BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
PEMBICARAAN DENGAN EARL ROBIN


__ADS_3

"Saya merasa terhormat bisa mendapatkan undangan dari pangeran Enzo sekaligus bertemu dengan Yang Mulia Alvero di tempat ini." Earl Robin berkata sambil memandang ke arah Alvero dan Deanda dengan senyum di wajahnya.


"Saya juga merasa senang bisa bertemu Anda di sini Earl Robin. Karena dengan begitu saya bisa mengucapkan terimakasih secara langsung kepada Anda karena beberapa lama ini ikut membantu menjaga keamanan di kota Renhill selama yang mulia Vincent berada di kota itu." Earl Robin langsung tertawa pelan mendengar perkataan Alvero.


"Yang Mulia Alvero terlalu berlebihan. Sudah menjadi kewajiban saya untuk menjaga kondisi aman di sekitar yang mulia Vincent. Justru suatu kehormatan bagi saya karena Yang Mulia Alvero mempercayakan kota Renhill sebagai pilihan tempat yang digunakan untuk melakukan perawatan dan masa pemulihan yang mulia Vincent." Alvero langsung membalas perkataan earl Robin dengan sebuah senyuman.


"Ah, aku hampir saja melupakan sesuatu..." Alvero yang tiba-tiba saja teringat tentang sesuatu berkata sambil menoleh ke arah sampingnya, menatap ke arah Deanda yang diam berdiri tepat di sampingnya.


"Permaisuri Deanda... perkenalkan, ini adalah Earl Robin dan putrinya, Countess Melva. Countess Melva dikenal dengan keahliannya dalam dunia seni, bahkan salah satu lukisannya ada yang digantung di dinding istana. Countess Melva merupakan gadis yang diperebutkan oleh banyak para bangsawan dan juga para pangeran yang masih lajang." Alvero berkata sambil melirik ke arah Enzo yang tertangkap basah oleh matanya sedang mencuri pandang ke arah Melva, membuat Alvero hanya bisa menahan nafasnya tanpa diketahui oleh orang lain, termasuk Enzo, earl Robin dan Melva.


Tapi tindakan Alvero jelas tertangkap oleh mata jeli Deanda. Dengan cepat Deanda sedikit menganggukkan kepalanya untuk menyambut perkenalan yang dilakukan oleh Alvero untuknya. Dan Deanda langsung bisa menebak siapa gadis cantik dengan rambut berwarna emas yang sedang berdiri di hadapannya saat ini.


Gadis ini pasti gadis yang pernah diceritakan oleh yang mulia padaku. Gadis dari kota Renhill yang sudah berhasil mencuri hati pangeran Enzo. Sepertinya countess Melva gadis bukan hanya cantik, tapi sepertinya juga gadis yang baik. Sayangnya dia sudah memiliki kekasih, kalau tidak dia merupakan gadis yang terlihat sepadan dan pantas bersanding dengan pangeran Enzo.

__ADS_1


Deanda berkata dalam hati sambil memberikan sebuah senyum ramah kepada earl Robin dan Melva.


"Apa kalian hanya datang berdua saja? Aku dengar Countess Melva sudah memiliki seorang kekasih dan dalam waktu dekat akan melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius? Jika kalian datang ke tempat ini bersama, bolehkah aku berkenalan dengan calon suami Countess Melva?" Pertanyaan Alvero sukses membuat Enzo tersentak kaget dengan mata sedikit terbeliak.


Tung...tunggu... Alvero, apa yang sedang kamu rencanakan? Tolong… jangan lanjutkan rencanamu….!


Enzo berteriak dalam hati dengan wajah terlihat mulai panik, matanya menatap tajam ke arah Alvero sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan berusaha tidak dilihat oleh yang lain, berharap apapun yang sedang direncanakan oleh Alvero, raja Gracetian itu segera menghentikan rencananya itu sekarang juga.


Dan raja Gracetian itu bukannya tidak melihat bagaimana Enzo berusaha memberikan tanda kepadanya untuk berhenti, tapi Alvero terlihat tetap tenang dan tidak memperdulikan peringatan dari Enzo.


"O, begitukah? Apa itu artinya masih ada harapan bagi laki-laki lain untuk mendekati Countess Melva yang selama ini dikenal sebagai gadis tercantik di Renhill?" Dengan santainya Alvero bertanya lagi tanpa memperdulikan sikap Enzo yang terlihat begitu gelisah, seperti cacing kepanasan, namun di sisi lain dia tahu dia tidak akan bisa menghentikan apa yang sedang dilakukan oleh Alvero saat ini.


Enzo hanya bisa berharap, apa yang dilakukan oleh Alvero tidak membawa dampak buruk baginya, yang justru akan membuat hubungannya dengan Melva semakin merenggang ke depannya.

__ADS_1


“Yang Mulia terlalu memuji putriku. Putriku ini seorang gadis biasa dan berasal dari kota kecil. Di kota Tavisha pasti banyak gadis yang lebih cantik dan menarik dibandingkan dengan putriku yang memiliki banyak kekurangan ini.” Earl Robin berusaha tidak menunjukkan rasa bangganya mendengar tentang apa yang dikatakan Alvero tentang Melva.


Harus diakui, bahwa yang dikatakan oleh Alvero memang benar. Selama ini di kota Renhill, Melva dikenal sebagai gadis tercantik, apalagi ayahnya adalah seorang earl yang merupakan penguasa di kota Renhill, membuat sosok Melva semakin dikenal oleh masyarakat Renhill, belum lagi kemampuannya melukis yang membuat banyak para pecinta lukisan khusus datang ke kota Renhill untuk berburu lukisan karya Melva.


“Jangan merendah Earl Robin, Semua orang di kota Renhill pasti membenarkan ucapanku barusan. Kalau seperti yang dikatakan Earl Robin benar, bahwa countess Melva belum serius menjalin hubungan dengan seorang pria… Lalu, laki-laki seperti apa yang diinginkan oleh Earl Robin sebagai suami countess Melva? Aku harap aku bisa memperkenalkan countess Melva dengan laki-laki itu.” Alvero sengaja bertanya tentang impian earl Robin tentang menantu yang diharapkannya, karena dari perkataan dan reaksi Melva saat earl Robin menceritakan bahwa hubungan Melva dan kekasihnya belum serius, Alvero bisa menangkap kesan bahwa earl Robin tidak terlalu menyukai kekasih Melva saat ini.


Dan bagi Alvero, sikap dan perkataan earl Robin itu menunjukkan bahwa masih ada kesempatan bagi Enzo untuk mendapatkan Melva jika dia mau serius mendekati Melva. Menunjukkan kepada Melva bahwa dia adalah laki-laki yang lebih pantas untuk Melva, yang pastinya juga merupakan laki-laki yang tidak pernah akan bisa ditolak oleh earl Robin.


Enzo, selain merupakan salah satu pangeran Adavino, walaupun dia dikenal tidak pernah mau berurusan dengan masalah istana, tapi kemampuannya dalam dunia bisnis semua orang pun mengakuinya. Andaikata saja dia mau bekerja bersama Alvero di perusahaan Adalvino, pasti perusahaan Adalvino akan lebih berkembang lagi dan tidak hanya menguasai Gracetian, tapi juga dunia, sayangnya Enzo lebih memilih hanya sebagai pemegang saham di perusahaan Adalvino dan lebih berusaha untuk membangun bisnisnya pribadi, yang sesuai dengan yang diinginkannya.


Sosok hebat Enzo di dunia bisnis pastilah menjadi salah satu bahan pertimbangan utama bagi para ayah yang mendambakan menantu yang hebat untuk anak gadis tercintanya. Apalagi, walaupun Enzo tidak pernah terlibat dengan urusan rumah tangga istana dan kerajaan, dia tetaplah seorang pangeran Adalvino yang pengaruh dan kekuasaannya juga diakui oleh seluruh rakyat Gracetian.


Pertanyaan Alvero barusan membuat earl Robin dan Melva tersentak kaget, apalagi Enzo yang tidak menyangka saudara sepupunya itu akan menanyakan hal seperti itu kepada earl Robin, apalagi di depan Melva.

__ADS_1


Untuk beberapa waktu selanjutnya, suasana diantara mereka menjadi hening akihat pertanyaan Alvero. Namun, dengan sikap tenang dan tatapan matanya yang terlihat tegas, dan dengan wibawa yang dimilikinya, Alvero tetap menatap ke arah earl Robin, membuat laki-laki separuh baya itu sadar bahwa Alvero benar-benar serius dengan pertanyaannya dan sedang menunggunya untuk segera menjawab pertanyaan itu.


__ADS_2