
Untuk bisa mewujudkan angan-angannya, Deanda tahu bahwa Eliana harus secepat mungkin dijauhkan dari keluarga kerajaan dan istana. Dan itu bisa dilakukan dengan cara menemukan semua bukti kejahatan Eliana, sehingga bisa menyeretnya keluar dari istana dan sekaligus mencabut statusnya sebagai seorang baroness.
Karena sesuai hukum dengan kerajaan Gracetian, jika Larena kembali muncul, itu artinya status Eliana sebagai ibu suri akan langsung hilang dan tercabut dengan sendirinya, sehingga dia kembali sebagai seorang baroness. Karena sejak awal terjadinya perpisahan antara Larena dan Vincent, Vincent sebagai raja saat itu tidak pernah mengucapkan apalagi menuntut perceraian kepada Larena.
Dan jika semua bukti kejahatannya bisa ditemukan, bahkan status baroness milik Eliana pasti akan dicabut dengan tidak hormat.
Keberadaan mama Larena akan membawa dampak baik bagi keluarga Adalvino. Semoga saja mama Larena bersedia menunjukkan jati dirinya kembali di Gracetian dan mau kembali bersama dengan papa Vincent.
Deanda berkata dalam hati sambil menghela nafasnya.
Memikirkan hal itu, tanpa disadari oleh dirinya sendiri, Deanda merasa sedikit menarik nafas lega, mengetahui tentang keberadaan Larena yang tenyata masih hidup. Sehingga untuk tindakan awal, Alvero bisa langsung menyingkirkan Eliana sebagai permaisuri, tanpa perlu lebih dahulu menemukan bukti kesalahannya di masa lalu.
Ditambah lagi dengan kehadiran Alaya sebagai putri kandung Vincent dan Larena, yang usianya tidak jauh berbeda dengan Dion, secara otomatis akan memperkuat posisi Larena untuk dapat kembali ke istana. Karena keberadaan Alaya bisa membuktikan bahwa pada saat itu bukan karena retaknya hubungan antara Larena dan Vincent dari awal yang menyebabkan Vincent dan Larena berpisah, sehingga Vincent menikahi Eliana.
Sejak Larena dinyatakan meninggal, banyak gossip yang berhembus di kalangan istana maupun masyarakat yang menyatakan bahwa Vincent sebagai raja Gracetian memiliki perselisihan dengan Larena, yang tidak bsia menjadi permaisuri yang baik bagi Vincent.
__ADS_1
Sehingga Vincent pada akhirnya menemukan Eliana sebagai sosok pengganti Larena. Membuat pada akhirnya Vincent menyingkirkan Larena keluar dari istana agar bisa menikahi Eliana.
Rumor tidak benar itu merebak dengan begitu cepat sehingga sampai sekarang sebagian masyarakat masih mempercayai rumor itu, membuat beberapa orang menjadi tiak bersimpati kepada Larena dan mulai memuji-muji keberadaan Eliana yang selalu berusaha tampil menjadi wanita yang anggun dan sempurna jika berhadapan dengan orang lain, untuk membangun imagenya sebagai seorang permaisuri idaman.
Eliana sengaja melakukan itu, berusaha keras memberikan kesan pada orang lain bahwa dia adalah permaisuri yang jauh lebih baik dari Larena. Sengaja menyebarkan gosip untuk mematikan dan meredam orang-orang yang selama ini begitu membela dan mengagumi sosok Larena sebagai permaisuri sebelumnya.
Jika Larena muncul kembali, dia bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi belasan tahun yang lalu tidaklah benar. Pada kenyataannya, sampai detik ini Vincent tidak pernah mengajukan sebuah perceraian dengan Larena, sehingga ikatan pernikahan mereka masihlah sah sebagai suami istri.
Dan kehadiran Alaya bisa memperkuat penjelasan dari Vincent bahwa sedari awal, hubungannya dengan Eliana adalah sebuah kesalahan yang tidak disengaja oleh Vincent, karena wanita yang dicintai oleh Vincent tetaplah Larena Hilmar.
Belum lagi kehadiran anak Deanda dan Alvero, akan membuat Dion semakin kehilangan kesempatan untuk menjadi putra mahkota berikutnya, apalagi raja Gracetian selanjutnya.
“My sweety, jangan melamun. Apa yang sedang kamu pikirkan? Apa ada yang membuatmu merasa tidak tenang? Ada yang mengganggu pikiranmu?” Pertanyaan Alvero membuat Deanda sedikit tersentak kaget.
“Ahh…. Tidak…, hanya saja…. Apa… mama Larena akan kembali ke Gracetian?” Dengan nada suara ragu, Deanda akhirnya mengucapkan hal yang begitu ingin dia ketahui kepada Alvero.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan dari Deanda, Alvero langsung tersenyum, karena pertanyaan dari Deanda barusan menunjukkan bahwa Deanda ternyata perduli dengan keberadaan Larena.
“Iya, menurut info dari papa Alexis, sebenarnya dua hari lagi mama Larena akan kembali ke Gracetian. Jadi, tadi siang ketika Alaya dan papa Alexis bertemu di restauran, sebenarnya mereka sedang membahas rencana kedatangan dari mama Larena. Membicarakan tentang apa yang perlu mereka siapkan, termasuk tempat tinggal dan rencana mereka ke depannya. Bagaimana cara memberitahukan kepada kita tentang keberadaan mereka. Tetapi hari ini kita sudah bergerak lebih dahulu sehingga mereka harus mengubah rencana mereka.” Alvero berkata sambil tangannya mengelus-elus lembut paha Deanda yang duduk di sisinya sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Alvero dengan nyaman.
“Lalu… bagaimana rencana mereka selanjutnya? Apa mama Larena sudah tahu kalau kamu dan papa Vincent sudah mengetahui tentang apa yang terjadi di masa lalu dan mengetahui tentang keberadaan mama Larena yang masih hidup dan Alaya?” Pertanyaan Deanda membuat Alvero menarik nafas panjang.
“Belum, baik papa Alexis maupun papa Vincent, mereka berpikir jika mereka akan menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu mama Larena. Dan itu akan mereka lakukan setelah mama Larena benar-benar sudah datang di Gracetian. Jika mama Larena diberitahu sekarang, takutnya mama Larena berubah pikiran dan membatalkan niatnya untuk kembali ke Gracetian. Karena sebenarnya kedatangan mama Larena kali ini ke Gracetian, hanya ingin melihat keberadaan kita berdua yang sudah menikah secara diam-diam, dan dia berencana hanya akan menetap di Gracetian selama seminggu saja.” Alvero menjelaskan rencana mereka tadi kepada Deanda.
“Walaupun mama Larena dinyatakan sudah sembuh dan bisa melalui semuanya dengan baik. Namun untuk kembali ke Gracetian pasti membutuhkan keberanian lebih bagi mama Larena.” Alvero kembali menyambung perkataannya, sambil diliriknya Deanda yang tampak menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya melalui sela-sela bibirnya.
“Terimakasih untuk hari ini sweety. Terimakasih sudah memaafkan mama Larena dan Alaya yang sudah membuatmu kehilangan sosok seorang papa dalam kehidupanmu. Kamu sudah berusaha keras melakukan hal terbaik yang kamu bisa, walaupun aku tahu sebenarnya itu sangat sulit dilakukan. Kalau itu aku, belum tentu aku bisa melakukan hal seperti tadi.” Mendengar perkataan Alvero, Deanda menggerakkan tangannya ke arah wajah Alvero dan mengelusnya tanpa melihatnya, karena posisi kepalanya yang sedang bersandar di bahu Alvero.
“Apapun akan kulakukan untukmu my Al. Seperti janjiku padamu dulu, aku akan selalu mendukungmu, my king.” Deanda berkata lembut, membuat dada Alvero berdegup dengan kencang, hatinya begitu berbunga-bunga, penuh dengan getaran yang menunjukkan bahwa saat ini dia begitu bahagia mendengar apa yang baru dikatakan oleh Deanda.
Deanda sudah mengajarkannya banyak hal, tentang segala kebaikan dan ketulusan, kepercayaan, hati yang pemaaf, juga kelembutan. Dan satu hal lagi yang membuatnya begitu kagum pada sosok istrinya itu. Deanda tidak pernah ingkar terhadap apa yang sudah pernah diucapkannya. Deanda yang membuat Alvero begitu mencintai wanitanya itu lebih dari apapun yang dia miliki di dunia ini.
__ADS_1