BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
RAHASIA KEKASIH MELVA (2)


__ADS_3

"Sebelum memutuskan untuk menetap di Renhill selama beberapa tahun ini. Laki-laki bersama ibu dan keponakannya itu sudah tercatat berpindah tempat lebih dari 5 kali untuk menghindari orang-orang agar perbuatan kotor mereka tidak terbongkar. Yang bisa saja membuat pihak yang merasa dirugikan menuntut dan memasukkan mereka ke dalam penjara. Setiap kali sudah mendapatkan klaim asuransi, laki-laki itu akan berpindah kota, mendaftarkan asuransi kembali untuk ibunya, dan terus melakukan hal yang sama untuk mendapatkan klaim asuransi. Di kota Renhill dia bertahan cukup lama, karena sepertinya dia tidak menyangka akan beruntung mendapatkan korban seorang gadis yang baik hati, yang memberinya santunan lebih setiap bulannya diluar uang asuransi yang dia dapat." Alvero melanjutkan bicaranya sambil menatap ke arah Enzo yang diam di tempatnya tanpa bergerak.


Namun, Alvero tahu pasti bahwa saat ini Enzo sedang berusaha menahan emosi yang bergejolak memenuhi dadanya. Alvero menahan nafasnya sekilas sebelum kembali melanjutkan perkataannya. Karena Alvero tahu pasti bagaimana perasaan Enzo sekarang. Andaikata itu terjadi pada dia.... Melva adalah Deanda, Alvero tidak bisa menjamin apakah dia akan tahan untuk tidak pergi ke kota Renhill sekarang juga, mencari laki-laki itu dan menghajarnya hingga babak belur sebelum akhirnya menyerahkannya kepada polisi dan membuatnya mendapatkan hukuman seberat-beratnya.


Beraninya laki-laki kurangajar itu menipu Melva! Teganya memanfaatkan gadis sebaik Melva!


Enzo berteriak dalam hati dengan dada bergemuruh, melihat kenyataan bahwa kekasih Melva adalah orang yang licik seperti itu.


"Laki-laki itu benar-benar memanfaatkan status Melva sebagai seorang countess, anak dari earl Robin. Tidak banyak orang yang berani mengusik laki-laki itu setelah orang lain tahu dia kekasih dari Melva. Apalagi jika ada masalah yang menimpanya, laki-laki itu selalu berusaha menyelesaikannya dengan uang yang dia dapat hasil dari meminta kepada Melva. Aku tidak tahu alasan apa yang dipakai oleh laki-laki itu untuk membuat Melva memberikan uangnya dengan sukarela dan begitu mudah. Tapi yang pasti, dia pasti sudah menipu Melva untuk mendapatkan uang itu." Kata-kata Alvero sukses membuat Enzo menggerakkan tubuhnya ke samping dengan gerakan terburu-buru.


Namun dengan cepat tangan Alvero menghalangi Enzo untuk pergi. Menyadari tangan Alvero berusaha menahannya dengan memegang bahunya, Enzo meraih tangan Alvero dan berusaha menyingkirkannya dari sana. Akan tetapi Alvero justru memperkuat cengkeraman tangannya di bahu Enzo.

__ADS_1


"Lepaskan aku Alvero! Aku harus memberi pelajaran laki-laki kurangajar itu sekarang juga!" Enzo berteriak sambil berusaha melepaskan tangan Alvero dari tubuhnya.


"Hei! Jangan bertindak bodoh seperti orang tidak berpendidikan! Kamu ingin menghajar laki-laki itu? Baik! Hajar saja sampai dia tidak bisa lagi menikmati hidupnya! Lalu... pergi temui Melva! Kira-kira apa yang akan terjadi padamu? Sebuah tamparan dari Melva itu adalah balasan paling kecil dari Melva yang mungkin bisa terjadi padamu!" Mendengar perkataan Alvero, Enzo langsung terdiam dan menjauhkan tangannya dari tangan Avero yang sedang menahan tubuhnya untuk pergi.


"Tenanglah Enzo, kalau Melva sekarang adalah kekasihmu, kamu boleh meluapkan kemarahanmu kepada laki-laki itu. Tapi masalahnya, sekarnag laki-laki itu adalah kekasih Melva. Apa kamu pikir Melva bisa terima kalau tiba-tiba saja kamu menghajarnya? Apalagi kalau Melva tahu perasaanmu kepadanya. Apa dia tidak berpikir kamu sengaja melakukan itu karena urusan pribadi? Jangan mempermalukan dirimu sendiri. Kita juga belum tahu bagaimana sebenarnya perasaan Melva kepadamu. Jangan membuat salah paham yang berakhir dengan perasaan benci Melva padamu." Alvero berkata sambil menepuk-nepuk bahu Enzo sebelum akhirnya menjauhkan tangannya dari bahu Enzo.


"Tenanglah. Bukankah kita akan ke kota Renhill besok? Aku sudah memiliki rencana untuk itu. Percayalah padaku. Aku akan membuat Melva mengetahui kebusukan dan kejahatan laki-laki itu. Dan aku yakin, saat itu terbongkar, earl Robin sendiri yang akan memberikan hukuman yang pantas untuknya, karena sudah berani memanfaatkan dan mempermainkan anak gadis kesayangannya." Alvero berusaha menenangkan Enzo.


"Beri aku sedikit waktu untuk menjalankan rencanaku. Aku akan mendapatkan bukti yang akan membuat Melva sendiri yang akan menghajar laki-laki kurangajar itu." Perkataan Alvero membuat Enzo sedikit tenang, karena jika itu Alvero, Enzo tahu pasti bahwa raja Gracetian itu pasti akan memenuhi janjinya dengan baik.


Sore ini aku akan segera berangkat ke Renhill. Aku tidak bisa menemani perjalanan kalian besok. Maaf aku tidak menuruti perkataanmu, tapi jangan khawatir, lanjutkan saja rencanamu. Aku percaya kamu akan melakukan yang terbaik untukku dan Melva. Hari ini aku hanya ingin menenangkan diriku di villa keluargaku dan mengunjungi uncle Vincent. Malam ini aku akan menemani uncle Vincent di villa.

__ADS_1


Sebuah pesan dari Enzo langsung membuat bibir Alvero mendecih dengan wajah terlihat tidak suka.


"Haist! Dasar keras kepala!" Mendengar omelan Alvero, Deanda yang sedang menemani Alvero mengambil berkas di kantornya langsung menoleh ke arah suaminya dan berjalan mendekati laki-laki tampan itu.


"Apa yang terjadi?" Begitu mendengar pertanyaan Deanda, Alvero langsung menoleh dan memberikan sebuah senyuman kepada Deanda.


"Si Enzo... sudah aku bilang besok pagi kita berangkat ke Renhill bersama. Tapi baru saja dia mengirimkan pesan bahwa sore ini dia akan berangkat kesana terlebih dahulu dengan alasan untuk menenangkan diri." Alvero berkata sambil menutup kembali lemari brankasnya setelah mengambil map berisi file yang diperlukannya untuk bertemu dengan Vincent besok.


"Biarkan saja. Mungkin itu lebih baik. Pangeran Enzo pasti cukup kaget mendengar kebenaran tentang kekasih countess Melva pagi tadi."


"Hah! Apa yang perlu ditenangkan? Harusnya dia bahagia bahwa ternyata laki-laki kurangajar itu tidak sebanding dengannya. Countess Melva pastilah seorang gadis bodoh jika dia tidak menerima perasaan cinta yang tulus dari Enzo dan tetap bersama dengan laki-laki itu." Alvero berkata dengan nada meremehkan, membuat Deanda menggeleng-gelengkan kapalanya perlahan dan menarik nafas panjang.

__ADS_1


"Hei... jangan berkata seperti itu my Al. Cinta tidak bisa dipaksakan dan kadang memang datang tanpa alasan yang jelas. Jangan karena kalian berasal dari keluarga Adalvino... gadis manapun akan dengan tangan terbuka menerima perasaan cinta kalian. Jangan terlalu mengandalkan status sosial dan kekayaan kalian." Mendengar kata-kata istrinya yang sudah mulai diucapkan dengan nada tidak suka, Alvero langsung tersenyum dan mengelus lembut rambut di kepala Deanda.


"Ya.... Aku tahu betul tentang itu Nona Besar! Bahkan aku harus melakukan segala cara yang aku bisa agar gadis impianku membalas cintaku. Saat itu betul-betul menyulitkan bagiku, karena Nona Besar yang aku incar, tidak sedikitpun tertarik dengan status sosial dan hartaku." Alvero berkata dengan mengerlingkan matanya, membuat mau tidak mau Deanda membalas senyuman Alvero dengan wajah malu-malu, karena Deanda tahu siapa sosok gadis yang dibicarakan oleh Alvero barusan.


__ADS_2