Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Kasih Sayang Seorang Kakak.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


" Sepi ...," ucap Joy. Ketika dirinya dan Milna sampai di mansion utama. Sedangkan Milna, tinggal di paviliun kecil yang terletak di belakang mansion. Di mana para pekerja tinggal, seperti para penjaga, tukang kebun, tukang bersih-bersih serta supir.


"Bukankah, kau yang bilang jika mereka berkumpul di sini,"ketus Milna. Wajahnya melengos, karena matanya enggan menatap pria di sebelahnya ini.


" Mungkin, mereka sudah pulang. Karena tadi aku kelamaan membujuk seorang gadis yang tengah merajuk," goda Joy. Berharap dapat mencairkan sikap ketus Milna padanya. Tapi, di luar dugaan, karena yang terjadi justru sebaliknya.


" Gadis? Apa kau sedang meledekku!" pekik Milna tepat di samping telinga Joy. Membuat dirinya sedikit kaget menerima tanggapan Milna.


"Aku tidak bermaksud meledek mu, bagian mana yang menurutmu meledek?" tanya Joy kalem.


"Gadis, kau mengatakan itu! Apa kau lupa kalau kau yang telah merenggutnya dariku!" marah Milna dengan tatapan penuh emosi.


"Na, kau salah paham. Bukan begitu maksudku. Tenanglah ...," bujuk Joy. Dirinya harus segera menormalkan lagi emosi Milna.


"Kau yang selalu mencari masalah dan memancing emosiku. Kenapa kau berpikir aku harus tenang!" Milna mendorong bahu Joy, hingga pria itu menabrak dinding di belakang tubuhnya. Kemudian, Milna mencengkeram kerah kemeja Joy.


"Dengarkan aku. Ada dua hal yang mustahil terjadi di dunia ini. Pertama, menghentikan perang dan menstabilkan ekonomi dunia. Kedua, menghilangkan rasa benci di hatiku padamu! Asal kau tau, saat ini aku ingin sekali membunuhmu!" Milna berkata dengan penuh penekanan. Jangan lupakan sorot matanya yang tajam dan penuh dendam.


๐˜Ž๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜š๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฏ.


Joy memejamkan matanya. Ia tak sanggup menatap sorotan tajam dari Milna. Karena ia dapat merasakan benci, sakit dan kecewa yang menjadi satu. Hanya dengan melihat ke dalam manik mata Milna.


"Temuilah, Tuanmu. Aku tidak peduli resepsi atau tidak." Milna berkata dingin seraya melepaskan cengkeramannya.


"Ekhemm!" Deheman dari pemilik mansion membuat keduanya tersentak seketika. Bahkan Milna sedikit melonjak kaget.

__ADS_1


"Sejak kapan rumahku jadi lahan pacaran?" sarkas Arjuna. Ketika dirinya lewat justru melihat penampakan romantis menggemaskan. Di mana Milna seakan menghimpit Joy ke tembok, lalu mata Joy terpejam seakan menunggu sebuah ciuman.


Mendapat teguran seperti itu, keduanya hanya saling menunduk diam. Malu? Pasti. Apalagi Milna, karena posisinya cukup mengintimidasi Joy. Emosi membuat dirinya lupa keberadaan mereka saat ini dimana.


๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ญ! ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฑ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ. ๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช? ๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜บ๐˜ข-๐˜ช๐˜บ๐˜ข.


Milna merasa gusar dengan jalan pikirannya sendiri.


๐˜๐˜ข๐˜ช๐˜ฉ๐˜ฉ, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. ๐˜š๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ-๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ซ๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข. ๐˜”๐˜ช๐˜ญ, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ช๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜‘๐˜ฐ๐˜บ. ๐˜’๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ณ๐˜ข๐˜จ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ ๐˜”๐˜ช๐˜ญ. ๐˜›๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ถ.


Better tersenyum tipis melihat gelagat sahabat kentalnya itu. Milna yang cerita dan apa adanya. Menyembunyikan kecantikannya dengan gaya amburadul sesuka hati. Semua ia lakukan demi menjaga diri dari kenakalan pria mesum di luar sana.


๐˜ ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ. ๐˜ž๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ. ๐˜ž๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜›๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข. ๐˜‹๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ช ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ต๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ฃ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช.


Joy, memijat pangkal hidungnya. Dirinya hanya bisa pasrah pada nasibnya kali ini. Sungguh, seluruh skill-nya menjadi tak berguna saat ini.


๐˜‘๐˜ฐ๐˜บ, ๐˜‘๐˜ฐ๐˜บ. ๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ. ๐˜ ๐˜ข๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜ž๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช, ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข .


"Masuklah, ada yang masih ingin ku sampaikan pada kalian." Arjuna memberi perintah, kemudian berlalu meninggalkan pasangan yang kikuk bin salting di pojok sana.


Di ruang tamu.


"Kak Susi!" Milna setengah berlari menghampiri Susi. Meskipun dirinya sudah curhat, tapi mengenai kehamilannya dia belum sempat berbagi cerita.


"Aku menunggumu datang, untuk berbagi. Tapi, sudahlah. Aku yakin kamu pasti bisa menerima kejadian ini dengan pikiran yang positif. Kau adalah Milna si wonder women," tutur Susi. Kata-katanya memang sangat ampuh untuk menenangkan kegalauan hati Milna.


"Makasih Kak. Na, udah gak punya Ibu, dan Kakaklah penggantinya. Setiap nasihatmu, kata-katamu lah yang membuat aku tenang. Na, akan menerima ini. Semoga Na bisa dan kuat," isak Milna masih dalam dekapan Susi.

__ADS_1


Tak nampak lagi karakter Milna yang tomboi dan jago bela diri. Bahkan ketika melihatnya saat ini, kalian akan ragu tak percaya jika Milna pernah tergabung dalam pasukan gangster bahkan mafia. Raga dan mentalnya pernah di tempa di kamp militer. Namun, sekali lagi. Dirinya adalah wanita. Di mana perasaannya diatas logika. Ada masanya ketika dimana dirinya butuh sandaran untuk melepas semua rasa di hatinya.


"Udah ya, ada yang mau Kakak sampein sama kalian." Susi menyeka wajah basah itu. Sementara Vanish, dirinya hanya bisa mendekap baby S erat sambil menahan harunya.


"Pembahasan resepsi telah selesai, dua pekan lagi itu adalah waktu yang cukup mempersiapkan mental dan pisik kalian semua. Sekarang istriku akan membahas perihal sayembara yang pernah kuucapkan beberapa waktu lalu.


" Untuk Vanโ€“Be, kalian akan mendapat sebuah hunian dan juga saham dari perusahaan Choโ€“Cho Inc, sebesar 5%," jelas Susi sumringah. Akan tetapi nama panggilan yang ia ucapkan barusan membuat beberapa kening berkerut, termasuk Arjuna.


"Sayang, siapa Vanโ€“Be?" ucap Arjuna pelan. Akan tetapi masih dapat di dengar oleh yang lain.


" Tentu saja Vanish dan Better," ucap Susi seraya terkekeh kecil.


"Untuk Joโ€“Na, kalian jangan khawatir dan bersedih hati ya. Kalian ...,"


"Siapa lagi itu Joโ€“Na sayang?" tanya Arjuna sedikit gemas kali ini.


"Masa gitu aja gak ngerti sih, Ar. Siapa lagi kalau bukan Joy dan Milna," cebik Susi sedikit kesal. Karena kalimatnya di potong begitu saja oleh suaminya.


"Kau ini, ada-ada saja nama panggilan itu." Arjuna menggeleng salut. Dirinya bahkan tidak berpikiran sejauh itu.


"Lanjut lagi ya, untuk pasangan Joโ€“Na. Aku sudah menyiapkan hunian mungil untuk keluarga kecil kalian nanti. Anggap saja itu adalah hadiah pernikahan dari seorang kakak pada adiknya. Ku harap kalian dapat menerimanya dan membangun keluarga yang hangat dan harmonis di dalamnya.


"Satu lagi, paket honey moon ke raja ampat sudah menanti kalian berempat." Susi mengakhiri kata-katanya dengan senyum yang sangat lebar. Namun, ia terlihat menyeka air mata harunya yang ikut menyeruak di balik rasa bahagianya.


"Kak Susi, boleh kami memelukmu?" tanya Vanish seraya menoleh pada Milna. Setelah mendapat anggukan dari Susi, Vanish segera menyerahkan baby S perlahan kedalam gendongan Better. Pria gondrong itu tak siap, membuatnya sedikit kelabakan tatkala menerima makhluk mungil itu dalam dekapan tangannya.


"Nis," bisiknya. Tapi istri mungilnya itu telah menghambur ke dalam pelukan nyonya Arjuna.

__ADS_1


๐˜๐˜ข๐˜ช๐˜ด๐˜ฉ๐˜ฉ ... ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช? ๐˜–๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ช๐˜ต! ๐˜›๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ ...


๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ>>>


__ADS_2