
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
_______
Red membawa Arjuna, dengan lamborgini kuning yang penyok pada sisi kanan dan kiri itu. Menandakan, bumblebee itu baru saja melakukan pertarungan mencekam.
Sementara beberapa personil mengalami luka-luka, serta kendaraan yang mereka gunakan juga rusak parah.
Better dengan bumblebee lainnya, mengawal dari arah belakang, sedangkan Black dengan mobil jeep curian mengawal dari depan.
Walls, kenapa kau tidak turun?" Better menatap tajam pada pemuda di sebelahnya itu.
" Kalau aku ikut bertarung, lalu siapa yang menghalau para polisi tidak berguna itu," jawab Walls, dengan mencebikkan bibirnya ke arah Better.
"Ah, ya ... benar juga," Pria macho dengan rambut yang di kuncir itu pun akhirnya cuma bisa nyengir kaku.
" Kalau tidak bisa tertawa mending gak usah aja deh Paman. Daripada dipaksakan, malah jadi seram," ledek Walls disertai kekehannya.
Pletuk!
"Sshhh!" Pemuda itu meringis sambil mengusap belakang kepalanya.
"Jaga bicaramu!" ancam Better, seraya menyenderkan punggungnya. Merenggangkan sedikit otot kaki dan juga badannya.
"Kau yang harus jaga tanganmu, Paman. Agar tak seenaknya memukul!" pekik Walls geram sekali, kenapa semua mudah saja dan seenaknya memukul dirinya yang imut ini.
"Tanganku akan diam seiring mulutmu." sahut Better dengan mata yang terpejam.
๐ ๐ข ... ๐ ๐ข ... ๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ฎ๐ฆ๐ด๐ฌ๐ช๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ.
__ADS_1
Walls hanya bisa menggerutu dalam hatinya, bibirnya terus saja berkomat-kamit tak jelas.
"Bos, tuan tidak akan lewat lobi depan. Kami akan menyembunyikan luka tuan dari Nona." ucap pengawal yang bernama Red, melalui alat komunikasi jarak jauh yang menempel di telinganya.
"Lewat ๐ฃ๐ข๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ saja, aku telah menghubungi Joy. Agar memanggil Dokter." jelas Better yang masih terpejam.
" What! Abang terluka?" Sontak Walls langsung menoleh cepat ke arah Better.
"Paman! Katakan apa yang terjadi!" Walls berteriak pada Better sembari mengguncang bahu pria itu.
Seketika kedua mata Better langsung membuka lebar, lalu memberi tatapan super duper tajam ke arah Walls.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ถ๐ณ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ณ๐ข๐ฎ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ.
๐๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ต ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ ๐ต๐ข๐ถ ๐ณ๐ข๐ด๐ข!
Walls pun kembali pada posisinya, berencana melihat sendiri saja nanti.
Sesampainya di hotel, Arjuna mengendap-endap masul ke kamar sebelah, di kawal oleh Joy dan beberapa anak buah kiriman Erik.
Ia tak ingin wanitanya itu khawatir dengan keadaannya. Karena itu, lebih baik ia sembunyikan keadaannya saat ini.
๐๐บ ๐๐ถ๐ฆ๐ฆ๐ฏ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ. ๐๐ฉ ... ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ช๐ด๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ. ๐๐ข๐ฃ๐ข๐ณ๐ญ๐ข๐ฉ ... ๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ต๐ฎ๐ถ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฌ๐ณ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข.
Arjuna memejamkan matanya, membiarkan para tim medis membersihkan lukanya lebih dulu. Tangan kekarnya mencengkeram seprai yang membungkus kasur.
Mendesis pelan, ketika luka yang sedikit menganga itu di bersihkan.
"Kami akan mulai menjahit, saya harap anda bisa menahannya. Karena, anda sendiri yang menolak di beri obat bius." jelas Dokter pria itu padanya.
__ADS_1
"Lakukanlah!" titah Arjuna, yakin.
"Tunggu dulu! Bang, kenapa gak dibius lokal aja. Biar tidak terasa sakitnya?" heran Walls yang baru saja bergabung di dalam kamar itu.
Seketika Better menarik Walls ke pojokan, menjauh. Bocah ini tak tau apa-apa tapi rusuh sendiri.
"Sini kau, bocah!" Better terus menarik Walls.
"Jangan menarik kerah bajuku, Paman!" protes Walls, tapi sia-sia. Dirinya pasrah di seret asisten berkuncir itu.
"Kau menjatuhkan harga diriku saja!" geram Walls, sambil menepis tangan Better. Akan tetapi, tatapan tajam Better membuat nyalinya ciut.
"Dengar, kalau di bius nanti tangan abang mu akan mati rasa selama dua jam. Sementara, ikrar tinggal beberapa saat lagi," jelas Better yang mengunci pergerakan dan juga pandangan Walls.
" Jadi begitu, baiklah aku mengerti." Walls akhirnya mengangguk patuh.
๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ข๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฑ๐ข๐ธ๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข.
Joy, terkekeh pelan sekali. Melihat bagaimana interaksi antara Walls dan Better.
Sementara itu di kamar khusus untuk merias, terlihat Susi tengah berdiri. Menatap keluar jendela, sembari memegangi ponselnya. Sebelah tangannya melingkar di area perut.
๐๐ณ, ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฎ๐ถ. ๐๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ช๐ต๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฃ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช๐ฎ๐ถ. ๐๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ-๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ด๐ข๐ซ๐ข, ๐๐ณ?
KLEKK!
Susi menoleh cepat, mendengar knop pintu yang di putar.
"My Queen ...,"
__ADS_1
Bersambung>>>>