BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
RAHASIA BUNKER TAVISHA


__ADS_3

Bagi Avitus yang terpenting saat ini adalah menyelamatkan istri dan anaknya, sedangkan untuk dia sendiri... dengan kesalahan fatal yang sudah diperbuatnya terhadap Alvero dan Deanda, dia hanya bisa pasrah menerima hukuman yang setimpal dengan perbuatan jahatnya.


"Kali ini jika kamu berani berkhianat lagi atau memberikan keterangan palsu. Tidak segan-segan aku akan memberikan hukuman pancung kepadamu. Dan juga, anak istrimu akan aku usir dari negara Gracetian sebagai keluarga pemberontak, dan semua asset yang kalian miliki akan aku ubah menjadi milik negara, sehingga mereka juga akan menjadi gelandangan di luar sana." Kata ancaman dari Alvero cukup membuat Avitus menelan air ludahnya dengan begitu susah payah.


Sejak Avitus mengabdikan dirinya kepada Vincent, dan Alvero masih menjadi putra mahkota, Avitus tahu dengan jelas bagaimana seorang Alvero akan selalu menepati apa yang diucapkannya, termasuk ancaman yang dia keluarkan dari bibirnya kepada orang lain.


"Terimakasih untuk kemurahan hati Yang Mulia." Avitus buru-buru mengucapkan terimakasih, berharap raja muda itu tidak menarik kembali perkataannya untuk memberinya kesempatan membayar apa yang sudah dilakukannya, ditukar dengan keselamatan anak dan istrinya.


"Sekarang katakan padaku! Apa maksud dari perkataanmu bahwa selama ini kami sudah salah berpikir tentang bunker Tavisha yang dibicarakan oleh saksi yang terbunuh itu." Alvero berkata sambil mengambil posisi duduk kembali di kursi yang ada di di hadapan Avitus.

__ADS_1


"Benar Yang Mulia. Bunker yang dimaksud oleh saksi itu adalah bunker yang letaknya ada di hutan Tavisha, bukan bunker yang saat ini masih aktif dan dirawat dengan baik. Puluhan tahun lalu pernah diadakan program percobaan pembuatan bunker bawah tanah. Tapi bunker tersebut dinyatakan gagal pada saat uji coba. Saat itu terbukti bahwa bunker itu masih kurang mampu menahan getaran ataupun ledakan maupun radiasi dari bom nuklir. Akhirnya bunker itu dibiarkan begitu saja di sana sampai tempat itu menjadi sebuah hutan yang dipergunakan sebagai cagar alam." Avitus menghentikan bicaranya sambil mengatur nafasnya kembali.


(Cagar alam adalah suatu kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami).


"Tapi seperti Yang Mulia tahu, lebih dari 10 tahun yang lalu, tiba-tiba saja cagar alam kota Tavisha dipindahkan ke tempat lain, sehingga hutan itu menjadi liar, tempat yang tidak terjamah oleh manusia lagi. Ibu suri Eliana sengaja memindahkan cagar alam itu dengan alasan ingin memperluas area cagar alam. Padahal sebenarnya dia sedang mengincar bekas bunker Tavisha yang gagal itu untuk melakukan pelatihan rahasia anggota kelompok pemberontak. Ibu suri sengaja memperbaiki bunker bawah tanah itu secara diam-diam." Penjelasan Avitus cukup untuk membuat Alvero mengernyitkan dahinya, tidak menyangka bahwa sejak awal Eliana memang sudah berniat menggulingkan pemerintahan Gracetian yang sah, yang telah bertahan selama berabad-abad secara turun temurun diberikan kepada pangeran Adalvino tertua di keluarga raja sebelumnya.


"Jika saja saat itu Yang Mulia tidak ditahbiskan menjadi raja, kelompok pemberontak itu hanyalah pemain cadangan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Justru ibu suri bisa mendapatkan banyak simpati rakyat jika perebutan kekuasaan dilakukan dengan cara yang tidak melibatkan pemberontakan. Saat itu ibu suri masih berharap tahta jatuh ke pangeran Dion karena sampai mendekati usia 27 tahun Yang Mulia belum terlihat tanda-tanda akan menikah. Akan tetapi, karena ibu suri melihat kenyataan bahwa pangeran Dion semakin sulit untuk menjadi raja, setelah peristiwa pentahbisan itu, ibu suri segera menggenjot pelatihan para anggota kelompok pemberontak, bersiap untuk melakukan pemberontakan." Avitus kembali memberikan penjelasan yang cukup membuat Alvero maupun Erich dan Ernest menarik nafas panjang.


"Selama bertahun-tahun, ibu suri menyembunyikan keberadaan pasukan yang disiapkan untuk memberontak itu di bunker Tavisha yang ada di tengah hutan. Di sana orang dilatih untuk dapat bertarung dengan baik, juga ditanamkan doktrin-doktrin dan dicuci otak, tentang bagaimana pemerintahan yang sekarang memang harus digulingkan. Setiap kali ada masalah atau ibu suri ingin melenyapkan seseorang, orang-orang dari kelompok yang biasa berlatih di bunker Tavisha itu yang akan menjadi perpanjangan tangan dari ibu suri. Mereka adalah orang yang sudah profesional dalam pekerjaan menghabisi nyawa seseorang dan menghilangkan jejak, juga...."

__ADS_1


(Doktrin adalah sebuah ajaran pada suatu aliran politik dan keagamaan serta pendirian segolongan ahli ilmu pengetahuan, keagamaan, ketatanegaraan secara bersistem, khususnya dalam penyusunan kebijakan negara. Secara singkat, doktrin ialah ajaran yang bersifat mendorong sesuatu seperti memobilisasinya.


Sedangkan cuci otak, dalam ilmu psikologi, cuci otak atau thought reform, termasuk dalam bagian psikologi pengaruh sosial atau social influence. Pengaruh sosial adalah cara bagaimana seseorang bisa mengubah sikap, kepercayaan, dan kebiasaan dari orang lainnya. Cuci otak adalah bentuk dari pengaruh sosial untuk menyebabkan perubahan pada jalan pikiran seseorang, tanpa persetujuan orang tersebut. Karena cuci otak adalah suatu cara mempengaruhi yang sangat invasif, hal tersebut membutuhkan suatu kondisi yang di mana subjek diisolasi secara ketat dan dibuat sangat bergantung pada agen cuci otak.


Agen cuci otak juga harus memiliki kontrol penuh atas target. Hal-hal seperti pola tidur, makan, penggunaan toilet, dan kebutuhan dasar manusia lain dari si subjek cuci otak dibuat sangat tergantung pada agen cuci otak. Dalam prosesnya, agen cuci otak secara sistematis menghancurkan identitas subjek hingga pada titik identitas itu hilang. Agen kemudian menggantikannya dengan identitas baru yang memiliki sikap, tingkah lalu, kepercayaan yang sesuai dengan lingkungan yang si subjek cuci otak miliki).


"Tunggu dulu! Kalau begitu apakah yang peristiwa rencana pembunuhan kepada yang mulia Vincent waktu itu juga menggunakan salah satu anggota dari kelompok itu?" Mendengar pertanyaan dari Ernest, Avitus langsung menganggukkan kepalanya.


"Tapi, kenapa waktu itu ada seorang wanita yang mendatangi Goldie Tavisha dan meminta bantuan seorang pembunuh juga?" Avitus tersenyum dengan wajah terlihat miris mendengar pertanyaan berikutnya dari Ernest.

__ADS_1


"Saat itu ibu suri Eliana ingin melakukan identifikasi terhadap para penduduk Goldie Tavisha. Beliau ingin memastikan bahwa Goldie Tavisha benar merupakan pendukung keluarga Adalvino atau bukan. Ibu suri sengaja melakukannya, berpura-pura meminta bantuan dari Goldie Tavisha untuk mengecek kebenaran itu." Avitus berkata sambil menarik nafas dalam-dalam, dengan tatapan mata kosong, penuh dengan rasa penyesalan.


Dan sayangnya, Avitus tahu betul bahwa penyesalannya kali ini sungguh sudah terlalu terlambat baginya.


__ADS_2