BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
MENGGODAMU


__ADS_3

Begitu sampai di dalam kamar, bibir Alvero tampak mendesis dengan kedua rahangnya terkatup erat. Deanda yang menyaksikan tingkah suaminya langsung menatap ke arah Alvero dengan wajah bertanya-tanya.


"Apa ada masalah?"


"Tidak." Alvero menjawab pertanyaan Deanda singkat dan langsung menarik tangan Deanda sehingga mereka saling berhadapan.


"Tapi aku tidak suka dengan cara Dion menatapmu." Alvero berkata sambil menggerak-gerakkan bibirnya bibirnya dengan wajah jengkel, membuat Deanda tersenyum.


Wah... mulai lagi si tuan besar pencemburu ini.


Deanda berkata dalam hati sambil menahan senyumnya.


"Kenapa masalah seperti itu kamu pikirkan, bukannya kamu tahu dari dulu Dion sudah seperti itu kan? Lagipula kamu tahu sendiri, tidak pernah sekalipun aku menanggapinya." Deanda berkata sambil meraih jodhpurs berwarna putih dengan garis hitam di samping kanan kiri bagian jodhpurs mulai dari pinggang sampai ke mata kaki, yang sudah tergeletak rapi di atas sebuah meja yang ada di dalam walk in closet kamar mereka, sedang di samping jodhpurs tersebut terdapat pakaian lengan panjang dengan ritsleting di bagian depan, berwarna senada dan garis hitam sepanjang lengan sebagai pasangan celana jodhpurs dengan model stretch.


(dalam dunia fashion dikenal berbagai macam model celana yang desainnya berdasarkan fungsi dan tujuan tertentu. Salah satunya berupa celana berkuda yang dikenal dengan nama jodhpours. Pemberian nama jodhpurs sendiri diambil dari sebuah nama kota di India dimana celana tersebut pertama kali dibuat. Berbeda dengan model yang berkembang saat ini, awalnya jodhpurs dirancang dengan potongan longgar di bagian pinggul serta paha dan menyempit di bagian betis hingga pergelangan kaki. Hal ini bertujuan agar pemakainya dapat bergerak secara fleksibel. Setelah ditemukan stretch fabrics (Celana street atau biasa disebut juga dengan stretch memiliki bahan dasar katun stretch, denim, atau spandex yang elastis, lentur dan mengikuti bentuk tubuh penggunanya. Kain katun stretch sendiri mempunyai tekstur rapat dan tebal. Kain ini merupakan kain katun yang ditambahi dengan serat sehingga dapat melar untuk semua ukuran pemakainya. Kain katun stretch berbeda dengan cotton stretch yang terasa dingin dan menyerap keringat karena merupakan perpaduan katun dengan serat karet (spandex) dengan perbandingan katun lebih tinggi daripada karet), selanjutnya jodhpurs mulai mengalami modifikasi desain dengan dihapuskannya bagian mengembang yang berada di atas lutut. Di negara Inggris, celana jodhpurs pertama kali dikenalkan oleh seorang pemain polo berkuda bernama Sir Pratap Singh pada perayaan Jubilee Diamond di tahun 1897. Celana jenis ini juga menjadi bagian dari seragam militer perwira staff di Nazi Jerman termasuk bekas Uni Soviet dan Jerman Timur. Meskipun keberadaan kendaraaan bermotor saat itu telah lama menggantikan pasukan berkuda, namun beberapa polisi masih mempertahankan pemakaian celana jodhpurs sebagai seragam mereka).

__ADS_1


"Hah, yang pasti… aku tidak suka melihat bagaimana cara dia memandangmu. Dari tatapan matanya terlihat jelas bagaimana dia begitu bernafsu terhadapmu, tatapan seorang laki-laki mesum yang ingin sekali kucolok saja kedua matanya yang kurang ajar itu. Untuk ke depannya, jangan dekat-dekat dengannya. Setiap kali melihat dia menatapmu sungguh membuatku emosi dan mataku perih." Alvero berkata sambil  meraih jodhpurs miliknya yang terlipat rapi tidak jauh dari milik Deanda, namun langsung meletakkan kembali ke atas meja.


Tanpa menunggu Deanda menanggapi perkataannya, Alvero melepaskan pakaian resmi yang dikenakannya untuk menghadiri makan pagi bersama anggota kerajaan yang lain. Melihat tanpa malu-malu Alvero langsung berganti pakaian di depannya, Deanda langsung memalingkan wajahnya, dan hal itu sempat terlihat jelas oleh Alvero dari pantulan kaca yang ada di depan Deanda, membuat Alvero sedikit meringis, dan dengan santainya justru mendekat ke arah Deanda yang sedang memalingkan wajahnya sambil terus membuka pakaiannya.


Satu-satunya hal yang bisa dilakukan Deanda untuk menghindar adalah dengan memalingkan wajahnya, karena jika dia keluar dari walk in closet maka dia harus melewati Alvero terlebih dahulu, sehingga Deanda memilih bertahan di sana namun dengan cara memalingkan wajahnya agar tidak melihat tubuh atletis dari Alvero yang berotot dengan six pack yang terpahat indah di bagian perutnya, membuat tubuhnya yang atletis dan terbentuk sempurna cukup mengganggu pikiran Deanda yang mulai teringat kembali tentang bagaimana dia merayu Alvero semalam dan mengelus-elus tubuh itu dengan tatapan menggodanya ke arah Alvero, sambil merayu Alvero.


"Sweety, bantu aku mengenakan pakaian berkudaku." Dengan sengaja Alvero yang sudah melepas pakaiannya, meninggalkan pakaian dalamnya saja di tubuhnya, tiba-tiba berbisik pelan ke telinga kanan Deanda yang sedang memalingkan kepalanya ke arah kiri.


"Eh... aku akan... panggilkan pelayan untuk... membantumu mengenakan pakaian... berkudamu." Deanda berkata dengan gugup, dan berniat berjalan keluar untuk memanggil pelayan, namun dengan cepat tangan Alvero bergerak meraih pergelangan tangan Deanda.


"Sweety... apa kamu keberatan membantuku berpakaian? Kamu lebih rela para pelayan yang melayaniku berpakaian, dan memandangi keindahan tubuhku?" Mendengar perkataan Alvero, Deanda langsung menelan ludahnya dengan susah payah sambil mengigit bibirnya.


Deanda sengaja membuka matanya dengan kepala tetap tertunduk agar tidak melihat ke arah wajah Alvero sehingga Alvero tidak bisa melihat bagaimana wajahnya yang tampak begitu memerah karena malu sekaligus gugup. Namun begitu Deanda membuka matanya dalam kondisi menundukkan kepalanya justru satu-satunya bagian tubuh Alvero yang masih tertutup kain yang langsung dia lihat, sesuatu yang terbungkus rapat di dalam kain berbentuk segitiga yang membuat Deanda langsung tersentak dan mengangkat kepalanya yang akhirnya membuatnya menatap lurus ke arah dada bidang dan perut sixpack Alvero yang belum mengenakan pakaiannya.


Oh my God!

__ADS_1


Deanda berteriak dalam hati sambil melenguh menyadari  kemanapun matanya terarah semuanya membuat dia malu sekaligus jantungnya berdisko dengan ritme yang begitu cepat karena pemandangan tubuh polos Alvero. Dan dia harus mengakui bahwa bentuk tubuh suaminya yang begitu atletis dengan otot-otot tubuh terbentuk sempurna membuatnya harus menahan pikirannya agar tidak berimajinasi kemana-mana dengan liar, dan sesekali berhasil membuatnya menelan ludah tanpa dia sadari.


"Sweety..." Alvero memanggil lembut ke arah Deanda dengan senyum geli di wajahnya melihat bagaimana melihat reaksi Deanda melihat tubuhnya yang nyaris telanjang dengan sempurna.


Wah... kemana perginya sikap beranimu semalam sweety? Sungguh menggemaskan melihat wajah malu-malu dan salah tingkahmu sekarang ini. Jika tidak ingat kita harus segera ke istal, tidak segan-segan aku akan membawamu ke tempat tidur sekarang juga.


Alvero berkata dalam hati dengan perasaan begitu senang sudah berhasil menggoda istrinya sedemikian rupa.


"Ah... ya..." Dengan suara gugup Deanda menjawab panggilan Alvero, dan dengan gerakan cepat Deanda mencoba mengarahkan pakaian berkuda Alvero, menyodorkan bagian lengan kanan pakaian itu ke arah tangan Alvero dengan berusaha keras untuk matanya tidak menatap ke arah tubuh Alvero, sehingga dengan sembarangan Deanda mengarahkan pakaian Alvero, sehingga tidak tepat pada tempatnya.


"Hei, sweety... lihat ke arahku dong kalau kamu memang berniat membantuku berpakaian." Mendengar perkataan Alvero, Deanda hanya bisa melenguh dalam hati sambil memejamkan matanya sesaat untuk mengatur detakan jantungnya yang tidak bisa lagi dia kendalikan.


Begitu Deanda membuka matanya, tubuhnya langsung tersentak kaget karena tiba-tiba Alvero sudah sedikit membungkukkan tubuhnya, sehingga wajah Alvero tepat berada di depan wajahnya, dan dengan gerakan cepat Alvero langsung mencium bibir Deanda, sekilas, namun begitu lembut dan mesra.


"Kamu benar-benar menggemaskan sweety.... Saat kita sudah menyelesaikan urusan kita hari ini, kamu harus bertanggungjawab sudah membuatku dipenuhi pikiran gila karena begitu menginginkanmu. Kamu membuatku tidak bisa melepaskan pikiranku dari kejadian tadi malam." Alvero kembali berbisik pelan sambil menegakkan kembali tubuhnya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2