
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"Aku akan menghubungimu lagi nanti. ๐๐ฐ๐ท๐ฆ ๐บ๐ฐ๐ถ ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐ข๐ญ๐ธ๐ข๐บ๐ด ๐ฎ๐ช๐ด๐ด ๐บ๐ฐ๐ถ, ๐๐ฎ๐ฐ๐บ sayang." Better sengaja mengucapkan kalimat terakhir pada percakapannya dengan jelas. Ia dapat melihat melalui ekor mata, akan pergerakan Mery yang berjalan mendekatinya.
" Hemm ... siapa dia? Pacarmu ya? Romantis sekali," ucap Mery yang tau-tau muncul dari belakang Better.
Pria dengan rambut ikal yang selalu di gelung asal itu hanya tersenyum miring menanggapi sangkaan dari wanita masa lalunya itu. Ia takkan menjawab ataupun memberi penjelasan. Bukan karena ia tak ingin menegaskan statusnya saat ini.
Hanya saja, Better hendak menjaga kehidupan privasinya. Ia paham benar siapa Mery dan bagaimana kekuasaan ayahnya. Ia takut dan khawatir jika Mery akan mencari tau siapa istrinya.
"Sebaiknya kita siap-siap. Sebentar lagi nomer penerbangan kita akan di panggil." Setelah berkata Better segera berlalu dari hadapan Mery tanpa sedikit pun memandang pada sang mantan kekasih di masa lalu yang kiranya sengaja berdandan dengan sangat cantik itu demi dirinya.
๐๐ช๐ข๐ญ! ๐๐ข๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ต๐ข๐ฑ๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ณ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฌ๐ข๐ฅ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช ๐๐ฐ๐บ. ๐๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ค๐ข๐ณ๐ฎ๐ถ ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ช๐ต๐ถ.
Umpat Mery dalam hati disertai tatapannya yang tajam menghunus di belakang punggung Better. Salah satu sudut bibirnya terangkat ke atas. Hingga mencetak senyum sinis. Senyum yang menyiratkan sebuah rencana.
Di dalam pesawat. Mery mengusir asisten yang di ajak oleh Better. Ia menukar nomer kursi mereka. Sementara, Better yang mengetahui kelakuan Mery hanya melirik sekilas. Kemudian kembali melihat layar pada tabletnya. Mempelajari proposal yang di kirim oleh beberapa perusahaan yang menawarkan kerja sama.
"Nanti saja kerjanya. Sekarang istirahatlah," ucap Mery lembut dengan seulas senyum yang ia sungging kan di wajah cantik bule-nya itu.
"Pekerjaan seorang presdir memang seperti ini. Sejak dulu aku tak pernah memanjakan diriku. Bekerja sudah mendarah daging dan merasuk hingga ke tulang sum-sumku. Berbeda dengan kau yang sejak kecil telah menjadi tuan putri." Better bicara dengan tatapan yang masih fokus pada gadgetnya. Nada sarkas itu ia tujukan untuk mematahkan jurus Mery selanjutnya.
"Perlahan kau akan menyadari Boy. Jika aku bukanlah Mery yang dulu kau kenal manja dan tak bisa apa-apa," ucap Merybelle dengan seulas senyum yang masih setia menghias di wajahnya yang jelita itu. Meskipun sesungguhnya dalam hati ia dongkol bukan main.
"Aku partner mu. Jabatan ku juga lebih tinggi dari pada dirimu. Ingat batasan mu dan panggil aku dengan seharusnya, atau kerja sama kita berakhir sampai di sini," ancam Better tegas. Ia benci Mery memanggilnya dengan sebutan yang terus membuatnya kembali mengingat masa lalu dengan wanita itu.
"Maafkan saya Pak Better. Saya tidak akan mengganggu anda lagi." Mery menahan kesal dengan tetap mempertahankan nada bicaranya. Ia harus dapat mengendalikan diri agar rencananya dapat berjalan dengan baik. Ia cukup puas dengan terganggunya Better akan panggilan sayang darinya di masa lalu. Pertanda bahwa pria itu masih mengingat bagaimana kisah kasih haram mereka kala itu.
__ADS_1
"Satu lagi. Kembalikan kursi Milo. Aku tidak nyaman berdekatan denganmu." Better mengusir Mery bahkan tanpa menengok sedikit pun ke arah wanita itu.
"Apa! Tapi ...,"
"Ingat, kau hanya wakil dari perusahaan Candy Land. Jangan sampai attitude-mu ini mencemarkan nama baik perusahaan ayahmu!" sarkas Better, membuat Mery tak mampu mendebat satu patah kata pun lagi.
๐๐ฉ๐ช๐ช๐ต. ๐๐ข๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ๐ข๐ฏ ๐๐ฐ๐บ! ๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ข๐ธ๐ข๐ญ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ฅ๐ข ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ฆ๐จ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ด๐ช๐ณ๐ฌ๐ถ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ถ๐ฅ๐ถ๐ฌ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ถ.
Mery terpaksa pindah dengan menahan kesal dalam hati saja. Akan tetapi ia menumpahkan segala geramnya kearah Milo. Terbukti tatapan kedua mata indahnya begitu tajam menghunus hingga relung kalbu karyawan yang masih jomblo itu. Ia bahkan menghentakkan ujung hak sepatunya dengan kencang.
๐๐ฌ๐ฉ! ๐๐ช๐ข๐ญ! ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฏ๐ฐ๐ฏ๐ข ๐๐ฆ๐ณ๐บ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ช๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข? ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ช๐ฉ? Batin Milo meringis, menahan sakit pada punggung kakinya. Bahkan pria itu mengulum bibirnya agar tidak teriak.
"Kenapa jalanmu pincang?" tanya Better.
"Tidak apa-apa Pak. Cuma aja jempol saya kepentok kaki kursi barusan," jawab Milo asal.
"Baik Pak." Milo hanya menggaruk kepalanya bingung.
๐๐ข๐ถ! ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ฌ๐ถ!
๐๐ธ๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ถ ๐๐ฐ๐บ! Umpat Mery yang berada di belakang kursi Milo. Ternyata Better sengaja berkata seperti itu pada asistennya dengan cukup kencang dan jelas. Tentunya agar Mery dapat mendengarnya.
๐๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข๐ฎ๐ถ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ต๐ฐ๐ญ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช. ๐๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ข๐ฎ๐ช๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ฐ๐ญ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ ๐๐ฐ๐บ-๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ช๐ด. Batin Mery dengan sebuah seringai licik di wajahnya.
Sesampainya mereka di kota tujuan. Milo segera mengambil alih koper dan barang bawaan bos-nya itu. Tak banyak, hanya satu koper besar dan tas kecil berisi laptop. Ia mendorongnya dengan troli. Sementara Milo juga menggendong tas miliknya di punggung.
"Hei kau, bawakan juga koperku!" Perintah Mery ketus.
__ADS_1
"Baik Nona." Milo segera mengambil alih koper besar berwarna magenta milik Mery, kemudian hendak menumpuknya di atas koper Better.
"Lepaskan tanganmu dari koper Nona Merybelle!" Better yang sedang menerima telepon sontak memutuskan secara sepihak. Untung saja ia menoleh ketika mendengar suara cempreng khas Mery.
Milo sontak menghentikan kegiatannya. Ia melepas koper Mery kembali.
"Panggil petugas. Minta bawakan barang-barangmu. Milo itu asistenku!" ucap Better tegas. Kali ia berbicara sambil menatap Mery intens.
"Ah ya baik. Maaf!" Mery menundukkan kepalanya sungkan. Hanya demi pencitraan pastinya. Sesungguhnya dalam hati ia tengah berkali-kali geram setengah mati.
๐๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ต๐ข๐ฑ๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐๐ฐ๐บ. ๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข? ๐๐ข๐ถ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฏ? ๐๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข ๐๐ฐ๐บ. ๐๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช-๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ๐ต๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ต๐ถ ๐ฉ๐ข๐ญ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช. Mery pun tersenyum senang dengan segala khayalannya.
๐๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฅ๐ฆ๐ธ๐ข๐ด๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ญ๐ญ. ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ข๐ณ๐ฐ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ซ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข. ๐๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข ๐ฉ๐ข๐ต๐ช๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ.
_______
"Kamar kita ternyata saling berhadapan. Padahal, jika anda meminta sekamar. Sungguh saya juga tidak keberatan Pak." Mery menoleh dengan gaya kearah Better yang berdiri kaku menatap antara kamar mereka yang saling bersebrangan.
"Peringatan ku tadi sungguh berlaku. Nona Merybelle!" kecam Better. Saking tegas dan dinginnya, Milo bahkan sampai mengusap tengkuknya sendiri.
"Hahaha, ternyata jiwa humoris anda payah Pak Presdir." Mery segera berlalu memasuki kamarnya terlebih dahulu. Sebelum ia mati malu karena penolakan kembali dari Better.
๐๐ข๐ฌ ๐๐ณ๐ฆ๐ด๐ฅ๐ช๐ณ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฐ๐ญ๐ข๐ฌ ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ฏ๐ข ๐ฏ๐ฐ๐ฏ๐ข ๐๐ฆ๐ณ๐บ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ญ๐ฆ. ๐๐ข๐ด๐ต๐ช, ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ด ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ญ๐ข๐ฉ ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข. ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ, ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ถ๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ธ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐ฐ๐ฏ๐ข ๐๐ฆ๐ณ๐บ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ต๐ฐ๐ญ๐ข๐ฌ. ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ญ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ข๐ฃ๐ถ ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฑ๐ข๐ณ๐ต๐ฏ๐ฆ๐ณ ๐ฃ๐ช๐ด๐ฏ๐ช๐ด, ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ ๐ฉ๐ฐ๐ต๐ฆ๐ญ. Batin Milo yang sangat menyayangkan kesempatan emas barusan. Seandainya ia yang di tawari pasti tidak akan menolak. Masalahnya, Mery tidak mungkin menawarkan dirinya pada pria yang hanya berpangkat kacung sepertinya.
"Awas saja kau Boy. Berkali-kali kau mempermalukan ku di depan asisten mu sendiri!" Mery belle melempar tas miliknya ke atas tempat tidur beralas khas berwarna putih gading itu. Kemudian ia menggenggam sebuah botol kecil berwarna ungu metalik.
Bersambung>>>
__ADS_1