BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
PERINTAH ALVERO SELANJUTNYA


__ADS_3

"Seharusnya saat itu, saya memutuskan untuk mundur dan tidak lagi mengikuti perintah ibu suri. Setiap orang yang dipilih untuk menjalankan tugas, walaupun dia adalah orang-orang setia dan mengabdi selama bertahun-tahun, jika dia gagal atau tertangkap, satu-satunya pilihan adalah bunuh diri atau akan dibunuh oleh anggota yang lain agar menghilangkan jejak dengan baik." Perkataan Avitus mengingatkan pada dirinya sendiri tentang peristiwa dimana pembunuh yang berencana membunuh Vincent, berakhir mati di kamar rumah rumah sakit tempatnya di rawat, dibunuh oleh rekannya sendiri, atas perintah dari Eliana.


Ternyata, tidak pernah ada satupun janji yang ditepati oleh ibu suri Eliana. Entah setan darimana yang sudah merasukiku waktu itu sehingga begitu percaya dengan ibu suri Eliana dan menerima semua penawaran yang dia berikan kepadaku saat itu. Padahal aku sudah melihat dan mendengar dengan mata kepala dan telingaku sendiri tentang kelickan sekaligus kekejaman ibu suri Eliana. Aku memang bodoh! Sungguh sangat bodoh! Berpikir bahwa aku adalah orang penting yang tidak mungkin disingkirkan semudah itu oleh ibu suri karena sudah banyak membantunya sebagai mata-mata untuk mencari info.


Avitus mengutuki dirinya dalam hati dengan perasaan kecewa, sedih, takut, merasa bersalah bercampur aduk menjadi satu, tanpa bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.


Wah.... kekejaman ibu suri Eliana benar-benar tidak pernah setengah-setengah. Kalau tidak mengalaminya sendiri, rasanya akan sulit bagiku untuk percaya bahwa ada wanita sekejam dan selicik itu, dengan wajahnya yang selalu menyungingkan senyum dan bersikap lembut di depan banyak orang.  Entah apa yang ada di pikiran dan hati wanita itu, sehingga bisa menjadi wanita yang begitu kejam dan licik seperti itu. Tindakannya sungguh membuatnya tidak pantas disebut sebagai sosok seorang ibu. Dan bahkan tidak pantas disebut sebagai manusia. Dan bagaimana bisa seorang Avitus bisa terjebak dalam permainan ibu suri yang kejam itu.


Ernest berkata dalam hati sambil memandang ke arah Avitus sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa kasihan sekaligus sebal melihat bagaimana Avitus yang selama ini dikenal sebagai sosok pendiam dan tidak pernah bertingkah aneh ternyata dalam diam adalah mata-mata Eliana.


"Semua orang harus menanggung sendiri setiap kesalahan yang dia perbuat. Dan saat itu, kamu sudah memutuskan menjalani hal itu tanpa berusaha untuk berhenti walaupun tahu itu salah." Dengan nada suara terdengar meremehkan, Alvero berkata kepada Avitus yang hanya bisa tertunduk diam.

__ADS_1


"Yang Mulia... saya mohon, selamatkan anak dan istri saya. Saya akan membantu Yang Mulia untuk menggambarkan secara detail jumlah orang yang ada di sana, sistem pelatihan mereka, juga sistem keamanan di bunker Tavisha. Setelah semuanya selesai, saya akan menerima hukuman saya... apapun hukuman itu. Saya akan menerimanya." Avitus berkata dengan wajahnya terlihat memelas dan memohon kepada Alvero.


Bagi Avitus, saat ini Alvero merupakan satu-satunya harapan baginya untuk menyelamatkan anak istrinya dari tangan Eliana.


Tanpa menjawab permohonan dari Avitus, Alvero langsung bangkit dari duduknya, dan memberi tanda kepada Erich dan Ernest agar mengikutinya.


"Yang Mulia... Yang Mulia...." Melihat Alvero langsung pergi tanpa mengatakan apapun, dan tidak menanggapi permohonannya Avitus tampak panik, membuatnya langsung memanggil Alvero tanpa henti, dengan tubuhnya yang terikat berusaha bergerak mendekat ke arah Alvero yang tampak tidak perduli dengannya.


Begitu mereka sampai di depan pintu, Ernest segera mendekati salah seorang pengawal yang berjaga di depan pintu, lalu membisikkan sesuatu, memberi perintah untuk menjaga Avitus dengan baik sampai keluar perintah selanjutnya dari Alvero yang harus mereka lakukan kepada Avitus.


"Apa rencana Yang Mulia selanjutnya?" Begitu berada di dekat Alvero, Ernset segera menanyakan tentang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.

__ADS_1


"Kita harus kembali ke penthouse sekarang. Erich, segera aturkan orang-orang dari pasukan khusus kita untuk menyelamatkan istri dan anak Avitus. Jangan sampai mereka membawa atribut kerajaan sama sekali, agar Eliana tidak bisa menebak siapa yang sudah membebaskan istri dan anak Avitus. Kita harus tetap membuat Eliana berpikir bahwa Avitus menghilang tanpa jejak, tidak memperdulikan anak dan istrinya. Koordinasikan dengan tuan Alexis dan duke Evan." Alvero memberikan perintah sambil berjalan dengan sedikit bergegas ke arah mobilnya.


"Setelah itu apa yang harus kita lakukan kepada anak dan istri tuan Avitus, Yang Mulia?" Pertanyaan Erich membuat Alvero menghela nafasnya.


"Serahkan mereka kepada duke Evan, agar mereka berdua menjadi tahanan rumah di kamp pelatihan pasukan khusus. Untuk sementara biarkan mereka berada di sana." Mendengar keputusan dari Alvero, Erich langsung menganggukkan kepalanya dengan sikap hormat.


(Dalam keadilan dan hukum, tahanan rumah adalah suatu bentuk hukuman oleh pihak berwenang terhadap seseorang dengan membatasi ruang geraknya hanya dalam lingkup tempat tinggalnya saja. Perjalanannya dibatasi, bahkan tidak diizinkan sama sekali. Tahanan rumah dianggap merupakan alternatif lunak dari penahanan dalam penjara.


Walaupun tahanan rumah dapat diterapkan pada kasus kriminal biasa jika penjara tidak dianggap sebagai suatu bentuk hukuman yang tepat, istilah ini sering digunakan bagi suatu bentuk represi pemerintahan otoriter terhadap lawan politiknya. Pada kasus tersebut, umumnya, orang yang dikenai tahanan rumah tidak mendapatkan akses terhadap media komunikasi. Jika komunikasi elektronik diizinkan, pembicaraannya akan disensor. Salah satu contoh tahanan rumah yang cukup dikenal di Indonesia adalah tahanan rumah terhadap Soekarno, presiden pertama Indonesia).


"Ernest, kamu harus segera memberikan laporan kepada kepala istana, agar mereka tahu bahwa ada seseorang yang sudah berusaha memberikan racun pada makanan permaisuri, dan sekarang kondisi permaisuri masih dalam masa kritis dan dalam pengawasan para dokter spesialis." Selesai memberikan perintah kepada Erich, Alvero segera memberikan perintah kepada Ernest untuk sengaja mempublikasikan kondisi buruk Deanda karena seseorang telah berusaha meracuninya.

__ADS_1


"Buat agar info itu juga menyebutkan kecurigaan kita terhadap Avitus dan pelayan di istana yang saling bekerja sama untuk meracun permaisuri. Dan  Avitus sudah melarikan diri dan belum diketahui keberadaannya sampai sekarang. Juga berikan pengumuman resmi agar untuk sementara aku dan permaisuri akan tinggal di penthouse mengingat kondisi kesehatan permaisuri pasca keracunan belum bisa dipindahkan dari penthouse. Selama waktu itu, kalian berdua, dukung dan bantu duke Evan untuk membersihkan istana..... Sekaligus...." Suara nada dering dari ponsel Alvero membuat Alvero yang baru saja naik ke mobilnya di kursi penumpang langsung menghentikan bicaranya.


Dengan gerakan cepat Alvero, meraih handphone di saku celananya, dan begitu melihat di layar terlihat gambar ular, dimana dia melakukan itu untuk menggambarkan sosok Eliana, bibir Alvero langsung menyunggingkan sebuah senyum sinis sekaligus senang sudah berhasil membuat Eliana kebakaran jenggot, ditunjukkan bagaimana saat ini Eliana berusaha menghubunginya, sesuatu yang hanya dilakukan oleh jika dia dalam kondisi terpaksa.


__ADS_2