
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Sementara itu di pihak Arjuna juga tengah terjadi pertempuran yang sengit. Kelompok Walls serta Better sengaja di alihkan kebagian lain.
Kelompok penyerang dari Domino, sengaja membuat mereka tercerai berai. Meskipun Arjuna mendapat bantuan dari Erik, mereka tetap saja kewalahan.
"Paman Bet, kakak ipar tertangkap. Sedangkan keadaan abang dan om Joy, terpojok!" seru Walls, menggunakan alat komunikasi yang menempel di telinganya.
"Aku akan menyingkirkan para bandit ini ke jurang. Tolong bumblebee enam dan delapan merapat!" titah Better pada kelompok lain.
DRUAGHH!!
DUARR!!
Jeep wrangler itu benar-benar masuk kedalam jurang yang penuh semak belukar lebat. Lalu meledak, mengakibatkan mereka terperosok semakin dalam.
"Pergilah! Sebelum pihak berwajib berdatangan!" Seru Better lagi, memerintahkan yang lain agar kembali berpencar, memberi bantuan pada Arjuna dan Susi.
_
_
_
Disudut Arjuna dan Joy tengah terlibat baku hantam, masing-masing dari mereka telah sama-sama kehabisan amunisi.
Sebuah jeep datang menurunkan kembali pasukan tambahan, di susul Better dan anak buahnya.
Kini mereka imbang, sama-sama kuat dan tangguh.
Arjuna semakin tersudut hingga kedalam hutan, begitupun dengan Better.
๐๐ช๐ข๐ญ.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐จ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฉ๐ข๐ฃ๐ช๐ด ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช.
๐๐ข๐ณ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฅ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ฃ๐ช๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ณ๐จ๐ข๐ฌ๐ถ!
Arjuna terduduk di tanah seraya mengatur napasnya yang tak beraturan.
"Shiit! Jumlah mereka bertambah lagi!" Arjuna segera bangkit ketika jeep yang baru datang menurunkan kembali sosok bagai algojo.
Mau tidak mau dirinya harus menghadapi orang-orang itu.
Bak! Buk!
Dag! Dug!
Seorang pria kembali tersungkur mencium tanah, bahkan wajahnya mendarat di onggokan kotoran hewan.
"Weeekkk!! Apa ini, bau sekali!"
"Rasakan!" Arjuna kembali menginjak kepala pria itu hingga wajahnya semakin terbenam.
__ADS_1
Pria itu menggelepar sejenak, tak berapa lama kemudian terlihat tak bergerak.
"Argh! Damn it!" Arjuna yang mendapat serangan dari belakang, sempat menangkis. Namun, tendangan musuh lolos menghantam pinggangnya.
Beberapa detik kemudian, posisi berbalik. Arjuna menerjang dengan tendangan memutar, hingga musuh terpental dan tersangkut diantara cabang pohon.
Namun, ketika ia berbalik. Sebuah benda bulat dilempar ke kakinya. Tak lama benda itu pun mengeluarkan asap.
๐๐ช๐ข๐ญ. ๐๐ฑ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช?
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด?
๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ, ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ฌ๐ข๐ฃ๐ถ๐ณ.
๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ... ๐๐ฌ๐ถ ...
Brugh!!
Tubuh kekar itu terjatuh keatas tanah, tak sadarkan diri.
Pria bertato rangkaian kembang kurung batang itu, menyeringai senang.
"Tangkapanku berhasil!" Tawanya pun menggelegar, hingga burung-burung kabur dari sarangnya.
"Bawa dia!" Titahnya pada dua orang anak buahnya yang masih bisa berdiri.
"Lawan kali ini benar-benar tangguh, tapi ... masih bisa ku kalahkan." Tawanya pun menggelegar lagi, dengan mulut yang menganga lebar.
"Mereka berhasil membawa calon pengantin, Bos." Lapor seorang pasukan dari klan Toyobo. Sementara Joy, pria itu masih terengah-engah karena baru saja menghabisi lima orang algojo.
Sementara sang anak buah hanya menggaruk kepalanya.
"Saya, hanya menyampaikan laporan dari seberang. Tanpa bertanya siapa yang mereka tangkap." jelasnya tak berani menatap mata tajam menghujam jantung milik Joy.
"Payah!"
Pletak!!
Pria itu meringis, ketika sebuah pukulan mendarat di kepalanya.
๐๐ข๐ฌ๐ช๐ต, ๐ด๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ถ!
Pria itu terus menatap kesal dari belakang.
"Nona, ssshh ...!" Wanita dengan potongan rambut bondol itu meringis.
Matanya memicing karena darah yang mengalir dari kepalanya, menghalangi penglihatannya.
_________
Mobil jeep memasuki kawasan hutan, hingga berhenti di depan gerbang villa yang terbuka lebar.
Tak jauh di belakang mereka, beberapa mobil kuning mengikuti.
__ADS_1
"Jangan terlalu dekat. Aku akan menghubungi Erik lebih dulu." Better, mengomando pasukan yang tinggal berapa mata itu.
" Walls, bisa kau terbangkan drone mu kesana tanpa terlacak?" ucap Better menggunakan alat komunikasinya.
"Akan ku coba, paman!" jawabnya, dengan jari yang sibuk mengutak-atik laptop di atas pangkuannya.
Sementara, Better terus berusaha menghubungi Erik.
"Walls, bantu aku menghubungi Erik. Sinyal zonk di sini." ucap nya geram.
"Baik, Paman. Tunggu sebentar."
"Aku gunakan perangkatku untuk mengganti sinyal yang hilang."
"Terserah kau! Cepatlah!"
_
_
_
Seorang pria tergopoh-gopoh menghampiri pria paruh baya yang mengenakan kimono. Terlihat Don Domino tengah berjoget dengan segelas wine di tangannya.
Sang anak buah yang telah sampai di depan pintu pun melongo di buatnya.
๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช.
๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข?
๐๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฑ๐ฐ๐ณ ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข?
Pria berotot itu bingung harus apa.
Dirinya takut di salahkan karena telah menganggu kesenangan tuannya. Akan tetapi, Don Domino telah berpesan untuk segera memanggilnya jika mereka telah sampai ke villa.
Di saat itulah pria paruh baya itu memutar tubuhnya sambil terkekeh. Seketika pandangan mereka bertemu, lalu Domino dalam sekejap merubah ekspresinya.
"Don, calon pengantinnya berhasil saya bawa kehadapan anda." lapor si pria terkuat. Salah satu pasukan dengan ilmu bela diri mumpuni, karena itu Nick mempercayakan misi ini padanya. Sementara dirinya dan Jeff terbang ke negara U, mengawal para agen demi mengantar chip rahasia.
Mendengar kabar itu, mata Don seketika membola, disertai senyum sumringah dan kekehannya.
"Minggir, aku akan menghampiri wanita ku!" Domino melewati si pria bertato rangkaian kembang kurung batang itu.
"Heh? Wanita?" Pria berotot itu menggaruk kepala tak gatalnya, bingung.
Brakk!
Domino mendobrak pintu kamar.
"Selamat datang ke istanaku, can ..."
"Hei!"
__ADS_1
"Kau!"
Bersambung>>>>