
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
________
Mereka berdua, pasangan pengantin baru ini. Terus bergandengan tangan sepanjang jalan, seraya melempar senyum penuh suka cita.
Arjuna menggesek kartu akses untuk membuka pintu. Tangan Susi pun terulur untuk mendorongnya.
Klek.
"Tunggu, My Queen ...!"
Arjuna menahan Susi yang hendak melangkah masuk.
"Eh, ke-kenapaaa?" Spontan Susi berteriak kaget karena merasa tubuhnya melayang di udara. Sontak dirinya mengalungkan kedua lengannya ke leher kekar Arjuna.
Pandangan mereka seketika bertabrakan, menimbulkan percikan dan sengatan berdaya tegang tinggi.
"Kau adalah My Queen, ratu ku. Mana boleh berjalan ke kamar." Arjuna pun mendorong pintu dengan kakinya, dan menutup dengan bokongnya.
Matanya terus memandang iris hitam pekat didalam gendongannya. Berjalan perlahan hingga kini mereka telah sampai di pinggir tempat tidur.
Peraduan berukuran king size itu, telah di hias secantik mungkin, dengan tatanan yang begitu ๐ด๐ธ๐ฆ๐ฆ๐ต ๐ณ๐ฐ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ค๐ฆ.
Sepasang model angsa putih tengah beradu paruh, di atas hamparan kelopak bunga mawar merah.
Lilin beraroma terapi dengan harum lavender dan lili, begitu menenangkan. Mengendurkan urat syaraf yang tegang sejak pagi tadi.
Arjuna menurunkan perlahan pengantin wanitanya, tanpa sedetik pun mengalihkan pandangan mereka.
Kedua tangan Susi pun masih bertengger manja di leher kekar Arjuna. Membuat pria itu leluasa untuk meraih pinggang rampingnya.
Postur tubuh Susi yang hanya sebatas dada Arjuna, terbantu dengan ๐ฉ๐ช๐จ๐ฉ ๐ฉ๐ฆ๐ฆ๐ญ๐ด-๐ฏ๐บ๐ข yang berukuran 12 centi.
Arjuna memiringkan wajahnya, lalu semakin mendekat hingga kedua bibir itu menempel dan saling memagut lembut.
Mereka menyesap dengan perlahan, melepaskan rasa rindu yang membuncah didalam dada masing-masing.
Menumpahkan rasa cinta, yang kini mereka sadari semakin kuat. Ketika mereka begitu merasa takut kehilangan satu sama lain.
Ketika mencuat rasa ingin melakukan apapun demi orang yang terpenting di dalam hidupmu, hingga rela mengorbankan nyawa satu-satunya milikmu.
__ADS_1
Itulah level cinta tertinggi, ketika kau selalu ingin melihat pasanganmu tersenyum dan selalu aman di sisimu.
Seiring desiran yang mengalir pada setiap pembuluh darah keduanya, seiring itu pula mereka semakin mendekap erat hingga tak ada lagi jarak.
Entah terbawa suasana yang semakin panas ataukah, Arjuna merasa kini ia bebas melakukan apapun pada Susi.
Hingga secara perlahan jemarinya mengusap punggung yang terbuka separuh itu perlahan dan halus.
Susi yang sudah lama tak mendapat rangsangan pada kulit halus nan mulusnya, kini meremang.
Suara haram itu pun secara tak tau malu lolos begitu saja, dari kedua bibirnya. Membuat Arjuna seperti mendapat sinyal tinggi, hingga ia semakin bersemangat.
Jemari nakal pria dewasa yang masih perjaka tong-tong itu, bergerilya di punggung Susi.
Hingga ia menemukan resleting dari gaun tersebut dan menurunkannya perlahan hingga batas akhir, yaitu tepat di ujung tulang ekor.
Kini tak hanya satu tangan yang bermain di sana, tapi kedua tangannya meraba dan meraba dengan bebas.
Membuat sang empunya melepaskan ciumannya karena ia harus bernyanyi dengan lirik yang itu-itu saja.
Ada yang tau liriknya?
Jawab di kolom komen๐
Gaun yang setengah merosot itu, menampilkan bagian dada yang terbuka. Hingga nampaklah apa yang selama ini tak pernah di lihat oleh Arjuna.
Jakun pria itu turun naik, dadanya berdegup kencang. Pemandangan indah itu membuat sesuatu di bawah sana sesak.
๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ข๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฑ๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฏ๐ข๐จ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ด๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ?
Tergoda dengan yang tersedia di depan matanya, Arjuna pun memajukan wajahnya.
Kemudian, ia menciumi benda bulat yang menonjol itu, yang mana terdapat tombol berwarna merah muda di tengahnya.
Memainkan perlahan dengan kedua tangannya, mengelus dan memberi remasan gemas bagaikan squishy.
Susi yang sudah lama tak merasakan sentuhan pada tubuhnya, apalagi di daerah sensitifnya. Membuat dirinya mengerang halus serta mengeluarkan desah yang terdengar merdu di telinga Arjuna.
Raga nya merespon dengan cepat setiap belaian dan sapuan dari bibir pria gagah nan tampan di atasnya.
Menggelinjang dan menggeliat dengan gerakan yang semakin mengundang gelora lelaki Arjuna.
__ADS_1
Tanpa pengalaman, Arjuna bergerak berdasarkan nalurinya. Memberi isapan serta gigitan kecil di kedua benda kenyal itu. Membuat Susi semakin bergerak dengan liar.
Tanpa sengaja Susi mencengkeram lengan atas Arjuna, ketika pria itu menyesap leher putih jenjangnya.
"Akkhh." jeritan kecil sukses meluncur dari kedua bibir Arjuna.
"Kenapa Ar? Apa aku menyakitimu?" Susi bertanya dengan mengerutkan dahinya, bingung. Melihat ekspresi kesakitan sungguhan di wajah suaminya itu.
"Da-darah!" Susi memekik dan seketika mendudukkan dirinya. Ketika melihat cairan merah merembes dari lengan Arjuna.
Karena pria itu hanya mengenakan kemeja putih, sehingga nampak jelaslah bercak merah pada bisepnya.
"Apa yang terjadi Ar? Kau terluka, eemmpptt ...!" Susi tak dapat mengeluarkan suaranya. Karena Arjuna telah membungkam dengan bibirnya.
Sesapan demi sesapan mewarnai sesi ciuman yang semakin memanas itu. Susi hampir saja terbuai lagi, seketika ingatannya kembali maka ia pun melepas paksa tautan bibir mereka.
Huh ... hah ...
Susi mengambil napas, setelahnya ia kembali berteriak.
"Kau ini bagaimana! Kita kerumah sakit sekarang!" Susi memerintahkan Arjuna, agar suaminya itu mau mengobati lukanya.
"Tidak perlu panik sayang, My Queen," Arjuna menolak dengan alasan baik-baik saja dan sudah mendapat pertolongan pertama.
"Tidak Ar, bagaimana bisa kau ... akkh!" Arjuna kembali merebahkan tubuhnya, kali ini sembari melucuti gaunnya. Hingga tak ada satu benang pun yang melekat pada raga molek nan aduhai itu.
"Sungguh indah, ini semua milikku sekarang ... nanti dan selamanya. Kau adalah milikku seorang."
Susi tak bisa melawan sifat keras kepala Arjuna.
Mereka pun melakukan apa yang seharusnya di lakukan.
Maka, terjadilah apa yang seharusnya terjadi di kamar pengantin itu.
Dan, malam pertama bagi mereka berdua untuk mereguk indah dan nikmatnya penyatuan raga.
Kabooooorrr ...
Skip adegan meresahkannya ya gais ...
{Solehah mode on}
__ADS_1
Bersambung>>>>