Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Menarik Saham Dari Pradipta.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


"Proses penarikan saham sudah di lakukan, Tuan. Saya rasa, saham perusahaan Pradipta sudah bagus. Sehingga, penarikan saham kita tidak akan berpengaruh besar. Setidaknya, perusahaan itu tidak akan sampai ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ต," jelas Better, asisten Arjuna yang telah dipercaya memegang kuasa wakil Presdir pengganti Susi.


Arjuna melangkah dengan perlahan ke tempat kesukaannya, yaitu depan jendela besar di ruang kerjanya. Sementara itu, Better mengikuti dari belakang. Menanti tanggapan atau perintah selanjutnya.


"Kerja yang bagus, alihkan saham itu untuk membeli saham perusahaan Bai Goon. Tbk. Kita sudah cukup lama abai dengan perusahaan itu," titah pria yang setelah menikah, semakin memancar pesonanya.


"Baik, Tuan." Better membungkukkan badannya sedikit, hendak pamit. Sebelum akhirnya, Arjuna kembali melanjutkan kata-katanya.


"Aku tidak peduli perusahaan Pradipta, meskipun membuatnya hancur bukanlah lagi niatku. Aku dan Susi, telah sepakat untuk menyudahi dendam kami. Jadi, kau jangan ragu-ragu bertindak. Kita, hanya mengambil kembali apa yang sejak awal adalah milik kita." Arjuna berkata dengan aura dinginnya, bahkan pandangannya tetap lurus dan fokus ke depan. Menatap gedung pencakar langit di hadapannya, yang seakan bersaing, siapa yang paling tinggi dan estetik dalam arsitekturnya.


"Sangat jelas, Tuan." Tanpa menunggu tanggapan, asisten dengan gaya cueknya itu segera pamit undur diri.


"Kalian sudah selesai, Bet?" tanya Susi, yang berpapasan di depan meja sekretaris Arjuna.


Melihat penampilan Susi yang terlihat berbeda dan semakin bersinar alias glowing. Better tidak mengedipkan matanya, rasa kagum itu belum sirna dari hati dan juga pikirannya. Sesaat ia sadar, pria yang senang sekali menguncir rambutnya itu menelan ludah kasar, hingga jakunnya terlihat turun naik.


"Maaf,Nyonya. Kami sudah selesai," jawabnya, dengan mengalihkan pandangan ke atas sepatu sneaker miliknya.


"Baiklah, kalau begitu aku akan masuk. Semoga hari mu menyenangkan." Sebelum berlalu, Susi melempar senyum ramahnya seperti biasa.


Tanpa ia tahu, senyum itu telah meluluhlantakkan hati seorang bujang yang sejak awal menaruh kagum pada sosoknya.


๐˜š๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช. ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ, ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ. ๐˜”๐˜ฐ๐˜ท๐˜ฆ ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ต๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ, ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ. ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ถ!!


"Iya, sejak awal memang salahku." Gumamnya kecil, membuat sang sekretaris baru mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Waw, bu bos memang keren." Monolognya, setelahnya kembali menatap layar laptop.


"Chang Min!" panggil Joy sembari menggebrak meja sekretaris.


" Ayam, ayam, ayam!" teriak sekretaris itu kaget, sambil berjingkat dan menaikkan tangannya ke atas.


Sementara itu, si asisten maskulin bin parlente Joy Kinder. Tergelak sampai memegangi perutnya.


"Kebiasaan ih, Pak Joy tuh!" sungut sekretaris yang agak gimana gitu.


"Heh, masa lakik kagetan," ejek Joy. Seraya menyenderkan bokongnya di dinding, yang berada di samping meja.


"Saya kan lagi proses, Pak. Makanya dukung dong, jangan demennya ngeledekin muluk," protesnya lagi.


"Siapa juga yang ngeledek, gue kan cuma manggil elu tadi. Abis serius bener depan laptop sampe membleh tuh bibir seksi nya," goda Joy dengan mengerling genit.


Brakk!!


"Sendirinya kagetan, pakek ngeledek orang!" sarkas sekretaris baru itu, seraya mendelik sebal. Bukan hal baru, semenjak ia bekerja di sana. Joy memang bukan satu-satunya pria tulen yang meledek nya. Membuat transisi hijrahnya semakin sulit saja.


"Yee, Cang Cimin ... dendaman amat si jadi orang." Joy hendak mencolek dagu sekretaris kemayu itu, tapi keburu di tepis dengan kasar olehnya.


Plakk!


"Sshh." ringis Joy, kemudian menelan ludahnya kasar. Ketika melihat pancaran kemarahan sungguhan di mata Chang Min. Lelaki pra dewasa, WNA yang memiliki visa bekerja.


"Kenapa kalian yang merasa tulen sejak lahir selalu mengejek dan menjadikan kami bahan candaan demi kebahagiaan kalian. Jika kekurangan kami anda jadikan kesenangan, untuk apa kalian menuntut kami lebih tulen dan perkasa? Bukankah kalian senang dengan keberadaan kaum kami?!" tukas Chang Min, menohok sisi kemanusiaan Joy.

__ADS_1


"Bu_bukan gitu, Chang." Joy menggaruk kepalanya, bingung. Melihat bahwa lelaki imut di hadapannya benar-benar marah.


" Bisakah kalian mendukung kaum kami untuk berubah lebih baik? Bukan justru malah menjadikan kami candaan atau bullyan." Chang Min menatap Joy serius dengan nada bicara yang sangat tegas. Tanpa di sadari , aura pria tulen telah mencuat keluar dari dalam dirinya.


"Sorry, Bro. Gue janji lain kali gak ada bencandaan kayak gini lagi, suer!" Joy nyengir tak enak seraya menaikkan dua jarinya ke samping telinganya.


๐˜•๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฎ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฐ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ซ๐˜ช๐˜ธ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


๐ŸพEmang minta di kemplang nih si julid bin jahil, Joy pekok๐Ÿ˜. Kerjaannya ngeledek orang muluk.


๐˜•๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฆ ๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ณ! ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต-๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ!


๐Ÿพ Yee ... berani?๐Ÿ˜ gua kagak kasih jodoh nyaho lu!


๐˜ˆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ... ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜–๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด, ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ญ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฌ.


๐ŸพDih, ngerayu ...๐Ÿ˜Ž.


Milna gua jodohin ama si Chang Min aja lah.


๐˜–๐˜ฉ, ๐˜›๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ณ๐˜ณ๐˜ณ ....


Abaikan wajah melas Joy ...


Kita coba intipin yang di dalam kantor, laki_ binik lagi ngapain ya ...


Tapi ...

__ADS_1


Setelah bersambung ...


Kaboooorr ....


__ADS_2