BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
MAKAN MALAM YANG MENYEBALKAN


__ADS_3

Anak dari Larena Hilmar, berarti anak dari Vincent Adalvino. Dan jika Larena benar masih hidup, secara otomatis posisi ibu suri milik Eliana akan langsung ditangguhkan dan dihapuskan. Karena Vincent dan Larena menikah secara sah sesuai hukum Gracetian. Selama Vincent tidak menceraikan Larena, berarti hingga saat ini, status Larena tetaplah istri sah dari Vincent, sedangkan Eliana, bukanlah siapa-siapa bagi Vincent, walaupun Eliana sudah melahirkan Dion sebagai anak dari Vincent.


"Jangan kahwatir. Aku baik-baik saja sweety... Selama aku memilikimu, dan kamu tetap berada di sisiku, aku akan baik-baik saja." Alvero berkata sambil memeluk tubuh Deanda dengan begitu erat, seolah takut Deanda tiba-tiba menghilang darinya.


Asal ada kamu tetap berada di sisiku dan menjadi milikku, tidak ada hal yang akan bisa menghancurkan aku. Wanita tercintaku, separuh nafasku, setengah dari jiwaku.... Kamu adalah alasanku untuk hidup dan tetap kuat. Seperti udara yang ada di sekitarku, aku akan selalu membutuhkan keberadaanmu di dekatku. Semua orang boleh tidak perduli padaku dan meninggalkanku... asal kamu tetap berada dalam dekapanku... itu sudah lebih dari cukup bagiku untuk tetap berjuang.


Alvero berbisik dalam hati sambil mencium bibir Deanda dengan penuh perasaan cinta.


"I love you my sweetheart." Alvero berbisik pelan setelah mengakhiri ciuman mesranya pada bibir Deanda.


Sebentar kemudian Alvero menempelkan keningnya ke kening Deanda sambil salah satu tangannya memegang tengkuk Deanda, mengelusnya dengan lembut beberapa kali sambil menarik nafas dalam-dalam


Bagi Alvero keberadaan Deanda sudah lebih dari cukup untuk menenangkan gejolak yang ada di dadanya saat ini. Asal ada Deanda di sisinya, Alvero yakin, dia akan bisa menghadapi apapun yang menghadang di depannya.

__ADS_1


# # # # # # #


Walaupun Alvero berusaha menambah kecepatan makannya, akan tetapi dia tidak mungkin melakukannya dengan cara yang terlihat terlalu terburu-buru dan membuatnya terlihat sebagai orang yang tidak memiliki sopan santun yang dimiliki oleh kaum bangsawan, dan tidak bisa mengendalikan dirinya dengan baik sebagai seorang raja.


Karena itu, walaupun berusaha menghabiskan makanannya dengan secepat mungkin, Alvero tetap melakukannya dalam batas normal. Itu juga dilakukannya dengan hati-hati agar Eliana dan siapapun para pendukung Eliana yang sedang duduk bersamanya di meja makan istana itu tidak menaruh kecurigaan atas sikap Alvero yang tidak setenang biasanya malam ini.


"Yang Mulia, untuk beberapa waktu ini, ketidakhadiran pangeran Enzo di beberapa acara yang diadakan di istana cukup menimbulkan tanda tanya besar dari beberapa bangsawan." Salah seorang dari paman Alvero sengaja menanyakan keberadaan Enzo yang selama beberapa waktu ini lebih banyak menghabiskan waktunya di kota Renhill, di villa keluarganya bersama Vincent.


"Ada beberapa hal pribadi yang sedang dikerjakan oleh pangeran Enzo di kota Renhill. Lagipula Uncle… siapa bangsawan yang mulai iseng mempertanyakan kegiatan pangeran Enzo? Bukankah sejak dahulu pangeran Enzo memang enggan terlibat dengan urusan istana dan keluarga kerajaan?" Alvero berkata sambil matanya menatap tajam ke arah pamannya yang baru saja mempertanyakan tentang keberadaan Enzo.


Alvero berkata dalam hati dengan matanya masih menatap tajam ke arah pamannya yang terlihat salah tingkah dengan pertanyaan balik dari Alvero.


"Ah, ya, kalau begitu aku akan memberitahukan kepada mereka yang bertanya agar mereka tidak perlu lagi ikut campur dalam urusan pangeran Enzo." Dengan wajah terlihat sedikit malu karena tidak bisa menjawab pertanyaan Alvero, salah satu paman Alvero itu akhirnya berusaha mengakhiri pembicaraan daripada memancing emosi Alvero, yang mulai menunjukkan wajah tidak ramah dan dinginnya karena pertanyaannya barusan.

__ADS_1


"Aku kira itu akan lebih baik jika uncle bisa menjawabnya seperti itu." Alvero berkata sambil mengalihkan pandangannya dari sosok pamannya yang baginya terlihat sangat menyebalkan dengan sikap sok percaya dirinya tadi.


Alvero tahu Eliana pasti sengaja meminta paman Alvero itu membicarakan tentang Enzo, dan berharap Enzo agar segera kembali ke Tavisha. Bagi Eliana, walaupun Alvero tidak ada di Renhill, keberadaan Enzo di Renhill cukup mengganggu pergerakannya untuk mendekati Vincent.


Apalagi saat ini Vincent tinggal di villa milik keluarga Enzo, sehingga dengan adanya Enzo yang ada di sana juga, Eliana semakin sulit untuk mendekat dan melakukan rencana buruknya terhadap Vincent dengan aman tanpa diketahui oleh orang lain.


Belum lagi selama ini Enzo tidak pernah menunjukkan sikap bersahabat dengan Eliana. Sejak kecil Enzo yang sudah mengetahui jahatnya sikap Eliana terhadap Alvero dan beberapa anak dari keluarga kerajaan seperti Tira, tidak pernah menyukai wanita itu dan tidak pernah bersikap ramah kepada Eliana.


Sekilas tanpa sengaja Alvero menatap ke arah Dion saat matanya beralih dari sosok pamannya. Dan melihat bagaimana Dion menatap ke arah Deanda, yang menunjukkan tatapan terpesonanya, bahkan setelah sekian lama pernikahannya dengan Deanda, cukup membuat Alvero mengepalkan salah satu tangannya yang sedang berada di pangkuannya.


Si mata keranjang itu tetap saja berani memandang wajah istriku dengan tatapan begitu menginginkannya. Kamu tidak ada bedanya dengan Eliana! Selalu iri dan menginginkan milik orang lain. Kamu pikir, kamu akan bisa merebut Deanda dariku? Jangan bermimpi! Sampai kapanpun, Deanda hanyalah milikku!


Alvero menggerutu dalam hati, dan dengan cepat Alvero membalik posisi sendok dan garpu yang ada di piringnya, sehingga membuat yang lain langsung menghentikan makan mereka dan ikut membalikkan sendok dan garpu yang ada di piring mereka masing-masing, menandakan mereka mengikuti Alvero yang telah menyelesaikan makan malamnya. Karena mereka tahu saat raja mereka memberikan tanda makannya sudah selesai dengan membalik sendok garpunya, itu artinya semua yang ada di meja itu semuanya harus ikut menyelesaikan makan mereka.

__ADS_1


Sebuah aturan baku di meja makan istana yang dulunya pernah dilanggar oleh Deanda yang saat itu belum mengerti tentang tata cara makan di istana. Hanya saja, saat itu Alvero yang masih menjadi putra mahkota menolong Deanda agar tidak dipermalukan oleh yang lain karena kesalahan akibat ketidaktahuannya saat itu.


Walaupun beberapa dari mereka sebenarnya belum menyelesaikan makan malam mereka, terlihat dari banyaknya sisa makanan yang masih ada di piring mereka... akan tetapi, tentu saja mereka tidak berani melanjutkan makan mereka di saat Alvero sudah memberikan tanda makan malam sudah selesai.


__ADS_2