
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
" Sepi ...," ucap Joy. Ketika dirinya dan Milna sampai di mansion utama. Sedangkan Milna, tinggal di paviliun kecil yang terletak di belakang mansion. Di mana para pekerja tinggal, seperti para penjaga, tukang kebun, tukang bersih-bersih serta supir.
"Bukankah, kau yang bilang jika mereka berkumpul di sini,"ketus Milna. Wajahnya melengos, karena matanya enggan menatap pria di sebelahnya ini.
" Mungkin, mereka sudah pulang. Karena tadi aku kelamaan membujuk seorang gadis yang tengah merajuk," goda Joy. Berharap dapat mencairkan sikap ketus Milna padanya. Tapi, di luar dugaan, karena yang terjadi justru sebaliknya.
" Gadis? Apa kau sedang meledekku!" pekik Milna tepat di samping telinga Joy. Membuat dirinya sedikit kaget menerima tanggapan Milna.
"Aku tidak bermaksud meledek mu, bagian mana yang menurutmu meledek?" tanya Joy kalem.
"Gadis, kau mengatakan itu! Apa kau lupa kalau kau yang telah merenggutnya dariku!" marah Milna dengan tatapan penuh emosi.
"Na, kau salah paham. Bukan begitu maksudku. Tenanglah ...," bujuk Joy. Dirinya harus segera menormalkan lagi emosi Milna.
"Kau yang selalu mencari masalah dan memancing emosiku. Kenapa kau berpikir aku harus tenang!" Milna mendorong bahu Joy, hingga pria itu menabrak dinding di belakang tubuhnya. Kemudian, Milna mencengkeram kerah kemeja Joy.
"Dengarkan aku. Ada dua hal yang mustahil terjadi di dunia ini. Pertama, menghentikan perang dan menstabilkan ekonomi dunia. Kedua, menghilangkan rasa benci di hatiku padamu! Asal kau tau, saat ini aku ingin sekali membunuhmu!" Milna berkata dengan penuh penekanan. Jangan lupakan sorot matanya yang tajam dan penuh dendam.
๐๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ด๐ถ๐ฅ๐ฌ๐ถ ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ช๐ข ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ฌ๐ถ. ๐๐ฐ๐ณ๐ฐ๐ต ๐ฎ๐ข๐ต๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ด๐ข๐ต๐ถ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ฏ.
Joy memejamkan matanya. Ia tak sanggup menatap sorotan tajam dari Milna. Karena ia dapat merasakan benci, sakit dan kecewa yang menjadi satu. Hanya dengan melihat ke dalam manik mata Milna.
"Temuilah, Tuanmu. Aku tidak peduli resepsi atau tidak." Milna berkata dingin seraya melepaskan cengkeramannya.
"Ekhemm!" Deheman dari pemilik mansion membuat keduanya tersentak seketika. Bahkan Milna sedikit melonjak kaget.
__ADS_1
"Sejak kapan rumahku jadi lahan pacaran?" sarkas Arjuna. Ketika dirinya lewat justru melihat penampakan romantis menggemaskan. Di mana Milna seakan menghimpit Joy ke tembok, lalu mata Joy terpejam seakan menunggu sebuah ciuman.
Mendapat teguran seperti itu, keduanya hanya saling menunduk diam. Malu? Pasti. Apalagi Milna, karena posisinya cukup mengintimidasi Joy. Emosi membuat dirinya lupa keberadaan mereka saat ini dimana.
๐๐ช๐ข๐ญ! ๐ฌ๐ฆ๐จ๐ฆ๐ฑ ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ. ๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช? ๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐บ๐ข-๐ช๐บ๐ข.
Milna merasa gusar dengan jalan pikirannya sendiri.
๐๐ข๐ช๐ฉ๐ฉ, ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ต ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ข๐ถ-๐ต๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฐ๐ซ๐ฐ๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ถ๐ข. ๐๐ช๐ญ, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ช๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐๐ฐ๐บ. ๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ ๐ณ๐ข๐จ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ. ๐๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐จ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ด๐ข๐ฅ๐ข๐ณ ๐๐ช๐ญ. ๐๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ๐ฅ๐ช๐ณ๐ฎ๐ถ.
Better tersenyum tipis melihat gelagat sahabat kentalnya itu. Milna yang cerita dan apa adanya. Menyembunyikan kecantikannya dengan gaya amburadul sesuka hati. Semua ia lakukan demi menjaga diri dari kenakalan pria mesum di luar sana.
๐ ๐ข ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฏ. ๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ณ๐จ๐ข ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ข๐ด๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ. ๐๐ช๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ค๐ถ๐ณ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ญ๐ถ๐ญ๐ถ๐ฉ ๐ญ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ถ๐ข๐ฏ, ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ญ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข. ๐๐ข๐ฏ ๐ด๐ช ๐๐ฆ๐ต๐ต๐ฆ๐ณ ๐ต๐ถ๐ฉ, ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ฃ๐ช๐ณ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช.
Joy, memijat pangkal hidungnya. Dirinya hanya bisa pasrah pada nasibnya kali ini. Sungguh, seluruh skill-nya menjadi tak berguna saat ini.
๐๐ฐ๐บ, ๐๐ฐ๐บ. ๐๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ถ๐ข๐ต ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฌ๐ญ๐ถ๐ฌ. ๐ ๐ข๐ช๐ต๐ถ, ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ญ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐ฑ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐ต๐ช๐ต๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข. ๐๐ฑ๐ข๐ญ๐ข๐จ๐ช, ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข .
"Masuklah, ada yang masih ingin ku sampaikan pada kalian." Arjuna memberi perintah, kemudian berlalu meninggalkan pasangan yang kikuk bin salting di pojok sana.
Di ruang tamu.
"Kak Susi!" Milna setengah berlari menghampiri Susi. Meskipun dirinya sudah curhat, tapi mengenai kehamilannya dia belum sempat berbagi cerita.
"Aku menunggumu datang, untuk berbagi. Tapi, sudahlah. Aku yakin kamu pasti bisa menerima kejadian ini dengan pikiran yang positif. Kau adalah Milna si wonder women," tutur Susi. Kata-katanya memang sangat ampuh untuk menenangkan kegalauan hati Milna.
"Makasih Kak. Na, udah gak punya Ibu, dan Kakaklah penggantinya. Setiap nasihatmu, kata-katamu lah yang membuat aku tenang. Na, akan menerima ini. Semoga Na bisa dan kuat," isak Milna masih dalam dekapan Susi.
__ADS_1
Tak nampak lagi karakter Milna yang tomboi dan jago bela diri. Bahkan ketika melihatnya saat ini, kalian akan ragu tak percaya jika Milna pernah tergabung dalam pasukan gangster bahkan mafia. Raga dan mentalnya pernah di tempa di kamp militer. Namun, sekali lagi. Dirinya adalah wanita. Di mana perasaannya diatas logika. Ada masanya ketika dimana dirinya butuh sandaran untuk melepas semua rasa di hatinya.
"Udah ya, ada yang mau Kakak sampein sama kalian." Susi menyeka wajah basah itu. Sementara Vanish, dirinya hanya bisa mendekap baby S erat sambil menahan harunya.
"Pembahasan resepsi telah selesai, dua pekan lagi itu adalah waktu yang cukup mempersiapkan mental dan pisik kalian semua. Sekarang istriku akan membahas perihal sayembara yang pernah kuucapkan beberapa waktu lalu.
" Untuk VanโBe, kalian akan mendapat sebuah hunian dan juga saham dari perusahaan ChoโCho Inc, sebesar 5%," jelas Susi sumringah. Akan tetapi nama panggilan yang ia ucapkan barusan membuat beberapa kening berkerut, termasuk Arjuna.
"Sayang, siapa VanโBe?" ucap Arjuna pelan. Akan tetapi masih dapat di dengar oleh yang lain.
" Tentu saja Vanish dan Better," ucap Susi seraya terkekeh kecil.
"Untuk JoโNa, kalian jangan khawatir dan bersedih hati ya. Kalian ...,"
"Siapa lagi itu JoโNa sayang?" tanya Arjuna sedikit gemas kali ini.
"Masa gitu aja gak ngerti sih, Ar. Siapa lagi kalau bukan Joy dan Milna," cebik Susi sedikit kesal. Karena kalimatnya di potong begitu saja oleh suaminya.
"Kau ini, ada-ada saja nama panggilan itu." Arjuna menggeleng salut. Dirinya bahkan tidak berpikiran sejauh itu.
"Lanjut lagi ya, untuk pasangan JoโNa. Aku sudah menyiapkan hunian mungil untuk keluarga kecil kalian nanti. Anggap saja itu adalah hadiah pernikahan dari seorang kakak pada adiknya. Ku harap kalian dapat menerimanya dan membangun keluarga yang hangat dan harmonis di dalamnya.
"Satu lagi, paket honey moon ke raja ampat sudah menanti kalian berempat." Susi mengakhiri kata-katanya dengan senyum yang sangat lebar. Namun, ia terlihat menyeka air mata harunya yang ikut menyeruak di balik rasa bahagianya.
"Kak Susi, boleh kami memelukmu?" tanya Vanish seraya menoleh pada Milna. Setelah mendapat anggukan dari Susi, Vanish segera menyerahkan baby S perlahan kedalam gendongan Better. Pria gondrong itu tak siap, membuatnya sedikit kelabakan tatkala menerima makhluk mungil itu dalam dekapan tangannya.
"Nis," bisiknya. Tapi istri mungilnya itu telah menghambur ke dalam pelukan nyonya Arjuna.
__ADS_1
๐๐ข๐ช๐ด๐ฉ๐ฉ ... ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช? ๐๐ฉ ๐ด๐ฉ๐ช๐ต! ๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฎ ...
๐๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐จ>>>