
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Suasana diruangan institut gawat darurat itu begitu sibuk dan ricuh. Ketika para petugas medis itu menangani salah satu wanita paruh baya. Dimana wanita yang berbadan agak gemuk itu terkena serangan jantung.
๐๐ข๐ฎ, ๐ฑ๐ญ๐ฆ๐ข๐ด๐ฆ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ-๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ด๐ข๐ซ๐ข. ๐๐ข๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฑ.
Seno lelah berjalan mondar-mandir, di koridor depan ruangan IGD tersebut. Kini, ia meletakkan bokongnya di kursi tunggu menatap nanar pintu ruangan yang tertutup rapat sejak dua jam yang lalu.
Belum ada kabar mengenai keadaan maminya, sampai seorang perawat keluar dan memanggilnya.
"Tuan, ibu anda mengalami pecah pembuluh darah pada bagian kepalanya. Juga mengalami penyempitan di pembuluh darah pada jantung. Kami harus melakukan operasi pada kepala dan juga pemasangan ring. Mohon isi formulir di bagian depan pendaftaran, sekalian administrasinya." Setelah mendapat anggukan dari Seno, perawat itu kembali masuk.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐ซ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ, ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ถ๐ฎ ๐ฐ๐ฃ๐ข๐ต ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ต๐ฆ๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช.
Tak ingin membuang waktu, Seno pun segera ke bagian pendaftaran. Untuk menyelesaikan administrasi serta izin operasi.
๐๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ซ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ด๐ถ๐ณ๐ข๐ฏ๐ด๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ญ๐ฐ๐ฌ๐ช๐ณ.
Seno sedikit lega, karena kartu asuransinya masih bisa di gunakan. Kebetulan untuk pembayaran bulan ini, ia telah membayarnya. Entahlah kalau bulan depan. Karena biayanya lumayan besar, sekitar lima belas juta perbulan.
Ketika ia masih menjadi presdir, itu bukanlah hal yang sulit. Uang segitu, baginya hanya recehan. Tapi kini, ia merasakan bagaimana memegang uang lima juta dalam dompet adalah hal yang besar.
๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ถ๐ข๐ญ ๐ฃ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ฐ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ฎ๐ฆ๐ธ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ถ, ๐ข๐จ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐บ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช. ๐๐ช๐ข๐ณ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฐ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข. ๐๐ฆ๐ค๐ฐ๐ฏ๐ฅ ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฑ๐ข.
Seno mengusap wajahnya, peluh telah membanjiri pelipis serta keningnya. Meski ruangan itu sejuk dan ber-AC. Namun, rasa khawatir dan kalut yang melingkupi hatinya membuat udara seakan pengap dan mencekik.
"Kenapa lama sekali? Apa keadaan mami sangat parah? Ya Tuhan!" Seno kembali mengusap wajahnya kasar.
Kepalanya beberapa kali menengok pintu ruangan operasi, namun lampu nya tak kunjung berubah warna. Masih tetap hijau, yang berarti tindakan operasi masih berjalan.
Ceklekk!
Seno seketika bangkit dari duduknya, ketika seorang perawat keluar dari balik pintu.
"Tuan, silakan anda temui Dokter Franklin di ruangannya. Ibu anda akan kami pindahkan ke ruang ICU." Setelah mengatakan itu, perawat pun masuk kembali. Seno pun segera melangkahkan kakinya keruangan Dokter yang di tunjuk.
"Tuan Seno, silakan duduk," tawar Dokter Franklin, spesialis syaraf. Dimana usianya kira-kira sepantaran dengan Seno.
"Bagaimana keadaan mami saya, Pak Dokter?" tanya Seno langsung.
"Begini, mami anda mengalami syok berat. Sebelumnya memang kesehatannya sedang dalam keadaan buruk. Di ketahui, mami anda sedang mengkonsumsi obat yang justru membahayakan keadaan jantungnya." Penjelasan Dokter itu membuat kedua mata Seno mendadak membuka lebar, kebetulan Seno tidak menggunakan kaca matanya.
__ADS_1
"AโApa maksud anda Dok? Setau saya, mami memang mengkonsumsi obat untuk jantungnya. Bahkan, obat itu adalah rekomendasi dari Dokter pribadi keluarga kami," jelas Seno yang tak habis pikir atas apa yang terjadi.
" Bisa anda berikan contoh obatnya pada saya, biar kami periksa. Ini demi pengobatan ibu anda kedepannya. Karena, untuk keadaannya saat ini, Beliau masih belum stabil sepenuhnya. Bahkan, bila ibu anda sadar nanti besar kemungkinan akan terdapat beberapa efek samping," jelas Dokter tersebut, prihatin kepada pria yang sangat kacau di depannya ini.
"Baik, Dok. Saya akan mencari obat itu. Tolong jaga mami saya, saya akan pulang sebentar." Setelah izin pada sang Dokter, Seno pun segera berlalu. Keluar dari rumah sakit dengan hati dan pikiran kalut. Jika benar keadaan sang mami memburuk karena obat yang di konsumsinya. Dirinya harus tau siapa orang yang hendak mencelakai maminya itu.
_
_
_
SRAKK ... SRUKK!
Seno membongkar apa saja di kamar maminya, demi mencari obat yang di maksud. Keadaan semakin kacau, karena dirinya tak kunjung menemukan apa yang di cari.
"Di mana kau menyimpan obat laknat itu, mam?" gumam Seno, bertanya seorang diri.
Kedua matanya terus mencari, tapi tak juga kunjung ia dapati. Hingga, penat itu benar-benar tak kuasa ia tahan lagi. Seno pun luruh, tergeletak di atas tempat tidur sang mami.
๐๐บ๐ข๐ฉ ... ๐ข๐บ๐ข๐ฉ! ๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ช๐ฌ๐ด๐ข ๐ช๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ข๐จ๐ช! ๐๐ถ ๐ฎ๐ฐ๐ฉ๐ฐ๐ฏ, ๐ข๐บ๐ข๐ฉ!
๐๐บ๐ข๐ฉ! ๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ! ๐๐ฃ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ญ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ข๐บ๐ข๐ฉ. ๐๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ช๐ณ๐ฎ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข?
๐๐ฃ๐ถ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ช๐ฎ๐ถ, ๐ข๐บ๐ข๐ฉ. ๐๐ฃ๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฏ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ต๐ข๐ฏ๐ต๐ฆ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ช๐ฌ๐ด๐ข ๐ช๐ฃ๐ถ.
๐๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ช๐ด๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ช๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ!
๐๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฌ๐ถ๐ต๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ!
๐๐ฌ๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฅ๐ช๐ฌ๐ฌ๐ถ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ธ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช.
"Huh!hah!" Seno terlihat ngos-ngosan dalam tidurnya. Peluh telah membanjiri wajah serta leher Seno. Pria itu bergerak-gerak cemas di dalam tidurnya.
"Tidak ... Tidak! Jangan tinggalkan ayah! Kalian kenapa pergi? Jangan ... Jangan!" Seno terus meracau dalam lelap, raut wajahnya menandakan perasaan gusar serta ketakutan yang teramat sangat.
"Akhh! Anakku!! Jangan!!" Sontak Seno pun terjaga seketika dari tidurnya, kedua matanya membelalak sempurna. Dengan keringat sebesar biji jagung, yang menetes dari dahi lebarnya.
Terlihat jakun serta dada pria itu naik turun, memompa napasnya yang memburu.
๐โ๐๐ฌ๐ถ, ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ช? ๐๐ถ๐ต๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ... ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฌ๐ถ ... ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ-๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฌ๐ถ!
__ADS_1
Seno mencengkeram rambutnya, matanya bergerak liar kesana-kemari. Nampak raut ketakutan pada wajah yang biasanya gahar itu.
Setelah mengusap wajahnya yang berkeringat, dirinya pun turun dari tempat tidur. Lalu keluar dari kamar maminya itu, beranjak ke dapur demi mencari segelas air. Demi membasahi kerongkongannya yang serasa sangat kering, bahkan untuk menelan ludah saja pun susah.
GLEKK.
"Apa itu?!" Ketika meletakkan gelas pada wastafel, mata Seno menangkap sebuah botol kecil di pinggir meja. Kemudian ia meraihnya, dan memeriksa botol itu.
"Ternyata, obat mami ada di sini. Ini benar, obat yang di berikan oleh Dokter jantung mami. Lalu, kenapa justru membahayakan?" gumam Seno, dengan segala kebingungan yang melanda pikirannya. Belum lagi isi dari mimpinya, saat ia ketiduran tadi. Membuat suasana hatinya semakin kacau saja.
Antara rasa takut dan bersalah, yang menimbulkan sepercik penyesalan di dalam hatinya. Sayangnya, hati itu selama ini sekeras batu.
Ketika hendak keluar rumah, sekelebat Seno melihat bayangannya pada cermin di depan tangga.
Pantulan seorang pria dewasa yang keadaannya carut-marut serta kusut-masai berantakan.
๐๐ฆ๐ฏ๐ฐ, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ค๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช. ๐๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐จ๐ข๐บ๐ข ๐ต๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฎ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ซ๐ข๐จ๐ข. ๐๐ฎ๐ข๐จ๐ฆ-๐ฎ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ค๐ถ๐ณ ๐ญ๐ถ๐ญ๐ถ๐ฉ-๐ญ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ฌ. ๐๐ข๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ! ๐๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฌ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ข๐ฅ๐ข๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ? ๐๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ด!
Setelah berperang dengan batinnya, Seno memutuskan untuk membersihkan dirinya yang lengket dan bau. Ia yang memiliki kepribadian sangat bersih dan rapih. Baru kali ini terlihat kacau dan kotor seperti itu.
_
_
_
"Dok, ini adalah obat yang selama ini di konsumsi oleh mami saya." Seno menyerahkan bukti obat yang ia temukan, kepada Dokter yang menangani maminya itu.
"Botolnya sih benar, dan ini obat paten serta mahal. Jika ibu anda selama ini mengkonsumsi obat ini secara rutin, seharusnya penyakit beliau tidak separah ini," terang Dokter tersebut, yang juga ikut bingung atas kasus yang menimpa pasiennya.
"Lalu, apa yang sebenarnya terjadi Dok? Kenapa mami saya belum sadar juโ" ucapan Seno terpotong karena pintu ruangan yang di buka tiba-tiba.
"Dokter Franklin! Ibu Easy sadar, tapi beliau kejang-kejang!" lapor seorang perawat, yang masuk dengan tergesa-gesa. Wajahnya terlihat panik serta bingung.
"Saya akan memeriksanya, kau bawalah obat ini kebagian apotek untuk di periksa. Tanya apa isinya sama dengan botolnya."
๐พApa yang terjadi sama Easy ya gais?
Apa tanggapan Seno setelah tahu ada yang mengganti obat sang mami?
Karmanya berlanjut atau segini aja nih? Gak tega sebenernya๐ bulan puasa otor jahat amat yak๐คฃ
__ADS_1
Bersambung>>>