
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Warning๐
Ini bab yang bisa bikin kalian sumang dan menggigil.
Tolong jangan di buka sekarang, karena berbuka itu harus dengan yang manis. Jadi, yang hot-hot pop di skip aja dulu๐คญ๐คญ๐คญ๐คญ
_________
๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ข๐จ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ถ๐ข๐ต ๐ช๐ต๐ถ, ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ค๐ฐ๐ค๐ฐ๐ฌ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ถ๐ค๐ช ๐ฑ๐ช๐ณ๐ช๐ฏ๐จ. ๐๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ค๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ฐ๐ด๐ฐ๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ. ๐ ๐ข ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฏ, ๐๐ณ. ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช, ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ช๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ถ๐ค๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฃ๐ฐ๐ต๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ด ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ.
Susi terus mengulum senyumnya, melihat Arjuna begitu serius dalam pekerjaannya.
"Lihat kan? Pekerjaan kecil seperti ini saja pasti aku bisa menyelesaikannya," ucap Arjuna dengan gaya pongahnya.
"Iya, sayang. Kau memang hebat." Puji Susi tulus, dengan senyum yang terus mengembang dari wajahnya. Bagaimana tidak, seorang pria yang anti dengan kotoran dan super bersih. Mau membantu istri mencuci piring, bukankah itu suatu perbuatan yang luar biasa. Sangat romantis, dan manis.
" Kau, barusan memanggilku apa?" tanya Arjuna, memastikan bahwa pendengarannya tak salah menangkap suara.
" Saโyang," ulang Susi, yang malu pada akhirnya.
"Aku tidak mendengar dengan begitu jelas, bisa kau ulangi dengan sedikit kencang atau penghayatan mungkin," pinta Arjuna, yang sebenarnya hanya menggoda Susi. Wanita itu, lebih gengsi darinya. Mengucapkan panggilan itu saja, sampai membuat kedua pipinya semerah tomat.
๐๐ณ๐ซ๐ถ๐ฏ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฑ๐ข-๐ข๐ฑ๐ข๐ข๐ฏ ๐ด๐ช๐ฉ? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ข๐ซ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ต, ๐ด๐ฆ๐ณ๐ต๐ข ๐ซ๐ข๐ณ๐ช ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ต๐ข๐ณ. ๐๐ข๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐๐ถ๐ด๐ช? ๐๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ค๐ข๐ฑ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข. ๐๐ฉ, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ?
Susi seketika menatap Arjuna yang tangah menanti sebuah panggilan darinya. Wajah itu penuh pengharapan, dan mata itu begitu bercahaya.
๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ช๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ฐ๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข.
Tidak ada tombol ๐ณ๐ฆ๐ฑ๐ญ๐ข๐บ, jadi tidak ada ulangan." Susi mengatakannya dengan membuang wajah, sambil menyembunyikan senyumnya.
"Apa?" Arjuna merasa dikerjai, karena sudah menunggu. Tapi ucapan yang didengar malah seperti itu.
Susi melepas sarung tangan, membuangnya. Lalu melepas kembali celemek nya. Hal yang sama pun dilakukan oleh Arjuna, setelahnya ia segera menyusul Susi yang meninggalkannya di dapur.
"Kau ini, malah meninggalkan suamimu sendirian." Protes Arjuna tak terima, lalu duduk di atas sofa sebelah istrinya.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ด๐ช๐ฉ? ๐๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ.
Susi menelan ludahnya kasar, melihat tatapan tajam dari Arjuna. Suaminya itu malah menuntut panggilan yang secara tak sengaja ia ucapkan.
"Kamu, gak mau tidur lagi gitu? Mumpung libur dan cuaca juga tidak mendukung di luar sana," tanya Susi mencoba mengalihkan pikiran Arjuna. Tapi, setelah sadar pertanyaan bahwa pertanyaan itu salah dan hanya akan menjerumuskan dirinya dalam perangkap yang lebih memalukan lagi. Seketika, Susi menutup mulutnya rapat lalu menyesalinya setengah mati.
"Apa ini kode darimu, ๐ฎ๐บ ๐ฒ๐ถ๐ฆ๐ฆ๐ฏ?" tanya Arjuna dengan raut wajah senang. Posisinya kini sangat dekat dengan Susi, bahkan bisa dibilang sedikit menghimpit istrinya itu.
__ADS_1
"Iโitu, maksudku ... ku pikir kau akan mengantuk karena kekenyangan," jawab Susi asal dengan ekspresi kikuk yang kentara jelas di wajahnya.
"Siapa bilang, justru aku semakin bersemangat dan bertenaga. Bukankah, ada yang harus aku buktikan padamu." Arjuna semakin mendekat dan tak memberikan celah bagi Susi untuk mengalihkan pandangannya.
Di tatap sedemikian rupa dengan posisi terhimpit di atas sofa empuk nan mahal. Belum lagi, hembusan napas dengan bau mint itu menerpa hangat di wajah Susi. Semua itu membuat dirinya, mau tak mau kalah lagi.
Siapa sih, yang bisa menahan pesona luar biasa itu? Apalagi, semua ini legal sudah. Berada di ruangan yang hanya ada mereka berdua, di dukung oleh cuaca yang memang sangat pas untuk pasangan suami istri, lama ataupun baru.
"Tapi, aku masih kekenyangan," kilah Susi, berharap Arjuna mau melepaskannya.
"Justru, itu. Aku akan membantumu untuk membakar kalori. Agar tidak ada lemah tak jenuh yang menumpuk," bisik Arjuna di samping telinga Susi. Membuat tubuhnya seketika merinding disko.
๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ญ๐ข๐ด๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช, ๐๐ณ? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ช ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฌ๐ฌ๐ถ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ถ๐ฌ๐ข๐ณ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ด ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช ๐ญ๐ข๐จ๐ช, ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฎ๐ข๐ด ๐ญ๐ข๐จ๐ช.
Susi terus saja menggerutu di dalam hatinya. Meski matanya tak sedikit pun bergeser dari wajah menawan di hadapannya.
Arjuna mulai meraba, pinggang ramping istrinya. Lalu dengan cepat, menarik raga itu keatas pangkuannya.
"Eh." Kaget Susi yang kini posisinya menghadap Arjuna. Gerakan Arjuna yang begitu cepat disertai dengan tenaga yang besar, membuatnya dengan mudah memindahkan tubuhnya yang ramping itu.
"Begini kan lebih enak," komentarnya. Bahkan, senyum sumringah itu tak pernah lepas dari bibirnya.
Karena refleks, maka Susi telah mengalungkan kedua tangannya di leher Arjuna.
Dengan perlahan dan halus, ia memberi usapan di sana. Membuat sang pemilik raga mendesis karena sensasi geli-geli nikmat.
๐๐ณ๐ซ๐ถ๐ฏ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ค๐ฆ๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ด๐ฑ๐ฐ๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฆ๐ญ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฎ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฐ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฐ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฌ, ๐ข๐ฉ!
Susi semakin mengencangkan rangkulannya, bahkan kini dadanya telah menempel pada tubuh Arjuna. Sedangkan sentuhan pria itu telah merambat ke punggungnya.
Arjuna semakin menyender kepada kepala sofa, sehingga posisi Susi agak condong ke depan. Membuatnya dengan leluasa, menciumi ceruk leher hingga tulang selangka.
"Ar," racau Susi. Dirinya mulai terbawa arus yang di mainkan oleh suaminya.
"Panggil aku seperti tadi, aku ingin mendengarnya lagi," bisik Arjuna lembut dan lirih.
"Sayang ...," panggil Susi, menurut.
"Sekali lagi," pinta Arjuna, sambil terus memberi kecupan demi kecupan di telinga dan juga leher jenjang putih mulus istrinya itu.
"Sayaaaanggg ... ahh," pekik Susi di sela racauannya, karena Arjuna membenamkan gigitan kecil di sana.
Garis senyum melengkung di wajah pria blasteran itu. Semangat serta geloranya semakin menggebu.
Perlahan, Arjuna menaikkan dress Susi hingga melewati kepala istrinya itu. Hingga kini, wanita di atas pangkuannya itu hanya tertutup oleh bra dan segitiga bermuda dengan tali di kanan dan kirinya.
__ADS_1
"๐ ๐ฐ๐ถ๐ณ'๐ด ๐ด๐ฐ ๐ฃ๐ฆ๐ข๐ถ๐ต๐ช๐ง๐ถ๐ญ๐ญ ... ๐ช ๐ธ๐ข๐ฏ๐ต ๐ถ ๐ฎ๐ฐ๐ณ๐ฆ ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐ฎ๐ฐ๐ณ๐ฆ ..." ucap Arjuna dengan suara serak dan pandangan berkabutnya. Lalu ia memberi kecupan di atas dada Susi, hingga meninggalkan beberapa tanda merah di sana.
Susi pun merespon perlakuan suaminya itu dengan memberi remasan pada rambutnya. Bahkan, secara refleks ia menekan kepala itu agar terbenam lebih dalam.
Desah, desis dan lenguhan menguar secara dinamis, dengan ritme dan tempo yang semakin meninggi. Pertanda raga dan jiwa telah terbakar gelora yang membara.
Arjuna, menyingkirkan tali tipis dari penutup kembara kembar bakpau itu dengan giginya. Karena kedua tangannya sibuk mengeksplor bagian lainnya.
Setelah terbuka dengan sempurna, hingga kedua bukit itu nampak jelas di hadapannya. Arjuna tak menyia-menyiakan rejeki di depan matanya. Ia pun menciuminya dengan gemas, sesekali memberi hisapan dan juga gigitan manja.
Membuat wanita di atas pangkuannya ini, bergerak dan menggeliat semakin liar. Dengan suara-suara indah nan merdu yang keluar dari bibirnya.
"Ar ...," pekik Susi untuk kesekian kalinya, ketika mulut Arjuna melahap tombol remote miliknya. Menggelitik dengan gerakan lidahnya, hingga sesuatu di bawah sana telah berkedut dan basah.
Tanpa Susi sadari juga, gerakannya yang abstrak di atas paha suaminya itu. Telah membuat si naga puspa terbangun dan bersemangat. Arjuna yang hanya mengenakan celana pendek tipis atau biasa di sebut kolor itu, membuat kepala sang naga tercetak jelas meronta-meronta.
Arjuna memindahkan permainannya ke atas, ia kini melumaat bibir seksi itu dengan napas yang memburu. Susi menyambut dengan baik, terlihat dari caranya menekan tengkuk suaminya itu.
Sedangkan kedua tangan Arjuna turun ke bawah, menarik tali dari kedua sisi pinggul berisi Susi. Hingga segitiga bermuda itu, tak lagi menutupi lembah dengan hutan tropisnya.
Sebelah tangannya menekan punggung Susi, membuat dada mereka saling bersentuhan.
"Eenghh ...!" lengkingan kecil dari Susi, lolos disela pertarungan lidah mereka berdua. Ketika Arjuna berhasil menerobos hutan lindung yang khusus terjaga untuk suaminya itu.
Entah sejak kapan, suaminya itu telah dalam posisi siap tempur. Akibat terbuai, Susi pun tak sadar bahwa mereka berdua kini telah polos tanpa sehelai benang.
Posisi yang berbeda dari biasanya, membuat Susi sedikit meringis ngilu. Apalagi ketika Arjuna mulai bergerak, menaik turunkan pinggul Susi.
๐ ๐ข ๐ต๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ด๐ฆ๐ด๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช. ๐๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ช๐ด. ๐๐ฉ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ถ.
Susi memejamkan matanya, merasakan sensasi nikmat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Meski di awal ia sempat kaget dan sedikit ngilu. Tapi, perlahan dengan sikap lembut dan sabar dari Arjuna. Kini, ia dapat menikmati sensasi pada bagian paling sensitif di miliknya. Hingga, ia merasa tak tahan untuk meledakkan sesuatu dari dalam dirinya.
"Keluarkan saja, jangan di tahan. Aku ingin kita saling memberi dan menyenangkan satu sama lain," ucap Arjuna dengan senyum yang menghiasi rahang tegas itu.
"Aโaku, sayang!" Susi melenting kebelakang dengan kedua tangan yang menekan bahu Arjuna kencang. Hingga, beberapa kuku cantiknya meninggalkan bekas di sana.
"Maaf, bila di awal agak menyakitimu. Salahkan saja naga ku, kenapa kelapanya begitu bagol."
Ah ... Ah ...
Maaf ya readers๐คฃ๐คฃ
Salahin mereka aja ya jangan authornya ... Kabooorrr!!
Bersambung lagi ... ah ... uh ... ah ...
__ADS_1