BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
BANTUAN ENZO


__ADS_3

Karena Deanda sendiri sedang sibuk memandangi layar handphonenya sambil berbaring di sofa, membaca berita terupdate hari ini, membuatnya tidak terlalu memperhatikan bagaimana suaminya dan Enzo saat ini sedang berdebat dan saling mengejek lewat telepon. Kebiasaan yang selalu terjadi jika dua laki-laki Adalvino itu bertemu dan melakukan percakapan.


"Ha ha ha ha! Kenapa? Bukannya itu sebuah kenyataan Yang Mulia? Apa perlu aku menceritakan kepada permaisuri Deanda tentang apa saja yang sudah kamu perbuat untuk membuatnya menjadi istrimu secepatnya? Aku juga penasaran sekali bagaimana reaksi Deanda jika mengetahui kebenaran bagaimana tindakanmu untuk mendapatkannya seperti seorang yang memiliki obsesi berlebihan padanya." Enzo berkata sambil tertawa dengan nada mengejek, membuat Alvero menyungingkan senyum licik.


"Kalau kamu berani melakukan itu, aku tidak segan-segan menghubungi Earl Robin, entah aku meminta Melva untuk menikah denganmu, atau aku meminta earl Robin untuk memisahkan Melva darimu. Aku bisa melakukannya kedua hal itu dengan mudah. Kamu tinggal pilih yang mana." Alvero berkata dengan bibir menyeringai, tersenyum dengan wajah licik.


"Haist... dasar raja Gracetian yang arogan. Bisa-bisanya kamu berencana menghancurkan kehidupan sepupumu sendiri. Aku ingin hubunganku dengan Melva berjalan perlahan tapi pasti. Aku tidak ingin dia terpaksa menerimaku karena aku adalah seorang pangeran Adalvino yang memiliki kuasa untuk dapat memaksanya menikahiku. Aku ingin mendapatkan hatinya sebelum dia mengatakan iya untuk menikah denganku." Enzo berkata sambil menarik nafas panjang, lalu tersenyum sambil melirik ke arah Melva, dengan tatapan terpesonanya, tanpa disadari oleh Melva.


"Kamu selalu suka memilih jalan yang terlalu panjang dan lama. Terlalu banyak berpikir dan tidak berani mengambil resiko! Asal kamu tahu saja, jika kamu terus tidak bisa bersikap tegas dan terlalu lambat. Aku sendiri yang akan turun tangan untuk itu!" Ancaman Alvero hanya membuat Enzo tertawa.


Enzo tahu dengan pasti, seorang Alvero, sepupu yang begitu menyayanginya, pasti akan melakukan yang terbaik untuknya, seperti yang sudah dilakukan Alvero padanya selama ini. Entah Alvero yang dikenal orang lain sebagai sosok hebat namun dingin dan arogan, tidak terlalu perduli dengan orang lain, tapi bagi Enzo, Alvero adalah orang yang paling perduli pada impian dan kebahagiannya dibandingkan dengan orang lain.


"Ah, sudahlah. Kembali ke pembicaraan awal. Apa yang bisa aku bantu malam ini Yang Mulia Alvero?" Pertanyaan Enzo membuat Alvero langsung tersenyum.

__ADS_1


"Aku harap malam ini kamu bisa mengawasi kondisi papa Vincent dengan baik, dan lebih ekstra dibanding dengan biasanya." Enzo yang mulai serius, langsung mengeryitkan dahinya mendengar permintaan dari Alvero.


"Apa yang terjadi pada uncle Vincent? Apa kondisi kesehatannya menurun? Atau ibu suri melakukan suatu hal yang buruk lagi terhadap uncle?" Berbagai pertanyaan langsung keluar dari bibir Enzo dengan wajah terlihat khawatir, begitu mendengar perintah dari Alvero.


Bahkan kata-kata Enzo yang diucapkannya dengan suara cukup keras itu, membuat Melva yang sedang asyik menendang-nendang pasir di pantai sambil melihat ke arah laut menolehkan kepalanya dan melihat ke arah Enzo dengan wajah bertanya-tanya.


Sedang Deanda yang sedang serius membaca berita tentang bagaimana Grup Adalvino yang mulai merambah ke bisnis pariwisata ikut menoleh karena suara Enzo yang cukup keras bahkan sedikit terdengar oleh Deanda lamat-lamat, padahal Alvero yang sedang menelpon Enzo berada sedikit jauh dari posisinya.


"Hah! Jangan histeris seperti itu Enzo. Papa baik-baik saja. Hanya saja barusan papa harus mendengar berita yang cukup membuatnya terkejut dan mungkin membuatnya sedikit terguncang. Kondisi papa saat ini pasti memerlukan waktu untuk menenangkan diri. Bantu aku mengawasinya agar papa tetap bisa tenang, karena ada yang harus aku selesaikan besok, baru aku bisa berangkat ke Renhill untuk menemui papa." Alvero berkata sambil sedikit menjauhkan handphone dari telinganya, seolah khawatir Alvero akan berteriak lagi kepadanya.


"Kalau itu terjadi, aku akan menjadi orang pertama yang akan menyatakan pesetujuanku." Alvero berkata sambil sedikit mendengus.


"Besok kemungkinan besar aku akan berkunjung ke Renhill untuk menemui papa. Kalau kita bertemu besok saja, baru aku akan ceritakan semuanya. Untuk malam ini tugasmu menjaga papa agar kondisi kesehatannya tidak menurun. pastikan papa beristirahat dengan baik malam ini. Karena besok mungkin akan menjadi hari yang berat bagi papa." Alvero berkata sambil melirik ke arah Deanda yang masih membaringkan tubuhnya di sofa dan bersantai di sana.

__ADS_1


"Baik Yang Mulia. Siap dikerjakan!" Enzo berkata sambil terkekeh geli.


"Ok. Kalau begitu lanjutkan kencanmu dengan Melva. Awas kalau kamu membuat Melva lepas lagi darimu! Aku dan Deanda sudah cukup banyak membantumu. Sekarang waktunya kamu menunjukkan kalau kamu bukan laki-laki pengecut. Bisa-bisanya kamu mencintai seseorang tanpa bertindak dan mengungkapkannya! Jangan sampai aku malu mengakuimu sebagai sepupuku. Aist... kamu ini sungguh mempermalukan para pangeran keturunan Adalvino yang lain, termasuk aku sebagai raja Adalvino." Enzo langsung membeliakkan matanya mendengar perkataan Alvero yang mengejeknya habis-habisan.


Baru saja Enzo berencana membalas perkataan Alvero, namun tiba-tiba saja Alvero sudah memutus panggilan teleponnya. Membuat Enzo hanya bisa mengumpat dalam hati karena olok-olok Alvero yang terdengar begitu meremehkannya sebagai pangeran Adalvino.


Dasar Alvero! benar-benar konyol! Dipikirnya semua pangeran Adalvino memiliki sifat yang sama dengannya! Bukannya aku tidak ingin bertindak sepertimu! Tapi kamu tahu, bahwa aku tidak sehebat dan sepemberani dirimu dalam bertindak. Karena itu, kamu memang lebih pantas menjadi raja Gracetian dibandingkan dengan siapapun.


Enzo menggerutu dalam hati. Enzo memaki, tapi sekaligus memuji Alvero dengan sikap bangga dalam hatinya. Sebuah pujian yang tulus dari hati Enzo yang memang tahu bahwa sepupunya itu merupakan keturunan Adalvino yang paling layak untuk menjadi raja Garacetian, bahkan dibandingkan dengan dirinya.


# # # # # # #


"Eh... my Al." Deanda yang masih membaca berita-berita nasional seputar negara Gracetian sedikit terpekik karena kaget begitu Alvero tiba-tiba sudah berdiri tepat di samping sofa tempatnya bebaring, dan tiba-tiba Alvero bergerak cepat mengangkat tubuhnya dari sofa setelah selesaiĀ  melakukan panggilan dengan Enzo.

__ADS_1


"Kamu ini benar-benar... ada kasur yang begitu nyaman, kenapa berbaring di sofa. Jangan biarkan punggungmu sakit karena terlalu lama berbaring di sofa. Kalau lelah kamu seharusnya bisa membaringkan tubuhmu dengan nyaman di sana." Alvero berkata sambil membawa tubuh Deanda dalam gendongannya ke arah tempat tidur.


Omelan Alvero berhasil membuat Deanda menyungingkan senyum geli di wajahnya.


__ADS_2