Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Kemalangan Bertubi-tubi.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


"Rich, aku tidak akan bangkrut kan. Jika hanya kehilangan puluhan milyar. Sahamnya ku sedang baik-baik saja, iya kan?" Seno meracau, di tengah efek minuman beralkohol itu.


Rich, terpaksa membelikan tuannya minuman. Karena ia tak tau lagi bagaimana menghadapi tuannya yang mengamuk tadi.


" Maaf, Tuan. Saya harus memberitahu anda sekarang juga. Bahwa, kecelakaan nona Jelita, mengungkap skandal yang dilakukannya terakhir kali. Entah siapa yang menyebar rekaman CCTV itu.


Prangg!


"Sudah mati pun, masih menyusahkan!" Seno melempar apa saja yang ada di hadapannya. Pria itu sudah di buat kalut seketika oleh mendiang istrinya.


"Seharusnya, aku yang menghancurkan hidupnya. Membuatnya mati perlahan-lahan dengan menjadi gelandangan." Oceh Seno, sambil kembali menenggak minuman itu langsung dari botolnya.


" Tapi, kau lihat Rich? Dia lebih dulu menghancurkan ku. Bahkan, sampai dirinya jadi abu pun masih terus menyusahkan ku." Seno memberi remasan keras pada kepalanya, dan juga terlihat beberapa kali membenturkannya pada meja kerja. Hingga pria itu terhuyung kebelakang, lalu jatuh duduk di sofa kerjanya.


Frustasi? Tentu saja?


Marah? Bukan lagi?


Tapi pada siapa harus ia limpahkan emosinya. Bahkan yang telah melakukan semua itu padanya kini sudah menjadi arang.


๐˜š๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜—๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ต๐˜ข ๐˜™๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ช. ๐˜’๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ต ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜‘๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ข. ๐˜š๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฏ๐˜ข'๐˜ข๐˜ด ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜›๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ณ. ๐˜”๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ, ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข.


Rich, ikut menenggak minuman dalam botol hingga tandas, sambil menatap nanar ke arah Seno. Bagaimanapun, ia cukup lama mendampingi bosnya itu.


Sebelum kembali pada Jelita, Seno adalah pekerja keras dan ambisius dalam mengejar sesuatu. Entah, bujuk rayu apa yang di lancarkan wanita salome itu. Hingga mampu merubah tabiat seorang Seno Pradipta.


_


_


_


Bruagh!


"Astaga, Tuan!" pekik Rich. Sambil kembali memapah Seno, yang sudah tak mampu berdiri di atas kedua kakinya. Hingga tubuh gagah itu tersungkur mencium keset bertuliskan ๐˜ธ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฆ.


"Ck, mana orang di rumah ini? Kenapa lama sekali membuka pintu?" Rich berdecak kesal. Kepalanya juga pusing akibat menemani bosnya ini minum sampai mabuk.


Klek!

__ADS_1


"Kalian!" Easy memekik sambil menatap dengan tajam. Matanya menelisik, serta indera penciumannya membaui.


"Dia mabuk?" tanya wanita paruh baya itu, dengan mata melotot.


"Iya, Nyonya. Tuan, mengamuk tadi." Rich menjelaskan sembari melirik takut pada Easy.


"Dasar lemah!"


"Bawa dia kedalam, langsung ke kamarnya saja." Setelah memberi perintah, Easy kembali melangkah masuk kedalam rumah.


๐˜›๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ.


Rich membawa raga Seno, ke atas kasurnya. Ketika ia hendak melangkah pamit, Easy memanggilnya.


"Ikut aku."


Dengan berat hati, Rich mengikuti langkah dari Easy. Seketika kakinya berhenti, ketika Easy membawanya masuk ke depan kamar tamu.


"Kenapa, Nyonya membawa saya kesini? Lagipula, lebih baik saya pulang saja," tolak Rich, hendak berbalik.


"Tunggu, ada yang ingin ku bicarakan. Tapi, sebaiknya kau istirahatlah dulu malam ini." Setengah memaksa, Easy menawarkan agar Rich menginap.


"Tidak perlu, Nyonya. Saya tidak biasa tidur di atas tempat tidur asing." Lagi, Rich berusaha menolak jebakan betmen dari Easy.


"Aman, Nyonya. Saya lebih kuat dari tuan Seno, soal minum." Rich, berusaha bersikap biasa. Padahal ia tengah mati-matian menahan merinding di sekujur tubuhnya.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.


Rich menatap sinis bekas sentuhan tangan dari Easy.


"Aku hanya berusaha baik pada bawahan putraku. Jadi, jangan berpikir macam-macam!" ketus, Easy. Setelahnya ia membuang muka dan berlalu dari hadapan asisten berwajah Asia itu.


๐˜“๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ถ.


Easy yang hendak menaiki tangga menoleh sebentar kearah kamar sang putra.


๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ? ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ช ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข?


________


"Sungguh beruntung, kita menarik saham lebih awal." Arjuna menarik sudut bibirnya keatas. Pria berwajah kebarat-baratan itu, menautkan kedua jarinya di bawah dagu.

__ADS_1


"Benar, Tuan. Ternyata, perusahaan Pradipta hancur karena sebuah skandal." Joy menanggapi pernyataan bosnya itu dengan senyum sinis.


"Lalu, bagaimana dengan rencana eksekusi perusahaan Bai Goon? Tuan?" tanya Better, memang mereka tengah rapat tertutup bertiga. Sebenarnya berempat, hanya saja satu anggota lagi duduk agak berjauhan dari mereka.


๐˜”๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ? ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ง๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ. ๐˜ˆ๐˜ฉ, ๐˜บ๐˜ข! ๐˜๐˜ป๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข, ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ.


Susi pun melangkah dengan anggun kearah tiga pria menawan itu. Akan tetapi, senyum manisnya hanya tertuju pada pria yang telah menjadi suaminya sekarang. Sementara, dua pria lainnya hanya bisa menelan ludah.


Bagaimana tidak, ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฐ๐˜ฌ Susi benar-benar ๐˜ง๐˜ญ๐˜ข๐˜ธ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ด dan ๐˜จ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ธ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ. Membuat semua mata tertuju padanya.


"Aku ke pantry sebentar, membuat kan kopi untuk kalian," pamit Susi pada semuanya, terutama pada pria gagah yang terus menerus memandangnya.


"Sebentar saja, hanya membuat minuman." Susi mengelus lembut bahu Arjuna. Karena kini ia berada di samping CEO ARSA tersebut.


"Baiklah, hanya ke pantry tidak ke kantin atau kemanapun." Arjuna berpesan, sembari mengelus tangan Susi yang ada di punggungnya.


Glek.


๐˜’๐˜ฐ๐˜ฌ, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ? ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ, ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ.


"Baiklah, aku janji ... tidak akan membuatmu khawatir." Susi pun tersenyum manis, yang kemudian dibalas hal serupa oleh Arjuna.


Joy dan Better memalingkan wajahnya melihat adegan di hadapannya. Kemesraan yang membuat mereka serasa bagaikan pajangan di toko, terletak di depan tapi tak dianggap.


"Kalian, mau ku buatkan kopi juga?" tanya Susi yang membuat kelagapan keduanya.


"Aโ€“Itu, mau. Iya mau," jawab Better kikuk. Entah kenapa dirinya menjadi semakin grogi. Apalagi ketika bosnya itu memasang wajah seperti singa yang hendak mengaum.


"Kau, Joy?" tanya Susi beralih pada pria maskulin, yang melirik takut-takut padanya.


"Jika tidak merepotkan, boleh saja." Joy menjawab pertanyaan Susi tanpa menoleh. Justru ia malah melirik kearah Arjuna, yang mana pria itu tengah memasang wajah besinya.


๐˜‰๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช, ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข.( ๐˜‘๐˜ฐ๐˜บ)


๐˜’๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ต๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ช. ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ?( ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ต๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ)


๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช? ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข?( ๐˜š๐˜ถ๐˜ด๐˜ช)


๐ŸพItu duo asisten sakti mandraguna kenapa ya gais?๐Ÿคฃ


See u next chap๐Ÿ˜‰

__ADS_1


Bersambung>>>


__ADS_2