Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Bab 287. ABPR.


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥🔥


"Jadi ini lokasi mereka?" tanya Arjuna seraya melirik Better yang kini berada tepat di sebelahnya.


"Menurut informan kepercayaan saya memang benar Tuan. Disini mereka akan beraksi," jawab Better dengan pandangan tetap menatap lurus dan fokus ke depan.


"Acara pelelangan? Apa yang akan mereka lakukan di acara ini?" tanya Arjuna lagi masih tak mengerti.


"Mereka tidak ada urusan dengan acara pelelangannya tuan, akan tetapi mereka mengincar kendaraan-kendaraan mewah milik para tamu. Apakah Tuan tidak membaca email dari saya?" curiga better pada Arjuna. Karena seharusnya bosnya ini sudah paham dan mengerti. Siapa komplotan yang sedang mereka incar ini.


"Aku tidak sempat membacanya, kau mengirimnya tengah malam berbarengan dengan jagoan ku yang terbangun minta susu," dalih Arjuna enteng.


"Ehm, maaf Tuan. Karena saya menerima laporannya juga pada malam hari. Saya berpikir kala itu lebih baik segera melaporkannya pada anda daripada harus menunggu esok pagi," kilah better membela diri.


"Ya sudah, jelaskan saja padaku sekarang. Apa pekerjaan mereka itu sebenarnya," tanya Arjuna tak ingin berbelit-belit.


" Baiklah Tuan. Singkatnya, mereka adalah sindikat pencuri mobil mobil mewah. Mereka adalah sindikat yang sudah profesional serta cakupannya sudah sampai ke seluruh negeri. Tentunya, mereka telah bekerja sama dengan sindikat yang berada di beberapa negara Eropa, sebagai penadah mobil curian tersebut." Better menjelaskan secara detail, tapi singkat dan menyeluruh kepada Arjuna. Walaupun begitu, ia tetap tidak memindahkan titik fokusnya ke depan.


Better berulang kali menaikkan tangan ke depan wajahnya demi melihat waktu di arlojinya. Membenarkan earphone yang terpasang pada telinganya. Hingga salah satu dari sudut bibirnya tertarik ke atas, setelah mendapat laporan dari anak buahnya.


" Tuan, pasukan Dari Klan Toyobo telah tiba beberapa menit yang lalu. Erik memberikan anak buah terbaiknya untuk membantu kita," lapor Better seraya menatap Arjuna dan mendapat balasan senyum smirk dari Bos-nya itu.

__ADS_1


"Bagus sekali. Kita biarkan mereka berhasil mencuri mobil-mobil tersebut. Kemudian ikuti dan serbu. Sekarang, tunjukkan padaku profil ketuanya." Arjuna memberi perintah dengan kedua rahang yang mengeras.


'Tidak kusangka setelah vakum beberapa tahun akhirnya aku harus kembali berhadapan dengan para mafia. Sayangku Susi, aku berjanji ini adalah peperangan terakhir ku. Setelah ini aku akan benar-benar pensiun.' batin Arjuna, lalu menghela napasnya.


Tak lama kemudian ada pergerakan dari target yang sedang diawasi oleh Arjuna dan timnya. Arjuna sampai menciptakan tiga garis kerutan pada dahinya karena bingung dan sekaligus heran. Karena para penjahat itu sangatlah tenang. Mereka telah menghancurkan kamera CCTV di setiap sudut tempat parkir mobil-mobil mewah ini.


"Mereka pasti punya orang dalam yang dapat diajak bekerja sama. Terlihat dari betapa mudahnya kelompok ini masuk. Mereka juga terlihat tenang dan sangat profesional." telisik Arjuna.


" Tuan, pria berbadan tinggi dengan jubah hitam serta ikat pinggang berkepala jaguar tersebut adalah ketua dari kelompok mereka. Dialah yang menjadi bagian terpenting. menurut laporan dari informan, pria itu bernama Max. Bahkan dirinya dijuluki Mad Max. Dialah sang Master atau Legend, si tangan ajaib. Ia mendapat julukan itu karena memiliki kemampuan mencuri mobil dalam waktu kurang dari 1 menit." Better berkata tanpa menoleh ke arah Arjuna.


"Lalu, kenapa dia juga mendapat julukan si gila Max?" tanya Arjuna curiga. Pikirnya jika manusia yang akan di hadapinya ini sepertinya bukanlah manusia normal.


"Pria itu mengenakan topeng yang hanya menutupi bagian matanya saja. Dia pikir dirinya itu Zorro apa!" ketus Arjuna, benci sekaligus geram.


"Sok keren, padahal dirinya hanya penjahat yang sakit jiwa!" celetuk Arjuna lagi. Mendengarnya saja sudah membuat tangannya gatal, ingin melubangi kepala Max dengan peluru berkaliber besar. Biar hancur sekalian. Begitu pikirnya.


Tak lama kemudian Max dan anggotanya beraksi, dengan kelihatan dari jari jemarinya. dalam waktu kurang dari setengah jam sudah mampu mengambil alih lebih 10 jenis mobil mewah. Sindikat ini telah mengincar kendaraan mana saja yang akan diambil.


Tentu saja mereka akan mengambil alih kendaraan termahal. Entah bagaimana caranya dan dengan teknologi apa, Max yang menggunakan tablet di tangannya mampu meredam alarm dada setiap kendaraan mewah dengan pajak tinggi tersebut.


Pasukan Max keluar satu persatu Dari basement dengan mobil mewah dikendarai. Tinggal satu mobil yang berwarna merah metalik Max memasang seringai seramnya, lalu ia berjalan dengan santai ke arah mobil tersebut. Next kembali mengotak-atik tablet yang ada di tangannya.

__ADS_1


Kemudian yang membuka pintu kendaraan itu dengan mudah. Mas kembali mengotak-atik bagian depan mobil, hingga akhirnya mesin mobil tersebut menyala. Max memasang senyum Joker nya, lantas pria dengan rambut pirang gondrongnya itu melaju seorang diri.


Kini saatnya pasukan atau tim dari Arjuna mengikuti ke mana arah pergi target mereka itu. Pasukan Arjuna melaju tidak terlalu dekat. Mereka menjaga jarak aman, agar aksi penguntitan ini tidak diketahui kelompok musuh.


Namun sayang, ternyata perkiraan Arjuna salah besar. Ia yang berpikir berada di belakang tanpa disadari olehnya ternyata mobilnya sudah diapit dari kiri dan kanan.


Entah dari mana kendaraan itu berasal, tau -tau dua kendaraan mewah hasil curian tersebut telah berada di kanan dan kiri mobil Arjuna.


"Shiit! Darimana mereka datang!" rutuk Arjuna seraya menambah kecepatannya. Untung saja kini mereka telah berada di jalur hutan. Jalan panjang dan sepi yang mengarah ke bibir pantai ini adalah lokasi sempurna untuk aksi kejar- kejaran dengan skill kebut-kebutan.


"Tuan, ini Red. Saya telah menerbangkan drone untuk memantau keadaan kita. Meski kini kita di kepung, akan tetapi kita masih memiliki celah untuk membalik keadaan." Red berbicara melalui earphone yang terpasang di telinga setiap anggota. Red memantau pergerakan tim musuh dari mobil yang lain, tepatnya ia berada di belakang mobil Arjuna.


"Baiklah Red. Kami mengandalkan mu." Arjuna menjawab juga melalui earphone yang tersemat di telinganya. Ia hampir lupa jika memiliki tekhnologi dan anggota yang juga ahli komputer macam Red. Meski kepala pria itu pelontos macam tokoh kartun dari negara serumpun.


Akan tetapi kemampuan Red hampir mendekati Better. Sayangnya, pria itu tak mau mengenakan pakaian formal. Ia juga menolak jabatan di kantor. Red ingin bebas dan bekerja pada Arjuna dikala misi seperti ini saja. Red lebih suka berperang.


"Dua ratus meter di depan, ada tikungan bercabang. Sebelumnya ada jurang di sisi kiri. Anda bisa memepet salah satu kendaraan itu, Tuan. Kendaraan satunya lagi biar Black yang menanganinya." Red memberi instruksi kepada tim Arjuna. Pria itu fokus dan serius sambil menatap benda pipih di atas pangkuannya.


Suara tabrakan besi pada mobil, serta gelegar mesin kendaraan. Memekakkan udara pinggir hutan saat ini. Arjuna memepet kendaraan di sebelah kirinya seperti arahan dari Red. Siapa sangka, kaca jendela mobil musuh di buka. Dalam hitungan detik selongsong peluru di tembakkan hingga kaca samping mobil Arjuna retak.


Bersambung>>>

__ADS_1


__ADS_2