BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
EKSTRA PART (ERICH - 1)


__ADS_3

"Tolong Pa, Ma.... Ya?" Cleosa berkata dengan mata memandang dengan tatapan memohon pada kedua orangtuanya.


"Tidak bisa! Kami tidak setuju!" Ketiga kakak laki-laki Cleosa langsung menjawab bersamaan permohonan Cleosa, dengan langsung menolaknya, tanpa membiarkan kedua orangtua mereka menjawabnya.


"Kakak!" Cleosa sedikit berteriak mendengar ucapan dari ketiga kakaknya yang tampak kompak, menolak keinginan Cleosa untuk segera menikah dengan Erich yang memang sudah melamarnya secara pribadi, dengan membawanya ke butik pakaian pengantin waktu itu.


Namun Erich yang belum secara resmi bertemu dengan kedua orangtua Cleosa, ingin berkunjung sekaligus melamar Cleosa, meminta gadis itu di depan orangtuanya langsung.


Ketiga kakak laki-laki Cleosa, begitu menyayangi Cleosa yang merupakan perempuan satu-satunya dari empat bersaudara, dan juga merupakan anak bungsu di keluarga mereka yang merupakan keluarga sederhana, tapi berlimpah dalam hal kasih sayang.


Ketiga kakak laki-laki Cleosa semuanya begitu menyayangi dan memanjakan Cleosa, sehingga mereka begitu melindungi dan memperlakukan Cleosa seperti seorang putri raja.


Cleosa belum lagi genap 2 bulan menjalin hubungan dengan Erich, karena itu Cleosa awalnya ingin menceritakan tentang hubungannya dengan Erich pada kedua orangtuanya dan juga ketiga kakak laki-lakinya setelah hubungannya dengan Erich berjalan paling tidak 3 bulan atau lebih.


Tapi apa mau dikata, ternyata Erich sudah melamarnya dan ingin segera melakukan persiapan pernikahan mereka, sehingga besok malam, Erich meminta kepada Cleosa agar dia bisa datang ke rumahnya, untuk menemui orangtua Cleosa.


Dan hasilnya, setelah mengatakan keinginan Erich pada kedua orangtuanya dan juga ketiga kakak laki-lakinya, Cleosa justru ditentang habis-habisan oleh ketiga kakaknya itu.


"Siapa laki-laki yang sudah berani berniat melamar Cleosa tanpa menemui kita lebih dahulu?"


"Memangnya sehebat apa laki-laki itu? Berani-beraninya merebut kasih sayang Cleosa dari kita?"

__ADS_1


"Apa dia laki-laki yang pantas? Yang bisa melindungi Cleosa di masa depan? Bisa memberikan kehidupan yang layak untuk Cleosa?"


"Tidak bisa, pokoknya aku tidak mengijinkan Cleosa memiliki kekasih. Belum waktunya."


"Dia sudah dewasa Kak, hanya saja, laki-laki itu berani-beraninya mendekati Cleosa tanpa meminta ijin kita terlebih dahulu."


"Kalau dia berani muncul, dan ternyata dia laki-laki yang tidak pantas untuk Cleosa, jangan harap dia bisa pulang dengan selamat dari rumah ini!"


"Aku setuju, aku akan patahkan lengan dan kakinya agar dia mendapatkan pelajaran, agar sepulang dari sini, dia tidak lagi menemui Cleosa."


Ketiga kakak laki-laki Cleosa sibuk beradu pendapat tentang siapa dan harus bagaimana laki-laki yang pantas untuk menjadi pendamping Cleosa, membuat kedua orangtua Cleosa hanya bisa melongo begitu saja, melihat bagaimana keributan yagn sudah ditimbukan ketiga anak lelakinya itu.


Cleosa sendiri, yang awalnya ingin menceritakan tentang siapa Erich, dan bagaimana sosok laki-laki tampan itu hanya bisa terdiam, karena tidak memiliki kesempatan untuk membuka mulutnya sedikitpun.


"Sudah! Tenanglah kalian bertiga!" Akhirnya suara dari papa Cleosa membuat ketiga kakak laki-laki Cleosa diam, lalu secara bersamaan menoleh ke arah papanya.


"Kita tunggu saja kedatangan kekasih Cleosa itu besok, dan kita lihat laki-laki seperti apa dia. Bukankah begitu Cleosa?" Papa Cleosa berusaha bersikap bijak menghadapi ketiga anak laki-lakinya yang selama ini memang selalu bersikap over protektif terhadap adik bungsunya itu.


"Jam berapa kekasihmu datang? Kalau niatnya benar-benar tulus, dia pasti juga datang bersama kedua orangtuanya. Apa mereka juga akan datang?" Cleosa langsung menatap dengan tatapan mata ragu ketika mendengar pertanyaan papanya itu.


"Dia... seorang yatim piatu, kedua orangtuanya sudah meninggal. Dia akan datang bersama dengan saudara kembarnya." Kedua orangtua Cleosa langsung tertegun mendengar penjelasan dari Cleosa, sedang ketiga kakak laki-lakinya, langsung saling berpandangan.

__ADS_1


"Eh, Cleosa, sejak kapan kedua orangtuanya meninggal?" Salah satu dari kakak Cleosa, langsung bertanya dengan cepat.


"Sejak dia masih kanak-kanak Kak." Jawaban Cleosa membuat salah satu kakaknya yang sedang berkacak pinggang, menggerakkan salah satu tangannya sambil mengacak rambutnya.


"Begini Cleosa... bukannya kami meremehkan laki-laki itu. Tapi, biasanya... laki-laki yang kekurangan kasih sayang sejak masa kecilnya... kadang dia mengalami masalah dalam kehidupan sosialnya.... Apa kamu yakin dia bisa menjadi kekasih bahkan suami yang baik untukmu?" Salah satu kakak dari Cleosa yang lain, berkata dengan sikap ragu, bagaimanapun, dia tidak ingin Cleosa tersinggung atau sakit hati karena kata-katanya tentang kekasih Cleosa.


"Erich orang yang tidak pernah bermasalah dengan siapapun meskipun dia orang yang pendiam, tidak banyak bicara. Dia orang yang baik."


"Sudahlah, kita tidak boleh asal menilai orang dengan sembarangan. Besok kita akan bertemu dengannya. Kalian boleh mengeluarkan pendapat setelah bertemu dengannya besok." Kata-kata dari mama Cleosa akhirnya membuat ketiga kakak Cleosa terdiam, meski dari wajah mereka, terlihat masih penasaran dan merasa tidak terima.


# # # # # # #


Gaun berwarna putih tulang sepanjang lutut kakinya, membuat Cleosa tampak anggun dan juga cantik.


Apalagi penampilan Cleosa disempurnakan dengan jepit rambut berwarna senada yang dihiasi dengan permata-permata berukuran kecil.


"Adik kita memang gadis paling cantik di wilayah ini. Dia bisa mendapatkan lelaki baik-baik dari keluarga yang lengkap. Tapi entah kenapa dia lebih memilih kekasihnya yang sekarang." Salah satu dari kakak Cleosa yang juga berpenampilan rapi hari ini, untuk menunjukkan kesan bahwa mereka keluarga baik-baik, langsung mengomentari Cleosa.


"Aku benar-benar penasaran, laki-laki sehebat apa yang sudah berhasil mengambil hati adik kita itu, hingga dia seperti orang gila yang tiba-tiba ingin menikah, padahal belum lama mereka berpacaran. Apa laki-laki itu sungguh bisa membahagiakan Cleosa?" Kakak Cleosa yang lain ikut berkomentar sambil melihat ke arah luar pintu rumah, dimana tiba-tiba berhenti sebuah mobil yang terlihat cukup mewah.


"Mereka datang...." Kakak Cleosa yang melihat mobil itu berhenti tepat di depan rumah mereka langsung berkata pelan pada kakak Cleosa yang lain.

__ADS_1


Begitu mereka melihat dua orang laki-laki tampan keluar dari mobil, mengenakan setelan jas berwarna senada meskipun tidak sama persis, dan terlihat sangat mempesona dengan tubuh gagah dan terlihat sempurna sebagai sosok laki-laki idaman para wanita, ketiga kakak Cleosa langsung melongo.


__ADS_2