Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Calon Bayi Kembar.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


"Saya ...." Joy menggaruk belakang kepalanya.


"Suami saya, jarang pulang dok. Karena itu dia belum tau keadaan saya. Sedangkan saya tidak bercerita lantaran tidak mau membuatnya kepikiran di saat bekerja," jelas Milna. Untung saja ia segera menemukan alasan yang tepat. Sebelum dokter di hadapannya ini bertambah curiga. Joy sekilas menengok ke arahnya, tapi dirinya acuh dan pura-pura tidak tau. Jika Joy memperhatikannya.


๐˜•๐˜ข, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช? ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช?


Joy, beberapa kali menoleh ke arah Milna. Meski wanita itu cuek terhadapnya.


๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช-๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ! ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜•๐˜ฆ๐˜ต๐˜ต๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช.


Milna dengan sifat optimis dan arogannya, tetap bergeming tanpa menunjukkan sisi kelemahan dirinya.


"Jadi begitu. Saya pikir suami anda adalah tipikal suami yang tidak perhatian dan peduli. Karena kebanyakan pasien saya begitu, cuma maunya enaknya aja tuh pas bikinnya. Giliran istrinya hamil, sengsara sendiri. Padahal nih ya Pak saya kasih tau. Wanita hamil itu perasaannya sensitif, karena perubahan hormon di dalam tubuhnya. Mereka butuh perhatian lebih, terutama dari pasangannya. Saya harap, anda lebih memperhatikan lagi. Apalagi, sekarang anda tahu bahwa ada dua calon anak kalian di sana. Ada tiga nyawa yang butuh asupan nutrisi serta kasih sayang," tutur Netta panjang lebar.


Pikirnya, Joy ini adalah tipe suami yang cuek. Sedangkan Milna adalah tipe istri yang suka memendam perasaannya sendiri. Kurang lebih itulah hal yang dapat disimpulkan olehnya. Bagaimana kalau sang dokter tau yang sebenarnya. Mungkin akan lebih panjang lagi sesi tausiahnya.


"Baik dok. Saya akan ingat nasihat ini. Ke depannya saya akan lebih memperhatikan lagi. Begitu 'kan sayang? Jangan ngambek lagi ya? Aku gak bisa di marahin sama kamu, hidupku terasa hampa," ucap Joy yang seolah sedang membujuk Milna. Sementara Milna sendiri sempat terlonjak kaget di buatnya. Apalagi ketika Joy menyematkan kata 'Sayang'.


๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข-๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข! ๐˜”๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข.


Milna menoleh sebentar ke arah Joy. Lalu dengan terpaksa ia berpura-pura untuk tersenyum.


Joy yang mendapat senyuman mendadak, tiba-tiba syok. Dadanya terasa nyeri karena berdentum terlalu cepat dan kencang.


" Aduh, bumil jangan ngambek kelamaan ya. Kasian debay-nya lho!" ucap Netta.


"Ah, iya dok!" sahut Milna dengan senyum tipis yang tersemat di wajahnya, bahkan ia menoleh sebentar ke arah Joy masih dengan senyum itu.


Joy terkesiap seketika. Selama kebersamaannya dengan Milna, tak sekalipun pria ini melihat wanita itu tersenyum. Hingga kejadian mendadak saat ini. Begitu terasa hangat menyerap dalam kalbunya.

__ADS_1


_______


"Kak Nana?" Vanish dan Better berdiri serempak ketika Milna dan Joy keluar dari ruang pemeriksaan.


"Milna baik-baik saja," jelas Joy. Ingin merangkul tapi Milna sudah keburu menjaga jarak darinya.


"Syukurlah Kak, dedek bayinya gimana?baik-baik aja 'kan?" cecar Vanish dengan gurat khawatir di wajahnya. Karena ia pernah melihat keadaan seperti Milna ketika Emak hamil anak ketika, dan itu semua berakhir dengan kegagalannya memiliki adik lagi.


"Sangat baik, bayi kami ... kembar," jelas Milna dengan ekspresi antara senang tapi bingung. Hingga tanpa sadar, dirinya meneteskan air mata. Buru-buru Milna menyekanya, sebelum kejadian itu di sadari oleh Joy.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜บ๐˜ข. ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข.


Batin Milna, seraya mengusap perutnya samar.


"Jadi, keceplosan tadi? Itu firasat?" Vanish membekap mulutnya sendiri lantaran kaget dan tak percaya. Milna pun hanya menjawab dengan anggukan cepat. Dirinya tengah berusaha mengontrol emosinya saat ini. Berusaha untuk jangan sampai menangis. Terutama di hadapan Joy.


" Ya udah, kalo gitu Kakak langsung pulang dan istirahat ya," ucap Vanish pada Milna. Seraya melepaskan rangkulannya, karena kini mereka telah sampai di parkiran mobil.


_______


"Na, besok mami kemungkinan sampai. Aku akan mengabari mu untuk menjemput. Atau, jika kau merasa tidak enak badan. Biar mami yang ku ajak ke sini. Bagaimana?" tanya Joy meminta pendapat Milna. Sesekali ia menoleh sambil menyetir. Memperhatikan ekspresi wajah Milna yang seakan menahan sesuatu.


"Na, apa kau rasakan sekarang? Apakah mual, pusing? Atau lapar? Apa ada sesuatu yang ingin kau makan? Ayo katakan saja! Aku akan berusaha menuruti semua keinginanmu." Joy mencecar Milna. Membuat wanita itu melirik sinis.


"Aku ingin kau diam dan fokuslah menyetir!" seru Milna. Membungkam mulut Joy seketika. Pria itu mendengus di depan kemudinya. Entah harus bagaimana dan bersikap seperti apa terhadap wanita yang tengah mengandung anak-anaknya tersebut.


"Kau tidak perlu mengantarku sampai ke dalam!" tolak Milna ketika Joy hendak mengikutinya ke dalam mansion.


"Aku akan mengantarmu sampai depan paviliun dengan atau tanpa izin darimu. Jadi, jangan buang tenaga dan suaramu untuk mengusirku kali ini." Joy keluar dari mobil, lalu memutari nya setengah berlari. Ia pun segera membukakan pintu untuk Milna. Membuat wanita itu menatapnya sekejap.


Milna buru-buru menghempas rasa simpatinya. Toh, pria ini perhatian padanya karena dua bayi di dalam perutnya. Pria itu begini karena merasa bersalah padanya. Semua hanya bentuk pertanggungjawabannya. Begitu pikirnya.

__ADS_1


Joy, meraih apapun yang di pegang Milna. Tas, paper bag, apapun itu. Milna tak di perbolehkan membawa apapun.


๐˜š๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ. ๐˜›๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ช๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ถ.


Joy nampak kecewa, bahkan di saat tak berdaya Milna tetap saja menghindar darinya.


" Sampai sini saja." Milna menadahkan tangan meminta barang-barang bawaannya.


"Aku akan kembali lagi nanti. Katakan, apa saja yang kau inginkan. Makanan, cemilan atau apapun itu?" tanya Joy.


"Aku akan mengirimkan list-nya padamu nanti. Maaf aku ingin masuk." Sekali lagi Milna meminta sisa barang bawaannya. Sepertinya Joy sengaja memperlambat.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข-๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜”๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜๐˜ฃ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ-๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ?


Joy, hanya berani bertanya dalam hatinya. Dirinya harus berhati-hati dalam berbicara. Bagaimanapun, ada mood dan hati yang harus di jaga. Apalagi, itu semua akan berimbas bukan hanya pada dirinya, tapi juga pada kedua buah hatinya.


__________


Ting tong!


Bel berbunyi beberapa kali, tapi pintu paviliun belum juga di buka. Sudah lebih dari 15 menit Joy berdiri di sana.


"Belum terlalu malam, apa dia sudah tidur? Tapi, sepuluh menit yang lalu dia masih online." Gumam Joy. Ia memutuskan kembali memencet bel sambil menghubungi Milna lewat telepon.


"Ck, telepon gak aktif. Pintu gak di bukain. Gimana ini?"


Joy memutuskan untuk berjalan memutar kesamping rumah. Perasaannya mendadak tak enak. Biasanya jika tak kunjung mendapat respon dirinya akan meninggalkan barang di atas meja yang terletak di teras. Tapi, saat ini kata hatinya seakan memerintahkannya untuk memeriksa.


"Milna!" Teriak Joy. Ternyata benar saja. Dugaannya menjadi kenyataan.


Bersambung>>>>

__ADS_1


__ADS_2