BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
PERJALANAN KE RENHILL


__ADS_3

Begitu sampai di dekat jendela, Alvero membuka tirai jendela sedikit, dengan matanya sibuk mengamati daerah sekitar kamarnya. Memastikan tidak ada orang yang berada di sekitar tempat itu, lalu membuka jendela itu dengan hati-hati dan pelan-pelan, agar tidak menimbulkan suara.


Sebelum Alvero melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Deanda, di tepuk-tepuknya lembut tangan punggung tangan Deanda dengan tangannya yang lain sambil tersenyum untuk memberikan semangat kepada Deanda.


"Hati-hati sweety." Alvero berkata sambil mengenakan masker di wajahnya dan melepaskan tangannya, setelah itu dengan gerakan lincah dan sigap, namun juga dilakukannya dengan hati-hati, Alvero melompat keluar dari jendela kamarnya, bergelantungan sebentar, sebelum akhirnya mencari pijakan dan melompat turun ke tanah.


Dengan gerakan tidak kalah gesit dan lincahnya, Deanda yang juga mengenakan masker di wajahnya, langsung menyusul Alvero. Begitu melompat dan mendarat dengan sukses di tanah, Alvero langsung menoleh, dan berdiri, bermaksud melihat apakah Deanda memerlukan bantuannnya. Namun baru saja Alvero menoleh sedikit, tubuh Deanda sudah mendarat dengan sempurna di samping tubuhnya. Membuat Alvero langsung tersenyum lega dan langsung memberikan tanda melalui gerakan tangannya agar Deanda mengikuti gerakannya berjalan sambil mengendap-endap, mulai menjauh dari posisi mereka ada sekarang.


Tanpa menunggu lama, Alvero dan Deanda mengendap-endap ke arah mobil milik Ernest. Begitu mereka berada di dalam mobil, sekilas Alvero menarik nafas dalam-dalam, kemudian dengan sikap tenang, Alvero menginjak gas, untuk mulai mengendarai mobil Ernest, membawanya keluar dari istana.


Tidak berapa lama setelah Deanda dan Alvero meninggalkan istana dengan mobil milik Ernest, pengawal setia Alvero itu segera masuk ke kamar Alvero, berjalan ke arah jendela, menutupnya dengan rapat dan menguncinya dari dalam. Termasuk tirai jendela, Ernest kembali menutupnya dengan rapat dan merapikannya. Sebelumnya, Ernert menyalakan kembali lampu yang berada di bagian luar jendela kamar Alvero setelah yakin mobil miliknya sudah tidak lagi ada di tempatnya, yang artinya Alvero dan Deanda sudah berhasil membawa mobil itu pergi.

__ADS_1


Setelah itu, dengan langkah perlahan, Ernest keluar dari kamar Alvero, menutup dan menguncinya kembali dengan sidik jarinya. Hanya 3 orang selain Alvero dan Deanda yang memiliki akses sidik jari untuk membuka pintu kamar Alvero. Mereka adalah nyonya Rose, Erich dan Ernest.


"Kalian berdua, yang mulia Alvero dan permaisuri Deanda berpesan agar untuk sarapan beliau berdua pagi ini, nyonya Rose sendiri yang akan menyediakannya. Yang mulia tidak ingin siapapun mengganggu istirahat yang mulia dan permaisuri yang sedang sakit. Jangan biarkan siapapun menemui dan mengganggu istirahat yang mulia Alvero dan permaisuri. Bahkan jangan mengetuk pintu kamar yang mulia atau kalian akan mendapatkan hukuman karena sudah berani mengganggu istirahat pemaisuri yang sedang sakit." Ernest segera memberikan perintah tegas kepada kedua pengawal yang bertugas untuk menjaga pintu kamar Alvero.


"Baik Tuan Ernest. Akan kami kerjakan seperti perintah Tuan Ernest." Salah satu pengawal yang menjadi kepala shift pagi itu, segera menjawab perintah Ernest.


"Jangan lupa. Sampaikan juga perintahku ini kepada tim pengawal yang bertugas menjaga pintu kamar yang mulia pada shift selanjutnya." Ernest memberikan tambahan perintah sebelum berjalan menjauh dari pintu kamar Alvero, ke arah salah satu ruangan yang diberikan Alvero untuk tempatnya beristirahat saat dia ataupun Erich sedang bertugas menjaga Alvero di istana.


Selama tiga empat hari ini, sepertinya aku masih tidak bisa pulang ke rumah sama sekali. Lebih baik aku menghubungi auntie agar tetap memberi makan burung beo kesayanganku untuk sementara waktu. Aku terpaksa membuat auntie repot sejak beberapa hari lalu karena kondisi yang mulia Alvero sedang sibuk tidak memungkinkan untuk aku dan Erich untuk pulang ke rumah.


Salah satu hal yang merupakan hiburan bagi Ernest saat pulang ke rumah yang hanya ditinggalinya dengan Erich. Itupun jarang mereka tempati bedua, karena jika bukan dia, pasti Erich yang akan mengawal Alvero. Belum lagi sejak Vincent sakit, mereka berdua selalu mendapat tugas secara bergantian, salah satu ke Renhill dan yang satunya akan mengawal Alvero.

__ADS_1


Begitu masuk ke dalam mobil milik Ernest, Deanda sesekali melirik ke bagian interior mobil yang terlihat mewah. Walaupun mobil milik Ernest tidak semewah jajaran mobil sport milik Alvero, tapi mobil land rover range rover merupakan salah satu jenis mobil off road yang sangat disukai oleh Deanda, dan sebenarnya juga bukan mobil yang masuk dalam kategori mobil biasa apalagi sederhana.


Di masa lalu mobil jenis off road (walaupun tidak semewah milik Ernest), merupakan mobil yang biasa dikendarai oleh Alexis, yang seringkali membawa Deanda bersamanya mengendarai mobil itu di saat-saat luangnya. Tidak heran jika mengendarai mobil jenis off road seperti milik Ernest, langsung mengingatkan Deanda akan kenangan masa lalunya bersama Alexis, yang begitu menyayanginya.


(Jenis mobil off road merupakan jenis mobil yang memiliki penggerak 4 roda. Umumnya desain mobil tersebut memiliki jarak dari tanah yang tinggi. Hanya ada beberapa brand mobil Eropa terbaik yang punya tingkat familiaritas layaknya Land Rover. Dari kompetisi klasiknya dengan Taft dan Feroza di era 80-an dan 90-an, Land Rover telah punya nama dan histori yang cukup lama di Indonesia. Desain yang diterapkan pada mobil ini memang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin melintasi daerah dengan kondisi jalan yang tidak rata. Di kawasan tersebut, tentu saja saat dikendarai mobil jenis ini akan memberikan kenyamanan tersendiri dibandingkan dengan mobil biasa.


Kini, Land Rover duduk dalam segmentasi premium di kelas SUV. Bagaimana tidak, mobil sekelas Land Rover Range Rover baru, dijual mulai dari harga 2 milyar. Bukannya tanpa alasan, mobil ini punya lembar spefikasi yang solid dengan sederet fitur kelas atas di dalamnya. Bersaing erat dengan BMW X6 dan X, generasi keempat dari Range Rover Series ini tersedia dalam dua varian yang sama hebatnya. Dibalik kapnya, mobil ini juga ditunjang dengan mesin yang brutal untuk menyeimbangkan kesan agresif dari tampilan eksteriornya. Tidak berhenti disitu, mobil dengan kapasitas tangki sebesar 63 liter ini juga telah mengadopsi teknologi ABS, AEB dan EBD untuk memastikan kenyamanan berkendara).


Alvero bukannya tidak menyadari bagaimana Deanda menatap dengan tatapan terpesona mobil milik Ernest yang sedang mereka tumpangi, membuat Alvero sedikit berdehem untuk mengalihkan tatapan mata Deanda yang sibuk mengamati interior dari mobil itu.


"Apa kamu begitu menyukai mobil yang seperti ini? Bukannya lebih nyaman mengendarai mobil sport milik kita?" Alvero langsung bertanya sambil menatap lurus ke depan, rasanya hatinya tidak terima melihat bagaimana tatapan mata berbinar dari Deanda saat mengamati mobil milik Ernest yang menunjukkan bahwa Deanda terlihat menyukai mobil yang sedang mereka kendarai saat ini.

__ADS_1


 


 


__ADS_2