BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
KENCAN ALVERO DAN ALAYA (2)


__ADS_3

Alaya sengaja berpura-pura tidak memperhatikan bahwa Larena langsung menahan nafasnya dengan mata yang terlihat mengerjap-ngerjap menahan tangisnya saat melihat bangunan istana Gracetian itu.


Perasaan Larena sendiri langsung bercampur aduk saat melihat bangunan istana Gracetian itu. Antara rindu, benci, cinta, ingin marah, semuanya bercampur aduk dalam hati Larena.


Sebesar apapun rasa sakit dan rasa kebencian yang ada di dalam hati Larena saat melihat bagunan megah dari istana Gracetian itu, Larena sadar di sana juga tersimpan ribuan momen manis dan indah yang pernah terjadi antara dia dan Vincent. Terlebih momen-momen yang tidak bisa terlupakan saat dia memiliki Alvero dari sejak dalam rahimnya sampai dengan putra tampannya itu lahir, dan berlanjut dengan masa-masa sampai Alvero berusia kanak-kanak.


Setiap kenangan yang terukir bersama Alvero, bagi Larena adalah kenangan yang menjadi obat paling mujarab baginya saat dia merasakan kesedihan dan kesakitan karena kenangan buruk bagaimana dia dikhianati oleh suami tercintanya, dan juga diburu seperti hewan buruan oleh Eliana waktu itu.


"Hei, apa yang sedang kamu lamunkan Alaya? Apa kamu sedang memikirkan sesuatu yang penting saat ini?" Perkataan Alvero langsung membuyarkan ingatan Alaya akan peristiwa itu.


"Aku sedang memikirkan tentang keluarga kita Kak. Apakah kakak tahu? Setelah uncle Alexis menceritakan tentang siapa aku yang sebenarnya, aku selalu mencari berita tentang Kakak dan papa Vincent. Rasanya aku tidak sabar begitu ingin bertemu dengan kalian berdua." Alaya mengucapkan kata-katanya sambil meminum shikuwasa juice di depannya.


(Minuman yang satu ini terbuat dari buah sejenis jeruk bernama shikuwasa. Karena rasa yang segar dan asam seperti buah lemon, shikuwasa tidak hanya dikonsumsi sebagai minuman tetapi juga bumbu masakan. Varietas tumbuhan shikuwasa hanya tumbuh di Kepulauan Okinawa saja, sehingga akan mudah menemukan jus shikuwasa di sana. Shikuwasa banyak dijual di supermarket di Okinawa, bahkan juga dijual melalui vending machine. Selain rasa yang nikmat, shikuwasa juga terbukti baik untuk kesehatan. Minuman ini dapat menurunkan resiko alzheimer dan diabetes. Tidak heran shikuwasa banyak dimanfaatkan orang Jepang untuk menjaga kesehatan, agar mereka bisa berumur lebih panjang).

__ADS_1


"Ah, benar-benar menyegarkan." Senyum di wajah Alaya yang mengiringi kata-katanya, membuat Alvero menarik nafas dalam-dalam.


Melihat gadis cantik yang ternyata merupakan adik kandungnya itu kadang membuat hati Alvero trenyuh, karena mengingat apa yang sudah terjadi di masa lalu, sebuah kisah sedih yang terjadi, sehingga dia harus terpisah sekian lama dengan mama maupun adiknya.


"Alaya, sejak kapan kamu mengetahui bahwa kamu sebenarnya masih memiliki kakak dan ayah?" Pertanyaan Alvero membuat Alaya menghentikan tangannya yang sedang bergerak menyendok makanan di depannya.


"Dua tahun yang lalu. Waktu itu uncle Alexis mengatakan padaku tentang kebenaran itu. Agar suatau saat aku juga bisa bersiap sebelum menyusulnya ke Gracetian, setelah dia lebih dahulu berangkat ke Gracetian setahun yang lalu. Sejak lama uncle memang selalu mengatakan dia ingin pergi ke Gracetian untuk membereskan sesuatu. Awalnya aku tidak pernah tahu kenapa uncle Alexis begitu ingin pergi saat itu, sampai dua tahun lalu uncle menceritakan semuanya dengan detail. Tentang siapa sebenarnya kami dan apa yang sudah terjadi belasan puluhan tahun yang lalu terhadap kami bertiga di Gracetian." Alaya menghentikan perkataannya sambil menarik nafas panjang.


"Waktu pertama mendengar tentang kebenaran itu, rasanya aku begitu marah dan merasa benci dengan keberadaan papa Vincent yang membiarkan kami harus mengalami hal mengerikan seperti itu, terutama mama Larena. Tapi dengan berjalannya waktu, uncle selalu memberikan nasehat yang membuat aku mulai mengerti bahwa semuanya terjadi karena seorang Eliana Edarian, dan pp Vincent tidak bersalah karena tidak mengetahui apapun tentang hal itu. Di samping itu, aku sadar, bahwa aku adalah orang yang justru beruntung masih memiliki mama dan papa, juga kakak walaupun kita masih terpisah. Tapi kak Deanda.... Dibandingkan dengan siapapun diantara, harusnya yang berhak memiliki kebencian itu adalah kak Deanda. Kak Deanda harus kehilangan banyak hal dan menderita selama bertahun-tahun karena kedua orangtuanya lebih memilih melindungi keluarga Adalvino dibandingkan anaknya sendiri." Kata-kata Alaya sukses membuat Alvero menarik nafas panjang karena dadanya yang terasa sesak, memikirkan tentang apa yang dikatakan oleh Alaya adalah suatu hal yang tidak bisa disangkal bahkan olehnya.


"Ah... Kak Alvero begitu beruntung bisa memiliki istri yang bukan hanya begitu cantik, tapi begitu baik hati dan pengertian seperti kak Deanda. Aku saja sebagai sesama perempuan, begitu menyukai dan mengagumi kak Deanda." Alaya langsung mengalihkan pembicaraan begitu melihat wajah Alvero yang terlihat tegang karena ingatannya tentang bagaimana perjuangan hidup Denada selama Alexis tidak ada bersamanya.


"Kakakmu Deanda, memang benar-benar wanita istimewa. Dia bukan hanya memiliki hati yang begitu lembut, di satu sisi yang lain, dia memiliki karakter yang begitu kuat. Kalau tidak ada dia di sisiku, entah apa jadinya aku di masa depan. Aku bisa bertahan sampai saat ini karena cintanya yang luar biasa padaku. aku banyak berhutang kepadanya, termasuk hutang nyawa ketika aku masih kecil." Alvero berkata sambil tersenyum dengan membayangkan wajah cantik istri yang sangat dicintainya itu.

__ADS_1


Wanita cantik yang sudah membawanya keluar dari kegelapan dan penjara ketakutan, membuatnya kembali mengerti dan bisa lagi merasakan apa itu bahagia.


Alaya yang bisa merasakan bagaimana besarnya cinta kakaknya terhadap Deanda dari cara Alvero menceritakan sosok Deanda, kembali tersenyum sambil menggerakkan tubuhnya, menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi yang didudukinya.


"Gen kebaikan hati dan kekuatan yang dimiliki oleh kak Deanda, pasti diturunkan dari kedua orangtuanya yang juga hebat, uncle Alexis dan auntie Tiana. Kita adalah orang-orang yang beruntung sudah dipertemukan dengan mereka." Mendengar perkataan Alaya, Alvero langsung mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Setelah semuanya selesai, dan kita berhasil menghancurkan kelompok pemberontak, aku ingin memberikan penghargaan kepada mereka berdua, sebagai orang yang sudah memperjuangkan keluarga Adalvino dengan sedemikian kerasnya, bahkan mengorbankan kebahagiaan mereka sendiri." Alvero berkata sambil sedikit mengeluarkan desisan dari bibirnya.


Rasanya Alvero merasa begitu tidak sabar menunggu saat itu tiba. Kedamaian di kerajaan Gracetian tanpa adanya Eliana bersama dengan para sekutunya.


"Alaya, bagaimana kabar mama hari ini? Kapan rencana kalian untuk memberitahukan semuanya kepada mama, dan membawa mama untuk menemuiku dan papa Vincent?" Mendengar pertanyaan dari Alvero, Alaya langsung menarik nafas panjang.


 

__ADS_1


 


__ADS_2