Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Keadaan Easy Pasca Syok.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


Suasana diruangan institut gawat darurat itu begitu sibuk dan ricuh. Ketika para petugas medis itu menangani salah satu wanita paruh baya. Dimana wanita yang berbadan agak gemuk itu terkena serangan jantung.


๐˜”๐˜ข๐˜ฎ, ๐˜ฑ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ด๐˜ฆ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ-๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข. ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฑ.


Seno lelah berjalan mondar-mandir, di koridor depan ruangan IGD tersebut. Kini, ia meletakkan bokongnya di kursi tunggu menatap nanar pintu ruangan yang tertutup rapat sejak dua jam yang lalu.


Belum ada kabar mengenai keadaan maminya, sampai seorang perawat keluar dan memanggilnya.


"Tuan, ibu anda mengalami pecah pembuluh darah pada bagian kepalanya. Juga mengalami penyempitan di pembuluh darah pada jantung. Kami harus melakukan operasi pada kepala dan juga pemasangan ring. Mohon isi formulir di bagian depan pendaftaran, sekalian administrasinya." Setelah mendapat anggukan dari Seno, perawat itu kembali masuk.


๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.


Tak ingin membuang waktu, Seno pun segera ke bagian pendaftaran. Untuk menyelesaikan administrasi serta izin operasi.


๐˜œ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ด๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ.


Seno sedikit lega, karena kartu asuransinya masih bisa di gunakan. Kebetulan untuk pembayaran bulan ini, ia telah membayarnya. Entahlah kalau bulan depan. Karena biayanya lumayan besar, sekitar lima belas juta perbulan.


Ketika ia masih menjadi presdir, itu bukanlah hal yang sulit. Uang segitu, baginya hanya recehan. Tapi kini, ia merasakan bagaimana memegang uang lima juta dalam dompet adalah hal yang besar.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช. ๐˜‰๐˜ช๐˜ข๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข.


Seno mengusap wajahnya, peluh telah membanjiri pelipis serta keningnya. Meski ruangan itu sejuk dan ber-AC. Namun, rasa khawatir dan kalut yang melingkupi hatinya membuat udara seakan pengap dan mencekik.


"Kenapa lama sekali? Apa keadaan mami sangat parah? Ya Tuhan!" Seno kembali mengusap wajahnya kasar.


Kepalanya beberapa kali menengok pintu ruangan operasi, namun lampu nya tak kunjung berubah warna. Masih tetap hijau, yang berarti tindakan operasi masih berjalan.


Ceklekk!


Seno seketika bangkit dari duduknya, ketika seorang perawat keluar dari balik pintu.


"Tuan, silakan anda temui Dokter Franklin di ruangannya. Ibu anda akan kami pindahkan ke ruang ICU." Setelah mengatakan itu, perawat pun masuk kembali. Seno pun segera melangkahkan kakinya keruangan Dokter yang di tunjuk.


"Tuan Seno, silakan duduk," tawar Dokter Franklin, spesialis syaraf. Dimana usianya kira-kira sepantaran dengan Seno.


"Bagaimana keadaan mami saya, Pak Dokter?" tanya Seno langsung.


"Begini, mami anda mengalami syok berat. Sebelumnya memang kesehatannya sedang dalam keadaan buruk. Di ketahui, mami anda sedang mengkonsumsi obat yang justru membahayakan keadaan jantungnya." Penjelasan Dokter itu membuat kedua mata Seno mendadak membuka lebar, kebetulan Seno tidak menggunakan kaca matanya.

__ADS_1


"Aโ€“Apa maksud anda Dok? Setau saya, mami memang mengkonsumsi obat untuk jantungnya. Bahkan, obat itu adalah rekomendasi dari Dokter pribadi keluarga kami," jelas Seno yang tak habis pikir atas apa yang terjadi.


" Bisa anda berikan contoh obatnya pada saya, biar kami periksa. Ini demi pengobatan ibu anda kedepannya. Karena, untuk keadaannya saat ini, Beliau masih belum stabil sepenuhnya. Bahkan, bila ibu anda sadar nanti besar kemungkinan akan terdapat beberapa efek samping," jelas Dokter tersebut, prihatin kepada pria yang sangat kacau di depannya ini.


"Baik, Dok. Saya akan mencari obat itu. Tolong jaga mami saya, saya akan pulang sebentar." Setelah izin pada sang Dokter, Seno pun segera berlalu. Keluar dari rumah sakit dengan hati dan pikiran kalut. Jika benar keadaan sang mami memburuk karena obat yang di konsumsinya. Dirinya harus tau siapa orang yang hendak mencelakai maminya itu.


_


_


_


SRAKK ... SRUKK!


Seno membongkar apa saja di kamar maminya, demi mencari obat yang di maksud. Keadaan semakin kacau, karena dirinya tak kunjung menemukan apa yang di cari.


"Di mana kau menyimpan obat laknat itu, mam?" gumam Seno, bertanya seorang diri.


Kedua matanya terus mencari, tapi tak juga kunjung ia dapati. Hingga, penat itu benar-benar tak kuasa ia tahan lagi. Seno pun luruh, tergeletak di atas tempat tidur sang mami.


๐˜ˆ๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ ... ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ! ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ช๐˜ฌ๐˜ด๐˜ข ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช! ๐˜’๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฏ, ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ!


๐˜ˆ๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ! ๐˜š๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ! ๐˜๐˜ฃ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข?


๐˜๐˜ฃ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ. ๐˜๐˜ฃ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฆ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ด๐˜ข ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ!


๐˜š๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ!


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.


"Huh!hah!" Seno terlihat ngos-ngosan dalam tidurnya. Peluh telah membanjiri wajah serta leher Seno. Pria itu bergerak-gerak cemas di dalam tidurnya.


"Tidak ... Tidak! Jangan tinggalkan ayah! Kalian kenapa pergi? Jangan ... Jangan!" Seno terus meracau dalam lelap, raut wajahnya menandakan perasaan gusar serta ketakutan yang teramat sangat.


"Akhh! Anakku!! Jangan!!" Sontak Seno pun terjaga seketika dari tidurnya, kedua matanya membelalak sempurna. Dengan keringat sebesar biji jagung, yang menetes dari dahi lebarnya.


Terlihat jakun serta dada pria itu naik turun, memompa napasnya yang memburu.


๐˜ˆโ€“๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช? ๐˜’๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ... ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ถ ... ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ-๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ถ!

__ADS_1


Seno mencengkeram rambutnya, matanya bergerak liar kesana-kemari. Nampak raut ketakutan pada wajah yang biasanya gahar itu.


Setelah mengusap wajahnya yang berkeringat, dirinya pun turun dari tempat tidur. Lalu keluar dari kamar maminya itu, beranjak ke dapur demi mencari segelas air. Demi membasahi kerongkongannya yang serasa sangat kering, bahkan untuk menelan ludah saja pun susah.


GLEKK.


"Apa itu?!" Ketika meletakkan gelas pada wastafel, mata Seno menangkap sebuah botol kecil di pinggir meja. Kemudian ia meraihnya, dan memeriksa botol itu.


"Ternyata, obat mami ada di sini. Ini benar, obat yang di berikan oleh Dokter jantung mami. Lalu, kenapa justru membahayakan?" gumam Seno, dengan segala kebingungan yang melanda pikirannya. Belum lagi isi dari mimpinya, saat ia ketiduran tadi. Membuat suasana hatinya semakin kacau saja.


Antara rasa takut dan bersalah, yang menimbulkan sepercik penyesalan di dalam hatinya. Sayangnya, hati itu selama ini sekeras batu.


Ketika hendak keluar rumah, sekelebat Seno melihat bayangannya pada cermin di depan tangga.


Pantulan seorang pria dewasa yang keadaannya carut-marut serta kusut-masai berantakan.


๐˜š๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฐ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช. ๐˜‹๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜จ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜จ๐˜ข. ๐˜๐˜ฎ๐˜ข๐˜จ๐˜ฆ-๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฉ-๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ. ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ! ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ? ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ด!


Setelah berperang dengan batinnya, Seno memutuskan untuk membersihkan dirinya yang lengket dan bau. Ia yang memiliki kepribadian sangat bersih dan rapih. Baru kali ini terlihat kacau dan kotor seperti itu.


_


_


_


"Dok, ini adalah obat yang selama ini di konsumsi oleh mami saya." Seno menyerahkan bukti obat yang ia temukan, kepada Dokter yang menangani maminya itu.


"Botolnya sih benar, dan ini obat paten serta mahal. Jika ibu anda selama ini mengkonsumsi obat ini secara rutin, seharusnya penyakit beliau tidak separah ini," terang Dokter tersebut, yang juga ikut bingung atas kasus yang menimpa pasiennya.


"Lalu, apa yang sebenarnya terjadi Dok? Kenapa mami saya belum sadar juโ€“" ucapan Seno terpotong karena pintu ruangan yang di buka tiba-tiba.


"Dokter Franklin! Ibu Easy sadar, tapi beliau kejang-kejang!" lapor seorang perawat, yang masuk dengan tergesa-gesa. Wajahnya terlihat panik serta bingung.


"Saya akan memeriksanya, kau bawalah obat ini kebagian apotek untuk di periksa. Tanya apa isinya sama dengan botolnya."


๐ŸพApa yang terjadi sama Easy ya gais?


Apa tanggapan Seno setelah tahu ada yang mengganti obat sang mami?


Karmanya berlanjut atau segini aja nih? Gak tega sebenernya๐Ÿ™ˆ bulan puasa otor jahat amat yak๐Ÿคฃ

__ADS_1


Bersambung>>>


__ADS_2