BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
PESTA ULANG TAHUN ENZO (1)


__ADS_3

Kapal pesiar milik kerajaan yang digunakan Enzo untuk mengadakan acara perayaan ulang tahunnya merupakan kapal pesiar mewah yang di dalamnya memiliki 15 lantai seperti gedung bertingkat. Lantai ketiga berupa sebuah ruangan luas yang didesain secara mewah untuk acara pesta, dilengkapi dengan lantai dansa, panggung pertunjukan dengan peralatan music maupun sistem pencahayaan panggung lengkap, di salah satu sisi ruangan itu dua meja besar untuk meletakkan makanan dengan sistem prasmanan. Puluhan lampu gantung berupa kristal yang tampak mewah tergantung memenuhi atap ruangan itu. Semua fasilitas yang ada di dalam kapal pesiar itu tidak kalah lengkap dan mewah dibandingkan dengan fasilitas yang ditawarkan oleh hotel bintang 7.


(Mendengar label hotel bintang 5 saja, umumnya kita sudah dibuat terperangah. Pasalnya hotel bintang 5 identik dengan segala kemewahan dan kenyamanan yang didambakan oleh setiap orang. Namun lebih dari itu, ternyata ada hotel yang dilabeli bintang 7. Salah satu hotel mewah di dunia yang mendapat label bintang 7 adalah Burj Al Arab yang ada di Dubai. Hotel ini berdiri di pulau buatan sehingga ketika menginap di dalamnya pengunjung bisa dengan bebas menikmati panorama laut lepas. Layak mendapat predikat hotel bintang 7, karena kenyamanan yang ditawarkan Burj Al Arab memang melebihi hotel bintang 5. Kamar-kamarnya super nyaman, beberapa interiornya terbuat dari emas 24 karat sampai ada fasilitas helipad untuk mendaratkan helikopter. Duduk di posisi puncak hotel bintang 7 termahal ada Burj Al Dubai yang telah lama menjadi destinasi tujuan para selebriti dunia. Harga kelas termurah dari kamar di hotel Burj Al Arab dibanderol dengan harga 125 juta rupiah per malam).


Dari 15 lantai yang dimiliki oleh kapal pesiar itu, 8 diantaranya berisi kabin-kabin penumpang yang di dalamnya berupa kamar-kamar mewah layaknya kamar hotel dengan semua fasilitas lengkapnya, terutama 15, dimana terdapat 6 buah kamar paling mewah yang biasa ditempati oleh keluarga Adalvino, dan di lantai yang sama, di salah satu sisinya terdapat kolam renang terbuka.


Pesta ulang tahun Enzo yang diadakan di atas kapal pesiar milik kerajaan sejak siang tadi berlangsung meriah, bahkan sampai hari menjelang sore. Beberapa undangan yang rata-rata merupakan para bangsawan dan keluarga kerajaan tampak hilir mudik menikmati makanan yang berlimpah ruah, hiburan musik, mengobrol antara satu undangan dengan tamu undangan yang lain, ataupun sekedar berjalan-jalan di sekitar buritan kapal yang bisa dengan bebas melihat ke arah lautan lepas.


(Buritan kapal adalah bagian belakang dari kapal. Di bagian buritan terdapat instrument pengendali. Bagian buritan biasanya merupakan dek kapal yang luas, kadang dipakai sebagai tempat mendarat helikopter pada kapal-kapal perang).


“Sweety…. Bagaimana kalau kita menikmati udara segar di buritan kapal sambil melihat pemandangan laut lepas, sebelum matahari tenggelam? Kita bisa bersantai di sana daripada terus berada di ruangan pesta ini.” Mendengar bisikan lembut dari Alvero di telinganya, Deanda yang sedang memegang piring kecil yang sudah kosong setelah dia menikmati potongan buah segar barusan langsung tersenyum.

__ADS_1


“Eh, aku belum pernah sekalipun berlayar, aku ikut saja. Kalau kamu bilang di sana tempat yang bagus, pasti bagus.” Deanda berkata lirih membalas perkataan Alvero sambil matanya melirik ke salah satu sudut lain ruangan itu, dimana tampak Abella, Alaya, Clare dan Robert berkumpul untuk melakukan koordinasi acara pesta yang akan berlanjut hingga malam nanti, bahkan karena para undangan akan menginap di kapal pesiar ini, besok pagi masih akan ada acara makan pagi bersama sebelum akhirnya kapal pesiar berlabuh kembali tepat pukul 10 pagi besok.


Sejak siang tadi, saat pertama kali bertemu dengan tim R&D yang dibawa Robert untuk membantunya mengatur pesta ulang tahun Enzo, Deanda merasa sangat senang sekali bisa melihat sosok Abella dan Clare, namun begitu melihat sosok Alaya yang juga ikut bersama mereka, membuat tanpa sadar ada rasa tidak nyaman di dada Deanda. Walaupun sebenarnya Deanda sadar bahwa kehadiran Alaya saat ini jelas-jelas karena mereka adalah satu tim, dan posisinya di departemen R&D memang sudah digantikan oleh Alaya, karena itu Deanda tidak perlu mempertanyakan hal itu.


Deanda kembali teringat tentang rencana Alvero tentang Alaya. Walaupun pada akhirnya Alvero membatalkan rencana itu setelah mendapat nasehat dari nyonya Rose… Namun sebagai seorang istri, Deanda yang baru kali ini merasakan apa itu cemburu terhadap seseorang, juga harus jujur pada dirinya sendiri bahwa kehadiran Alaya di dekatnya dan Alvero cukup membuatnya merasa tidak tenang, walaupun sampai detik ini Deanda bisa melihat bagaimana sikap Alvero yang selalu memperhatikannya dan selalu bersamanya selama pesta berlangsung.


Bahkan Deanda harus mengakui bahwa kehadiran Alaya tidak memberikan pengaruh sedikitpun kepada Alvero. Selama pesta, Deanda tidak pernah menangkap mata Alvero sedang mengamati Alaya atau menatap ke arah gadis itu, apalagi mencuri-curi pandang ke sosok cantik itu. Tapi entah kenapa, rencana Alvero yang sempat tercetus tentang Alaya masih begitu mengganggu pikiran Deanda.


Alvero sengaja mengirimkan Erich ke kota Renhill menggantikan Evan, karena Evan sebagai bangsawan dengan tingkatan tertinggi di Gracetian harus menghadiri acara perayaan ulang tahun Enzo, sedang Eliana sengaja tidak menghadiri pesta itu dengan alasan tidak ingin bersenang-senang sedang Vincent masih dalam kondisi sakit. Dengan adanya Evan di pesta Enzo agar tidak menimbulkan kecurigaan jika menolak undangan Enzo, dengan sengaja Alvero memang mengaturkan agar Erich yang mengawasi kondisi di kota Renhill.


“Tidak ada, memangnya siapa lagi yang bisa membuatku melamun?” Deanda berkata sambil tersenyum, dan tanpa sadar mata Deanda mengikuti arah mata Alvero yang sedang memandang ke arah Evan.

__ADS_1


Evan sendiri, begitu merasa ada yang sedang menatap ke arahnya langsung menoleh ke arah Alvero yang memang sedari tadi sedang menatapnya, dan mau tidak mau dia juga menatap Deanda yang berdiri dengan anggun di samping Alvero. Dengan gerakan cepat, Evan langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya untuk membalas tatapan dari Alvero, membuat mau tidak mau baik Alvero maupun Deanda juga membalas sapaan dari Evan melalui anggukan kepala dan senyuman di wajah mereka.


Haist…. Kenapa keberadaan duke Evan masih saja selalu membuatku cemburu walaupun bagi duke Evan, tidak akan adalagi kesempatan untuk mengambil Deanda dari sisiku. Tapi senyuman dan tatapannya ke arah Deanda bagiku masih terlihat seperti seorang laki-laki yang sedang melihat dan tersenyum kepada wanita yang dicintainya.


Alvero berkata dalam hati sambil meraih pergelangan tangan Deanda, dan mengajaknya keluar dari ruangan pesta.


“Temani aku mencari udara segar sekarang sweety.” Alvero berbisik pelan.


Secepat mungkin Alvero ingin menjauhkan Deanda dari jangkauan tatapan mata Evan, sedang Evan, begitu melihat apa Alvero yang mengajak pergi Deanda dari ruangan itu hanya bisa menarik nafas panjang.


Sampai detik ini, pesonamu masih saja berhasil mengacaukan hatiku. Ah, sampai kapan aku baru bisa merelakanmu dan melepas perasaan cintaku padamu. Apalagi mendengar apa alasan yang mulia menikahimu. Hanya untuk kepentingan pribadi yang mulia agar bisa menekan rumor tidak benar tentang yang mulia. Sungguh menyiksa melihat wanita yang aku cintai bersama dengan laki-laki lain. Tapi bagiku, akan lebih menyakitkan bagiku jika aku melepaskan cintaku dengan begitu mudah sedang aku masih berharap, mungkin suatu ketika kamu akan berlari ke arahku, saat perjanjianmu dengan yang mulia berakhir.

__ADS_1


Evan berbisik pelan dalam hati sambil menoleh dan memaksakan senyum di wajahnya karena mendengar seseorang menyapanya.


__ADS_2