
Dengan gerakan ragu akhirnya Deanda melepas tangan kirinya yang tadinya berusaha menutupi dadanya yang belum tertutup pakaian. Alvero sendiri menggunakan kedua jari-jari tangannya untuk memegang slider tersebut, dan berusaha menggerak-gerakkannya ke atas dan bawah sambil mengamati dan berusaha melepaskan kain yang terjepit di bagian dalam slider ritsleting.
(Slider merupakan bagian dari risleting, alat yang dapat digerakkan ke arah atas dan bawah ritsleting. Fungsi utamanya untuk menyatukan dan memisahkan gigi metal atau plastik yang terdapat pada ritsleting. Bagian dari slider yang berfungsi untuk memindahkan slider ke atas atau ke bawah dinamakan pull tab).
Begitu Deanda melepaskan tangannya, mau tidak mau pemandangan indah bagian depan tubuh seksi istrinya langsung terlihat sempurna di depan Alvero, membuat mau tidak mau, sadar tidak sadar Alvero menelan ludahnya dengan wajahnya yang memerah.
Wahh…. Kalau aku tidak tahu sifat polos istriku, pasti saat ini aku akan mengira dia sedang membalas perbuatanku di walk in closet tadi.
Alvero berkata dalam hati sambil berusaha fokus kepada apa yang harus dikerjakannya terhadap ritsleting pakaian Deanda yang tersangkut. Dengan hati-hati namun bertenaga, Alvero menarik kain yang menyangkut di ritsleting pakaian Deanda. Beberapa kali Alvero mengulang tindakannya sampai akhirnya berhasil.
“Hah! Akhirnya…” Alvero bergumam pelan sambil tersenyum melihat usaha yang dilakukannya akhirnya berhasil.
Begitu melihat Alvero berhasil membetulkan slider ritsletingnya, tangan Deanda bergerak ke arah slider itu, berencana menariknya ke atas agar tubuhnya tertutup sempurna oleh pakaian berkudanya. Namun dengan gerakan lembut tapi pasti, salah satu tangan Alvero segera menyingkirkan tangan Deandaa.
__ADS_1
“Biar aku yang melakukannya.” Alvero berkata sambil menggerakkan slider ritsleting itu perlahan ke atas, dan dengan sengaja jari-jarinya bergerak menarik slider ritsleting sambil menyentuh dan mengelus lembut kulit perut rata Deanda, membuat tubuh Deanda sedikit tersentak merasakan sensasi yang membuat perutnya seperti geli seolah ada banyak kupu-kupu yang berterbangan dari perutnya mengalir ke arah dadanya dan menyebabkan dadanya berdetak keras dan membuatnya menahan nafas.
Gerakan tangan Alvero tiba-tiba berhenti tepat di dada Deanda, mengelusnya sesuatu yang ada di sana dengan lembut sebelum akhirnya Alvero menggerakkan kepalanya ke sana dan mengecup lembut tepat diantara kedua bukit kembar milik istrinya, setelah itu baru tangannya bergerak menutup ritlseting itu dengan sempurna, meninggalkan Deanda yang sedang berusaha keras menahan dirinya agar tidak mengeluarkan suara lenguhan ataupun desahan karena menikmati apa yang baru saja dilakukan Alvero kepadanya.
Deanda berusaha cukup keras untuk tidak menunjukkan bahwa saat ini gairahnya benar-benar terpancing oleh tindakan Alvero sebelumnya. Karena Deanda tahu, jika dia membiarkan Alvero tahu bahwa dia juga menikmatinya, Deanda yakin tidak akan butuh waktu lebih dari dua atau tiga detik untuk membuat Alvero mengangkat tubuhnya ke tempat tidur dan meminta kembali haknya sebagai suami.
“Ayo kita segera ke istal kuda, mereka semua pasti sudah menunggu kita sedari tadi.” Akhirnya Deanda berkata sambil menjauhkan tubuhnya dari Alvero yang masih termangu karena baru saja merasakan sensasi dalam dadanya yang membuncah saat berada di dekat sosok wanitanya.
Sepertinya malam ini… apapun yang terjadi, aku harus bisa membuat istriku bersedia mengulang apa yang sudah kami lakukan kemarin malam. Ah, sweety, kamu benar-benar membuatku seperti orang gila karena sakau akan keberadaanmu. Sepertinya aku tidak akan bisa menahannya jika harus melewati malam ini tanpa dirimu.
Alvero melenguh dalam hati sambil berusaha keras meredakan gejolak dalam dirinya yang menginginkan Deanda. Merasa sedikit frustasi karena saat dia belum pernah melakukan “itu” dia merasa baik-baik saja, tapi setelah dia merasakannya, dia betul-betul ingin selalu mengulang peristiwa itu saat melihat sosok istrinya.
“Ah, ya… mereka semua pasti sudah lama menunggu kita berdua.” Alvero berkata sambil bergerak mengikuti langkah-langkah Deanda keluar dari kamarnya.
__ADS_1
# # # # # #
Kedatangan Alvero dan Deanda ke istal kuda ternyata benar-benar sudah ditunggu oleh beberapa pangeran dan putri yang berencana menemani mereka untuk berkuda hari ini. Dan diantara para putri dan pangeran yang terlihat, tentu saja ada yang membuat Alvero terlihat tidak suka, kehadiran Dion Adalvino. Di sudut lain tampak Desya juga berada di tempat itu.
Hah! Ternyata si perusak suasana ikut hadir juga.
Alvero menggerutu dalam hati sambil melirik ke arah Deanda yang sibuk mengamati dan mengagumi kuda-kuda gagah dan indah yang berada di istal itu.
“Kamu menyukai kuda sweety?” Mendengar pertanyaan Alvero, Deanda langsung menoleh sambil tersenyum dengan wajah malu, karena sebenarnya dia bahkan tidak mengerti tentang kuda sama sekali, apalagi menunggang kuda.
Hanya saja Deanda merasa kagum melihat barisan dari puluhan kuda di dalam kandang, yang terlihat begitu gagah dengan bulu-bulunya yang terlihat mengkilap, menunjukkan kuda-kuda itu dirawat dengan baik.
“Ah, aku tidak mengerti tentang kuda Yang Mulia, bahkan tidak memiliki keahlian untuk menunggang kuda. Hanya saja melihat kuda-kuda yang terawat dengan baik itu membuat kagum.”
__ADS_1
“Belum pernah sekalipun menunggang kuda?” Alvero bertanya sambil mendekat ke salah seekor kuda yang terlihat paling gagah dan bertubuh besar, dengan warna bulunya yang hitam mengkilap, mengulurkan tangannya dan mengelus pelan kepala kuda itu. Kuda dengan jenis Arabian Horse.
(Arabian Horse mendapatkan julukan kuda termahal. Di mata para penggemar kuda ia adalah primadona yang setiap sisinya sangat sempurna. Arabian Horse dianggap ras kuda paling kuat dan gahar. Banyak orang yang berkata memiliki Arabian sama artinya seperti mempunyai kebanggaan yang tak terbantahkan. Pasalnya, begitu para penggemar kuda mengetahui ada seseorang memiliki kuda ini, maka respek mereka akan sangat tinggi kepada sang pemilik. Hal ini tak lain karena Arabian memiliki keistimewaan yang luar biasa. Arabian dianggap sebagai jenis ras terkuat karena dianggap mustang yang liarnya seperti itu, dipercaya bakal kalah melawan Arabian. Kuat ini maksudnya adalah ketahanan tubuhnya. Dikatakan kalau kuda satu ini bisa berlari sangat jauh tanpa menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Ia juga punya speed yang sangat bagus. Makanya, tak jarang kalau orang-orang sering memakai kuda ini di pacuan. Berbicara soal kuda tercantik, tentu kita bakal pilih Shetland Pony dengan bentuk tubuhnya yang unik, atau sang ratu Clydesdale dengan bulunya yang eksotis. Namun, di mata para ahli, kuda tercantik justru Arabian. Selain itu Arabian adalah jenis kuda yang paling gagah. Alasan kenapa seperti itu tak lain adalah tampilannya yang gagah. Mustang sangar memang, tapi posturnya masih kalah dengan Arabian. Tak hanya bodi, bentuk kepala warna kulit Arabian yang pas juga membuatnya makin sempurna. Bagi para penggemar kuda, Arabian ini sudah seperti wanita cantik yang bentuknya sangat aduhai. Setiap kuda punya sejarahnya sendiri, pun begitu dengan si Arabian ini. Ia dikatakan sebagai tunggangan para raja di masa lalu, khususnya para pemimpin tanah Arab. Tak hanya itu, kuda ini juga jadi kendaraan perang utama di zaman dulu. Mereka tak terkalahkan soal ketahanan sehingga dipilih sebagai pendamping prajurit. Kalau berbicara soal eksistensi, jenis Arabian dikatakan sebagai ras kuda tertua. Disebutkan kalau kuda ini sudah diternakkan sejak 5.000 tahun lalu. Bahkan ada yang bilang juga kalau Arabian sudah mulai dipakai pada 2.000 tahun sebelum masehi. Dalam dunia kuda ia pantas disebut senior. Kuda mungkin hanya peliharaan, namun begitu mereka memiliki karakteristik layaknya manusia. Kuda Arabian dikatakan kalau mereka ini sangat pintar, peka, dan sangat pemberani, tapi juga memiliki sifat angkuh, ketika diremehkan kuda ini tidak akan memebrikan rasa hormat, jangankan ditunggangi, dinaiki saja dia tidak akan mau. Namun di sisi lain mereka sangat loyal. Dengan semua keunggulan hebat yang dimilikinya, harga kuda ini memang sangat mahal. Bahkan ia disebut sebagai yang termahal di dunia, sekitar 1,3 miliar untuk kuda Arabian biasa, jika memiliki riwayat bagus, misalnya pernah menjuarai pacuan, harga bisa naik berlipat-lipat).