
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
"Better sebagai asistenku, atas perintah langsung dariku, akan membersihkan parasit di perusahaan ini." jelas Direktur S dengan tegas dan penuh penekanan.
"Siapapun yang terlibat, penggelapan dana keuangan perusahaan, akan di tindak tegas!" tambah Direktur utama Pradipta Residen itu.
" Penggelapan sekecil apapun, tidak akan di tolerensi apalagi di maafkan. Koruptor harus mempertanggung jawabkan perbuatannya secara perdata dan pidana." ucapan terakhir sang Direktur wanita yang cantik lagi anggun itu, membuat bulu kuduk beberapa orang yang berada di satu ruangan itu berdiri merinding.
Better menyerahkan daftar nama yang sudah di blacklist. Selama beberapa hari semenjak Susi menjabat sebagai Direktur utama, Better sudah di tugaskan untuk menuntaskan masalah keuangan di perusahaan ini.
Karena, Susi curiga dan ia mengenal dengan baik sifat dari ibu mertua dan kakak iparnya itu.
Suka foya-foya serta menghabiskan uang demi gengsi dan hal tidak penting lainnya.
Daia dan Easy terlihat gemetar di ujung sana. Mereka benar-benar pangling ketika melihat Susi secara langsung saat ini.
(Bagaimana itik buruk rupa itu menjadi merak?) heran Daia dalam hatinya. Ia meremas ujung rok ketatnya. Lirikannya mengiris tajam ekspresi datar Susi.
Lain lagi dengan Easy, wanita 60 tahun itu tengah bersusah payah mengontrol napasnya. Dadanya seketika sesak, bulir keringat membasahi keningnya.
(Bagaimana bisa, upik abu itu menguasai usaha peninggalan suamiku! Menampung mu ternyata benar-benar mendatangkan kesialan pada keluargaku! Bahkan ketika kau sudah tidak lagi menjadi anggota keluarga Pradipta!) Easy mengepalkan kedua tangannya di atas pangkuan lututnya.
__ADS_1
Better mulai membacakan daftar nama tersebut.
" Beberapa nama yang akan saya sebutkan nanti, di harap segera angkat kaki dari gedung ini."
"Saya jelaskan, bahwa semua informasi ini berdasarkan investigasi team audit dan ahli forensik perusahaan."
"Jadi, di mohon. Bekerja samalah dan bertanggung jawablah." jelas Better dengan tegas dan lugas. Pria berambut setengah gondrong itu, menunjuk dua orang anggota kepolisian serta seorang penasehat hukum.
Mereka berpakaian biasa layaknya staf, Direktur S benar-benar akan menindak serius tikus-tikus dapur itu.
Ketika Better menyebutkan nama itu satu persatu, terjadi perdebatan. Namun, karena Better dan team telah menyiapkan bukti-bukti konkritnya, mereka pun seketika bungkam.
" Kami akan segera membuat surat pengunduran diri." ucap beberapa tikus yang terdiri dari pria dan wanita itu.
" Bahkan kalian tidak boleh membawa satupun barang dari gedung ini, cukup bawa diri kalian saja."
"Sita ponsel dan laptop mereka. Jangan ada satupun barang berharga kecuali dompet!" titah Susi dengan tatapan dingin dan wajah datarnya.
(Bagaimana seekor kelinci kecil penurut ku, berubah menjadi serigala yang kejam.) Seno memandang tak berkedip pada wajah cantik tanpa senyum itu.
Susi berdiri, menyilangkan tangan dan menatap tajam satu persatu karyawan divisi yang tersisa.
__ADS_1
"Ini contoh untuk kalian semua, bahwa perbuatan curang harus di tumpas sampai ke akarnya."
"Tuan-tuan polisi ini akan membawa salah satu dari kalian untuk mempertanggung-jawabkan perbuatan. Tenang saja, yang terpilih akan mendapat fasilitas menginap gratis di hotel prodeo." tutur Susi dengan senyum sinis mengiris.
Kedua mata Daia melotot ketika dua anggota polisi wanita itu mendekat ke arahnya.
"Apa-apaan ini!" Daia pun berdiri dan menyingkirkan kursi yang bekas di dudukinya hingga mental.
"Penghinaan apa yang tengah kau mainkan untuk para penerus Pradipta!" teriak Daia menunjuk dan mengarahkan tatapan tajamnya pada Susi.
"Team kami memegang bukti yang jelas, bahwa selama tiga tahun belakangan ini kau telah memerintahkan orang untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening tuyul mu." Susi melempar berkas berisi bukti tertulis.
" Aku hanya meminta hak ku pada perusahaan peninggalan kakekku ini!"
" Kau orang luar tau apa!" pekik Daia lagi menepis tangan polisi yang menenangkannya.
Susi berjalan mendekati Daia yang wajahnya sudah sangat memerah.
"Kaulah yang tidak tau apa- apa, Nona Muda." sindir Susi dengan senyum meledek, bahkan ia menaikkan sebelah alisnya.
Seno hanya mengeratkan giginya, untung saja Susi sengaja tidak menginvestigasinya, atau ia memiliki maksud lain.
__ADS_1
Seno bergidik, wanita lemah ini sudah menjadi licik dan cerdas.Ia harus memutar otak dan menyusun rencana. Sebelum dirinya ikut di jebloskan ke penjara.
Bersambung>>>