
Dengan cepat Deanda langsung menutup bibirnya dengan telapak tangannya, memaksa agar dirinya segera menelan air minumnya agar tidak menyembur keluar jika nyonya Rose mulai mengatakan hal-hal aneh lagi baginya. Bukan saja aneh, tapi bagi Deanda itu... sedikit memalukan. Membicarakan hal yang baginya terlalu pribadi.
"Untuk permasuri, harap menghabiskan sup asparagus ini. Tidak cukup hanya dengan usaha keras yang mulia Alvero. Permaisuri juga harus mendukung usaha yang mulia yang dengan menjaga kesehatan tubuh permaisuri dan banyak mengkonsumsi makanan yang bagus untuk membantu permaisuri agar cepat hamil. Termasuk sup asparagus ini." Nyonya Rose kembali mengulang kata-katanya sambil dengan sengaja menambahkan porsi sup di mangkuk milik Deanda.
(Asparagus adalah salah satu jenis tanaman herbal yang mengandung banyak nutrisi. Herbal ini tidak hanya rendah kalori dan membuat orang yang mengkonsumsinya menjadi kenyang. Namun, juga memberi nutrisi penting untuk kehamilan. Di dalam asparagus, terdapat kandungan vitamin K, vitamin A, vitamin B, hingga vitamin C. Mengonsumsi makanan alami agar cepat hamil ini, disebut bisa memperbesar peluang supaya cepat hamil).
Hah, nyonya Rose... kenapa kata-kata dan tindakan nyonya satu ini selalu saja mengejutkanku. Untung saja aku sudah menelan air minum di mulutku. Kalau tidak bisa-bisa aku menyemburkannya ke wajah yang mulia Alvero. kalau sampai hal seperti itu terjadi, aku tidak tahu bagaimana cara menghapuskan rasa maluku.
Deanda berkata dalam hati sambil mengatur nafasnya yang sedikit tersengal karena kaget akibat kata-kata nyonya Rose yang dianggapnya terlalu terus terang untuk ukuran seorang wanita yang belum pernah menikah. Sedangkan dia yang sudah menikah dan melakukan hal intim dengan Alvero saja masih terasa canggung membicarakan hal seperti itu di depan umum.
"Dan untuk Yang Mulia, harap tetap menjaga suasana hati permaisuri agar ke depannya tidak membuat proses terjadinya kehamilan permaisuri terganggu. Yang Mulia harus mulai belajar untuk menjaga suasana hati permaisuri, tahu apa yang diinginkan oleh permaisuri, apa yang bisa membuat permaisuri bahagia ataupun sedih, jika Yang Mulia ingin agar permaisuri segera hamil. Buat hati permaisuri selalu bahagia. Bukan hanya usaha Yang Mulia, tapi kesehatan tubuh permaisuri harus dijaga agar siap menerima kehadiran janin dalam tubuhnya." Alvero sedikit terbeliak mendengar perkataan nyonya Rose yang to the point.
__ADS_1
"Silahkan dinikmati permaisuri, dan semoga cepat hamil." Nyonya Rose berkata sambil lebih mendekatkan lagi posisi mangkuk berisi sup itu ke arah Deanda yang lebih banyak berpura-pura sibuk mengamati makanan yang ada di depannya agar tidak semakin salah tingkah.
Tindakan nyonya Rose sukses membuat wajah Deanda merah padam sedang Alvero langsung menyungingkan senyum geli di wajahnya begitu melihat bagaimana salah tingkahnya wanita kesayangannya itu mendengar perkataan dari nyonya Rose. Sedang Ernest hanya bisa menahan tawanya sambil berpura-pura bahwa dia tidak mendengarkan pembicaraan barusan.
"Nyonya Rose... kalau begitu, mulai sekarang, minimal harus ada satu menu masakan yang mengandung bahan-bahan yang berguna untuk membuat permaisuri agar cepat hamil." Bukannya berusaha membuat nyonya Rose menghentikan pembicaraan tentang kehamilan, kata-kata Alvero justru membuat nyonya Rose semakin bersemangat membicarakan kehamilan Deanda.
"Tenang saja Yang Mulia Alvero, setelah ini saya akan pastikan dalam menu makan permaisuri dipastikan akan ada bahan-bahan alami penguat dan penyubur kandungan, selain itu, setiap hari saya akan menyiapkan ramuan herbal untuk permaisuri supaya tubuhnya selalu dalam kondisi fit dan cepat hamil." Alvero tertawa kecil mendengar kata-kata nyonya Rose yang tampak begitu percaya diri dengan apa yang diucapkannya, sedang Deanda lebih memilih untuk tidak membalas kata-kata itu dan mulai menyendok sup di depannya untuk mengatasi rasa canggungnya.
Deanda hanya bisa bergidik membayangkan apa yang akan dilakukan oleh nyonya Rose ke depannya.
"Ernest, mulai sekarang jika aku memintamu menyiapkan makanan dari luar istana, kamu harus berkonsultasi dengan nyonya Rose untuk menentukan menu makanan yang baik untuk permaisuri." Alvero kembali mengeluarkan perintahnya sambil menahan tawanya, berusaha menyembunyikan wajah gelinya dengan melahap makan yang ada di depannya dengan sedikit menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Baik Yang Mulia." Ernerst langsung menjawab perintah dari Alvero tanpa berani memandang ke arah meja makan atau dia tidak akan bisa menahan tawanya karena melihat wajah serius nyonya Rose, wajah merah padam Deanda karena malu, dan wajah bahagia sekaligus geli dari Alvero.
# # # # # # #
"Itu yang saya dengan dari salah satu pelayan yang waktu itu bertugas membersihkan kamar ibu suri Eliana Yang Mulia." Nyonya Rose yang duduk di hadapan Alvero dan Deanda di ruang tamu penthouse.
Alvero dan Deanda yang sudah menyelesaikan makan siangnya dengan sikap canggung, karena sepanjang makan siang mereka nyonya Rose terus menerus membicarakan tentang bagaimana agar Deanda cepat hamil, duduk berdampingan dengan mata fokus ke arah nyonya Rose.
Baru saja nyonya Rose menyampaikan alasannya, kenapa dia dengan terburu-buru datang ke penthouse Alvero. Salah satu pelayan yang sempat mendengar pembicaraan antara Eliana dengan seorang laki-laki tentang rencananya untuk memisahkan Alvero dan Deanda melaporkannya kepada nyonya Rose. Cukup lama bagi pelayan itu untuk memberanikan diri menceritakan apa yang sudah dia dengan hari itu. Dan untuk apa yang sudah dia laporkan, karena ketakutannya, pelayan itu benar-benar meminta agar info pribadinya dirahasiakan dengan baik.
"Hah, dasar wanita licik! Dipikirnya semua hubungan suami istri bisa dia rusak dengan seenak perutnya sendiri!" Alvero berkata dengan nada sedikit emosi.
__ADS_1
"Ada baiknya mulai sekarang Yang Mulia dan Permaisuri berhati-hati dalam bertindak apalagi dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis, walaupun mengatasnamakan persahabatan atau persaudaraan. Jika saja ada kesalahan kecil yang Anda berdua lakukan, itu akan menjadi senjata untuk ibu suri memisahkan Anda berdua dan menghancurkan kerajaan Gracetian." Nyonya Rose berkata sambil menatap ke arah Alvero, berharap laki-laki yang sudah diasuhnya selama bertahun-tahun itu tidak melakukan kesalahan yang sama seperti papanya.