS_1
"Bagaimana ini, pasien menolak obat lagi," ucapnya pelan pada kawan sejawatnya.
"Ini, bahkan sudah kesekian kalinya. Kesehatan semakin memburuk, karena sel kanker itu semakin menyebar," ucap perawat itu, menatap iba sekaligus geram pada Jelita.
"Kalian lihat ini, lihat! Rambutku yang bagus jadi rusak dan rontok. Kulitku juga kusam dan kering!" Jelita menunjuk satu persatu bagian tubuhnya, dengan raut wajah penuh emosi.
"Kalian tahu,tidak! Berapa banyak aku menghabiskan uang dan juga waktuku, untuk mendapatkan kecantikan paripurna ini?!" Lalu Jelita tertawa miris. Ketika dirinya melihat pantulan wajahnya dari cermin didalam genggamannya.
Sementara, para perawat itu saling menatap satu sama lain dan bergidik. Setelahnya mereka pergi, keluar dari kamar rawat inap kelas 1 tersebut.
________
"Halo, Tuan Seno."
"Saya, adalah Dokter yang menangani istri anda."
"Selama beberapa hari ini, nyonya Jelita menolak obat dan kemoterapi. Sementara, keadaannya semakin memburuk."
"Bisakah, anda kesini dan membujuknya. Karena, dukungan keluarga terdekat sangat berarti bagi kesembuhan pasien." Jelas Dokter itu, panjang kali lebar.
"Menyusahkan!"
" Sudah sakit parah, masih tidak tau diri!"
"Apa dia tidak tau, berapa banyak uang yang harus kukeluarkan untuk pengobatannya!" Seno, memijat pelipisnya. Kepalanya akhir-akhir ini sering sakit karena mengurusi Jelita.
"Rich, keruangan ku sekarang!" ucapnya melalui interkom di mejanya.
"Permisi, Tuan."
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Rich sang asisten, dingin.
" Pergilah kerumah sakit, bawa istriku pulang. Jangan lupa, selesaikan seluruh administrasinya." Titah Seno, kemudian ia merebahkan bahu di kepala kursinya itu.
__ADS_1
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ถ ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฑ๐ถ๐ด๐ช๐ฏ๐จ. ๐๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ญ๐ข๐จ๐ช, ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ช ๐๐ฆ๐ญ๐ช๐ต๐ข ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ!
๐๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ค๐ฆ๐ณ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข? ๐๐ข๐จ๐ช๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข, ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ณ๐ช๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ฃ๐ช๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ. ๐ ๐ข ... ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข.
Seno, pun menelepon kuasa hukumnya ketika menceraikan Susi dulu. Lalu ia menceritakan apa yang ia inginkan kali ini.
"Baik, bang. Saya akan mengirimkan berkas- berkasnya segera.Berikut, gugatannya." Kata Seno. Dibalik layar ponselnya, yang ia tempelkan di antara pipi dan telinganya.
" Gugatan saya kali ini ... perselingkuhan, hingga membunuh calon bayi saya, bang." Jelas Seno, dengan yakin. Ia telah menemukan senjata untuk menyingkirkan Jelita dari hidupnya.
_________
"Maaf, Dokter. Ini perintah dari suami pasien. Karena percuma di rawat bila pasien sendiri tidak ingin diobati." Rich mencoba mengajukan permohonan rawat jalan bagi Jelita.
"Mungkin, pihak keluarga ingin agar pasien mencoba pengobatan secara herbal," ucap Rich, berusaha memberi alasan. Apapun, yang penting istri bosnya itu keluar dari rumah sakit.
"Baiklah, jika itu keinginan dari keluarga pasien. Asal anda tau saja, kami pihak dari rumah sakit telah lepas tangan."
" Sejak pasien keluar dari rumah sakit ini. Kami, tidak bertanggung jawab lagi, jika kedepannya terjadi sesuatu pada pasien." Begitulah, pesan dan kesan dari Dokter yang menangani penyakit Jelita.
Rich hanya menunduk tanpa mengeluarkan kata-kata ataupun kalimat sanggahan lain.
"Jadi, Seno ingin aku pulang?" tanya Jelita, dengan wajah senang. Meskipun wajah itu tampak tirus dan pucat, tetap masih menyisakan sisi cantiknya.
" Benar, Nyonya. Mungkin, lebih baik anda bersenang-senang di luar," jawab Rich, mengarang bebas. Yang penting urusannya beres bukan.
"Kau benar, aku sudah rindu sekali ingin memanjakan diriku di salon." Jelita pun bersiap, sementara itu Rich menyelesaikan administrasinya.
" Salon dan mall ... aku datang!" jerit Jelita ketika mereka telah berada di luar rumah sakit.
"Aku merasa sehat dan baik-baik saja, Rich!" pekiknya pada asisten pribadi suaminya itu.
๐๐ฑ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ-๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ด๐ข๐ซ๐ข. ๐๐ข๐ซ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฃ๐ช๐ณ๐ถ ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ป๐ฐ๐ฎ๐ฃ๐ช๐ฆ.
__ADS_1
Bersambung>>>