
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"Seno, kenapa kau tidak berangkat ke kantor, Nak?" tanya Easy heran, karena sejak kemarin Seno mengurung diri dikamar. Sedangkan malamnya pergi ke klab, dan berakhir mabuk-mabukan.
๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ค๐ข๐ณ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข? ๐๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข.
"Seno, katakan ada apa? Mami rasa, kau sedang menyembunyikan sesuatu?" cecar Easy.
๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ถ๐ต๐ณ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฅ๐ช๐ณ๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช? ๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฌ.
"Keluarlah dari kamarku, Mam. Aku sangat lelah." Seno kembali menggulung dirinya di balik selimut. Sampai deringan ponsel yang nyaring, berkali-kali, memaksanya untuk kembali berbalik.
๐ฑ" Ada apa!" teriaknya pada seorang pria di ujung telepon.
๐ฒ" Ku mohon, Tuan kemarilah. Atau orang-orang dari pihak bank akan menyita semuanya," Rich berkata dengan risau dan kalut.
๐ฑ" Apa-apaan mereka!! Jangan lakukan apapun, sampai aku datang!" Seno, mematikan sambungan telepon itu. Lalu, dirinya segera bangkit dari atas tempat tidur.
Easy yang melihat gestur kepanikan dari sang putra semakin yakin. Bahwa ada suatu hal besar yang terjadi, dan putranya itu tidak mau berbagi dengannya.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ช๐ฎ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช! ๐๐ข๐ช๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ณ๐ช ๐ต๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช.
Setelah Seno masuk ke dalam kamar mandi, Easy pun keluar dari kamar itu untuk bersiap.
_
_
"Ikuti mobil putraku, tapi jangan sampai ketahuan!" titah Easy, pada sopir pribadinya. Karena kini penglihatan matanya tak seperti dulu, sehingga dirinya tak berani lagi mengendarai mobil seorang diri.
"Baik, Nyonya." Sang sopir pun menurut, dan langsung tancap gas. Setelah mobil yang di kendarai anak majikannya itu keluar gerbang.
__________
๐๐ฑ๐ข-๐ข๐ฑ๐ข๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช?!
Seno menapaki langkahnya semakin cepat kedalam perusahaannya. Tak ada lagi karyawan yang bekerja, kecuali para pihak keamanan yang masih di pekerjakan olehnya.
Brakk!!
"Ada apa ini, Rich?! Katakan!" teriak Seno, pada satu-satunya orang kepercayaan yang masih mau bekerja padanya.
__ADS_1
"Sejak kemarin, perusahaan di demo oleh karyawan. Mereka tidak terima jika di PHK tanpa pesangon. Bahkan, beberapa dari mereka bertindak anarkis dengan mengambil beberapa properti. Hingga Berakhir dengan merusak barang serta bangunan," Rich menjelaskan secara rinci dan terbuka atas apa yang terjadi.
๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ข๐ด๐ข ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ ๐๐ณ๐ข๐ฅ๐ช๐ฑ๐ต๐ข, ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ซ๐ข๐ถ๐ฉ. ๐๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ค๐ถ๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐บ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ถ, ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ.
"Aku akan tetap disini sampai hari pelelangan tiba. Mungkin, setelahnya kita tidak akan berjumpa lagi, Seno Pradipta." Rich, menepuk pundak Seno dengan sedikit memberi tekanan di sana.
"Jadi, jangan lagi bersikap angkuh padaku mulai hari ini. Saya bertahan, hanya karena mengingat jasa tuan Pradipta." Rich, sedikit menoleh kearah Seno, dimana pria itu kini tengah mengeratkan gigi-giginya.
"Singkirkan tanganmu!" Seno menepis tangan Rich yang berada di bahunya. Membuat pria bermata sipit itu, menyeringai padanya.
"Sampai kapan anda akan diam pada nyonya Easy? Lambat laun, Ibu anda pasti tau. Sebaiknya, beritahu padanya secara perlahan. Bukankah, nyonya pernah terkena serangan jantung?" saran Rich, yang bagaimanapun masih peduli terhadap bekas majikannya itu.
๐๐ข๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ช ๐ช๐ฃ๐ถ๐ฎ๐ถ ๐ช๐ต๐ถ, ๐๐ฆ๐ฏ๐ฐ. ๐๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฃ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ช๐ข๐ฅ๐ข, ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ง๐ช๐ข.
"Tidak perlu mengajariku! Jika kau ingin pergi, pergi saja sana! Aku tidak membutuhkanmu!" usir Seno pada bekas asisten setianya itu. Kini, Seno telah mendudukkan dirinya di atas sofa.
"Kau masih membutuhkanku, untuk mengurus acara lelang dan membujuk pihak bank," ucap Rich, tak gentar atau marah. Meski Seno telah meneriakinya sedemikian rupa.
Tugasnya belum selesai, setidaknya ia akan pergi setelah perusahaan ini laku terjual. Lalu, menyelesaikan hutangnya pada bank. Meskipun akan menyisakan sedikit harta untuk kelangsungan hidup satu-satunya keturunan pradipta ini.
๐๐ช๐ข๐ญ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฅ๐ช ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐๐ช๐ค๐ฉ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ข๐ฑ๐ข-๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ข๐ฃ๐ช๐ด, ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ. ๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ด๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ , ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ซ๐ข๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ด๐ฌ๐ช ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ฑ๐ถ๐ฏ!
Seno terlihat sangat kacau, rambutnya bahkan sudah berantakkan. Karena tangan berkali-kali, menarik dan memberi remasan pada kepalanya.
Blakk!
Easy masuk dengan mendorong pintu.
"Inikah yang tengah kau sembunyikan pada Mami?! Apa yang telah kau lakukan pada perusahaan ini, peninggalan mendiang Papimu, Seno!!" Easy menjerit dan berteriak pada putranya. Putra yang sejak tadi menampakkan wajah kaku bagai robot.
" Lihatlah di depan! Kaca-kaca jendela pecah dan berhamburan. Sungguh kacau sekali, apa yang sebenarnya terjadi? Katakan!!" Easy berteriak sambil menarik-narik kerah kemeja Seno. Sementara, pria itu hanya diam dengan tatapan kosongnya.
"Rich, katakan! Jangan diam dan membuatku bingung!" teriak Easy pada satu-satu karyawan perusahaan Pradipta Residen yang masih bertahan.
"Nyonya, sebaiknya anda duduklah dulu. Lalu minum ini." Rich menyerahkan air mineral pada Easy, agar wanita paruh baya itu rileks terlebih dahulu.
"Jangan mengalihkan pertanyaanku, Rich!" tolak Easy, menepis botol itu hingga menggelinding ke lantai.
๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ต๐ถ๐ข ๐ด๐ช๐ข๐ญ! ๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ซ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ๐ฎ๐ถ. ๐๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ช๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ค๐ฐ๐ฑ๐ฐ๐ต ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ฆ๐ต๐ข๐ฌ, ๐ด๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ซ๐ถ๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฆ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ถ๐ฎ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ.
"Ucapkan selamat tinggal pada perusahaan ini, Mam. Berpisahlah pada kejayaan dan kemewahan yang selama ini memanjakanmu," sarkas Seno, tanpa melihat kearah sang mami.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Easy mulai terlihat memegangi dadanya. Wajahnya agak pucat karena dia mulai kesulitan bernapas.
"Nyonya, minumlah." Rich, menyerahkan kembali air mineral tersebut.
Pletak!!
Blughh!
Botol air mineral itu, kembali menggelinding ke lantai. Setelah untuk kedua kalinya, Easy menepis dengan kasar.
๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ต๐ถ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ถ ๐ฅ๐ช๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ! ๐๐ข๐ช๐ฉ, ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข, ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ ๐๐ณ๐ข๐ฅ๐ช๐ฑ๐ต๐ข ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ฆ๐ณ๐ข๐ต ๐ช๐ฃ๐ญ๐ช๐ด ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฎ๐ถ. ๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ถ๐ต๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐จ๐ข? ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฉ๐ข๐ญ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ด๐ต๐ณ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ต๐ถ๐ญ๐ถ๐ด ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ถ๐ญ๐ข๐ณ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ช๐ด๐ข.
"Semua sudah berakhir. Perusahaan ini hancur, penyebabnya adalah wanita pilihanmu itu!" Seno berkata dengan kilat penuh amarah dan sesal yang menjadi satu.
"Tidak mungkin!! Bukankah iblis itu hanya mencuri sebagian harta kita saja!!" hardik Easy yang tak terima.
Seno melemparkan beberapa berkas penyitaan. Easy, mengambil kertas-kertas itu dengan tangan gemetar.
"Tidak!! Tidak dengan rumah mewahku!! Kau tidak bisa melakukan ini!! Dia tidak mungkin melakukan ini pada kita!! Dia sudah menjadi abu!!" Easy berteriak histeris, melihat kenyataan. Bahwa, setitik perbuatan dapat menghancurkan kerja keras yang di kumpulkan bertahun-tahun.
Skandal Jelita yang mencoreng nama keluarga, serta kenyataan bahwa keadaan Seno yang tidak sempurna. Membuat saham perusahaan merosot tajam, hingga para pemegang saham menarik kembali investasi mereka.
Beberapa proyek yang telah berjalan setengah terhenti mendadak. Membuat perusahaan mendapat pinalti dari beberapa klien.
Untuk menutupi biaya ganti rugi, Pradipta Residen harus menjual seluruh asetnya. Termasuk rumah mewah dan juga beberapa kendaraan.
Hutang yang bejibun, membuat perusahaan tak mampu memberi pesangon secara pantas terhadap ribuan karyawannya.
"Karena itu, kita akan melelang perusahaan serta rumah mewah anda Nyonya. Sehingga, anda masih akan menerima sedikit uang dari sisa pembayaran hutang nanti," jelas Rich.
Seketika Easy menoleh kemudian menatap tajam ke arah Rich.
"Berapa sisa uang yang bisa ku terima?" tanya nya dengan rasa diujung putus asa.
" Sekitar 200 juta," jawab Rich santai. Sementara Easy terlihat megap-megap.
"Mam!! Mami!!" Seno berteriak ketika wanita paruh baya itu limbung dan jatuh ke atas lantai marmer.
๐พ Sekedar info gais, harta mereka kalau di hitung sekitar satu triliun lebih. Karena rumah mewah bak istana Easy saja bisa seharga 400 milyar.
Kira-kira Easy pingsan aja apa langsung koid ya?๐ค
__ADS_1
Kuy, isi di kolom komen ya mengenai nasib Easy selanjutnya๐คฃ ...
Bersambung>>>>