Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Kembali Bekerja


__ADS_3

πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Pagi ini adalah pagi yang manis.


Manis bagi kedua insan yang tengah jatuh cinta. Saling mencuri pandang, senyum-senyum di kulum.


Duh, pen getok deh liat kalian ... Lho?


Udah tuak woi!


Telat banget kalo malu-malu kan ... Secara udah pade nyosor juga😏


Dah lah skip.


"Ar ... katanya mau kasih tau," panggil Susi pada Arjuna yang sedang serius dengan tabletnya. Namun, pria berdarah Europe itu terlihat sesekali menyeruput kopi paginya.


Ya, lantaran Susi tak lagi menjadi sekretarisnya. Arjuna memilih untuk melakukan kebiasaannya di apartemen saja.


"Hemm ...." pria itu hanya menjawab dengan deheman panjang saja, yang mana membuat tangan gatal ingin menjitak.


"Janji adalah hutang! Atau jangan-jangan, kemarin hanya akal-akalan kamu saja! Ngaku!" cecar Susi pada Arjuna yang sama sekali tak bergeming.


Arjuna menyeruput sisa kopi nya.


(Kopi buatannya sangat nikmat, sayang kalau di sisakan.) batinnya sambil melirik sekilas, Susi yang sedang manyun.


Kemudian pria itu mendorong kursinya, mengenakan jasnya lalu menyambar tabletnya.

__ADS_1


"Arjuna!" panggil Susi setengah berteriak.


Buru-buru ia mengenakan high heels nya.


"Kita kan beda mobil, kamu ngapain ngikutin aku?" tanya Arjuna tetap berjalan cepat. Hingga Susi agak kesusahan mengimbangi langkahnya yang panjang.


"Tunggu!" Susi menarik ujung lengan Arjuna. Sontak pria tinggi tegap itu berhenti, ia terlihat senyum sedikit, lalu dengan buru-buru merubah ekspresinya.


Senang sekali bila sudah meledek wanita itu, sepertinya.


" Jawab dulu, aku tuh gak bisa tidur semaleman mikirin ini," rengek Susi.


Meskipun tinggal seatap, Susi dan Arjuna masih menjaga batasan mereka. Karena Arjuna, adalah pria yang begitu menghargai wanita.


"Kau yakin, setelah kau tau ... maka tidurmu akan nyenyak?" sarkas Arjuna, menatap Susi tak yakin.


Sementara wanita itu hanya diam, dengan pupil mata yang bergerak-gerak.


Mereka berjalan beriringan di lobi, Susi tak lagi menanyakan perihal siapa dalang dari penyerangan yang di lakukan para preman itu.


Sikap Arjuna membuat kecurigaannya pada seseorang semakin kuat.


"Aku telah menyiapkan mobil untukmu, beserta pengemudinya. Jangan pernah membawa mobil lagi, mengerti!" Arjuna memberi peringatan pada Susi, satu tangannya yang memegang bahu wanita itu kini beralih pada pipinya.


Mengusap-usap pelan, membuat wajah itu menjadi nge-blush seketika.


" Kau juga hati-hati, meski pun luka di tanganmu sudah membaik. Jangan bekerja terlalu keras," pesan Susi dengan nada khawatir yang kentara.

__ADS_1


Tangan kecilnya menggenggam tangan besar Arjuna yang tengah memberi sentuhan lembut pada wajahnya.


Arjuna hanya tersenyum sekilas, pria itu membalik badannya, karena sang sopir sudah membuka pintu mobil untuknya.


Arjuna, yang hendak masuk ke dalam mobil, tiba-tiba saja berbalik. Lalu dengan cepat mendekatkan wajahnya pada Susi.


Cup.


Susi seketika membulatkan matanya, mulutnya ikut melongo setelahnya.


Yang benar saja, pria ini menciumnya di depan lobi. Arjuna dengan sikap masa bodohnya, tersenyum miring lalu masuk ke dalam mobil, meninggalkan Susi berdiri sendirian dalam malu yang teramat sangat.


"Dasar Arjuna gila." gumam Susi, ia menggelengkan kepalanya tak habis pikir. Dirinya seketika menunduk malu, tatkala berhadapan dengan supir pribadinya.


Pria yang sudah di persiapkan oleh Arjuna itu juga bertugas untuk melindungi Susi.


Pria berwajah tegas itu membawa kendaraan beroda empat, melaju dengan kecepatan minimum.


Dirinya harus segera membawa sang majikan ke perusahaan Pradipta Residen.


"Aku siap. Aku kuat. Aku bisa." gumam Susi sambil menatap nanar pada cincin yang tersemat di jari manisnya.


"Bunda, Susi pasti akan membalas setiap perlakuan mereka." gumamnya dengan tatapan penuh dendam.


🍁🍁🍁🍁🍁


Tuk. Tuk. Tuk.

__ADS_1


Suara ujung high heels dari seorang wanita cantik nan anggun menggema di koridor lantai dasar. Ujung sepatu yang mengetuk lantai marmer itu, bertalu serasi dengan langkahnya yang elegan.


Bersambung>>>


__ADS_2