BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
INGIN MENJADI LAKI-LAKIMU


__ADS_3

Astaga! Aku pasti sedang bermimpi! Apa aku tidak salah dengan pendengaranku barusan? Tuan Erich baru saja menyebutkan namaku dengan begitu lembut. Dan dia barusan mengatakan keberatannya jika aku berada di dekat laki-laki lain? Apa aku mulai berhalusinasi?


Cleosa berkata dalam hati dengan tubuh terpaku, mata terbeliak menatap ke arah Erich. Dan kedekatan jarak kedua wajah mereka membuat suara degup jantung Cleosa semakin keras, sampai telinganya sendiri bisa mendengar suara detakan dalam jantungnya itu.


Dari kerasnya detakan jantungnya yang begitu keras saat ini, Cleosa merasa jika Erich mungkin juga bisa mendengarkan degupan itu. Bahkan, dengan kedekatan tubuh mereka saat ini, Cleosa bisa merasakan dada Erich pun juga ikut berpacu saat ini, sama seperti yang sedang dialami oleh Cleosa.


Apa itu hanya perasaanku saja? Aku merasa kalau saat ini jantung tuan Erich juga sedang berdebar-debar seperti milikku sekarang. Apa tuan Erich sebenarnya juga merasakan perasaan yang sama denganku? Apa aku boleh mengharapkan hal seperti itu dari seorang tuan Erich yang begitu hebat? Laki-laki tampan yang selalu berhasil membuat jantungku bedetak dengan keras.


Cleosa berkata dalam hati dengan tanpa sadar tetap dalam posisi yang sama seperti sebelumnya, bahkan tanpa sadar, wajah Erich justru terlihat sedikit begerak membuat jarak wajah diantara mereka semakin terkikis.


“Apa Nona Cleosa mau tetap dalam posisi seperti ini sampai jam kerja  berakhir?” Dengan nada suara terdengar datar, Erich mengucapkan kata-katanya dengan mata menatap dalam-dalam ke arah wajah Cleosa.


Kata-kata Erich berikutnya langsung menyadarkan Cleosa dari lamunannya dan membuat tanpa sadar tubuh Cleosa melompat, menjauh dari Erich yang sengaja melepaskan cekalan tangannya dengan cepat agar Cleosa bisa melepaskan diri darinya, dan membalikkan tubuhnya sehingga membelakangi rak file dan berhadap-hadapan dengan Erich.


Ah, sepertinya itu hanya angan-anganku saja. Sadarkan dirimu sendiri Cleosa! Jangan terlalu banyak bermimpi!


Cleosa memaki dirinya sendiri dalam hati sambil sedikit menjauhkan dirinya dari Erich yang sedang memandangnya dengan tatapan yang begitu sulit diartikan oleh Cleosa.

__ADS_1


"Ma... maaf Tuan Erich..." Dengan gugup Cleosa berkata dengan sedikit menundukkan kepalanya, berharap agar Erich tidak bisa melihat bagaimana merahnya wajah Cleosa saat ini.


"Tidak masalah Nona." Dengan wajah tanpa senyumnya, Erich justru melangkah maju ke depan. Membuat tanpa sadar, Cleosa langsung menggerakkan kakinya, untuk berjalan mundur.


Namun baru selangkah berjalan mundur, Cleosa harus berhenti karena tubuhnya sudah menabrak rak file yang ada di belakangnya.


Sedang Erich, justru melangkah maju ke depan, sehingga hanya meninggalkan jarak tidak lebih dari 5 cm dari tubuh Cleosa yang langsung memejamkan matanya dengan kepala tertunduk, dan kedua tangannya yang saling menggenggam berada di depan dadanya.


Cleosa hanya bisa menarik nafas panjang begitu menyadari bahwa saat ini tubuhnya sedang terjebak di antara rak file dan tubuh Erich, yang mengenakan setelan jas lengkap berwarna hitam, khas pengawal kerajaan Gracetian. Dengan potongan pakaian yang terlihat begitu menonjolkan sisi tegap dan atletis dari tubuh Erich yang terlihat jelas rajin melakukan latihan fisik. Membuatnya memiliki bentuk tubuh sempurna sebagai seorang pria.


Tanpa memperdulikan Cleosa yang terjepit diantara tubuhnya dan rak file, dengan gerakan pelan, Erich mengulurkan tangannya dan mengambil kotak berwarna putih pada rak dengan kode AB 5.1 berisi surat yang tadi diminta oleh Alvero.


Aku benar-benar bisa mati berdiri kalau tuan Erich terus bertindak seperti ini. Sepertinya setelah hari ini aku harus pandai-pandai menjauh dan menghindar dari tuan Erich jika tidak ingin melakukan hal yang memalukan lagi seperti hari ini. Lagipula, aku juga tidak mau menjadi seorang perempuan yang besar kepala dan berharap dengan kata-kata tuan Erich yang sambil lalu tadi berpikir bahwa tuan Erich sedikit memiliki rasa suka kepadaku. Sebaiknya mulai sekarang aku harus belajar untuk melupakan perasaan cintaku kepada tuan Erich.


Cleosa berkata dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya dengan sedikit keras, sehingga menimbulkan sedikit rasa sakit. Seolah dengan tindakannya itu dia bisa menekan rasa sukanya kepada Erich.


Cleosa sedikit menarik nafas lega begitu menyadari bahwa setelah mengambil kotak putih itu, dan meraih surat yang ada di dalamnya, Erich langsung menjauhkan tubuhnya dari Cleosa. Setelah itu dengan cepat Erich mengembalikan kotak putih itu ke tempatnya semula.

__ADS_1


"Terimakasih untuk bantuan Nona hari ini." Erich berkata sambil menatap ke arah Cleosa yang mau tidak mau akhirnya mengangkat kepalanya, jika tidak mau dianggap sebagai orang yang tidak sopan karena tidak menghargai orang yang mengajaknya bicara karena tidak mau memandang wajah orang yang mengajaknya bicara.


"Eh... sama-sama... Tuan Erich.... Senang... bisa membantu." Dengan sikap gugup dan tidak bisa menyembunyikan pipinya yang dipenuhi dengan semburat berwarna merah, Cleosa berkata sambil berusaha memberanikan diri menatap ke arah Erich, dengan tatapan mata terlihat begitu tidak percaya diri.


Suatu pemandangan yang begitu berbanding terbalik melihat bagaimana Erich yang wajahnya tetap terlihat datar, seperti seseorang yang tidak memiliki emosi. Dan seolah-olah tidak menganggap apa yang terjadi sebelumnya adalah hal yang penting.


"Kalau begitu, saya permisi Nona. Saya harus segera menyerahkan surat ini kepada yang mulia Alvero." Cleosa langsung menganggukkan kepalanya tanpa bisa mengeluarkan kata-katanya, begitu mendengar perkataan Erich padanya.


Sikap tenang dan wajah datar Erich sudah cukup bagi Cleosa untuk menunjukkan padanya bahwa Erich tidak memiliki sedikitpun perasaan cinta padanya.


"Ah, ya Nona Cleosa...." Erich yang sudah hampir membalikkan tubuhnya, kembali mendekatkan dirinya ke arah Cleosa yang masih diam terpaku di tempatnya.


"Nona..." Gerakan Erich yang tiba-tiba saja sudah mendekatkan bibirnya di telinga Cleosa dengan sedikit membungkukkan tubuhnya, sukses membuat jantung Cleosa yang tadinya sudah mulai tenang, berdisko kembali.


Bahkan Cleosa tanpa sadar menahan nafasnya kuat-kuat begitu sapuan udara yang terasa hangat dari hidung Erich menyapa leher jenjangnya.


"Aku serius dengan yang tadi aku katakan. Aku tidak akan mengijinkan laki-laki lain berada di dekat Nona, apalagi menyentuh Nona Cleosa. Aku ingin menjadi satu-satunya pria yang berhak berada di dekat Nona dan selalu melindungi Nona, seumur hidupku. Menjadi satu-satunya laki-laki milik Nona Cleosa. Silahkan Nona mengambil waktu untuk memikirkan dan menjawab niat dan perasaanku." Erich berbisik dengan pelan ke telinga Cleosa sebelum akhirnya bergerak cepat berjalan ke arah pintu keluar, membiarkan Cleosa dengan bibirnya yang sedikit terbuka dan matanya yang melotot karena begitu kaget dengan apa yang diucapkan Erich kepadanya barusan.

__ADS_1


Yang bagi Cleosa, seperti mimpi di siang bolong. Dan jika saja itu benar mimpi, rasanya Cleosa rela untuk tidak terbangun dari mimpi itu dalam waktu yang lama.


__ADS_2