
"Saya juga berharap begitu Yang Mulia. Selama ini pangeran Enzo cukup dekat dengan Melva, bahkan Melva sudah menganggap pangeran Enzo seperti kakaknya sendiri. Saya harap pangeran Enzo bisa membantu Melva agar pikirannya terbuka tentang masalah laki-laki itu dan Melva mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh pangeran Enzo." Earl Robin langsung menanggapi perkataan Alvero dengan senyum di wajahnya.
"Pangeran Enzo pasti akan dengan senang hati membantu masalah itu. Benar kan pangeran Enzo?" Enzo hampir saja tersedak oleh ludahnya sendiri mendengar pertanyaan dari Alvero yang tidak disangka-sangka olehnya.
Sial! Bagaimana aku bisa meyakinkan Melva bahwa laki-laki itu tidak cocok untuknya sedangkan aku dalam posisi menyukainya. Jika suatu ketika Melva tahu bahwa aku menyukainya, dia pasti akan marah dan tidak lagi mempercayaiku. Aku pasti dianggapnya dengan sengaja ingin memisahkannya dengan kekasihnya karena menginginkan dia untuk diriku sendiri.
Enzo berkata dalam hati dengan dada yang berdebar, membayangkan karena sebuah kesalahpahaman dapat membuat Melva menjauh darinya, membuat hati Enzo terasa sakit. Selama ini Enzo berusaha menahan dirinya untuk tidak mengungakapkan perasaannya kepada Melva hanya agar gadis itu tetap mau dekat dengannya. Dan Enzo tidak bisa membayangkan bagaimana kecewanya Melva jika dia sengaja menjauhkan Melva dari kekasihnya agar dia bisa mendapatkan Melva.
"Ah, ya... aku... pasti akan berusaha membantu Anda Earl Robin." Dengan suara terdengar sedikit tergagap, Enzo menjawab pertanyaan Alvero.
"Saya percaya kehadiran dan nasehat dari pangeran Enzo sebagai teman Melva bisa membuat Melva mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh pangeran Enzo. Pangeran Enzo dikenal sebagai orang yang ringan tangan dan setia kawan di kota Renhill." Alvero tertawa kecil mendengar perkataan dari Earl Robin.
__ADS_1
Dibandingkan dengan dirinya yang dingin, keras kepala, seringkali bertindak arogan, berhati dingin dan tidak terlalu perduli dengan orang lain, Alvero tahu tentu saja Enzo yang dikenal ramah dan baik hati itu memiliki jauh lebih banyak teman dekat. Apalagi dengan bakatnya dalam bidang marketing dan keluarganya yang menguasai sebagian besar tanah di kota Renhill, membuatnya memiliki banyak teman sekaligus koneksi baik di dalam dan luar negeri.
(Marketing atau kata lainnya adalah pemasaran adalah seluruh aktivitas yang bertujuan untuk mempromosikan sebuah produk atau jasa yang ditawarkan suatu perusahaan kepada target pasar tertentu. Dengan kata lain, marketing adalah usaha untuk menarik perhatian calon konsumen. Pengertian lain dari pemasaran adalah aktivitas dan proses menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan tawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat umum. Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Marketing atau pemasaran dapat dilakukan dalam berbagai cara atau bentuk dengan memanfaatkan beragam media, misalnya berupa iklan yang dipasang pada billboard, televisi, radio, media cetak, media digital, dan sebagainya).
"Ya... sosok ramah dan ringan tangan dari pangeran Enzo tidak perlu diragukan lagi. Sosok pria setampan dan sebaik pangeran Enzo... pasti banyak orang tua para gadis yang menginginkannya sebagai menantu. Bukankah begitu Earl Robin?" mendengar pertanyaan Alvero, earl Robin langsung tertawa, sedang Enzo langsung membeliakkan matanya dengan sempurna mendengar perkataan Alvero barusan, karena Enzo sudah mulai tahu kemana arah pembicaraan Alvero dengan earl Robin selanjutnya.
"Tentu saja Yang Mulia. Siapa yang bisa menolak pesona pangeran Enzo sebagai menantu idaman? Kalau boleh jujur, sayapun dengan senang hati akan menerimanya sebagai menantu." Alvero langsung tersenyum puas mendengar perkataan earl Robin yang walaupun diucapkan dengan nada bercanda, namun Alvero dengan jelas ingin menunjukkan kepada Enzo tentang bagaimana sebenarnya pendapat earl Robin tentang Enzo.
Dan perkataan earl Robin tanpa sadar langsung membuat Enzo termangu, tidak menyangka hari ini Alvero sudah membuatnya mengetahui beberapa hal tentang earl Robin yang dia sendiri tidak pernah terpikir untuk mencari info tentang itu. Bahkan Enzo tidak pernah berpikir bahwa salah satu cara untuk mendapatkan seorang wanita bisa juga dilakukan dengan merebut hati orangtuanya terlebih dahulu.
"Tenang saja earl Robin, pangeran Enzo belum memiliki kekasih, jadi masih terbuka lebar bagi para ayah jika ingin mencoba keberuntungannya untuk menjodohkannya dengan putri kesayangan mereka. Dan aku sebagai raja Gracetian, tidak akan mencegah jika earl Robin berniat ikut serta untuk mencobanya." Kali ini Enzo benar-benar kehabisan kata-kata dan tidak bisa berbuat banyak mendengar bagaimana Alvero dengan lugas menyatakan bahwa dia akan mendukung earl Robin untuk menjodohkan Melva dengan Enzo.
__ADS_1
Dan Alvero dengan jelas bisa menangkap binar semangat dan harapan di mata earl Robin begitu mendengar perkataannya barusan, menunjukkan bahwa earl Robin pasti akan mendukung sepenuhnya jika Enzo menikah dengan Melva.
"Baiklah kalau begitu. Aku akan menyusul permaisuri Deanda untuk menikmati sajian makan malam hari ini." Alvero berkata untuk mengalihakn perhatian earl Robin dan Enzo tentang Melva, sambil menepuk bahu Enzo beberapa kali dengan pelan, berharap Enzo mengerti bahwa untuk selanjutnya, Enzo sendiri yang harus berjuang agar bisa mendapatkan Melva, setelah Alvero berusaha keras untuk membuka jalan bagi Enzo hari ini.
# # # # # # #
"Countess Melva, sudah berapa lama Anda mengenal pangeran Enzo?" Deanda yang sedang berdiri sambil menikmati suguhan makanan yang ada di meja sajian bertanya kepada Melva yang juga sedang memegang piringnya.
"Sudah cukup lama Permaisuri, mungkin 4 atau 5 tahun lalu. Waktu itu pangeran Enzo mulai membantu ayahnya untuk megurus bisnis mereka di kota Renhill. Tapi jauh sebelum itu ayah dan pangeran Enzo sudah seering saling berhubungan karena tanah yang ada di kota Renhill sebagian besar dimiliki oleh keluarga pangeran Enzo. Di Renhill, keluarga pangeran Enzo sudah seperti tuan tanah." Melva berkata dengan mata terlihat ceria, membuat Deanda yakin bahwa Melva cukup mengagumi Enzo dan hubungan mereka sebenarnya cukup dekat.
"Maaf jika Countess Melva merasa pertanyaanku kurang sopan. Tapi sebenarnya... jika boleh jujur, orang seperti apakah kekasih Countess Melva? Kenapa sepertinya earl Robin tidak begitu menyukainya?" Melva langsung menghela nafas panjang mendengar pertanyaan dari Deanda.
__ADS_1
Nafsu makan Melva tiba-tiba saja menghilang begitu dia teringat tentang bagaimana tadi ayahnya sudah mempermalukannya dengan menunjukkan ketidak sukaannya terhadap kekasihnya di depan orang lain. Dan orang-orang itu adalah orang-orang penting dari Gracetian.
"Sebenarnya... dia orang yang baik Permaisuri. Saya bertemu dengannya sekitar 3 atau 4 tahun lalu. Memang dari penampilan luarnya, dia terlihat sedikit berantakan karena dia orang adalah seorang seniman, yang ingin dengan bebas bisa mengekspresikan dirinya. Sehingga papa seringkali salah paham dengannya. Bukankah seharusnya, kita tidak boleh menilai orang dari luarnya saja? Tapi pada kenyataannya, masih banyak orang yang selalu menilai orang lain dari penampilan luarnya saja, padahal kita tidak bisa memilih dilahirkan dari keluarga mana, dan bagaimana penampilan fisik kita. Beberapa orang beruntung karena lahir dari keluarga kaya atau bangsawan, beruntung terlahir tampan ataupun cantik. Tapi tidak semua orang memilkik keberuntungan seperti itu." Selesai mengucapkan kata-katanya, Melva menarik nafas panjang.