
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Treeetttt ... Treeetttt!!
Bel berbunyi beberapa kali. Membuat Vanish tergopoh-gopoh menghampiri. Sebelum membuka pintu Vanish terlebih dulu melihat pada kamera di atas pintu. Lalu ia berbicara melalui interkom.
"Anda siapa? Juga mencari siapa?" tanya Vanish. Hatinya tiba-tiba tersentak ketika ada wanita yang cantik dan seksi di depan pintu rumahnya.
"Pak presdir mengirim saya untuk mendandani nyonya. Karena presdir akan mengajak nyonya makan malam," terang Mery mengarang bebas. Ia hanya ingin Vanish membuka pintu untuknya.
" Benarkah? Tunggu di sana biar saya konfirmasi dulu." Vanish pun menjauh dari pintu kemudian ia menghubungi Susi.
๐๐ข๐ญ๐ฐ ๐๐ข๐ฏ.
"Kak Susi, tolong Ninis!" pintanya dengan suara pelan sambil berjalan kedalam kamar. Kemudian Vanish menceritakan kejadian barusan kepada Susi.
"Aku tidak mungkin menghubungi Better Kak. Dia pasti sedang rapat sekarang. Apa!" Vanish pun kaget dengan berita yang di kabarkan oleh Susi padanya.
"Pantas saja, ๐๐ถ๐จ๐ข๐ฏ nampak aneh tadi. Coba Kakak kirim profil wanita itu." Tak lama kemudian, Vanish mendapat kiriman foto lewat aplikasi chat.
"Astaga! Iya ini dia orangnya, sama persis dengan yang tengah berada di depan pintu." Gumam Vanish geram.
๐๐ข๐ญ๐ฐ ๐๐ข๐ฏ!
"Ah iya Kak. Bagaimana ini? Apa aku biarkan saja dia masuk kedalam?" tanya Vanish pada Susi.
๐๐ช๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ข๐ซ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐๐ช๐ด. ๐๐ช๐ข๐ณ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ญ. ๐๐ช๐ข๐ณ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ ๐๐ฆ๐ต๐ต๐ฆ๐ณ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ซ๐ถ ๐ข๐ฑ๐ข๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ. ๐๐ญ๐ถ๐ณ ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ, ๐ข๐จ๐ข๐ณ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฑ ๐ฃ๐ข๐ด๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข.
Begitulah rencana dari kedua wanita berani ini. Meskipun Vanish tak punya bekal ilmu beladiri akan tetapi ia tak mudah gentar dalam menghadapi masalah sekalipun orang yang berniat jahat padanya. Karena ketakutan mu adalah kekuatan untuk penjahat.
"Baiklah, silakan masuk." Vanish tersenyum setelah ia membukakan pintu untuk wanita cantik berwajah bule itu.
"Ah, terimakasih." Mery pun memasang senyum palsunya. Ia berusaha menahan geram, demi rasa penasaran yang menggelayuti pikirannya. Ia ingin tau siapa sebenarnya wanita mungil dengan pipi sedikit chubby ini.
"Maaf, saya mencari istri dari pak presdir. Boleh panggilkan dia," ucap Mery penuh selidik.
"Maaf, Nona. Nyonya baru saja turun ke bawah. Katanya ingin menemui temannya. Tunggu saja sebentar, biar saya buatkan minum dulu." Vanish pun berlalu ke dapur dengan menutup mulut menggunakan tangannya.
__ADS_1
๐๐ฆ๐ธ๐ฆ๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ฏ๐ข๐ญ. ๐๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ณ๐ข ๐๐ช๐ฏ๐ช๐ด ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข. ๐๐ข๐จ๐ถ๐ด๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช ๐๐ช๐ฏ๐ช๐ด ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ญ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข.
Vanish membuatkan jus yang di campur dengan sesuatu. Ia berharap bahwa sang tamu akan mencoba minuman hasil kreasi dari racikannya sendiri.
"Rasakan! Siapa suruh kau berniat meniduri suamiku!" Perutmu akan melilit jika minum ini." Vanish kembali terkekeh tanpa suara membayangkan bagaimana reaksi dari tamunya itu nanti.
๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ข๐ฌ ๐๐ข๐ฏ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ๐ช. ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ด๐ฐ๐ข๐ญ ๐ซ๐ข๐ฉ๐ช๐ญ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฉ๐ช๐ญ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ช ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ข๐ฌ๐ข ๐๐ช๐ฏ๐ช๐ด๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฉ๐ญ๐ช๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ต๐ข๐ฌ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ๐ช ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ช๐ฎ ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ญ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ณ๐ช๐ด๐ช๐ด ๐ฐ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ค๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฎ๐ถ.
Vanish memasang senyumnya saat menyajikan hidangan di meja. Hatinya sungguh berkata lain dengan raut wajahnya.
"Kapan Nyonya-mu akan kembali?" tanya Mery tak sabar. Ia sungguh ingin melihat rival-nya itu.
"Nyonya akan pulang sebentar lagi. Tadi saya sudah menghubunginya. Jadi anda minum saja dulu sambil menunggu kedatangan Nyonya," jelas Vanish sambil menawarkan minuman buatannya.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐๐ฐ๐บ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ข๐ด๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ข๐บ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ข๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข. ๐๐ฑ๐ข ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ค๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ?
Tanpa Mery sadari ia tengah menyanjung rivalnya sendiri.
"Kenapa lama sekali? Sebenarnya Nyonyamu kemana?" heran Mery mulai gusar. Ia sungguh tak sabar ingin mencakar-cakar wajah dari wanita yang telah membuat Better memperlakukannya begitu rupa. Pria gondrong itu sama sekali tak peduli terhadap perasaannya.
๐๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ ๐ญ๐ข๐จ๐ช. ๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ช๐ณ๐ช๐ฑ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ง๐ฐ๐ต๐ฐ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐๐ช๐ญ๐ฐ. ๐๐ฉ, ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ซ๐ข. Sebelum membuka ponselnya. Mery kembali meneguk minuman segar buatan Vanish.
๐๐๐! ๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ช๐ณ๐ช๐ฑ. ๐๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช ๐ง๐ฐ๐ต๐ฐ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ธ๐ข๐ด๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ช๐ฏ๐จ. ๐๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ค๐ข๐ฎ ๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ซ๐ข. ๐๐ช๐ด๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ด๐ช๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฅ๐ช๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข. Batin Merybelle dengan segala spekulasinya. Ia sesekali menatap pada layar ponselnya, lalu ke arah Vanish yang tengah duduk manis di hadapannya.
"Apa kau ini adik iparnya presdir?" kulik Mery penuh selidik.
"Anda ini kenapa? Tadi mengira saya pembantu. Kenapa sekarang saya tiba-tiba naik pangkat," ucap Vanish sambil tertawa hingga terpingkal- pingkal.
๐๐ถ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ซ๐ข๐ณ!
๐๐ฐ๐ค๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ธ๐ข๐ช๐ฌ๐ถ.
๐๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ช๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ธ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ข๐ด?
Batin Mery geram, hanya saja ia tahan.
"Nona sangat cantik dan berkelas. Apa iya hanya seorang tukang rias," kulik Vanish sengaja.
__ADS_1
"Memangnya kau tidak tau. Kalau penata rias itu harus selalu mementingkan penampilannya," jawab Mery tenang.
"Tapi, anda tidak nampak seperti penata rias. Bahkan anda tidak membawa kotak make up," serang Vanish membuat Mery gelagapan. Karena ia menemukan ide sebagai penata rias secara mendadak. Sehingga ia tidak ada persiapan untuk menunjang sandiwaranya.
"Aku adalah MUA yang hebat. Aku tidak memerlukan banyak alat make up. Cukup dengan beberapa macam alat make up serbaguna milikku. Penata rias macam aku ini sangatlah langka." Mery berkata asal, ia berkelit sebisanya. Meskipun kata-katanya itu tidak masuk akal.
"Kenapa tuan bisa mempercayai orang yang bahkan tidak mengenal istrinya sendiri. Sungguh aneh?" Vanish memicingkan matanya kearah Mery. Wanita bule itu nampak sedikit terkesiap. Namun dengan cepat Mery merubah kembali ekspresinya.
"Apa kamu sedang mencurigai saya!" Merybelle sontak berdiri. Setelah ia melirik keruang keluarga di mana ada foto Better dan juga Vanish dengan rambut yang di kuncir dua macam anak kecil. Ternyata kedua matanya jelalatan sejak tadi.
"Wajar saja saya mencurigai anda. Karena Nona memang sangat pantas untuk di curigai." Vanish ikut berdiri. Bahkan ia juga menyilang kan kedua tangannya di depan dada yang sengaja dibusungkan.
๐๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ข๐ฌ๐ด๐ช.
Batin Vanish tertawa senang dalam hati.
"Sejak tadi kau hanya membuang waktuku. Katakan, siapa kau sebenarnya!" Akhirnya Mery tak tahan lagi untuk mengeluarkan taring yang sejak tadi ia sembunyikan.
"Aku?" Vanish mengarahkan telunjuknya ke arah dadanya sendiri. Dengan tampang yang sengaja ia buat sepolos mungkin. Vanish sengaja mengulur waktu dan menunggu sampai racikannya bereaksi.
"Sebenarnya, tidak ada ku tunggu kan sejak tadi?" Mery tersenyum sinis sambil mendekati Vanish dengan cepat.
"Ada kok," sahut Vanish tenang.
"Siapa? Jika ternyata tuan rumahnya adalah kau sendiri!" hardik Mery dengan wajah yang kentara menampilkan kemarahan.
"Nunggu kamu mules!" Vanish terkekeh.
"Apa maksudmu!"
"Eugh!" Seketika Mery memberi remasan pada perutnya.
...Jangan lupa mampir gais, masih anget baru launcing....
Bersambung>>
__ADS_1