
"Siang ini aku ingin kita seperti dua orang yang baru saja resmi berpacaran. Seperti yang kamu katakan tadi... kamu belum pernah sekalipun memiliki seorang kekasih, sama seperti akupun belum pernah serius memiliki seorang kekasih. Walaupun kamu tahu sebelum bertemu denganmu hampir setiap bulan aku melakukan kencan dengan gadis yang berbeda. Tapi kamu tahu, aku tidak pernah menganggap mereka sebagai kekasih dan..."
"Aku tahu, bagaimana mungkin kamu serius memiliki hubungan asmara dengan gadis yang menimbulkan alergi padamu." Deanda langsung memotong perkataan Alvero sambil mulutnya kembali menerima suapan spaghetti dari garpu yang diulurkan oleh Alvero kepadanya.
"Apa yang kamu katakan memang ada benarnya. Tapi bukan berarti aku serius menjadikan kamu istriku hanya karena kamu tidak menimbulkan alergi. Kamu tahu awalnya memang begitu, tapi dengan berjalannya waktu, bahkan kamu membuatku tidak bisa melepaskan pandangan mata dan hatiku darimu barang sedetikpun. Tidak perduli ke depannya akan ada berapa banyak wanita yang tidak lagi menimbulkan alergi padaku. Aku hanya akan mengenal satu wanita dalam hidupku sebagai istriku satu-satunya dan selamanya." Alvero berkata sambil mencium tangan kanan Deanda yang sedari tadi masih digenggamnya dengan erat.
Lagi-lagi, pernyataan cinta dari Alvero lewat kata-kata manis yang diucapkannya membuat Deanda hanya bisa terdiam sambil merasakan sensasi debaran dalam dadanya yang selalu saja bereaksi setiap kali Alvero mengucapkan kata-kata manisnya atau menyentuhnya dengan penuh kelembutan dan kemesraan. Sebuah reaksi yang hanya bisa dia rasakan jika laki-laki itu adalah Alvero Adalvino, laki-laki hebat dan tampan yang merupakan suaminya. Satu-satunya pria yang bisa membuat hatinya bergetar dan mengalihkan dunianya saat berada di dekat laki-laki itu.
Hah, sepertinya sekarang aku sudah menjadi perayu ulung jika berhadapan denganmu. Entah darimana asalnya, tapi kata-kata itu meluncur begitu saja dengan mulus dari bibirku. Kamu benar-benar membuatku bisa berubah seperti seorang casanova yang begitu fasih dalam merayu wanita..
Alvero berkata dalam hati sambil menyungingkan senyum di bibirnya, menyadari bahwa sejak kehadiran Deanda di hidupnya tanpa dia sadari sudah berubah menjadi seorang laki-laki penggoda dan perayu, bahkan juga sedikit... mesum. Entah darimana dia belajar, tapi tiba-tiba saja saat berada di dekat wanita tercintanya itu, bibir dan lidahnya seolah-olah sudah sepakat untuk selalu mengeluarkan kata-kata manis untuk istri cantiknya itu. Dan itu meluncur begitu saja tanpa bisa dia kendalikan, bahkan tidak pernah dengan sengaja dia pikirkan dan rencanakan sebelumnya.
Ah, entahlah... Kamu membuat banyak hal yang ada padaku berubah. Namun aku tetap akan menarikmu untuk selalu berada di dekatku. Entah hari ini ataupun besok, aku akan selalu mencintaimu dengan sepenuh hati. Walaupun aku tahu dengan berada di sisiku akan membuatmu kadang berada dalam bahaya seperti hari ini. Tapi dengan sekuat tenaga aku akan selalu berusaha melindungimu. Karena bagiku, tanpa dirimu di sisiku, aku juga tidak ingin tetap berada di tempatku berada sekarang.
__ADS_1
Alvero kembali berkata dalam hati sambi kembali mengelus lembut tangan Deanda sebelum akhirnya melepaskan genggaman tangannya, dan mulai menggerakkan tubuhnya untuk bergerak bangkit dari kursinya.
"Aku sudah kenyang. Terimakasih buat sajian makan siang yang nikmat hari ini sweety. Ayo... kita menikmati keindahan danau sebelum kembali ke istana." Mendengar perkataan dari Alvero, Deanda segera ikut bangkit dari duduknya, dengan membawa piring kotor bekas makanan mereka berdua ke arah wastafel yang ada di belakangnya.
"Aku akan mencuci piring dan peralatan masak kotor ini sebentar." Deanda berkata sambil meraih sarung tangan karet yang tergantung di dekat watafel.
"Hei, jangan lakukan itu!" Alvero berkata sambil bergerak dengan sedikit berlari ke arah Deanda yang sudah bersiap memakai sarung tangan karet itu untuk bisa segera melakukan aksinya di wastafel tempat peralatan masak dan piring kotor bekas kesibukannya tadi di dapur.
Melihat tindakan Alvero, Deanda langsung memandangnya dengan wajah bertanya-tanya dan dahi mengernyit. Tanpa perduli dengan sikap heran Deanda, Alvero yang telah mengenakan sarung tangan plastiknya mengambil spon cuci piring dengan tangan kirinya, sedang tangan kanannya meraih botol berisi cairan sabun dan menuangkannya ke spon yang dipegangnya, memberinya sedikit air dan meremas-remasnya hingga mengeluarkan banyak busa, membiarkan Deanda memandangi semua tindakannya dengan wajah terheran-heran melihat bagaimana tindakan Alvero yang menunjukkan bahwa baginya mencuci piring bukan hal aneh dan sulit baginya, yang sebenarnya adalah seorang raja Gracetian.
"Haist, jangan memandangiku seolah aku ini seorang alien sweety." Alvero mengambil busa yang ada spon di tangan kirinya dengan ujung jari tangan kanannya dan dengan cepat, tanpa diduga oleh Deanda, Alvero mengoleskan busa sabun itu ke hidung mancung Deanda yang langsung tersentak kaget.
Alvero langsung tertawa keras melihat reaksi kaget dari Deanda dan langsung sibuk mencari tissue untuk membersihkan hidungnya. Dan sekali lagi Alvero melakukan tindakan iseng dengan meraih tissue yang sudah hampir saja diraih oleh tangan Deanda tapi Alvero justru menjauhkankannya dari jangkauan tangan Deanda.
__ADS_1
Tindakan Alvero sukses membuat Deanda melotot kaget dan dengan gerakan cepat merebut spon di tangan Alvero dan mengoleskan spon penuh busa itu ke hidung Alvero. Melihat balasan dari Deanda tawa Alvero semakin keras, direbutnya spon itu kembali dan dilemparkannya ke arah wastafel dengan sembarangan, setelah itu diraihnya pinggang Deanda, dipeluknya dengan erat sambil hidungnya yang macung, yang dipenuhi oleh busa oleh Alvero sengaja digunakannya untuk mencium pipi Deanda berusaha membuat busa dari hidung Alvero berpindah ke pipi Deanda.
Melihat hidung penuh busa milik Avero bergerak ke pipinya, dengan cepat Deanda menggerakkan kepalanya untuk menghindar, namun tangan kiri Alvero langsung meraih tengkuk Deanda menariknya agar kepala Deanda mendekat ke arahnya dan dengan cepat hidung Alvero mengoleskan busa di hidungnya ke pipi Deanda.
"Ah..." Deanda bergumam pelan dan langsung mengusap pipinya yang terkena busa sabun dengan punggung telapak tangannya.
Melihat apa yang dilakukan Deanda, senyum geli terlukis di wajah Alvero, dan tanpa diduga oleh Deanda yang masih sibuk membersihkan pipinya dari busa, wajah Alvero langsung mendekat ke arah wajah Deanda dan bibirnya mencium mesra bibir Deanda yang langsung membulatkan matanya karena kaget, namun sebentar kemudian Deanda justru melingkarkan kedua lengannya di leher Alvero dan membalas ciuman Alvero dengan penuh perasaan.
"I really love you sweety. As long as I have you in my life, I will be okay. So don't ever leave me."
(Aku sungguh mencintaimu sweety. Selama ada kamu di hidupku, aku akan baik-baik saja. Karena itu jangan pernah meninggalkanku).
Alvero berbisik pelan sambil bibirnya tetap menempel di bibir Deanda yang tampak memejamkan matanya, menikmati ciuman dan juga bisikan lembut dari Alvero yang selalu saja membuatnya seolah menjadi wanita paling beruntung dan bahagia di dunia ini karena memiliki seorang suami yang selalu memperlakukannya dengan begitu baik dan lembut terlepas dari status dan kedudukannya yang tinggi sebagai seorang raja.
__ADS_1