BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
KEPANIKAN


__ADS_3

Dengan gerakan sigap, empat orang pengawal langsung berjalan mendekat ke arah Eliana yang masih jatuh terduduk dengan matanya menatap nanar ke arah kertas yang tergeletak di lantai dan menuliskan tentang hasil tes DNA antara Vincent dan Dion.


Bagai… bagaimana bisa… mereka mendapatkan hasil itu? Kapan… mereka merencanakan semua ini?


Eliana berkata dalam hati dengna tatapan matanya yang masih belum percaya terpaku pada lembaran hasil test DNA itu.


Dua dari keempat orang itu segera berdiri di kanan dan kiri Eliana, lalu menarik lengannya ke atas, agar bangun dari duduknya di lantai, tanpa perduli apakah Eliana mau ikut dengan sukarela dengan mereka atau tidak. Setelah itu mereka langsung menyeretnya keluar dari ruangan itu. Sedang dua orang yang lain berjalan di belakang Eliana yang diseret oleh kedua temannya.


Beberapa orang pengawal pribadi Eliana mencoba menghalangi empat pengawal yang berusaha membawa Eliana, bahkan beberapa dari antara mereka terlihat langsung mendkeat ke arah Eliana dan berusaha mengambil pistol yang terselip di balik pakaian mereka.


Namun dari arah lain tampak puluhan pengawal kerajaan segera menahan gerakan para pengawal Eliana dengan mengarahkan pistol kea rah para pengawal Eliana.


Suasana di tempat itu sedikit mencekam setelah para pengawal di bawah pimpinan Evan menyerbu ke arah para pengawal Eliana sambil menodongkan pistol ke arah mereka.


Dan para anak buah Evan dengan cepat langsung menangkap dan  menahan mereka bersama dengan Eliana, membuat mata Eliana melotot kaget.


Untuk menangani kemungkinan terburuk jika terjadi keributan, Eliana sengaja membawa banyak pengawal pribadinya ke tempat diadakannya jumpa pers, tapi dia tidak menyangka bahwa ternyata seluruh gedung sudah dikepung oleh pengawal kerajaan di bawah kepemimpinan Evan.


“Yang Mulia Vincent, tolong…. Ampuni saya!”


“Saya tidak pernah mengkhianati Yang Mulia Vincent!”


“Ini tidak adil! Ini fitnah!”

__ADS_1


“Saya sudah difitnah! Saya tidak tahu apapun tentang semua tuduhan itu! Ada seseorang yang sudah berusaha menyingkirkan saya dengan tidak adil!” Eliana langsung berteriak keras ke arah Vincent begitu melihat bagaimana para pengawal tidak lagi perduli padanya, apalagi menghormatinya.


Vincent sendiri, tampak sedikitpun tidak perduli dengan teriakan-teriakan Eliana yang terus saja berteriak dengan keras hingga wajahnya memerah.


Akan tetapi, belum lama dari Eliana berteriak sambil meronta-ronta agar dilepaskan, tiba-tiba saja tangan kanan Eliana memegang dadanya yang terasa begitu sesak dan sulit untuk bernafas, juga terasa begitu nyeri seperti ditusuk-tusuk. Setelah itu tubuh Eliana terlihat melemah dan jatuh pingsan.


Suasana di ruangan itu kembali ramai karena mereka melihat bagaimana Eliana yang jatuh pingsan secara tiba-tiba, dan menjadikan kesempatan itu agar bisa dijadikan berita utama yang menghebohkan jika diberitakan.


Beberapa orang langsung terlihat mengambil gambar dimana Eliana yang jatuh pingsan setelah Alvero mengusirnya keluar dari ruangan itu dan juga secara langsung mencabut gelar ibu suri yang dimilikinya, serta mengembalikannya kepada Larena Hilmar.


“Semua harap tenang….” Evan segera turun tangan untuk menenangkan para awak media yang terlihat berebut untuk mengambil foto Eliana.


# # # # # # #


Rolland yang sedang melihat ke arah sebuah layar besar di alun-alun kota Tavisha, berkata dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya.


Layar televisi berukuran raksasa itu sedang menyiarkan siaran langsung pertemuan pers yang awalnya sengaja diadakan oleh Eliana untuk mempermalukan Alvero. Tapi pada akhirnya, justru hari ini Eliana yang dipermalukan di depan banyak orang. Bahkan pada akhirnya Eliana mendapat serangan jantung di depan banyak orang.


Alvero Adalvino! Beraninya kamu mempermalukan dan membuat wanitaku celaka! Aku akan membuatmu menyesal sudah mempermalukan Eliana seperti itu di depan banyak orang! Aku akan membuat kalian semua membayar apa yang sudah kalian lalukan hari ini kepada Eliana! Tunggu saja pembalasan dariku!


Rolland memaki dalam hati sambil berjalan dengan langkah cepat, meninggalkan alun-alun kota Tavisha, setelah sebelumnya memperdalam topi yang dikenakannya di atas kepalanya, agar bisa menutupi sebagian besar wajahnya yang juga mengenakan kaca mata hitam untuk menyamarkan penampilan wajahnya hari ini.


Sejak Eliana memutuskan untuk melakukan jumpa pers dan Alvero yang sebelumnya sibuk melakukan blokir terhadap semua tempat yang akan dipergunakan Eliana, Rolland merasa curiga karena tiba-tiba Alvero menghentikan pemblokirannya secara tiba-tiba, seolah sengaja membiarkan Eliana mengadakan jumpa pers yang jelals-jelas akan merugikannya.

__ADS_1


Bagi seorang Alvero, walaupun restoran yang digunakan jump apers adalah milik saudara Eliana, bukanlah hal sulit untuk Alvero untuk tetap membatalkannya. Namun saat itu Alvero memutuskan untuk menarik mundur semua orang yang diperintahkannya untuk mencegah adanya konferensi pers, dan membiarkan hal itu tetap terjadi seperti keinginan Eliana.


Karena kecurigaannya, daripada mengikuti Eliana ke acara tersebut, Rolland lebih memilih untuk melakukan proses percepatan rencana transaksi jual beli senjata dari Italia, agar jika ada hal buruk yang terjadi, pasukan pemberontak mereka siap untuk menyerang istana lebih awal.


Desya yang menonton siaran langsung itu dari apartemennya, yang tadinya melihat ke arah televisi dengan berdiri santai sambil menikmati minuman dingin yang baru saja diambilnya dari kulkas, langsung terduduk lemas begitu melihat berita yang ada.


Sejak awal, Eliana sengaja tidak memberitahukan rencananya tentang jumpa pers untuk menjatuhkan Alvero kepada Desya dan Dion, karena Eliana berharap agar kedua anaknya itu tidak perlu khawatir dan tidak perlu terlibat dengan hal-hal semacam itu.


Sehingga sampai berita penangkapan Eliana ditayangkan secara live di semua saluran televisi nasional dan swasta yang bisa diakses oleh rakyat Gracetian, berita itu cukup membuat Desya dan Dion merasa tidak percaya jika tidak melihat dengan mata kepala sendiri apa yang sedang terjadi pada Eliana di layar televisi.


“Mama! Bisa-bisanya mama melakukan hal sebodoh itu? Menjebak kak Alvero dengan wanita lain yang merupakan adik kandungnya? Dan ternyata si Dion bukan anak kandung papa Vincent?” Desya berkata dengan wajah terlihat begitu frustasi.


“Bisa-bisanya melakukan kebohongan yang bisa membuat kita mendapatkan hukuman mati!”


“Yang sudah mama bohongi adalah keluarga kerajaan Gracetian! Para keturunan Adalvino! Mama bukan hanya menyeret diri mama ke dalam jurang maut! Tapi aku dan Dion akan terseret juga!”


“Bisa-bisanya mama melakukan itu! Mama sungguh bodoh!”


Tidak henti-hentinya Desya memaki Eliana dengan wajah merah dan suara keras, menunjukkan bahwa dia begitu kecewa Eliana tidak bisa melindunginya lagi.


 


 

__ADS_1


__ADS_2