Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Bab 268. ABPR.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


"Apa kita perlu menemui dokter Netta dulu sebelum bertolak ke Raja Ampat?" tanya Joy lembut kepada Milna. Kini mereka tengah menikmati makan siang berdua. Di restoran yang terletak di bawah hotel tempat mereka menginap semalam.


Milna hanya bisa menganggukkan kepalanya beberapa kali. Dirinya masih malu akan kejadian semalam. Bagaimana bisa Ia tertidur begitu pulas di dalam bathtub sehingga dirinya tidak menyadari jika sudah berpindah ke atas kasur. Bagaimanapun juga Joy yang sekarang telah menjadi suaminya itu, pasti sudah melihat setiap lekuk serta menyentuh seluruh tubuhnya.


'Dasar kamu bodoh Milna! Kau berkali-kali mengancam Joy agar tidak menyentuhmu sebelum mendapat izin darimu! Tetapi kau begitu ceroboh sampai-sampai tertidur ketika sedang mandi. Kau itu sudah menjadi seorang istri sekarang. Buanglah kebiasaan burukmu! Cobalah untuk lebih aware dan peka meskipun kau sedang tertidur. Ah ... entahlah, apakah aku bisa? Salah satu kejelekanku adalah tertidur bagaikan seekor kerbau.' Milna berkali-kali mengumpati dirinya sendiri.


Sebenarnya ia seakan tidak memiliki muka di hadapan Joy. Bahkan dirinya tidak mampu menatap kedua mata pria maskulin itu. Ia hanya mampu mengangguk dan menjawab sepatah dua patah kata jika Joy mengajaknya berbicara. Meskipun dirinya saat ini sudah mengenakan pakaian lengkap. Akan tetapi Milna merasa bahwa dirinya saat ini hanya polos tanpa menggunakan apapun. Kejadian malam tadi terus berbayang berputar di kepalanya. Membuat dirinya dirundung malu sedemikian rupa.


" Apa kau sedang tidak enak badan?" tanya Joy heran karena sejak tadi pagi, sekalipun Mirna tidak pernah menjawab pertanyaannya. istrinya itu hanya mengganggu dan. bahkan Mirna terus-menerus menunduk dan menghindar dari menatapnya.


Lagi-lagi Milna hanya menggeleng. Kemudian Ia melirik sekilas dan menundukkan kepalanya lagi. "Kalau begitu Kau kenapa? Sejak pagi kau hanya diam saja. Aku pikir kau sakit? Kali ini jangan hanya menggeleng dan mengangguk lagi. Bicaralah padaku apapun itu. Jika aku ada salah padamu katakan saja. Jika ada yang tidak kau suka dari diriku, perlakuanku, perbuatanku, katakanlah! Tolong jangan membuatku bingung dengan diammu ini...," ucap Joy dengan wajah memelas.


" Baiklah aku mau ikut denganmu menemui dokter Netta." Akhirnya Milna membuka juga suaranya. Dirinya tak tega melihat rona frustasi di wajah Joy suaminya. Suami? Ya, bagaimanapun pria yang ia benci itu, kini telah menjadi suaminya. Akan sangat berdosa jika dirinya terlalu lama mengabaikan pria itu.


Seandainya kejadian semalam bukanlah berasal dari kecerobohannya. Tentu dirinya tidak akan menanggung malu sebesar ini pada Joy. Lebih baik, jika suaminya saja yang melakukan kesalahan. Sehingga dia bisa memarahinya habis-habisan.


๐ŸพLha ... kok gitu neng?๐Ÿ˜†๐Ÿคฃ


Udah mending diangkat, kalo enggak dah keburu empuk kelamaan kerendem aer.๐Ÿคฃ


Joy akhirnya tersenyum karena dapat mendengar lagi suara dari Milna. ya berfikir jika istrinya itu sempat marah kepadanya karena kejadian semalam. Joy yang sekarang kebalikan dari jauh yang dulu. Jika dulu ia lebih suka memancing kemarahan dari Milna akan tetapi kini ia berusaha sekuat tenaga dan sekuat hati untuk tidak membuat istrinya itu marah padanya.

__ADS_1


'Aku tidak menyalahi takdir dan menyesali kenyataan, jika diriku saat ini, hatiku serta pikiranku sudah berada di bawah kendali mu Milna. Aku sepatutnya bersyukur kepada semesta. Karena wanita yang mengendalikan ku adalah wanita hebat sepertimu. Ya, sekarang aku mengakui jika dirimu sebenarnya lebih hebat dibandingkan aku. Diriku telah kalah karena saat ini sudah terhanyut dengan perasaanku padamu. Sial! karena pada akhirnya aku harus mengakuinya.' umpat Joy dalam hatinya.


***


" Kandungan istri anda baik-baik saja, sehat dan kuat. Tidak berbahaya jika hendak melakukan perjalanan dalam jangka waktu sekitar 2 hingga 4 jam di dalam pesawat," jelas Netta sang dokter obgyn cantik.


" Terima kasih Dokter, kami berdua sangat lega mendengarnya. Oh iya, Apakah ada hal-hal yang harus kami persiapkan. obat-obatan atau semacamnya?" tanya Joy teliti.


"Untuk obat-obatan saya rasa tidak perlu kecuali jika memang Nona Milna masih mengalami mabuk. Saya sarankan untuk membawa makanan atau minuman yang bisa mengurangi pusing dan mual. Saya juga akan merekomendasikan sebuah alat penyangga perut. Nanti akan saya kirimkan detail dan deskripsi, serta tempat untuk membelinya," jawab Netta menanggapi keraguan dari Joy.


"Selama berada di dekat saya, istri saya ini tidak pernah mabuk lagi Dok," lagi-lagi Joy yang berbicara. Membuat Netta menghela napasnya gemas.


" Benarkah itu Nona Milna?" tanya Dokter Netta memastikan. Milna sebenarnya ragu untuk menjawab pertanyaan dari dokter obgyn cantik itu. Pernyataan dari Joy seakan membuktikan bahwa dirinya begitu tergantung pada suaminya. Meskipun Kenyataannya memang seperti itu.


Tak lama kemudian keduanya keluar dari rumah sakit ibu dan anak tersebut. Di lantai basement tepatnya di balik sebuah dinding pembatas. Ada satu sosok misterius tengah menyeringai sinis dengan pandangan tajam menatap pasangan suami istri yang hendak masuk ke dalam mobil.


" Jadi kau benar-benar terjebak dengan wanita itu Joy. Kau pasti tidak sengaja menikahi wanita itu karena telah menghamilinya bukan? Sudah kuduga karena wanita itu sungguh di luar tipe laki-laki sepertimu. Aku mengenalmu Joy, sangat mengenalmu. Kau itu maniak! dan dirimu hanya cocok dengan maniak juga. Kebetulan sekali wanita itu adalah aku." Wanita itu tergelak sambil menatap kendaraan yang membawa Joy dan Milna melaju keluar dari basement.


"Pesankan aku tiket ke Raja Ampat sekarang juga! untuk keberangkatan malam ini juga! Aku juga ingin hotel yang tempatku menginap nanti sama dengan targetku saat ini!" ucapnya pada seseorang dibalik telepon.


" Di manapun kau berada Joy, akan kupastikan jika diriku pun berada di sana. Aku akan membantumu untuk bebas dari jeratan wanita kampung itu." Gumam wanita misterius dengan senyum liciknya.


" Halo beb! Aku ingin mengajakmu liburan. tentunya dengan satu misi. Jika rencanaku ini berhasil, maka aku akan mengajakmu shopping di negara singa putih," bujuknya pada seseorang yang hendak didaulatnya untuk masuk ke dalam teamnya. Sebuah team untuk menguntit orang tentunya.

__ADS_1


๐˜‰๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ. ๐˜“๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต. ๐˜’๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข? jawab seorang gadis dengan suara yang masih terlihat imut.


" Aku akan menjemputmu di restoran ๐™Ž๐™ก๐™š๐™—๐™š๐™š๐™ฌ ๐™๐™ค๐™ค๐™™," jelasnya melalui sambungan telepon dengan koneksi terputus-putus.


๐˜‹๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข? ๐˜š๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ถ ๐˜๐˜ฐ๐˜ฐ๐˜ฅ? ๐˜–๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ. ๐˜š๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช ๐˜บ๐˜ข.


***


" Tidurlah malam ini di atas ranjaang bersamaku," ucap Milna pada Joy. Membuat Rona merah seketika menguar di wajah putih bersih Joy.


" Benarkah? Apa kau serius Na!" heran Joy setengah kaget. Bahkan pikirannya seketika menjadi liar.


" Jangan berpikiran macam-macam! Ingat hanya sekedar tidur!" ancam Milna dengan sorot tajam dari kedua matanya.


"Aku hanya berpikir satu macam, sumpah!" ucap Joy berkelakar. Padahal ya memang iya. Joy hanya memikirkan satu hal saja. Hingga, naga di dalam kandangnya meronta-ronta.


Milna kembali mengarahkan tatapan sinisnya kearah Joy. " Aku hanya tidak ingin dianggap sebagai seorang istri yang kejam terhadap suaminya. Aku tidak ingin menjadi seorang penindas." Lakukanlah peran kita masing-masing sebagai suami istri asalkan tidak berhubungan badan. Karena hal itu sudah menjadi kesepakatan kita berdua sebelumnya," tegas Milna. Sontak Joy menelan ludahnya kasar. Harapannya seketika pupus terhempas hingga ke dasar.


๐ŸพSelamat ngilu ya Joy.๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


Naga Geni yang sabar ya ... ๐Ÿ˜†


Bersambung>>>

__ADS_1


__ADS_2