
🔥🔥🔥🔥
" Tumben sekali kamu doyan tidur Ar." Gumam Susi melihat suaminya yang tidur lagi setelah sarapan. Kebetulan masih hari libur sehingga Arjuna tidak berangkat ke kantor. Namun, sungguh aneh kala melihat Arjuna ber leha-leha di atas tempat tidur. Biasanya ia akan berada di ruang kerjanya pada jam segini.
"Sayang, suhu tubuhmu tinggi. Biar aku cek dulu." Susi menarik punggung tangannya dari kening Arjuna. Kemudian ia beranjak untuk mengambil tempat obat. Susi mengarahkan termometer digital ke depan dahi suaminya.
"Ar, suhu tubuhmu sangat tinggi. Pantas saja kau tidur jam segini." Susi meraba beberapa bagian tubuh Arjuna. Memastikan jika suhu tubuh suaminya itu benar-benar tinggi. Bahkan Arjuna terlihat gemetar.
"Sayang? Apa yang kau rasakan?" tanya Susi lembut.
"Dingin," lirih Arjuna pelan. Lalu ia berkata lagi tanpa sedikit pun membuka matanya.
"Apa? Kau mengatakan apa Ar?" tanya Susi karena ia tak jelas menangkap suara Arjuna.
"Dingin ... peluk," ucap Arjuna jelas meski terdengar lemah. Mendengar permintaan dari suaminya Susi segera membuka kaos yang dikenakan oleh Arjuna kemudian Ia juga melepaskan pakaian dinasnya.
" Kenapa tubuhmu tiba-tiba menjadi demam seperti ini?" gumam Susi seraya melakukan pelekatan skin to skin terhadap Arjuna. Karena ini adalah salah satu cara yang manjur untuk menurunkan suhu tubuh yang tinggi. Yaitu dengan cara menempelkan kulit? antara satu sama lain.
" Untung saja baby S sudah tertidur dengan pulas di kamarnya." Gumam Susi lagi seraya memeluk tubuh suaminya itu erat. Merasakan sesuatu yang kenyal menempel di dadanya Arjuna membuka sedikit matanya yang sedari tadi menutup.
"Ah, sayang. Kenapa kau menggodaku di saat seperti ini? Kenapa kamu buka bajuku dan juga bajumu?" Heran Arjuna seketika membelalakkan kedua matanya. Bukannya kaget karena tidak suka, justru ia sangat merindukan momen seperti ini. ?
Momen dari hubungan yang sangat dekat antara suami dan istri. Di mana Semenjak kelahiran Satria Junior, ia merasakan kekurangan waktu untuk bisa dekat dengan istrinya. Arjuna memaklumi itu semua bahkan dirinya tidak pernah protes. Terkadang meskipun tubuhnya lelah ia akan tetap membantu Susi untuk mengurus buah hatinya. Meskipun mereka menggunakan jasa baby sitter, jika malam baby S akan bersama dengan mereka, kedua orang tuanya.
Arjuna dan Susi tidak akan membiarkan putra mereka lebih dekat dengan pengasuhnya, ketimbang dengan kedua orang tuanya sendiri. Bagaimanapun anak adalah tanggung jawab dari kedua orang tua. Sementara Baby sitter hanya bertugas untuk meringankan tugas mereka saja dengan memberi bantuan sedikit dikala Susi repot.
__ADS_1
" Ar, aku tidak bermaksud menggoda mu, justru aku sedang menolong mu. Menurunkan suhu tubuhmu dengan cara pelekatan seperti ini. Sungguh saat ini suhu panas tubuhmu tengah berpindah padaku. Lihatlah aku menjadi berkeringat sekarang," jelas Susi kepada Arjuna suaminya.
" Tubuhmu sangat lembut dan empuk, sungguh nyaman sekali sayang," ucap Arjuna pelan, seraya meletakkan kepalanya di atas dada istrinya. Di mana kini pipinya menempel pada dua bongkahan padat yang masih tertutup pembungkus kembara kembar bakpao itu.
"Sayang bolehkah aku?" tanya Arjuna seraya menunjuk kepada dua buah benda padat di hadapannya. Dia menunjuk menggunakan kode matanya.
"Tidak Ar! itu milik Satria." cegah Susi mendorong mulut Arjuna menggunakan jari telunjuknya.
"Kumohon, aku ingin merasakannya sekali. Aku ingin tahu kenapa Satria begitu menyukainya. Kenapa dia juga begitu lahap, sehingga tidak menyukai susu formula. Apakah rasanya benar-benar sangat enak? padahal aku sudah membelikannya dengan merek yang paling mahal," ucap Arjuna seraya memohon dengan tatapannya yang sendu.
"Kau ini apa-apaan Ar! seperti anak kecil saja! masa kau harus iri dengan bayimu sendiri! kan sudah kukatakan, jika aku ingin memberikan Satria ASI eksklusif, selama 2 tahun!" ucap Susi tegas.
"Tidak mungkin! Kenapa harus selama itu? Kenapa kau tega sekali kepadaku? sayang ... my queen...," rajuk Arjuna seperti anak kecil, sehingga membuat Susi menggelengkan kepalanya.
" Tidak! aku tidak mau minum obat! aku pengen begini saja." Arjuna justru semakin mengeratkan pelukannya. Kedua tangannya melingkar erat pada pinggang ramping Susi. "Karena itu menurut lah." ucap Susi seraya mengelus lembut punggung suaminya itu. "Baiklah aku akan diam." sahut Arjuna. Akan tetapi kedua tangan pria itu tidaklah bisa diam. Tangan satunya mengelus punggung Susi sementara tangan yang satunya lagi meraba paha mulus terbuka istrinya itu.
" Ar hentikan!" Pekik sushi ketika tangan Arjuna semakin merayap ke atas pinggulnya. di mana pada ujungnya terdapat simpul pita pembungkus yang berguna menutupi daerah pribadinya.
Tapi sayang sekali, jari jemari Arjuna ternyata lebih cepat dan lincah. Arjuna sudah sangat fasih dan cekatan dalam hal mengurai simpul. Bahkan tangan yang satunya lagi sudah berhasil membuka pengait dari penutup kembara kembar bakpao.
"Kau sangat nakal Ar! akh!" pekik Susi, ketika mulut suaminya itu sampai pada pucuk dadanya yang berwarna kemerahan.
' Kenapa rasanya sangat berbeda. Ketika Satria yang menghisapnya, aku merasa biasa saja. Bahkan cenderung sakit dan perih. Akan tetapi tidak dengan apa yang sedang dilakukan oleh Arjuna saat ini. Aku merasa, ah bahkan sulit untuk mendeskripsikannya.' batin Susi menikmati hal yang telah lama tidak dirasakannya.
Hingga membuat sekujur tubuhnya seakan tersengat listrik. Desiran halus perlahan mulai menjalar di urat nadinya. Perlahan darahnya mulai bergejolak mengeluarkan gelora panas yang sebentar lagi akan meledak.
__ADS_1
Arjuna menghentikan kegiatannya, ternyata tanpa disadari olehnya dirinya begitu menikmati momen barusan. Arjuna menjilati bibirnya sekilas kemudian mendongakkan kepalanya menghadap wajah istrinya.
"Rasanya sangat manis dan gurih, tak apa kan jika aku mengambil sedikit jatah, Satria," seloroh Arjuna. Hingga mendapat cubitan dari Susi pada akhirnya.
" Sayang kau sudah bersihkan? boleh tidak jika aku? apakah kau siap jika saat ini aku ingin meminta hakku kembali padamu?" tanya Arjuna dengan lemah dan lembut Seraya menatap kedua mata indah Susi.
" Arjuna, sebenarnya sejak semalam aku ingin memberikannya padamu. Akan tetapi siapa sangka jika ternyata Satria rewel hingga dini hari. Kuharap kau mengerti keadaan ini sayang. Bukannya aku tidak ingin memperhatikanmu. Hanya saja keadaan Satria lebih membutuhkanku. Bayi kita semakin pintar dan semakin kuat saat menyusu. Membuat ku sering kelelahan dan melupakan dirimu pada akhirnya," ucap Susi dengan rona penuh penyesalan.
"Tidak sayangku, my queen. Aku tidak pernah marah dan keberatan kepadamu. Atas apa yang telah kau lakukan kepada bayi kita. Kau sudah melakukan tanggung jawabmu dengan baik. Kau rela kekurangan waktu tidurmu. Terganggu ketika makanmu. Rela kekurangan jam ketika waktu mandi mu yang terpaksa di diskon, karena Satria yang keburu teriak membutuhkanmu. Aku minta maaf sayang, jika saat ini kau belum siap aku mengerti. Kumohon jangan jadikan permintaanku ini sebagai beban dirimu. Karena tenaga dan pikiranmu sudah cukup terkuras untuk bayi kita. Aku yakin, jika aku bisa menunggu beberapa saat lagi." Arjuna suami yang begitu pengertian. Ia bahkan rela bermain ala kadarnya dan itu juga sangat jarang.
Saat ini pun ia ingin menjauhkan dirinya dari Susi akan tetapi Susi menarik tangannya kembali, kemudian mendekap tubuhnya dengan erat.
"Sayang, sebenarnya aku sangat siap pada saat ini. Hanya saja kau sedang demam. Memangnya kau bisa melakukannya dikala keadaanmu yang sedang tidak sehat seperti ini?" tanya Susi dengan berbisik di samping telinga Arjuna. Membuat bulu kuduk pria itu merinding seketika.
"Sayang ... apa kau tengah meragukan keperkasaan ku? Kau pikir demam ini bisa menghentikan hasrat ku? Jika kau tidak percaya mari kita coba." Arjuna langsung menabrakkan bibirnya pada bibir seksi milik Susi. Ia memberi serangan berupa, gigitan serta pagutan yang begitu menggelora. Hingga Susi kewalahan karena sesapannya yang begitu buas. Sementara itu kedua tangannya sudah tidak bisa dikondisikan. Ia meraba dan memberi remasan pada apa saja yang disentuhnya. Hingga sebuah desah dan lengkingan nikmat mengalun dari bibir seksi istrinya itu.
"Sayang, nagaku sudah tidak tahan. Bolehkah dia masuk?" tanya Arjuna dengan tatapan berkabut serta suara yang serak menahan gelora napsu yang sudah di ujung tanduk. Kemudian dijawab dengan anggukan pasrah oleh Susi yang kini telah berada di bawah kuasanya.
🐾Yang nikah siapa?
🐾Yang belah duren siapa?
😵😵😵
Bersambung>>>>>
__ADS_1