
Apa maunya gadis ini? Apa dia mau mencari cara agar bisa menolak perintah dariku? Kalau dia berani melakukan itu, aku benar-benar akan menghabisinya malam ini juga. Toh dia bukan orang asli dari Gracetian. Keluarganya atau teman-teman dekatnya tidak akan menyadari ketidak beradaannya sampai semuanya sudah terlambat. Tubuhnya sudah hancur bersatu dengan tanah dan tidak bisa ditemukan lagi oleh mereka.
Eliana berkata dalam hati sambil menatap tajam ke arah Alaya.
"Apa yang kamu inginkan Nona?" Eliana berkata dengan matanya menatap Alaya dengan tatapan tajam sekaligus mengintimidasi.
"Bolehkan... saya... sedikit mendapatkan uang muka untuk tugas yang akan diberikan oleh Ibu Suri. Ah, maksud saya… Bukankah... jika ingin tampil cantik dan sempurna di depan yang mulia Alvero, saya juga harus memiliki pakaian bagus, perhiasan cantik, juga barang-barang branded lainnya...? Dan saya… membutuhkan banyak uang untuk itu…." Alaya berkata dengan nada ragu dan bibir meringis, juga wajah terlihat malu-malu, membuat Eliana bukannya marah, tapi justru tertawa dengan wajah terlihat begitu senang.
(Branded adalah sebuah sebutan yang berasal dari kata brand yang di dalam bahasa Indonesia memiliki arti Merek. Jadi jika kita artikan maka branded memiliki makna kata bermerek di dalam bahasa Indonesia. Jika Anda menemukan kata sepatu atau tas branded di toko online/offline maka berarti maksudnya adalah tas bermerek. Dan biasanya, barang-barang tersebut dikenal dengan bahan dan kualitas istimewanya, danjuga harganya yang mahal).
Karena bagi Eliana, permintaan Alaya barusan justru menunjukkan bahwa dia sudah menemukan orang yang tepat untuk rencananya terhadap Alvero.
Hah! Gadis yang benar-benar matrealistik! Kali ini pilihanku benar-benar tepat! Aku tidak salah pilih! Gadis yang matrealistik seperti dia akan jauh lebih mudah untuk dikendalikan selama ada timbal baliknya. Benar-benar akan jadi seorang budak yang tidak tahu malu, dan akan selalu bisa menjadi anjing yang patuh pada majikannya, selama ada makanan enak disuguhkan di depan matanya. Aku yakin aku akan dengan mudah mengendalikan gadis ini dengan harta.
Eliana berkata dalam hati, setelah itu Eliana langsung tertawa dengan keras.
"Ha ha ha. Tentu saja Nona! Hal sekecil itu, tidak perlu khawatir. Tapi ingat! Dalam waktu kurang dari 2 minggu! Kamu harus berhasil mendekati raja Alvero dan membuatnya paling tidak mau berteman denganmu! Jika dalam dua minggu kamu tidak berhasil! Aku akan mencari gadis lain. Dan pasti kamu tahu apa yang akan terjadi padamu jika aku sudah menemukan penggantimu, dan kamu tidak lagi berguna untukku!" Eliana berkata sambil membuka tasnya, mengambil setumpuk lembaran uang seratus dollar dan meletakkannya di depan Alaya yang langsung tersenyum dan tanpa malu-malu langsung mengambilnya, membuat wajah Eliana bertambah puas.
__ADS_1
Gotcha! Ternyata jebakanku berhasil. Akhirnya, sekarang kamu pasti berpikir aku adalah gadis matrealistik yang akan bersedia melakukan apapun demi uang. Dengan begitu dia akan semakin percaya dan bergantung padaku. Selamat datang di pintu nerakamu nyonya!
Alaya berkata dalam hati sambil tersenyum, sebuah senyum yang bagi Eliana terlihat seperti sebuah senyum malu-malu, sedangkan bagi Alaya senyum itu adalah senyuman selamat datang untuk Eliana ke lubang jebakannya sendiri.
Alaya sendiri mengartikan senyumannya sendiri sebagai ucapan selamat datang kepada Eliana ke jebakannya sendiri yang akan membawa kehancurannya sendiri.
# # # # # # #
"Ha ha ha ha." Alvero benar-benar tertawa terbahak-bahak mendengar bagaimana cerita Alaya tentang pembicaraan dari hasil pertemuannya dengan Eliana tadi.
"I... iya sweet... ty. Tung... tunggu... Sebentar." Alvero berusaha berbicara di tengah-tengah tawa terbahak-bahaknya, dengan tangannya bergerak-gerak di udara.
Begitu Alvero berhenti tertawa, Alvero justru langsung meringis sambil memegang perutnya yang terasa kaku karena kram akibat terlalu lama dan banyak tertawa, membuat Alaya hanya bisa tersenyum geli melihat sisi lucu dari seorang Alvero yang belum pernah diketahuinya karena perjumpaan mereka yang baru terjadi.
Deanda yang duduk di sampingnya langsung mengelus-elus perut Alvero yang duduk menyelonjorkan kedua kakinya dengan punggungnya bersandar pada sandaran sofa yang didudukinya.
"Aduh...." Alvero berkata pelan sambil meringis dan salah satu tangannya memijati-mijat pipinya yang terasa kaku dengan jari-jari tangannya.
__ADS_1
"Kamu ini benar-benar. Sudah kubilang jangan tertawa terlalu lama dan keras kalau tidak mau perutmu kram seperti sekarang." Deanda berkata sambil menahan senyum gelinya melihat kondisi suaminya.
"Tapi sweety, tahukah kamu....?" Alvero berkata sambil dengan cepat bergerak untuk duduk kembali dalam posisi tegak, dan langsung memandang ke arah Deanda.
"Kenapa my Al? Apa yang mau kamu katakan?"
"Tidak... hanya saja... tahukah kamu bahwa apa yang diceritakan oleh Alaya barusan, adalah cerita paling lucu yang pernah aku dengar seumur hidupku. Mmmppphhh..." Alvero berkata dengan diakhiri menutup bibirnya dengan telapak tangannya untuk menahan mulutnya agar tidak tertawa tergelak lagi.
"Itu belum seberapa Kak. Bahkan di awal pertemuan, dia mempertanyakan hubunganku dengan Ernest. Dia berpikir bahwa aku adalah kekasih Ernest, karena salah satu informannya memberikan info tentang bagaimana Ernest pernah mengantarku datang ke kantor dengan mobil pribadinya ketika Kakak memintanya mengantarku dari Renhill ke Tavisha." Kali ini Alvero kembali tertawa, walaupun hanya sebuah kekehan karena tidak habis pikir dengan pemikiran Eliana yang sudah salah kaprah tentang siapa Alaya sebenarnya.
Dan tentu saja kesalahpahaman Eliana terhadap situasi dan siapa Alaya bagi Alvero sungguh menunguntungkan bagi mereka. Bahkan membuat Elian dengan sukarela berjalan memasuki jebakannya sendiri.
"Wah... benar-benar sudah kehabisan akal wanita ular itu. Bisa-bisanya dia berpikir untuk membuatku berselingkuh dengan perempuan lain. Haist! benar-benar pikiran yang sangat menjijikkan!" Alvero berkata sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan senyum masih terlihat di bibirnya.
"Seperti dugaanku, kehadiran Ornado sudah membuat Eliana hilang kendali. Sepertinya kejutan dari kedatangan Ornado sudah membuat otak wanita ular itu bergeser dari tempatnya. Membuatnya tidak bisa berpikir dengan waras. Apa dipikirnya sebuah perselingkuhan orangtuaku yang sudah membuatku hidup menderita selama bertahun-tahun akan aku ikuti? Benar-benar tidak punya malu wanita menjijikkan itu." Alvero berkata sambil menarik nafas panjang.
"Bahkan setelah mendengar cerita dari papa Alexis, aku percaya sepenuhnya bahwa papa sudah dijebak oleh Eliana waktu itu, bukan karena papa memang tergoda oleh wanita perebut suami orang itu. Apalagi papa begitu mencintai mama Larena. Rasanya tidak mungkin papa melirik wanita lain, apalgi wanita seperti Eliana, yang dilihat dari sisi manapun membuatku ingin muntah." Alvero kembali melanjutkan kata-katanya dengan wajah terlihat jijik, membuat Alaya dan Deanda saling berpandangan dan langsung tersenyum.
__ADS_1