BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
JUMPA PERS (2)


__ADS_3

Hari ini, Eliana sengaja mengenakan pakaian berwarna gelap, dengan raut wajah terlihat susah dan sedih, agar orang benar-benar berpikir dia sudah berusaha menjadi seoang ibu suri yang terbaik bagi Gracetian. Membuatnya seperti seorang wanita yang sedang menghadiri acara berkabung.


"Kesempatan selanjutnya akan kami berikan kepada Yang Mulia Ibu Suri Eliana." Juru bicara yang mewakili Eliana segera menyerahkan waktu selanjutnya kepada Eliana yang terlihat langsung menarik nafas panjang, untuk menarik perharian bahwa apa yang akan dikatakannya adalah sesuatu yang sangat berat baginya.


“Terimakasih untuk kedatangan semuanya yang ada di sini. Maaf jika aku harus memindahkan tempat konferensi pers karena ada satu hal yang terjadi. Tapi tidak masalah, karena pada akhirnya kita tetap bisa melaksanakan konferensi pers hari ini.” Eliana berkata sambil melirik ke arah salah satu anak buahnya yang langsung mengangukkan kepalanya, dan memberi tanda kepada seseorang yang bertugas untuk menampilkan gambar di layar besar yang ada di samping tempat Eliana duduk.


Petugas itu langsung menganggukkan kepalanya dan bersiap menunggu tanda dari Eliana untuk menayangkan foto-foto dan video yang akan dipertontonkan kepada awak media siang itu.


“Secara pribadi, mewakili kelaurga kerajaan, aku meminta maaf atas apa yang terjadi selama ini di kalangan istana. Aku sadar sepenuhnya, apa yang akan aku sampaikan hari ini bukan sesuatu yang menyenangkan. Tapi kita semua harus bertanggung jawab penuh atas apa yang sudah berani kita lakukan.” Eliana berkata dengan wajah yang terlihat sedih.


“Aku tahu beberapa orang mungkin akan menilai apa yang akan aku katakana ini sebuah perbuatan yang munafik. Aku sadar, di masa lalu, aku pernah melakukan kesalahan sehingga sepat dicap sebagai wanita perebut suami orang. Aku sudah banyak belajar dari kesalahan yang aku lakukan di masa lalu, sehingga sejak anak-anakku masih muda, termasuk yang mulia Alvero, aku selalu mendidik dengan baik dan mengajarkan banyak hal agar mereka selalu menjaga moral mereka sebagai keluarga kerajaan yang menjadi panutan banyak orang….” Eliana menghentikan bicaranya sambil menghela nafas panjang.


“Tapi sepertinya kerja kerasku selama ini tidak membuahkan hasil yang baik. Segala yang sudah aku lakukan tidak membawa hasil yang seperti diinginkan. Aku sudah gagal mendidik salah satu anakku dengan baik. Dan itu sungguh membuatku menjadi seorang ibu yang gagal. Untuk itu aku akan meminta maaf kepada rakyat. Dan untuk selanjutnya, biar rakyat yang memutuskan, apakah seseorang dengan moral yang dipertanyakan layak untuk memimpin kerajaan Gracetian ini.” Eliana menghentikan kata-katanya sambil meraih selembar tissue dan mengusap airmata yang mulia menggenang di ujung-ujung matanya.


“Apa maksudnya?”


“Apa yang sedang dikatakan oleh ibu suri?”


“Siapa yang dimaksudkan oleh ibu suri?”


“Apa ini tentang alasan kenapa putri Desya diusir dari istana?”


“Apa pangeran Dion melakukan kesalahan?”


“Sebenarnya ada apa ini?”


Semua yang ada di ruangan itu tampak langsung rebut begitu mendengar perkataan Eliana barusan. Suara bisisk-bisik dan saling menebak langsung terdengar, menyebabkan suasana menjadi sedikit rebut.

__ADS_1


“Tenang, harap tenang semuanya. Jangan membuat keributan. Jika ada pertanyaan silahkan bertanya kepada ibu suri sebagai nara sumber.”


(Narasumber adalah istilah umum yang merujuk kepada seseorang, baik mewakili pribadi maupun suatu lembaga, yang memberikan atau mengetahui secara jelas tentang suatu informasi, atau menjadi sumber informasi untuk kepentingan pemberitaan di media massa).


“Ibu Suri, apa yang sedang Ibu Suri bicarakan sebelumnya?”


“Ibu Suri, apakah yang Ibu Suri maksudkan pangeran Dion atau putri Desya?”


“Apa yang terjadi pada pangeran Dion dan putri Desya?”


“Apa putri Desya atau pangeran Dion sudah berbuat sesuatu yang mencoreng nama baik keluarga kerajaan?”


Berbagai pertanyaan langsung disuarakan oleh awak media kepada Eliana.


Eliana yang tadinya sempat merasa senang begitu terdengar keributan karena bisik-bisik dari beberapa awak media, tanpa sadar mengepalkan tangannya karena pada akhirnya justru mereka mempertanyakan apakan yang dimaksudkan Eliana adalah Dion atau Desya.


Suatu hal yang tidak pernah disangka oleh Eliana, bahkan tidak seorangpun mempertanyakan tentang Alvero sedikitpun. Mereka justru sibuk meneba-nebak antara Dion dan Desya yang sudah melakukan hal buruk.


Eliana berkata dalam hati sambil meraih mikrofon di depannya dan menariknya agar mendekat ke arah bibirnya.


“Semuanya harap tenang. Aku akan menunjukkan sesuatu kepada kalian. Sebuah rekaman yang dikirmkan tanpa nama kepadaku. Dari rekaman itu, kalian semua yang ada di sini bisa menilai sendiri seperti apa perilaku tidak hormat dari seorang pemimpin Gracetian yang tidak pantas untuk diikuti.” Setelah menyelesaikan kata-katanya Eliana Eliana memberikan tanda melalui jentikan jarinya agar petugas menanyangkan foto-foto dan video di layar besar yang sudah disiapkan.


“Wah….”


“Apa maksudnya semua ini?”


“Siapa wanita yang bersama yang mulia Alvero itu?”

__ADS_1


“Apa yang mulia Alvero sudah berselingkuh?”


“Yang mulia baru saja menikah dengan permaisuri, bisa-bisanya….”


“Padahal selama ini hubungan mereka berdua sepertinya baik-baik saja.”


“Bagaimana bisa? Bahkan permaisuri Deanda adalah wantia yang terlihat sempurna, apalagi yang dicari oleh yang mulia Alvero dari wanita lain?”


“Kasihan sekali permaisuri Deanda.”


“Yang mulia Alvero benar-benar tidak berperasaan.”


“Bahkan pernikahan yang mulia dan permaisuri masih dalam masa bulan madu.”


“Tega-teganya yang mulia melakukan itu kepada permaisuri Deanda.”


“Padahal hukum di Gracetian hanya mengakui pernikahan monogami.”


(Monogami (Yunani: monos yang berarti satu atau sendiri, dan gamos yang berarti pernikahan) adalah kondisi hanya memiliki satu pasangan pada pernikahan. Salah satu asas dari perkawinan adalah asas monogami, bentuk perkawinan menurut jumlah istri/suami. Dimana seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri begitupun sebaliknya. Monogami adalah suatu bentuk perkawinan / pernikahan di mana si suami tidak menikah dengan perempuan lain dan si isteri tidak menikah dengan lelaki lain).


Keadaan di ruangan itu terlihat sedikit ricuh setelah mereka melihat apa yang sudah ditayangkan di layar.


Berbagai ungakapan yang menunjukkan rasa kaget maupun kecewa mulai terdengar di sana sini tentang sosok Alvero sebagai raja, sejak foto-foto dan video kebersamaan Alvero Alaya dipertontonkan.


Sebuah senyum lega sekaligus senang berusaha disembunyikan oleh Eliana yang merasa puas melihat reaksi dari orang-orang yang berkumpul di sana. Sebuah reaksi yang menunjukkan bahwa mereka menentang keras tindakan dari Alvero.


Sikap semua yang hadir di tempat itu jelas menunjukkan kekecewaan mereka terhadap sosok Alvero yang selama ini dianggap mereka sebagai sosok pria yang mengagumkan.

__ADS_1


 


 


__ADS_2