
Apalagi, kedua laki-laki itu terlihat sangat mirip, bagai pinang dibelah dua, hanya tatanan rambut mereka yang berbeda.
Ketika Erich dan Ernest sampai di depan pintu, dan melihat kedua orangtua Cleosa yang menyambut mereka, baik Ernest dan Erich, langsung sedikit membungkukkan tubuh mereka, membuat mama dan papa Cleosa tersenyum dengan senang melihat bagaimana sopannya sikap kedua laki-laki tampan itu.
"Selamat malam. Ayo masuklah kalian berdua." Mama Cleosa dengan suara terdengar ramah, langsung mempersilahkan Erich dan Ernest untuk masuk.
"Aku seperti pernah melihat wajah mereka? Tapi dimana ya?" Salah satu kakak Cleosa berkata pada yang lain dengan wajah bertanya-tanya, kening sedikit berkerut untuk mengingat-ingat siap sebenarnya Erich dan Ernest.
"Selamat malam, kedatangan kami berdua mungkin Anda berdua sudah mendengar dari Cleosa. Karena kami sudah serius dalam menjalin hubungan, secara khusus saya datang ke tempat ini untuk melamar Cleosa untuk menjadi istri saya. Saya berjanji akan membahagiakan Cleosa, dan menjaganya dengan baik, dengan segenap jiwa raga." Kata-kata Erich yang tanpa basa-basi, membuat kedua orangtua Cleosa cukup kaget, apalagi ketiga kakak laki-laki Cleosa.
"Tidak bisa! Kamu harus membuktikan ketulusan hatimu agar kami bisa melihat kamu memang layak untuk Cleosa." Salah satu kakak Cleosa yang dikenal sangat emosional, langsung menjawab perkataan Erich.
"Kak...." Cleosa langsung memanggil kakaknya dengan wajah bingung, karena takut jika Erich tersinggung dengan sikap kakaknya yang kasar dan tidak menghormatinya, padahal secara status, keluarga Cleosa adalah keluarga dari kalangan rakyat biasa, sedang Erich dan Ernest, merupakan seorang knight yang juga adalah pengawal pribadi raja Alvero.
"Tidak masalah, saya akan membuktikan bahwa saya laki-laki yang terbaik untuk Cleosa. Apa yang bisa saya lakukan untuk membuktikan bahwa memang saya layak mendapatkan Cleosa?" Tanpa disangka-sangka, Erich menjawab perkataan kakak Cleosa dengan begitu tenang , dan begitu percaya diri.
Erich.... sepertinya kamu benar-benar sudah jatuh cinta pada nona Cleosa. Kalau dulu sebelum mengenal nona Cleosa, kamu pasti akan marah dan memilih pergi jika ada yang meremehkanmu seperti itu.
Ernest berkata dalam hati dengan mengulum senyum bahagia di bibirnya, melihat bagaimana terlihat sikap Erich yang menunjukkan keteguhan hati, bahwa apapun yang terjadi, dia tidak akan melepaskan Cleosa.
"Selamat malam...." Sebuah suara sapaan dari seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri di ambang pintu masuk rumah orangtua Cleosa, memakai masker dan juga beberapa orang tampak mengawalnya, membuat semua yang ada di dalam rumah menoleh ke arah sumber suara dengan wajah kaget, termasuk Erich dan Ernest, karena tidak menyangka bahwa Alvero tiba-tiba saja muncul di sana.
"Eh, siapa Anda? Maaf, kami sedang ada pertemuan keluarga. Untuk sementara kami tidak menerima tamu. Anda bisa kembali lain waktu." Kata-kata dari salah satu kakak Cleosa, membuat, Erich dan Ernest langsung bangkit berdiri, dan bergegas mendekat ke arah Alvero, dan memberikan salam penghormatan pada raja mereka tersebut.
__ADS_1
Yang Mulia Alvero, bagaimana bisa beliau tiba-tiba hadir di tempat ini?
Erich berkata dalam hati dengan tatapan mata memandang ke arah Alvero dengan tatapan tidak percaya, sekaligus sedikit bingung, tidak mengerti apa tujuan Alvero datang secara tiba-tiba di tempat ini.
"Mohon ampun atas ketidaksopanan kami Yang Mulia." Ernest segera berkata dengan tubuh masih membungkuk dengan tangan kanan menyilang di dadanya, di hadapan Alvero yang dengan gerakan pelan namun percaya diri, melepaskan masker di wajahnya.
Begitu Alvero melepaskan maskernya, ketiga kakak Cleosa, dan juga kedua orangtuanya langsung tersentak kaget, dan tergopoh-gopoh langsung berlarian mendekat ke hadapan Alvero, disusul oleh Cleosa, dan memberi salam penghormatan pada raja mereka.
"Ampuni kami Yang Mulia." Semua dari mereka berkata serempak sambil memberikan salam penghormatan, bahkan membungkukkan tubuh mereka 90 derajat untuk menunjukkan rasa penyesalan mereka sudah berani bertindak tidak sopan pada Alvero.
"Tenanglah, aku sengaja datang kemari sebagai wali dari Erich, untuk melamar nona Cleosa, bukan sebagai Raja yang mau menghukum orang yang bersalah." Perkataan Alvero sambil menggerakkan tangannya sebagai tanda bahwa dia menerima salam penghormatan mereka, membuat keluarga Cleosa menghela nafas lega, meskipun mereka tetap menunduk tanpa berani mendongakkan kepala mereka.
Kata-kata Alvero membuat tanpa sadar mata Erich memerah, dan dia sengaja sedikit menoleh untuk menahan haru dan agar tidak menangis bahagia, karena Alvero yang tiba-tiba saja hadir dan mengatakan di depan keluarga Cleosa, dan dia mengatakan hadir sebagai wali dari Erich, menggantikan almarhum orangtuanya untuk ikut melamar Cleosa.
"Baiklah, bagaimana kalau kita mulai sekarang?" Alvero berkata sambil memberikan tanda melalui tangannya, agar para pengawal yang menyertainya, maju mendekat ke arahnya.
"Apa kita bisa duduk sekarang?" Alvero berkata sambil tersenyum.
"Eh, iya... silahkan Yang Mulia.... Maaf jika rumah kami tidak nyaman untuk Yang Mulia." Papa Cleosa dengan gugup mempersilahkan Alvero untuk duduk, sedang ketiga kakak laki-laki Cleosa beberapa kali mencuri pandang ke arah Erich, dan menunjukkan rasa kagum pada laki-laki yang bahkan membuat seorang Raja turun tangan, menggantikan orangtuanya untuk melamar anak gadis mereka.
Dalam sejarah di Gracetian, belum pernah terdengar bagaimana seorang raja ikut melamar gadis yang disukai oleh pengawal pribadinya.
"Terimakasih untuk sambutannya Tuan dan Nyonya. Seperti yang aku katakan tadi. Kedatanganku kemari, mewakili almarhum orangtua Erich, untuk melamar nona Cleosa. Nona Cleosa sudah bekerja cukup lama di perusahaan Adalvino, dan memiliki kinerja yang baik. Dia juga salah satu sahabat dari permaisuri Deanda, jadi baik aku maupun pemaisuri mengenal nona Cleosa dengan cukup baik." Bibir orangtua maupun kakak-kakak Cleosa langsung menganga dengan wajah heran.
__ADS_1
Selama ini Cleosa memang sering bercerita bahwa orang-orang, para pemimpin di perusahaan Adalvino, selalu membantu dan mendukungnya.
Tapi mereka sungguh tidak menyangka bahwa yang sedang dibicarakan oleh Cleosa adalah Alvero dan Deanda.
"Dan untuk Erich, dia adalah pengawal pribadiku. Seorang knight yang sangat bertanggung jawab dan terpercaya, dan aku yakin, dia akan menjadi seorang suami yang baik untuk nona Cleosa." Alvero melanjutkan bicaranya, membuat keluarga Cleosa saling berpandangan, tidak menyangka bahwa Erich memiliki kedudukan dan status sosial yang cukup tinggi, membuat mereka kehabisan kata-kata.
"Aku sungguh berharap mereka bisa segera menikah, karena Erich mengatakan padaku bahwa dia mau secepatnya menjadikan Cleosa sebagai satu-satunya wanita dalam hidupnya, menjaga, melindungi dan mencintainya. Bagaimana jawaban dari keluarga Tuan untuk permintaan kami ini?"
"Ah... ya... ya Yang Mulia." Papa Cleosa tampak tergagap, karena tidak menyangka dengan apa yang sedang dialaminya sekarang.
Bagi keluarga Cleosa, bagaimana mungkin mereka bisa menolak lamaran seorang Erich yang ternyata adalah seorang knight yang merupakan pengawal pribadi Alvero.
Belum lagi yang menyampaikan lamaran itu adalah Alvero, sebagai raja Gracetian, yang tentu saja tidak mungkin mereka tolak, apapun alasannya.
"Tentu kami berharap mereka berdua untuk bisa melaksanakan pernikahan mereka Yang Mulia. Tidak ada alasan untuk menundanya lagi." Jawaban dari papanya membuat tanpa sadar, karena begitu bahagia, Cleosa yang duduk di samping Erich, tangannya yang terasa begitu dingin karena tegang, langsung menggenggam tangan Erich dengan erat.
Hal itu membuat Erich langsung menoleh ke arah Cleosa dengan tatapan penuh cinta, sambil menyunggingkan senyum tipis, dan tangannya membalas genggaman tangan Cleosa dengan tidak kalah eratnya.
"Satu tugasku sudah selesai. Aku harap kamu segera menemukan jodohmu agar aku tidak memiliki hutang lagi pada kalian berdua. Awas kalau kamu membuatku menunggu terlalu lama." Alvero berbisik pelan kepada Ernest yang sedikit tersentak mendengar kata-kata Alvero, yang baginya justru terdengar seperti sebuah ancaman.
*Matilah aku, kenapa yang mulia ingin aku segera menikah juga seperti Erich? Memang semudah itu menemukan tulang rusukku yang hilang entah kemana? *
Ernest berkata dalam hati sambil menahan nafasnya dengan sikap pasrah, namun ada senyum bahagia tersungging di bibir Ernest, karena melihat bagaimana bahagianya wajah Erich saat ini, juga Alvero yang begitu menghargai keberadaan mereka berdua.
__ADS_1
Note: Jangan lupa untuk mampir ke novel terbaru author " Be My SUPERHERO". Happy reading all.
Jangan hapus novel ini dari favorit ya, karena di masa depan tetap akan ada episode-episode ekstra.