BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
PERINTAH UNTUK PENYERGAPAN KE BUNKER TAVISHA


__ADS_3

Begitu Alvero meletakkan kembali handphonenya di atas meja, Alvero langsung memandang ke sekelilingnya, dimana mereka semua yang ada di sana sedang menatap serius ke arahnya. Mereka semua sedang menunggu apa yang akan diperintahakan oleh Alvero selanjutnya dengan tatapan terlihat tidak sabar.


"Duke Evan, Tuan Alexis kita memiliki berita baik. 100 orang itu adalah orang-orang pilihan dari Italia yang sengaja dikirimkan oleh owner dari Grup Xanderson, untuk membantu kita. Kali ini, kita memiliki pasukan yang kuat, dan kita akan menyiapkan dengan cepat penyerangan ke bunker Tavisha. Aku mau kurang dari 3 hari dari sekarang, kita siap untuk menyerang ke sana. Aku tidak mau menunggu terlalu lama." Alvero memberikan perintah dengan nada terdengar begitu optimis, bahwa kali ini mereka akan bisa dengan segera menghancurkan kelompok pemberontak itu, karena adanya bantuan pasukan dari Ornado.


"Baik Yang Mulia." Baik Alexis maupun Evan segera menjawab perintah Alvero dengan sikap sigap.


"Duke Evan, Anda bertanggung jawab untuk memimpin pasukan kita dalam proses pengaturan penyerangan ke bunker Tavisha, dengan tuan Alexis sebagai wakil Anda yang akan langsung memimpin para pasukan di lokasi penyergapan. Aku juga akan turun sendiri ke lapangan untuk ikut dalam proses penggerebekan hari itu secara langsung." Alvero berkata sambil memandang secara bergantian ke arah Alexis dan Evan, yang langsung menganggukkan kepalanya.


Hah, sepertinya kali ini kami akan bisa menumpas bersih kaum pemberontak itu sampai ke akar-akarnya. Di bawah kepemimpinan yang mulia Alvero, sepertinya Gracetian akan bisa hidup damai dan berkembang dengan baik.


Evan berkata dalam hati sambil melirik ke arah Deanda yang sedang memandang ke arah Alvero.


Dan entah kenapa, tapi firasatku mengatakan bahwa hati Deanda sepertinya sudah begitu terikat dengan yang mulia Alvero. Dan sepertinya, aku tidak lagi memiliki kesempatan untuk mendapatkan hatinya. Apakah memang sejak awal, aku dan dia memang tidak berjodoh?


Evan kembali berkata dalam hati, kali ini disertai dengan sebuah tarikan nafas panjang, karena hingga saat ini ternyata dia masih berharap bahwa hubungan antara Alvero dan Deanda hanya sekedar sandiwara, seperti yang selama ini dia tahu.


"Sebelum itu.... Erich dan Ernest, kalian bertugas melakukan pengecekan kembali ke tempat dengan ruangan bawah tanah, dimana dulu kita sempat sergap dan menemukan kecurigaan bahwa kelompok pemberontak juga memiliki tempat persembunyian di daerah itu, bukan hanya bunker Tavisha. Dan temukan hubungan antara tempat itu dengan bunker Tavisha." Alvero kembali memberikan perintah untuk mulai bergerak cepat, membuat Evan segera mengalihkan pikirannya dari Deanda yang sebenarnya masih saja selalu membuatnya terpesona dan tidak ingin matanya beralih dari sosok Deanda.


Kali ini perintah Alvero yang itu ditujukan kepada Erich dan Ernest, yang langsung mengangguk dengan cepat dengan sikap optimis, kali ini mereka akan bisa memenangkan pertarungan dengan kelompok pemberontak itu.

__ADS_1


Setelah semuanya dapat teratasi dengan baik, aku akan segera meminta jawaban dari nona Cleosa tentang pernyataanku dulu. Dan aku berharap nona Cleosa memberikan jawaban bersedia untuk menikah denganku.


Erich berkata dalam hati sambil menarik nafas dalam-dalam. Sejak hari terakhir dia bertemu Cleosa dan menyatakan keinginannya untuk menjadikan Cleosa istrinya, Erich bekum sekalipun bertemu dengan Cleosa karena kesibukannya.


# # # # # # #


Eliana yang sudah kembali tersadar beberapa saat yang lalu sengaja berdiam diri, dan mengamati situasi sekitarnya, ruangan tempat dia dirawat. Untuk beberapa saat, Eliana berusaha mengumpulkan kekuatannya dengan berdiam diri dan menarik nafas dalam-dalam beberapa kali.


Hah! Mereka benar-benar memperlakukanku sebagai seorang tahanan sekarang! Aku harus secepat mungkin mencari cara untuk menghubungi Rolland, dan membuat rencana selanjutnya dengan cepat, sebelum mereka semua sadar.


Eliana berkata dalam hati sambil melirik ke arah pintu kamar, dimana dari kaca yang tirainya sedikit terbuka, Eliana bisa melihat beberapa pengawal sedang berjaga di depan pintu kamar tempatnya di rawat.


(Roller clamp set adalah bagian dari infus set yang menempel pada tube ( Tube adalah selang/pipa infus yang berfungsi sebagai sarana mengalirnya cairan atau darah dari infusan yang akan menuju vena), berfungsi untuk menghentikan atau mengalirkan cairan infusan atau darah ke dalam tubuh pasien).


Eliana sengaja melakukan hal itu supaya ada alasan untuk dia menyampaikan keluhan kepada perawat bahwa infusnya bermasalah.


Setelah itu Eliana memencet tombol yang ada di dekat kepalanya terbaring, untuk memanggil perawat.


Tidak perlu menunggu terlalu lama, dengan cepat tampak seorang perawat yang berjalan dengan langkah cepat ke arah Eliana.

__ADS_1


"Ah, Anda sudah sadar, apa ada keluhan?" Mendengar pertanyaan dari perawat itu, Eliana langsung menggeleng dengan sikap berpura-pura lemas tidak bertenaga.


"Tidak ada suster, hanya saja, sepertinya infusnya macet." Begitu mendengar keluhan dari Eliana, dengan cepat perawat itu mendekat ke arah kantung cairan infus, dan mencoba memeriksa selang dan roller clamp set nya.


Ketika perawat itu mendekat ke arahnya, dengan tatapan menyelidik, Eliana segera melihat ke arah kantong seragam perawat yang sedang sibuk melakukan pengecekan pada infusnya.


Bagus, perawat itu membawa handphone di saku pakaiannya. Aku harus segera memikirkan cara untuk mengambil handphone itu, agar bisa secepatnya meminta bantuan Rolland untuk mengeluarkanku dari sini.


Eliana berkata dalam hati sambil mencoba memikirkan jalan keluar dari maksudnya mengambil handphone itu tanpa diketahui oleh si empunya.


"Suster, bisakah kamu membantuku untuk ke kamar mandi?"


"Eh, bukankah Anda sudah mengenakan kateter?" Perawat itu langsung menolak permintaan Eliana.


(Kateter merupakan sebuah alat berupa tabung kecil yang fleksibel dan biasa digunakan pasien untuk membantu mengosongkan kandung kemih. Pemasangan alat ini dilakukan khusus untuk pasien yang tidak mampu buang air kecil sendiri dengan normal, biasanya digunakan pada pasien yang baru saja menjalani operasi, atau pasien yang sedang dalam perawatan dan tidak bisa bangun dari temapt tidur untuk melakukan buang air kecil secara normal).


"Tapi, aku ingin buang air besar suster. Tolong bantu aku untuk ke kamar mandi." Mendengar permintaan dari Eliana, perawat itu terdiam sebentar, tapi begitu melihat Eliana sibuk memegang perutnya dan menunjukkan wajah tidak tahan menahan dirinya untuk buang air, akhirnya perawat itu dengan hati-hati membantu Eliana untuk mulai duduk dan berjalan ke arah kamar mandi.


 

__ADS_1


 


__ADS_2