BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
PENYELIDIKAN YANG TERUS BERLANJUT


__ADS_3

“Ernest, aku minta selidiki ulang semua bunker di kota Tavisha, dan juga cek secara detail, apa benar memang di kota Tavisha hanya memiliki 4 bunker itu. Atau masih ada bunker yang lain, yang tidak kita ketahui kerena tidak terdaftar. Dan selidiki juga tentang bangunan lain yang bagi masyarakat sekitar disebut atau dianggap sebagai bunker. Mungkin bunker yang dimaksud oleh saksi itu bukan bunker yang sesungguhnya. Hanya sebuah istilah saja. Siapa tahu. Jadi lakukan penyelidikan ulang untuk masalah itu.” Ernest maupun Erich sedikit heran dengan perintah Alvero yang menyuruh Ernest melakukan penyelidikan ulang karena masih mencurigai info tentang bunker-bunker tersebut.


Tetapi melihat selama ini, Alevero merupakan pemimpin yang memiliki intuisi yang kuat dan jarang salah dengan intuisi yang dimilikinya, membuat Erich dan Ernest bisa mengerti dan selalu mendukung tentang apa yang diperintahkan oleh Alvero. Walaupun mungkin orang lain awalnya menilai perintah Alvero kadang tidak masuk akal, atau membuang-buang waktu.


Akan tetapi, bagi Erich dan Ernest yang sudah begitu lama mengikuti Alvero dan mengerti cara kerja junjungannya itu, perintah Alvero saat ini bukan merupakan sesuatu yang aneh.  Mereka sudah terbiasa menerima perintah dari Alvero yang awalnya bagi mereka terdengar aneh, atau kadang terlihat tidak masuk akal dan sesuatu yang tidak penting. Tapi ternyata banyak hal yang akhirnya mereka temukan setelah mereka berdua menjalankan perintah dari Alvero.


(Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran. Misalnya saja, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku. Ternyata, di dalam buku itu ditemukan keterangan yang dicarinya selama bertahun-tahun. Atau misalnya, merasa bahwa ia harus pergi ke sebuah tempat, ternyata di sana ia menemukan penemuan besar yang mengubah hidupnya. Namun tidak semua intuisi berasal dari kekuatan psikis. Sebagian intuisi bisa dijelaskan sebab musababnya.


Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berada dalam jajaran puncak bisnis atau kaum eksekutif memiliki skor lebih baik dalam eksperimen uji indra keenam dibandingkan dengan orang-orang biasa. Penelitian itu sepertinya menegaskan bahwa orang-orang sukses lebih banyak menerapkan kekuatan psikis dalam kehidupan keseharian mereka, hal mana menunjang kesuksesan mereka. Salah satu bentuk kemampuan psi yang sering muncul adalah kemampuan intuisi. Tidak jarang, intuisi yang menentukan keputusan yang mereka ambil.


Sampai saat ini dipercaya bahwa intuisi yang baik dan tajam adalah syarat agar seseorang dapat sukses dalam hidup. Oleh karena itu tidak mengherankan jika banyak buku-buku mengenai kiat-kiat sukses selalu memasukkan strategi mempertajam intuisi. Intuisi dalam bahasa sederhana bisa diartikan getaran hati (jiwa) akan sesuatu hal (Kausalitas) yang dihadapi atau yang akan terjadi. Getaran hati atau mungkin bisa juga diartikan "perasaan" akan sesuatu (itu) muncul atau terasa. Akal (sehat) berpikir dan berbicara (sehat) akan membuat hati/perasaan sehat (tenang), begitupun sebaliknya).


“Baik Yang Mulia.” Ernest menjawab singkat perintah Alvero yang sedang mengalihkan pandangan matanya dari layar laptop, lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa tempatnya duduk berdampingan dengan Deanda yang diamb-diam melirik ke arah wajah suaminya, dengan wajah tidak tenang.


Ah, seandainya saja aku bisa membantumu Yang Mulia. Sayangnya, aku tidak menguasai sedikitpun apa yang sedang berusaha kalian selidiki saat ini. Aku begitu awam dengan hal-hal seperti itu.


Deanda berkata dalam hati sambil mengalihkan lirikan matanya dari Alvero, yang sebenarnya ditangkap oleh Alvero tanpa disadari oleh Deanda. Membuat tanpa diduga oleh Deanda, tiba-tiba tangan Alvero terulur ke arahnya dan mengelus lembut rambut Deanda sebanyak dua kali, setelah itu tangannya bergerak ke bahu Deanda dan menepuk-nepuk lembut bahu itu, seolah menyatakan bahwa Deanda tidak perlu khawatir, karena semua masih dalam kendalinya.

__ADS_1


Dan dengan gerakan itu, Alvero juga sedang berusaha meyakinkan Denada bahwa semua akan baik-baik saja.


“O ya Ernest, untuk besok aturkan pertemuan antara permaisuri dengan tuan Jose. Ada suatu benda dalam pemikiran permaisuri yang harus dia gambarkan. Dan hanya tuan Jose yang sepertinya bisa membantu permaisuri.” Alvero kembali memberikan perintah kepada Ernest, begitu dia menarik tangannya kembali dari tubuh Deanda, dan melipatnya di depan perutnya.


“Jika itu tentang bagaimana menggambarkan sebuah benda atau wajah seseorang yang ada dalam bayangan dan pemikiran kita, tuan Jose memang pilihan yang terbaik Yang Mulia.” Ernest menanggapi perintah Alvero dengan senyum ramahnya yang khas tersungging di wajah tampannya.


Jose merupakan seorang yang dikenal ahli dalam menggambarkan suatu benda ataupun wajah seseorang yang biasanya digambarkan oleh saksi mata dalam suatu kejadian, yang seringkali berhubungan dengan tindak kejahatan.


Laki-laki muda itu bekerja di bawah naungan departemen keamanan milik perusahaan Adalvino. Dan walaupun dia tidak bekerja di kepolisian kerajaan Gracetian, karena kemampuan hebatnya seringkali pihak keplisian meminta bantuannya untuk menggambarkan sesuatu dari hasil cerita para saksi mata atas sebuah peristiwa kejahatan.


“Baik Yang Mulia, hari ini juga akan saya aturkan untuk hal itu.” Ernest langsung mengiyakan perintah dari Alvero.


“Permaisuri Deanda, kira-kira jam berapa Permaisuri bisa memiliki waktu luang untuk tuan Jose menemui Permaisuri? Saya akan mengaturkan janji temu untuk itu.” Ernest berkata sambil memandang ke arah Deanda yang tampak sedikit mengernyitkan dahinya karena mencoba mengingat-ingat jadwal kosongnya untuk besok.


Lalu dengan cepat Deanda meraih handphonye, karena sudah menjadi kebiasaan baginya, dimana mencatat jadwal kerjanya dan Alvero di handphonenya, selain dia juga mencatatnya secara manual di buku agenda kerjanya.


Sejak Deanda menjadi asisten pribadi Alvero, Deanda tidak lagi bisa memikirkan jadwal kosongnya saja. Karena saat melakukan pertemuan dengan klien atau meeting, seringkali Alvero juga mengajaknya, sehingga jadwal Alvero menjadi bagian dari jadwal kerja Deanda juga.

__ADS_1


“Sepanjang pagi besok aku masih harus menyiapkan keperluan yang mulia Alvero. Aku harus menyiapkan semua file yang harus ditandatangani yang mulia besok pagi. Mungkin setelah waktu makan siang, aku bisa sedikit free Ernest. Kamu mungkin bisa aturkan di jam-jam itu.” Jawaban Deanda langsung dibalas oleh sebuah senyuman oleh Ernest.


“Baik Permaisuri. Saya akan aturkan untuk tuan Jose bertemu dengan Permaisuri tepat pukul 2 siang besok. Bagaimana menurut Permaisuri? Apakah pertemuan bisa dilakukan pukul 2 siang besok?” Ernest berkata untuk memastikan jadwal pertemuan Deanda dengan Jose, agar tidak meleset.


“Oke, sepertinya itu waktu yang tepat.” Deanda yang awalnya melihat ke arah kalender kegiatannya di layar handphonenya, langsung memberikan jawaban kepada Ernest.


Secepatnya Deanda juga ingin menyelesaikan pertemuannya dengan Jose. Karena, sebenarnya dia juga merasa begitu penasaran, kenapa Alvero bersikeras memberinya perintah untuk menyelidiki tentang liontin milik Alaya, sedangkan dari sikap Alvero, terlihat jelas bahwa dia cukup menjaga jarak dengan Alaya.


Dari sikap Alvero, Deanda tahu tidak ada niat dari Alvero untuk mendekati atau berusaha mengenal Alaya tanpa alasan yang jelas. Dan itu cukup membuat Deanda lega dan semakin percaya dengan Alvero, bahwa suaminya itu cukup bisa menjaga jarak dan menjaga diri dari wanita lain. Menunjukkan begitu besarnya rasa cinta Alvero pada dirinya, sekaligus sosok Alvero yang begitu menghargai posisi istrinya.


“Ernest, aturkan pertemuan itu di kantorku saja. Aku tidak ingin meninggalkan permaisuri berdua dengan laki-laki lain.” Perkataan Alvero selanjutnya itu cukup membuat nyonya Rose mengulumkan senyum geli, dan juga Ernest yang langsung berusaha menahan senyumnya, sedang Deanda yang sedikit terbeliak mendengar sikap posesif dan pencemburu akut dari Alvero yang sedang kambuh sore ini.


Bahkan seoreang Jose pun, yang walaupun masih muda, tapi sudah memiliki istri itu juga menjadi korban kecemburuan dan sikap posesif Alvero.


 


 

__ADS_1


__ADS_2