Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Bab 271. ABPR


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥


"Lalu wanita itu mau Kakak kemanakan?" tanya gadis muda yang bergaya sangat seksi. Sungguh tidaklah pantas diusianya yang terbilang masih remaja.


"Aku akan membuangnya ke laut. Hingga tim SAR pun tidak akan dapat menemukannya." Wanita misterius itu kemudian tertawa jahat. Aura Iblis sangat kentara di wajahnya yang cantik dan tanpa cela itu. Tapi sayang, hatinya begitu hitam kelam bagaikan timah.


"Aku suka gayamu Kak. Ingat janjimu. Untuk berbagi Joy denganku, setidaknya berikan aku kesempatan sekali lagi untuk merasakan serangan senjatanya, awww!" Gadis muda itu memekik gemas seraya menggigit bibirnya pelan.


" Dasar remaja binal! Tapi, baiklah. Cukup satu kali. Setelahnya ia milikku selamanya!" sarkas wanita misterius itu.


'Bocah mesum! Beraninya kau meminta bagianmu! Joy hanya milikku seorang! Sepertinya aku juga harus menghilangkanmu ke laut. Tentunya setelah kau membantuku menghabisi wanita sialan itu.' batinnya penuh dengan rencana jahat.


***


"Terimakasih untuk hari ini. Sangat menyenangkan. Meski aku harus kehilangan sepatu," ucap Milna seraya menyembunyikan senyumnya. Ia masih teringat bagaimana tadi Joy mengorek pasir hingga berjam-jam. Tetap saja sebelah sepatu milik tidak dapat ditemukan. Hingga akhirnya pria itu harus rela berjalan kaki ke hotel tanpa alas kaki.


"Tertawalah sepuasmu. Aku tak apa. Selama kau bahagia aku pun turut bahagia," ucap Joy tulus. Ia mengulurkan tangannya hendak menyentuh perut Milna.


"Bolehkah?" tanya Joy penuh harap. Milna mematung, entah mengapa kepalanya mengangguk tanpa komando darinya. Hingga sebuah usapan mendarat lembut di atas perutnya.


"Aku bisa merasakan kehadiran mereka. Meski usia mereka yang terbilang dini untuk memberi respon. Akan tetapi, entah mengapa hatiku menghangat kala menyentuh perutmu," ucap Joy berkata sambil melihat ke arah yang diusapnya, lalu ia menatap wajah teduh di hadapannya.


Menurutnya, semenjak hamil Milna terlihat lebih feminim serta anggun. Hanya saja ia tak dapat mengungkapkan hal itu. Bisa-bisa ia dianggap sedang merayu saja. Padahal itu benar adanya. Aura Milna terlihat berbeda dari sebelumnya. Apakah ini yang di namakan cahaya pada wanita hamil? Entahlah, yang pasti setiap hari Joy semakin suka pada lawan adu mulutnya beberapa waktu kebelakang.


Ingin rasanya ia adu mulut lagi dengan Milna.Tapi, dalam artian sesungguhnya bukan majas. Ia menginginkan rasa manis pada bibir itu kembali dapat ia rasakan lagi.

__ADS_1


'Hei otak! Jangan memprovokator diriku. Suasana baru saja kondusif sekarang. Bersabarlah Joy. Suatu saat bukan hanya bibirnya yang akan kau dapatkan. Melainkan juga hatinya.


"Mandi sana! Aroma tubuhmu membuatku mual!" ucap Milna bermaksud Joy segera pergi dari hadapannya. Sejujurnya, dirinya tidaklah kuat jika berlama-lama mendapat tatapan dalam dari Joy. Pria itu hampir saja menghipnotis dirinya hanya lewat pandangan matanya. Gawat sekali bukan?


'Aku bisa kalah jika begini terus. Harus bisa menghindari tatapan mautnya. Maka aku akan selamat hingga kontrak pernikahan ini selesai.'batin Milna. Meski hatinya agak terasa di remas jika mengingat kalimat perjanjian dan perpisahan. Suatu saat nanti ia harus merelakan anak-anaknya lalu pergi jauh selamanya. Dirinya yakin jika Joy dan Mami dapat merawat si kembar dengan baik. Ketimbang dirinya yang tak memiliki apa-apa.


Milna pun merebahkan tubuhnya di atas kasur yang masih di tata sedemikian rupa itu. Bahkan lilin aroma terapinya ia nyalakan kembali. Agar mudah tertidur malam ini. Meski dirinya cukup menyayangkan bahwa malam pertamanya tidak seperti pengantin kebanyakan.


"Aku sudah kehilangan harga mahkotaku. Aku juga tidak ingin perlahan harga diriku pun ikut hilang." Gumam Milna didepan cermin yang pecah seribu.


🐾Kayak judul lagu yang lagi piral🧐


***


"Pastikan semua berjalan lancar. Aku sudah membayar mahal kalian! Ingat, jangan sampai meninggalkan jejak dari apa yang kalian lakukan nanti!" pesan seorang wanita pada beberapa pria yang mengenakan masker berwarna biru ketika mereka telah menyelesaikan misinya maka mereka harus mengganti warna pada maskernya menjadi merah.


" Kau yakin akan ikut menyelam?" tanya Joy dengan guratan khawatir yang begitu kentara jelas di wajahnya.


"Tentu saja Joy! Sudah pergi sejauh ini. Rugi jika tidak bisa menikmati panorama alamnya yang luar biasa indah ini," jawab Milna dengan keyakinan tinggi. Bahwa kedua janinnya itu kuat. Kalau boleh malah dirinya ingin berenang bersama para ikan-ikan hias tersebut.


"Emm ...emm ...!" Milna memegangi lehernya. Ia menepuk-nepuk dadanya. Memberi isyarat pada Joy bahwa ia kesulitan bernapas saat ini. Joy seketika panik. Ia pun segera meraih tubuh Milna dan mendorongnya ke atas permukaan.


"Ada apa!" Kaget sang tour guide atau pemandu wisata.


"Istri saya kesulitan bernapas. Hampir saja ia kehabisan napasnya dan pingsan. Bagaimana seandainya terjadi sesuatu padanya! Begitupun dengan ...!" Milna segera membungkam mulut Joy. Agar pria itu tidak bocor mengenai keadaan dirinya yang tengah berbadan dua.

__ADS_1


"Baik Tuan dan Nyonya. Team kami akan segera melakukan pemeriksaan. Sebagai tanda permohonan maaf, maka kami bekerja sama dengan travel untuk memberikan cash-back pada kalian berdua. Sekali lagi perusahaan kami mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya." Kata pemandu wisata tersebut.


Ia sangat panik tadi karena ia mengetahui kenyataan bahwa wajah Milna sangatlah pucat. Kini wajah wanita hamil itu sudah kembali berwana.


"Sudahlah, jangan di perpanjang Joy. Kasihanilah para wanita tua renta ini," Kata Milna pada suaminya itu.


'Tua renta katamu! Enak saja kau!" batin sang pemandu wisata tersebut.


"Berikan aku rekaman CCTV, pada ruangan alat -alat snorkling barusan." Joy memberi titah pada pemilik wahana tersebut.


"Maaf Tuan. Ini dokumen pribadi kami, yang dapat melihat hanya ...." Pria tersebut tak dapat lagi meneruskan kata-katanya karena Joy telah mencekik lehernya. Kedua tangan pria tersebut memukuli tangan Joy yang tengah melingkarkan jemarinya pada leher Joy.


"Berikan, kataku!" titah Joy dengan nada tinggi.


Membuat pemilik wahana memberikannya pada Joy dengan hati-hati.


"Lalu Joy mengotak-atik laptop demi mencari kebenaran. Dirinya yakin jika kejadian ini bukanlah kecelakaan. Akan tetapi telah disengaja oleh seseorang.


" Shiit! Damn it! Kalian lihatlah kan? Ada yang menyabotase peralatan snorkling!" pekik Joy geram. Seandainya wajah sang pelaku kejahatan terlihat. Mungkin dengan mudah ia dapat menemukannya lalu menanyakan siapa dalangnya.


"Ini baru permulaan." Sebuah seringai tajam terus mengintai di balik dinding ruangan sebelah.


Entah bagaimana wanita itu bisa masuk ke area dengan pengamanan ketat ini. Tentu saja dengan uang yang tidak sedikit.


"Jadi, ada yang berniat mencelakai ku?" pekik Milna tertahan dengan satu tangan menggebrak meja. Kini mereka berada di resto untuk makan siang yang kesorean.

__ADS_1


"Mbak, berikan minuman ini ke dalam gelas berisi pesanan meja di pojok sana. Berikan pada pria-nya. Jangan khawatir, soal dosa biar saya yang akan menanggungnya. Kau pergilah kesana sekarang! Ini uang, gunakanlah untuk kau bersenang-senang setelah ini." Kemudian wanita misterius itu tersenyum smirk.


Bersambung>>>>


__ADS_2