
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"Sekarang, aku baru puas!" ucap wanita cantik itu, dengan seringai sinis nya.
"Menghajar mu, ternyata membuatku sangat bersemangat." Ia pun tersenyum senang.
Entah kekuatan serta keberanian dari mana, yang pasti ia sangat ingin menghajar penjahat itu. Secara tiba-tiba, keahlian berkelahinya muncul begitu saja.
"Kau pantas menerima ini! Manusia sampah! Beraninya menyerang wanita tua!"
Duggh!!
"Ammpuunn!!"
"Jangan pukul lagi! Aku kembalikan tasnya!" mohon pria yang terdapat lubang sangat besar, di daun telinganya itu.
"Enak saja!"
Bruggh!!
"Arrggh!" pekik pria itu, merasakan nyeri pada jemari tangannya.
"Pencuri, tidak layak memiliki tangan lagi! Bagus aku hanya mematahkan jari-jarimu!" sarkas wanita itu.
__________
Arjuna pun bergerak cepat, mencari sang istri ke setiap penjuru apartemennya. Bangunan yang lumayan luas itu, memiliki beberapa ruangan.
Mengharuskan, Arjuna menelisik satu demi satu ruangan tersebut. Mulai dari kamar tidur mereka, kamar mandi, ruangan untuk mengganti pakaian serta ruangan untuk mencuci.
Lalu beralih ke dapur, kamar tamu serta balkon tempat mereka biasa bersantai ketika sore. Satu tempat terakhir yang akhirnya di susuri olehnya, yaitu Gym.
๐๐ข๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ข๐ญ๐ถ ๐ฅ๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข? ๐๐ช ๐ด๐ฆ๐ญ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ ๐ณ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข. ๐๐ฑ๐ข ๐๐ถ๐ด๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ?
Arjuna melempar jas, serta mengendurkan dasinya. Itu semua ia lakukan sambil berlari. Karena, ia hendak mencari sang istri ke lantai bawah.
๐๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ, ๐ฎ๐บ ๐ฒ๐ถ๐ฆ๐ฆ๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ๐ซ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ช๐ฎ๐ข๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ต ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฉ.
Arjuna telah memasuki lift, ia berusaha mengirim pesan pada Susi.
"Ceklis satu, berarti ponselnya tidak aktif." Arjuna mulai risau, pasalnya sang istri tidak pernah pergi tanpa memberitahu dirinya.
__ADS_1
๐๐ข๐ช๐ฉ, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ฉ๐ข๐ธ๐ข๐ต๐ช๐ณ, ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ค๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐ฉ ๐ค๐ข๐ฉ๐ข๐บ๐ข. ๐๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ด๐ช๐ฌ๐ข๐ฑ๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ.
Selepas keluar dari dalam ๐ญ๐ช๐ง๐ต Arjuna, kembali berlari hingga keluar area ๐ข๐ฑ๐ข๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต. Hatinya kalut, dan pikirannya sudah tak tentu arah. Apalagi ketika sampai di area parkir supermarket, terlihat orang-orang berkerumun.
๐๐ฅ๐ข ๐ข๐ฑ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช? ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช?
Arjuna merangsek kumpulan orang banyak tersebut, dimana beberapa diantara mereka bersorak dan berusaha melerai.
Seketika kedua mata elang Arjuna terbelalak. Melihat adegan yang sama sekali tak di duganya akan terjadi.
"Sayaang!!"
"Hentikan!" Arjuna meneriaki seorang wanita yang tengah menghajar seorang pria tanpa ampun. Meskipun, wajah pria tersebut sudah tak berbentuk lagi. Karena bengkak di sana-sini.
"Ampun, Nona! Ampun!" teriak pria, yang punggung tangannya tengah diinjak oleh kaki Susi. Dimana wanita itu mengenakan sepatu kets.
"Sekarang kau minta ampun? Lalu, tadi disaat kau merampas tas wanita itu, hingga dirinya terseret di atas aspal, apa kau mengampuninya?!" Susi semakin menekan ujung sepatunya. Hingga pria itu memekik semakin kencang.
" Lepaskan, dia!" teriak Arjuna, lalu maju ke tengah lahan parkiran itu.
"Apa yang sudah kau lakukan, ๐๐บ ๐๐ถ๐ฆ๐ฆ๐ฏ?" tanya Arjuna pelan, seraya menarik lengan istrinya tersebut. Meninggalkan pria yang sudah lemas tak berdaya itu.
Lalu, dua orang sekuriti pun datang. Serta segera membawa jambret itu ke pihak yang berwajib. Mungkin, akan di bawa kerumah sakit dulu. Karena pria tersebut mengalami luka-luka yang serius.
๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ช๐ญ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ซ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ค๐ฆ๐ฌ ๐ถ๐ฑ.
"Sayang? apa yang barusan terjadi?" tanya Arjuna lembut.
"Hanya menghajar jambret itu!" tunjuk Susi dengan santai. Tak kelelahan atau ketakutan di wajahnya.
"Apa! Kau menghajarnya? seorang diri?" pekik Arjuna, heran. Bagaimana bisa, istrinya itu melakukan hal sebesar itu. Bukankah, Susi tidak memiliki ilmu beladiri, juga tidak pernah berkelahi. Pikirnya.
"Kalian semua! Kenapa diam saja, membiarkan istri saya menghajar penjahat sendirian!" teriak Arjuna, pada warga yang menonton kejadian itu. Tatapan mata elangnya nyalang, menyiratkan amarah yang khawatir menyatu.
"Tentu saja, aku yang menghajarnya. Pria sampah seperti itu, harus di beri pelajaran," ucap Susi dengan gemas. Satu tangannya ditumbuk kan pada telapak tangan yang lain.
Arjuna kembali menoleh ke arah Susi, kepala serta dadanya berdenyut nyeri bersamaan.
"Tapi, apa kau harus melakukannya? Bagaimana, jika dirimu terluka? Kenapa juga keluar rumah tidak menungguku pulang?" cecar, Arjuna dengan nada khawatir yang tersirat dari nada bicaranya.
"Tentu saja harus, masa aku harus diam saja! Lagipula, aku hampir mati bosan karena menunggumu pulang," tukasnya, seraya memalingkan wajah dari suaminya itu.
__ADS_1
๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข, ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ, ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฉ. ๐๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข, ๐ช๐ฏ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฐ๐ฏ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ถ๐ฆ๐ฏ๐ด๐ช๐ฎ๐ถ, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ญ๐ถ๐ฌ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ด ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข.
Arjuna menghela napasnya perlahan. Berusaha menenangkan emosinya. Ketika ia begitu menghawatirkan sang istri, tapi wanita itu bahkan tidak mengharapkan kehadirannya.
"Tuan, tolong jangan dimarahi istrinya ya. Nona, hanya berusaha menolong ibu saya," jelas seorang wanita muda yang datang dengan tergesa-gesa menghampiri Susi dan Arjuna.
Terlihat ia tengah menuntun putranya yang masih kecil. Ia berbicara dengan sangat lirih, tersirat sesal serta kesedihan dari nada suaranya.
Ia terpaksa meninggalkan sang ibu di klinik, untuk menghampiri Susi. Karena mendapat laporan dari warga di sekitar daerah itu. Bahwa, suami dari wanita yang menangkap jambret tidak terima dan mengamuk di lahan parkir.
"Ibu saya bilang, Nona ini mengejar jambret itu dari depan ATM sana," jelasnya, seraya menunduk takut. Menghindari tatapan Arjuna, yang seakan mengulitinya hidup-hidup.
๐๐ถ๐ณ๐ข ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ต๐ถ, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฌ๐ถ๐ข๐ต. ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ, ๐ช๐ข ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ ๐ด๐ข๐ซ๐ข. ๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช?
"Saya rasa, sekarang masalahnya sudah selesai, bukan? ayo sayang, kita pulang!" ajak Arjuna, seraya menuntun istrinya itu.
"Tunggu dulu, Ar. Aku harus tau keadaan ibu itu." Susi melepaskan diri dari cekalan suaminya, lalu menghampiri wanita muda itu.
"Bagaimana keadaan ibumu? Apakah dia terluka parah?" tanya Susi dengan rasa simpatinya.
"Tidak, Nona. Ibu hanya menderita luka lecet serta kaget saja. Maklum, sudah tua. Salah saya, yang meninggalkannya di pinggir jalan sendirian," sesal wanita muda itu menunduk sedih.
"Semoga, beliau baik-baik saja. Lain kali, jagalah ibumu dengan baik. Karena, kau beruntung masih memilikinya di sisimu," pesan Susi, penuh perhatian.
"Terima kasih, Nona. Semoga anda bahagia," ucapnya seraya menundukkan kepala. Susi hanya menanggapinya dengan senyum dan usapan lembut di bahu.
Kemudian, Susi dan Arjuna kembali ke dalam apartemen. Tak nampak kelelahan sama sekali pada diri Susi. Padahal wanita itu baru saja mengejar serta menghajar jambret itu sendirian. Menggunakan tangan kecilnya, ia melumpuhkan penjahat itu hingga tak berdaya. Arjuna, benar-benar dibuat tak habis pikir olehnya. Perasaannya campur aduk, khawatir, kaget serta takut. Sekarang bertambah menjadi bingung, karena wajah Susi begitu cerah ceria.
๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ? ๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ฐ๐ฌ๐ต๐ฆ๐ณ ๐๐ฆ๐ต๐ต๐ข.
Tring!
Pintu lift terbuka.
Arjuna merangkul istrinya itu, berjalan di lobi.
๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฐ๐ญ๐ข๐ฌ ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ. ๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ?
Arjuna menaikkan sudut bibirnya, hingga tercipta lengkungan sabit.
Sesampainya di dalam apartemen, Susi langsung masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama ia pun keluar dengan senyum di wajahnya.
__ADS_1
"Aku sudah menyiapkan air untuk mu, mandi lah. Aku, juga akan memasak. Kau pasti sangat lapar, aku juga. Menghajar penjahat, ternyata menguras banyak energi ku. Meskipun, aku jadi bersemangat setelahnya," ucap Susi, yang membuat pria di hadapannya hanya bisa melongo.
Bersambung>>>