
Sedang Alaya sendiri langsung tersenyum dengan wajah puas melihat Eliana yang langsung terlihat lega begitu melihat surat-surat yang ditunjukkannya kepada Eliana.
Alaya sendiri ketika dilahirkan sengaja diberikan nama Darice di belakangnya. Nama keluarga dari sepupu Larena, agar ke depannya kehidupan Alaya lebih mudah di negara itu. Sepupu Larena sengaja mengakui Alaya sebagai anaknya, sehingga kewarganegaraan Alaya bukanlah negara Gracetian.
Gadis ini ternyata memang bukan berasal dari Gracetian, sesuai dengan info yang aku dapat. Dan itu akan menguntungkanku, karena gadis ini pasti tidak terlalu mengenal banyak tentang keluarga kerajaan. Hal itu akan mempermudah aku menjalankan rencanaku terhadap Alvero.
Eliana berkata dalam hati dengan perasaan puas.
"Ah, ternyata memang benar kamu tidak berasal dari Gracetian. Kalau begitu, selamat datang di Gracetian Nona Alaya. Semoga Nona menyukai negara ini." Alaya langsung mengangguk-anggukkan kepanya begitu mendengar perkataan Eliana barusan.
"Saya benar-benar menyukai Gracetian ibu suri. Negara yang cukup tenang dengna pemandangan alamnya yang indah, ditambah laki para pria di sini terlihat tampan dan menawan." Alaya berkata sambil sedikit menunjukkan senyum malu-malu saat mengatakan tentang para pria di Gracetian.
"Ha ha ha... Aku suka gayamu Nona. Nona Alaya sepertinya orang yang cukup terbuka, membuatku tidak perlu merasa sungkan. Benarkan begitu Nona?"
"Tentu saja Yang Mulia. Kenapa harus merasa sungkan dengan saya?" Alaya berkata dengan senyumnya yang semakin lebar, walaupun dalam hati rasanya ingin sekali dia menghajar wanita di depannya mengingat apa yang sudah dilakukan wanita itu kepada ayah, ibu dan juga kakaknya Alvero, termasuk kepada dirinya sendiri yang waktu itu masih berada dalam kandungan.
"Nona Alaya... apakah Ernest adalah kekasih Nona Alaya?" Alaya hampir saja tersedak oleh air liurnya sendiri begitu mendengar pertanyaan dari Eliana tentang hubungannya dengan Ernest.
__ADS_1
Aneh! Kenapa wanita ini berpikir bahwa aku adalah kekasih Ernest?
Alaya bertanya-tanya dalam hati dengan wajah terlihat sedikit canggung, membuat Eliana langsung tersenyum.
Bagus, kalaupun gadis ini adalah kekasih Ernest, itu akan jauh lebih baik. Karena sekali tepuk dua lalat mati.
Eliana berkata dalam hati sambil kembali menatap ke arah Alaya.
"Tenang saja Nona. Kalaupun Ernest sudah menjadi kekasih Nona, jika Nona tetap mau menerima penawaranku, Nona akan untung besar. Apalagi aku lihat belum ada 6 bulan Nona berada di Gracetian, mestine hubungan Nona dengan Ernest belum terlalu dekat." Eliana berkata sambil meraih cangkir tehnya dan sedikit menyeruputnya, sebelum akhirnya diletakkannya kembali cangkir itu dengan gerakan anggun di atas meja.
Haist... kenapa wanita itu bisa berpikir seenaknya seperti itu. Apa mungkin karena aku pernah sekali diantar oleh Ernest menggunakan mobilnya setelah kembali dari Renhill ya? Ahhhh... pasti karena itu. Ok, aku akan ikuti permainanmu nyonya.
"Maaf Yang Mulia Ibu Suri, tapi saya tidak memiliki hubungan apapun dengan Ernest." Alaya menanggapi perkataan Eliana dengan cepat.
"Oooo, benarkah? Kalau begitu itu justru akan sangat baik. Kamu bisa bekerjasama denganku tanpa beban." Eliana berkata dengan senyum licik tersungging di bibirnya.
"Sebenarnya apa yang diinginkan Ibu Suri dari saya?" Tanpa mau memperpanjang basa-basi, Alaya langsung menanyakan niat dari Eliana.
__ADS_1
"Aku akan membayarmu sangatttt... mahal jika kamu bersedia melakukannya. Apartemen mewah, uang banyak, koneksi, dan juga kekebalan dari hukum, akan aku berikan padamu." Rasanya ingin sekali Alaya bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja meninggalkan Eliana melihat bagaimana dengan mudahnya dia menawarkan semua yang barusan dia sebutkan tadi.
Tapi Alaya berusaha bertahan di tempatnya tanpa menunjukkan bagaimana dia begitu tidak menyukai sosok wanita yang ada di depannya sekarang.
"Apakah tugas yang akan diberikan oleh Ibu Suri sangat berat sehingga saya pantas mendapatkan bayaran setinggi itu?" Alaya langsung bertanya tentang tugas yang akan diberikan oleh Eliana kepadanya.
"Antara mudah dan tidak, karena orang yang akan kamu hadapi juga bukan orang yang mudah. Tapi paling tidak, kamu memiliki hubungan yang sepertinya cukup dekat dengan Ernest, sehingga dia bisa menjadi jalan bagimu melakukan ini. Aku hanya minta satu hal padamu. Jadilah wanita simpanan raja Alvero, rebut cintanya dari permaisuri Deanda dengan berbagai cara." Mata Alaya membulat sempurna mendengar perkataan dari Eliana.
Beberapa detik kemudian, Alaya kembali tersadar dari lamunannya tentang ingatan bagaimana awalnya dia bisa berakhir di sini. Duduk bersama Eliana dengan tugas aneh menggelikan yang diberikan oleh Eliana kepadanya barusan.
Ha ha ha ha, aku benar-benar kesulitan untuk menahan diriku untuk tidak menertawakan wanita bodoh di depanku ini. Andai saja kak Alvero dan kak Deanda ada di sini, mereka berdua pasti akan tertawa puas melihat kebodohan sekaligus kekonyolan wanita kejam itu.
Alaya berkata sambil tertawa dalam hati mendengar perkataan Eliana padanya.
"Tapi Ibu Suri... bagaimana bisa saya menarik perhatian yang mulia Alvero? Yah... jika boleh jujur, yang mulia Alvero memang laki-laki tampan idaman para wanita, tapi...." Pada akhirnya Alaya berusaha melanjutkan pembicaraan itu, ingin tahu sampai dimana rencana Eliana terhadap Alvero.
"Ah, sudahlah, jangan khawatir. Apa kamu tidak tahu kalau Ernest itu seperti anjing penjaga yang setia terhadap Alvero. Eh, maksudku raja Alvero. Di jam kerjanya Ernest berani meminta ijin kepada raja Alvero untuk mengantarmu, berarti Ernest menganggap kamu orang yang istimewa. Selama ini, belum pernah aku dengar Ernest mengantar seorang gadis, baik dengan mobil pribadinya, atau mobil milik raja Alvero, selain gadis dari keluarga kerajaan Gracetian." Eliana menghentikan bicaranya sebentar.
__ADS_1