
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
" Iโini!"
"Anda seharusnya tidak usah repot begini." Vanish sedikit membungkuk tanda berterimakasih.
"Itu, belum seberapa. Semoga kau semakin bersemangat lagi dalam bekerja, dan mendampingiku mengelola perusahaan ini," ucap Better.
๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ฏ๐จ๐ช ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ญ๐ฐ๐ญ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข๐ข๐ฏ. ๐๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ฏ๐จ๐ช ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ด๐ข๐บ๐ข ๐ฎ๐ข๐ถ, ๐ฑ๐ข๐ฌ.
"Saya akan terus berusaha semakin baik, Pak. Mohon, tegurannya bila saya ada salah. Sekali lagi, terimakasih!"
๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ ๐ฎ๐ข๐ค๐ข๐ฎ-๐ฎ๐ข๐ค๐ข๐ฎ. ๐๐ฐ๐ฌ๐ถ๐ด ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข.
Vanish menyadarkan dirinya sendiri, yang mana sempat terbawa halunya ke tempat yang jauh.
"Bos gondrong, yang ganteng banget itu. Mana mau sama kurcaci mini kayak gue." Gumam Vanish, mematahkan sendiri khayalannya. Sekarang dirinya telah duduk kembali di belakang meja kerjanya.
"Tapi ini gaunnya bagus banget, warna kesukaan gue ini. Kok doi bisa tau ya?"
"Mana ukurannya bisa pas banget." Vanish mengangkat tinggi-tinggi, hadiah yang diberikan oleh Better.
"Duh, bos. Gue udah mau sadar diri, tapi kalo begini caranye ... ." Vanish tidak meneruskan ucapannya, tapi ia malah menghentakkan kakinya girang ke lantai.
"Stop, Van! Lu jangan ngayal! Entar lu bisa gilak ...," lirihnya, seraya meluruhkan kepalanya ke atas meja. Menimpa gaun warna hijau polos dengan potongan yang manis. Sesuai dengan karakter dan juga kepribadiannya.
๐๐ช๐ข ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ฎ๐ช๐ณ๐ช๐ฑ ๐ต๐ช๐ฏ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ญ ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐จ๐ข๐ถ๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ฎ๐ถ๐ต, ๐ญ๐ถ๐ค๐ถ, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ.
Better, menggoyangkan kepalanya, lalu menarik lagi senyumnya. Karena sepersekian menit dirinya telah membayangkan Vanish sembari senyum seorang diri.
๐๐ข๐ช๐ด๐ฉ, ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ. ๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ๐ด ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ๐ฌ๐ถ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ณ๐ช๐ฃ๐ฆ๐ต ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ซ๐ข.
Setelah selesai berperang dengan batinnya, pria gentle bin macho itu pun kembali berkutat dengan pekerjaannya. Bukan perihal mudah mengemban tugas dari Arjuna.
Memegang tampuk kekuasaan di perusahaan yang tengah merintis dari nol. Membuatnya bekerja keras dan memutar otak.
Mencari para investor dan juga penyedia bahan baku. Belum lagi perihal produksi dan pemasarannya nanti. Meskipun, pria ini telah menemukan target pasar di dalam maupun luar negeri.
"Dunia selalu membutuhkan coklat"
Itulah motto perusahaannya. Ya, perusahaan Arjuna kali ini, sangat berbeda dengan usaha yang sebelumnya.
Ladang coklat di desa sang kakek, yang memberinya ide. Daripada mengirimnya keluar negeri, lebih baik diolah di negara sendiri. Oleh perusahaan dalam negeri, dan warga negara pribumi. Bukankah itu akan lebih memajukan budidaya itu sendiri.
Tring!
๐๐ฆ๐ด๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฃ๐ฐ๐ด ๐จ๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ณ๐ฐ๐ฏ๐จ?
__ADS_1
๐ฉ Pakai gaun itu, di acara pesta perusahaan waralaba, OMEGAMART.
๐๐ฉ, ๐ช๐บ๐ข. ๐๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฅ๐ช๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข ๐ด๐ข๐ฎ๐ข, ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฃ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ฅ๐ถ๐ฌ. ๐๐ถ๐ฆ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ต๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ญ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ฏ๐ข, ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ฆ ๐ฃ๐ช๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฃ๐ฐ๐ด ๐จ๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ณ๐ฐ๐ฏ๐จ.
_______
"Bos, pesta kali ini menggunakan dresscode pasangan romantis dan manis. Menurutmu apa yang akan kita usung untuk tema itu?" tanya Milna.
"Itu saja kau bingung." Joy bangun dari sofa, lalu berjalan ke arah jendela besar seraya memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.
"Bukan bingung, tapi saya sedang bertukar pikiran dengan anda. Karena, yang akan pergi kesana, kan kita berdua," geram Milna. Dirinya tak habis pikir kenapa harus bekerja sama dengan pria menyebalkan seperti Joy.
๐๐ช ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฌ ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ-๐ด๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐จ๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฌ๐ถ๐ด๐ถ๐ต ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ต ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ข๐ณ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช.
Milna hanya bisa menggerutu dalam hati. Kedua tangannya mengepal di atas lututnya. Mengajak bicara bosnya itu selalu saja membuat tekanan darahnya naik.
"Menyebalkan!"
"Kenapa harus ada dress code seperti itu. Lagipula, kita bukanlah pasangan." Joy terus menggerutu sembari mengacak-acak rambutnya.
๐๐ช๐ข๐ญ, ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ ๐ค๐ญ๐ถ๐ฃ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ. ๐๐ช๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ค๐ข๐ณ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ข๐ด๐ข๐ฏ ๐จ๐ข๐ณ๐ข-๐จ๐ข๐ณ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฐ๐ด ๐จ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ญ๐ข๐ฌ. ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ฉ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ? ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฆ๐ฎ ๐จ๐ถ๐ข ๐ฌ๐ข๐จ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ช๐ณ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ. ๐๐ช๐ข๐ฑ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐จ๐ถ๐ข ๐ด๐ฐ๐ด๐ฐ๐ณ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ข๐ซ๐ข ๐ช๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต ๐ฃ๐ช๐ฃ๐ช๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ช ๐ฎ๐ช๐ญ๐ฏ๐ข ๐ช๐ต๐ช๐ฌ, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ค๐ฐ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ญ๐ถ. ๐๐ช๐ข๐ญ ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ!
Joy sekilas melirik Milna, dari atas hingga bawah. Dimana wanita itu mengenakan stelan kerja yang gombrong alias kebesaran di tubuhnya.
Dengan rambut pendek berponi, serta kacamata besar. Membuat penampilannya begitu culun dan tidak enak di pandang.
๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ, ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฐ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐บ๐ข๐ฌ ๐จ๐ช๐ฏ๐ช? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐บ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ญ๐ถ๐ฌ ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ด๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฏ๐ฆ๐ฉ.? ๐๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ ๐ญ๐ช๐ข๐ต ๐จ๐ข๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฐ๐ฎ๐ฃ๐ฐ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ค๐ถ๐ญ๐ถ๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ.
๐๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐จ๐ข๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ช๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ? ๐๐ข๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ! ๐๐ข๐ฌ๐ช๐ต-๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐ฅ๐ฆ๐ฉ ๐ต๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ต๐ข!
Milna menutupi senyumnya dengan tumpukan berkas di kedua tangannya. Biarlah ia yang memikirkan pakaian apa yang cocok mereka kenakan nanti. Mungkin, ia akan berbelanja di situs online shop.
_
_
_
"Nah! Pak!" ucap Milna dengan suara keras, membuat Joy menjengit dari duduknya.
"Bisa tidak, lembut dikit jadi perempuan! Selalu saja bikin orang jantungan!" hardik Joy, seraya memegangi dadanya yang berdegup.
"Ye, maaf," lirih Milna dengan bibir yang di majukan.
"Kau, memang kebiasaan." Joy tak terima, ia terus saja mengomel tanpa henti.
๐๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ต๐ถ๐ฉ, ๐จ๐ถ๐ฆ ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ฆ ๐ด๐ช๐ฉ? ๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ธ๐ฆ๐ต ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฏ๐ช ๐ค๐ฐ๐ธ๐ฐ๐ฌ ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ถ๐ต๐ฏ๐บ๐ข.
__ADS_1
"Terserah apa kata, Bapak aja dah. Saya cuma mau nunjukin ini." Milna menyodorkan paper bag besar ke atas meja.
" Gak usah nanya, Pak. Buka aja." Baru saja Joy hendak membuka mulutnya, tapi Milna sudah memotong duluan.
"Pink?!"
"Kau ingin aku mengenakan pakaian berwarna pink!" pekik Joy, seraya mengangkat pakaian semi casual itu.
"Haih, Pak. Itu peach, bukan pink." Milna memutar bola matanya malas. Bagaimana bisa kedua warna yang berbeda, tapi bisa salah di artikan oleh pria sejenius Joy.
"Ah, ya. Ku kira ini pink " Dengan menunduk malu, Joy kembali memasukkan setelan tersebut ke dalam paper bag.
Milna hanya bisa menepuk jidat seraya menggeleng. Melihat kelakuan bos tampan serta pintar itu. Namun, kelakuan dan attitude nya benar-benar minus.
______
Hari itu pun tiba, di mana pesta ulang tahun perusahaan waralaba "OMEGAMART" yang ke 20.
Joy dan Better memang sengaja janjian di lobi. Karena mereka ingin masuk kedalam gedung itu bersamaan.
Better terlihat menggandeng Vanish yang sangat manis dengan gaun peri hijaunya. Sementara itu, si bos gondrong juga mengenakan pakaian formal pertamanya.
Dengan kemeja lengan pendek berwarn hijau muda serta dasi hijau tua. Begitu kontras di balut dengan vest berwarna senada dengan high hells Vanish yang berwarna putih.
Mereka berdua nampak seperti pasangan serasi sungguhan. Membuat beberapa pasang mata menatap kagum keduanya.
"Apa anda nyaman dengan pakaian ini?" tanya Vanish. Karena beberapa kali melihat bosnya itu merenggangkan dasi di lehernya.
"Sedikit, saya hanya merasa tercekik," jawabnya.
"Siapa yang memasang dasi anda memangnya?" heran Vanish.
"Saya sendiri, dan ini butuh hampir setengah jam. Sambil melihat vidio di you*tube." Better menjelaskan tanpa sedikit pun melihat ke arah Vanish.
"Kita ke pojok situ sebentar." Vanish menarik tangan Better begitu saja.
"Sini, biar saya betulkan sebentar. Bapak menunduk sedikit ya. Saya kan pendek, gak sampe!" titah Vanish, yang anehnya di turuti oleh Better tanpa penolakan sedikit pun.
Pria berambut kelimis yang di kuncir kebelakang itu, menelan ludahnya kasar. Ketika kedua tangan Vanish bermain di lehernya. Dengan mengutak-atik simpul dasinya. Hingga, tanpa sengaja kedua mata tajam Better menangkap sesuatu di bawah sana.
๐๐ฌ. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ข๐ต๐ข ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ญ๐ช๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ๐ข๐ฏ ๐ด๐ช๐ฉ?
Buru-buru, Better melengos kesamping. Berusaha menjaga pandangannya, yang bisa saja mengacak-acak pendiriannya lagi.
"Sudah, Pak. Semoga lebih nyaman sekarang," ucap Vanish dengan senyum manis.
" Iya, lebih baik. Terima kasih," sahut Better dengan mata yang tak fokus, antara bibir merah muda itu dan ...
__ADS_1
๐พBang Better, ikutin aja udah isi hatimue. Gak usah di tahan, entar bisa jadi bisul, Bang๐๐
Bersambung>>>