BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
RENCANA DI KOTA RENHILL


__ADS_3

Deanda melepaskan kembali jas Alvero dari tubuhnya dan membantu Alvero mengenakannya kembali sebelum akhirnya Deanda melangkah bersama Melva memasuki ruang utama tempat pesta ulang tahun Enzo diadakan. Mata Alvero fokus menatap ke arah sosok Deanda sampai hilang dari pandangan matanya.


"Earl Robin, setelah acara pesta ulang tahun pangeran Enzo, pangeran Enzo dan aku akan berangkat ke Renhill. Namun, kali ini aku membutuhkan bantuan earl Robin. Bisakah kedatanganku kali ini tidak diketahui oleh masyarakat kota Renhill. Pada hari itu, semuanya akan ada di sana termasuk duke Evan. Karena itu aku tidak ingin ada orang-orang dari kelompok tertentu melakukan spekulasi tentang kehadiran kami bertiga di kota Renhill." Setelah sosok istrinya menghilang dari pandangan matanya, Alvero berkata sambil menatap dalam-dalam ke arah Earl Robin yang sedikit menahan nafasnya.


"Saya mengerti Yang Mulia. Beberapa hari ini ada beberapa pendatang tanpa identitas jelas yang mencoba masuk ke dalam kota Renhill, dengan alasan untuk berdagang atau mengunjungi saudara. Kehadiran yang mulai Vincent di kota Renhill sepertinya cukup mengundang perhatian dari beberapa orang yang memiliki kepentingan yang berbeda-beda." Alvero mengangukkan kepalanya mendengar perkataan earl Robin yang terlihat jelas mendukung sepenuhnya rencananya untuk datang ke Renhill dengan diam-diam.


Alvero tahu, kehadirannya di kota Renhill untuk mengunjungi Vincent tidak akan menarik perhatian banyak orang. Namun jika di kota yang sama juga ada pangeran Enzo, duke Evan, tiga pria yang memiliki kekuasaan tertinggi di Gracetian, pasti akan membuat kelompok Eliana melakukan segala usaha untuk mengetahui apa yang sedang direncanakan oleh ketiga orang penting itu di kota Renhill.


Saat ini Alvero justru ingin membuat kesan kepada Eliana bahwa seolah-olah dia tidak melakukan apa-apa untuk mencari bukti-bukti kejahatannya. Alvero hanya berharap Eliana hanya melihat sisi arogannya agar membuat kemarahan Eliana memuncak dan membuatnya melakukan banyak hal dengan terburu-buru karena emosinya, yang pasti akan menguntungkan pihak Alvero.


"Saya sudah melaporkan setiap orang yang mencurigakan di kota Renhill, termasuk kegiatan kelompok-kelompok yang mungkin bisa mengancam keamanan kerajaan kepada duke Evan. Duke Evan benar-benar bergerak dengan cepat dan langsung menangani masalah itu dengan baik. Untuk sementara saya sudah mengeluarkan untuk sementara waktu kota Renhill tidak menerima kedatangan pengunjung dari luar yang berencana pindah dan menetap di kota Renhill." Earl Robin melanjutkan bicaranya.

__ADS_1


"Aku senang mendengar itu Earl Robin. Anda tahu bahwa selama ini kota Renhill merupakan salah satu kota paling bersih dari kelompok-kelompok ekstrim yang pernah terlibat kasus rencana pemberontakan terhadap kerajaan Gracetian sejak jaman raja-raja pendahuluku. Dan aku harap Earl Robin bisa mempertahankan itu dengan baik." Alvero berkata sambil ujung matanya sedikit melirik ke arah Enzo yang malam ini terlihat lebih banyak diam.


Dan Alvero tahu pasti alasan kenapa Enzo mendadak menjadi sosok yang begitu pendiam. Selain karena pembicaraan serius mereka, kehadiran Melva dan pembicaraan mereka sebelum Deanda mengajak Melva makan malam bersama pasti sudah membuat konsentrasi Enzo terpecah. Melihat bagaimana pendiamnya Enzo malam ini sebenarnya membuat Alvero ingin tertawa geli, karena bagaimanapun sosok Enzo yang dikenalnya selama ini selalu banyak bicara dan jarang sekali terlihat serius, tapi sosok Melva sudah membuat laki-laki seperti Enzo bahkan berubah dalam hitungan detik.


"Jangan khawatir Yang Mulia, keluarga kami sudah sejak turun temurun sudah bersumpah untuk selalu setia kepada keluarga Adalvino. Kami akan melakukan apapun yang terbaik untuk mendukung Yang Mulia." Dengan nada berapi-api, earl Robin mengucapkan kata-katanya, membuat Alvero merasa puas sekaligus lebih tenang.


Alangkah baiknya jika Enzo bisa menikah dengan countess Melva. Pernikahan mereka akan membuat keluarga earl Robin mau tidak mau terikat dengan keluarga Adalvino. Dan itu akan membuat posisi keluarga Adalvino semakin kuat, karena sekarang ini, keberadaan earl Robin sebagai pemimpin kota Renhill cukup mebuat banyak orang kagum dan hormat kepadanya. Earl Robin merupakan sekutu yang tangguh dan akan banyak membantu kerajaan.


"Ehem... Earl Robin, di luar masalah kerajaan, dari kata-kata Eral Robin tentang kekasih countess Melva... Apakah Earl Robin memang tidak menyukai kekasih countess Melva atau itu tadi hanya sekedar pemikiranku saja?" Mendengar perkataan Alvero, Enzo yang awalnya diam langsung menoleh kembali ke arah Alvero dengan wajah kaget, sedang Earl Robin terlihat menyungingkan senyum kecut di wajahnya mendengar Alvero mengingatkannya kembali tentang kekasih anaknya, yang baginya lebih mirip seorang preman daripada seorang pria baik-baik yang sepadan dengan anak gadisnya yang dikenal sebagai gadis tercantik di kota Renhill.


Alvero.... apa lagi yang akan kamu lakukan? Kali ini rencana apa yang sedang memenuhi otakmu itu! Sial! Seharusnya aku tidak membiarkan Alvero bertemu dengan earl Robin dan Melva hari ini.

__ADS_1


Enzo berkata dalam hati dengan matanya menatap tajam ke arah Alvero, berharap Alvero menoleh ke arahnya dan Alvero menyadari bagaimana tatapan mata Enzo saat ini sedang menyatakan protes berat terhadapnya. Tapi, sayangnya, Alvero justru serius memandang ke arah earl Robin, seolah-olah menganggap tidak ada Enzo di dekatnya saat ini. Dan Enzo tidak dapat berbuat apa-apa tentang hal itu, hanya bisa pasrah.


Lagi-lagi! Kamu selalu begitu! Tidak berani menunjukkan keinginanmu! Bahkan kemarahan, kebahagiaan, kekecewaan semua selalu kamu pendam dan berakhir dengan menyakiti dirimu sendiri! Tidak ada salahnya sekali-sekali kamu bersikap egois jika itu menyangkut tentang seseorang yang kamu cintai. Berusahalah untuk mendapatkan hati gadis yang kamu sukai. Jangan hanya bersembunyi dengan topeng wajah tersenyummu saat kamu disakiti! Kalau kamu tidak bisa bertanya, aku yang akan bertanya. Kalau kamu tidak berani memintanya, aku yang akan memintanya untukmu!


Alvero yang sebenarnya mengamati apa yang dilakukan Enzo dari sudut matanya tanpa diketahui oleh Enzo, berkata dalam hati, bersiap membuat earl Robin mengerti tentang Enzo yang sebenarnya begitu mencintai anak gadisnya.


"Ah, sebenarnya seperti yang saya katakan sebelumnya Yang Mulia. Saya mengharapkan Melva mendapatkan pria baik-baik yang mencintainya dengan tulus dan sepenuh hatinya. Kekasih Melva, dengan alasan sebagai seseorang yang menyukai seni, selalu tampil dengan sosok yang terlihat berantakan. Beberapa kali saya mendapatkan laporan tentang bagaimana pemuda itu diketemukan mabuk di tempat umum. Tapi selalu saja alasan bahwa dia orang yang menyukai seni, hidup bebas untuk mendapatkan inspirasi untuk mengisi jiwa seninya menjadi alasan untuk membela diri. Saya sudah menjelaskan kepada Melva tentang bagaimana bobroknya tingkah laku laki-laki yang saya tahu hanya ingin menikahi Melva untuk mengambil status sosial Melva. Namun, Melva selalu bersikeras dan membela laki-laki itu. Saat ini saya benar-benar pusing karena laki-laki itu berencana melamar Melva, sedangkan saya tidak menyukai laki-laki itu karena sifat liarnya. Ah, maaf Yang Mulia... saya jadi berkeluh kesah kepada Yang Mulia." Earl Robin mengakhiri kata-katanya sambil memegang tengkuknya dengan wajah terlihat susah, karena sebagai ayah dia tentu saja tidak ingin anak gadis satu-satunya itu mendapat pria yang urakan dan tidak jelas masa depannya seperti itu.


"Ah, ya.... Semoga countess Melva bisa mengerti isi hati dan niat baik Earl Robin sebagai seorang ayah. Aku sering mendengar tentang countess Melva dari pangeran Enzo, semoga pangeran Enzo bisa membantu meyakinkan countess Melva untuk berpikir panjang sebelum menetapkan untuk menjalin hubungan lebih serius dengan kekasihnya yang sekarang." Enzo hanya bisa menahan dirinya untuk tidak menelan ludahnya mendengar perkataan Alvero yang langsung membuat earl Robin menoleh ke arah Enzo.


 

__ADS_1


 


__ADS_2