Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Formasi Bumblebee.


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥🔥


__________


Beberapa mobil mewah telah berjejer di lobi apartemen. Ada sekitar delapan mobil dengan jenis dan warna yang sama, hanya plat nomornya saja yang berbeda.


"Apa ini, Ar?"


"Kamuflase."


"Kita berpisah di sini, sampai ketemu lagi nanti di hotel." ucap Arjuna, seraya menangkup wajah Susi.


"Kenapa?"


"Apa tidak bisa kita semobil?" tolak Susi yang merasa keberatan, perasaannya sudah tidak enak sejak semalam.


"Ini adalah strategi mengecoh lawan, sayang ... percayalah padaku. Kau akan baik-baik saja, aku berjanji padamu." Arjuna kembali memeluk wanita pujaannya itu, memberi kecupan berkali-kali pada kening dan juga seluruh area wajah cantik yang mendung itu.


" Aku sedikit takut, perasaan ku tidak enak sejak semalam. Kau malah ingin kita berpisah menuju ke hotel. Bagaimana aku bisa tenang?" rengek Susi, yang berusaha untuk tidak menjatuhkan air matanya. Namun, apa dayanya, kristal bening itu meluncur bebas tanpa portal.


"Kau melupakan janjimu." Arjuna mengusap air mata itu dengan gemas.


"Kau harus percaya padaku, semua akan baik-baik saja. Ini hanyalah tingkat kewaspadaan kita," jelas Arjuna, benar-benar membuat wajah itu kering tak berbekas.


" Kita berangkat sekarang, tiga puluh menit kemudian ketemu di lobi hotel. Aku janji!" Arjuna mengangkat dua jarinya seraya memasang senyum termanis miliknya. Membuat wajah itu semakin tampan mempesona.


"Kau sangat tampan jika tersenyum, sering-seringlah seperti ini," puji Susi, yang selalu berdebar jika melihat senyum dari Arjuna. Sepertinya, ia akan jatuh cinta acap kali pria itu tersenyum manis.

__ADS_1


"Mulai saat ini, aku akan terus tersenyum untukmu," lirih Arjuna dengan menyisipkan lagi senyumnya, lalu meninggalkan kecupan dalam di bibir manis yang selalu membuatnya ketagihan itu.


Arjuna dan Susi menyatukan kening mereka sesaat, mengatur napas yang sempat habis beberapa saat lalu.


"Kalian ini benar-benar ya!"


"Apa menurut mu, kami ini manekin?!" Protes Walls, yang bosan menunggu dam akhirnya keluar dari mobil. Tapi, apa yang terjadi. Dirinya malah lagi-lagi melihat live streaming drama perbucinan.


" Kenapa kau keluar, mengganggu saja!" pekik Arjuna, sedangkan Susi menahan tawa dengan membekap mulutnya sendiri.


Arjuna pun melangkah, ke arah lamborgini nomer empat. Warnanya yang terang macam kawan Optimus Prime, yaitu si Bumblebee.


Milna keluar, lalu membukakan pintu untuk Susi.


"Aku menempatkan orang-orang terbaik, kau akan aman sampai ke hotel," ucap Arjuna, pelan.


"Kau juga harus baik-baik saja, dan tiba tepat waktu. Karena, aku paling tidak suka menunggu," ucap Susi, sebelum ia masuk kedalam mobil.


"Jalan!" titah Milna pada driver yang duduk di depan kemudi.


Mobil pun melaju satu persatu, membelah jalanan aktif kota besar. Meliuk di antara kerumunan kendaraan lain. Berpencar hingga otor pun tak tau, di mobil mana Arjuna dan Susi berada.


Dari arah belakang otor, sebuah mobil sport hitam macam mobil milik Bruce Wayne melesat kencang.


Menyalip beberapa kendaraan di hadapannya dengan lincah. Lalu, tiga buah jeep wrangler mengekor dari arah belakang.


"Pertahankan kecepatan kalian, satu mobil sport hitam berada di depan. Sedangkan empat jeep berada di kanan-kiri serta belakang. Mereka berusaha memblokir, dan memerangkap kita." Lapor Walls, sambil memantau pergerakan dari atas melalui drone miliknya.

__ADS_1


"Berpencarlah, biarkan Bumblebee nomer empat memisahkan diri." titah Arjuna melalui earphone yang terpasang pada telinganya.


Mereka pun memecah formasi yang mereka bentuk tadi, para driver ini di datangkan khusus oleh Erik, si ketua klan.


"Bumbleebee enam dan tiga berpencarlah! teruslah mengecoh jeep-jeep itu!" Walls terus memberi komando dari balik alat komunikasi ciptaannya.


Ckiiittt ... sebuah jeep wrangler itu berhasil memojokkan salah satu bumblebee.


Hingga mereka terpaksa banting stir, dan keluar jalur.


" Perubahan jalur, kami terpojok!"


_______


"Aku adalah yang di pilih sebagai ketua, jadi kalian harus mendengarkanku!" teriak seorang pria berbadan paling besar diantara yang lainnya. Dengan tato rangkaian bunga kurung batang.


"Kita harus menculik bride nya, lalu membawanya ke villa. Apa kalian paham?!" teriaknya, hampir membuat gendang telinga pecah.


Seluruh anggota kompak melepas earphone mereka.


"Pepet mobil kuning itu, bawa masuk hutan."


Draakkk!!


Salah satu bumblebee masuk hutan dan satunya lagi menabrak pohon besar.


"Joy!"

__ADS_1


Sepasang tangan kekar menggoyangkan tubuh sang pengemudi yang pingsan.


Bersambung>>>


__ADS_2