
Alaya memandang wanita yang sedang duduk di hadapannya dengan tatapan mata kaget, sekaligus perasaan geli, yang sebenarnya ingin membuatnya tertawa sekeras-kerasnya. Namun dengan begitu keras Alaya menahan tawa dan rasa gelinya agar wanita itu tidak menyadari bahwa Alaya sedang menertawakan kata-kata wanita itu barusan.
Perkataan Eliana yang ditujukan padanya barusan benar-benar membuat Alaya hampir lupa siapa sebenarnya wanita yang sedang duduk di depannya, karena merasa perkataan wanita itu sungguh lucu dan tidak masuk akal. Seorang wanita kejam dan licik yang sudah menghancurkan kebahagiaan keluarganya, kini sedang duduk di hadapannya menawarkan sebuah kerjasama padanya.
Dan bersama dengan kerjasama itu, wanita yang duduk di hadapan Alaya dengan wajah percaya diri itu juga menawarkan sejumlah uang yang cukup besar jika Alaya berhasil melakukan perintahnya dengan baik.
Ingatan Alaya kembali kepada pagi tadi dimana saat dia baru saja memasuki kantor dan duduk di meja kerjanya, terdapat sebuah surat tanpa nama pengirim yang tergelak tepat di atas keyboard komputernya.
Awalnya Alaya tampak ogah-ogahan membuka surat kaleng yang baginya hanya pekerjaan dari seseorang yang sedang ingin menggodanya atau berniat iseng.
Tapi begitu dia melihat di bagian bawah surat tertulis nama Eliana dengan cap resmi miliknya sebagai ibu suri Gracetian, membuat dengan cepat dan wajah serius Alaya membuka dan membaca isi dari surat itu.
Sebuah ajakan untuk makan malam bersama di sebuah restoran di pinggiran kota Tavisha yang cukup terkenal. Itu adalah inti dari isi surat itu.
Begitu Alaya selesai membaca surat itu, dengan cepat Alaya mengambil gambar dari surat itu dan segera mengirimkannya kepada Alvero, disertai dengan sikap tidak tenang karena dia sendiri tidak tahu apa yang sedang diinginkan oleh Eliana darinya.
__ADS_1
Pergilah menemuinya, cari tahu apa yang dia inginkan darimu. Jangan khawatir, aku akan mengirimkan beberapa anggota pengawal eksklusif kerajaan untuk mengamati pergerakan Eliana, sehingga jika dia berani macam-macam denganmu, para pengawal eksklusif itu tidak akan segan-segan menghabisi wanita itu. Jika sampai itu terjadi, kamu tidak perlu khawatir, saat itu juga aku akan langsung mengumumkan status aslimu sebagai adik kandungku, agar dunia tahu Elianalah yang sudah mencoba untuk menyerangmu terlebih dahulu.
Pesan dari Alvero membuat Alaya tersenyum sambil menarik nafas dalam-dalam dengan hati yang merasa sedikit lega. Sebenarnya, dengan kemampuan beladirinya yang dilatih langsung oleh Alexis, Alaya yakin dia akan bisa dengan mudah mengalahkan dan melumpuhkan Eliana jika wanita itu berani bertindak macam-macam kepadanya.
Akan tetapi, sebenarnya Alaya bukannya takut menghadapi Eliana seorang diri, tapi Alaya takut jika dia salah melangkah, akan membuat rencana Alvero terhadap Eliana yang sudah dia siapkan menjadi berantakan. Alaya tahu keberhasilan Alvero untuk dapat menyingkirkan Eliana dari istana, bahkan Gracetian juga merupakan hal yang begitu diinginkan oleh Alaya.
Baik Kak, aku akan lakukan sesuai dengan perintah Kakak. Aku juga berharap hal ini bisa membantu kita untuk mendapatkan hal baru agar Eliana bisa segera dibereskan.
Dengan tersenyum Alaya membalas pesan dari Alvero.
Lakukan dengan hati-hati. Jangan sampai dia mengetahui latar belakangmu apalagi keberadaan mama Larena. Dan juga jangan membahayakan dirimu sendiri. Good luck.
Tentu kak, aku akan melakukannya dengan sebaik mungkin. Semoga pertemuan ini merupakan salah satu jalan yang diberikan oleh Tuhan untuk kita dapat menyingkirkan wanita jahat itu secepatnya.
Alaya langsung membalas pesan dari Alvero, sebelum akhirnya memutuskan untuk mengganti pakaiannya agar terlihat lebih santai dan nyaman untuk memenuhi undangan dari Eliana.
__ADS_1
# # # # # # #
Kedatangan Alaya dengan berpakaian santai, bukan pakaian resmi, membuat dia hampir saja tidak diijinkan untuk memasuki ruang VIP restauran mewah tersebut.
Akan tetapi, begitu salah seorang pengawal Eliana dengan sedikit berlari mendekat orang yang melarang Alaya untuk masuk, dan membisikkan sesuatu kepadanya, sikap orang itu langsung berubah. Dengan sikap ramah, laki-laki itu mempersilahkan Alaya untuk masuk bersama pengawal Eliana yang tadi menyusulny.
Huft... benar-benar. Di tempat ini sepertinya begitu mengutamakan penampilan luar seseorang. Mungkin mereka merasa aku tidak layak masuk ke tempat ini akrena pakaianku. Tapi itulah dunia, seringkali melihat kulitnya saja tanpa mengerti apapun tentang dalamnya.
Alaya berkata dalam hati sambil berjalan mengikuti langkah-langkah pengawal Eliana yang menunjukkan jalan untuk tempat dimana dia bisa menemui Eliana.
Apa sebenarnya yang diinginkan oleh wanita itu sehingga mengajakku untuk bertemu? Aku harap itu bukan karena dia sudah mengetahui status asliku sebagai adik kandung kandung dari kak Alvero. Jika seperti itu, maka akan sangat berbahaya dan bisa menghancurkan semua rencana yang sudah disiapkan dengan baik oleh kak Alvero dan uncle Alexis.
Alaya berkata dalam hati sambil menggigit bagian bawah bibirnya, merasa sedikit khawatir dengan apa yang akan terjadi saat dia menemui Eliana nanti, walaupun sebenarnya tadi setelah saling mengirim pesan dengan kakaknya, dia merasa lebih tenang.
Langkah kaki yang terlihat sedikit ragu begitu jelas terlihat pada Alaya yang melangkah mendekat ke arah Eliana. Membuat Eliana yang saat itu berpikir bahwa Alaya tampak canggung karena merasa begitu terhormat dan gugup sudah bertemu dengan wanita dengan kedudukan setinggi dia, merasa begitu bangga terhadap dirinya sendiri.
__ADS_1