BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
KESEPAKATAN ANTARA ALVERO, RED DAN MARCELLO


__ADS_3

Selama Red mengucapkan keinginannya, Marcello sesekali mengenyitkan dahinya. Baginya permintaan Red sedikit aneh, apalagi di bagian dimana dia akan mengajak orang lain untuk melatih pasukan khusus itu. Seingat Marcello, di Goldie Tavisha, Red adalah pelatih terbaik.


Tetapi, entah jika sekarang sudah muncul para pelatih baru yang hebat, yang Marcello sudah tidak lagi mengenalnya karena sudah lama dia tidak mengikuti perkembangan kondisi di Goldie Tavisha sejak Alexis meninggal dan kepemimpinan dibawah kendali Red. Pada akhirnya, hanya pemikiran itu yang sempat terlintas di benak Marcello.


"Apa hanya satu hal itu permintaan Anda Tuan Red? Kalau begitu, aku akan mengabulkan keinginan Tuan Red. Latihlah pasukan khusus di kota Renhill besama Uncle Marcello, sesuai dengan standar pelatihan dan metode yang Anda berdua anggap paling efektif dan sekaligus paling cepat. Jangan lupa, waktu kita tidak banyak. Karena Eliana dan kelompoknya sudah mulai mempersiapkan diri untuk melawan kerajaan." Kata-kata Alvero sukses membuat Deanda menarik nafas dalam-dalam.


Setelah menikah dengan Alvero, Deanda sungguh tidak menyangka bahwa apa yang terjadi di istana sungguh jauh lebih rumit dari yang pernah dia bayangkan. Perebutan kekuasaan dan harta, juga kejahatan orang-orang yang selama ini dikenal masyarakat sebagai kaum bangsawan maupun anggota keluarga kerajaaan yang selalu tampil elegan, berwibawa, dan ramah.


Ternyata tanpa pernah terpikirkan oleh Deanda, kenyataan hidup di dalam istana yang dari luar terlihat begitu megah dan indah, membuat iri banyak orang yang ingin ingin tinggal di istana. Padahal kenyataan hidup di dalam istana, tidaklah seindah penampilan luarnya.


Andai saja boleh memilih, Deanda akan lebih senang jika bisa hidup normal di luar bangunan istana yang baginya seperti sangkar emas, kalau saja dia tidak ingat bahwa dia berada di istana karena seseorang yang begitu dicintai dan begitu ingin dilindunginya.


Sekilas Deanda melirik ke arah Alvero yang masih tersenyum memandang ke arah Red dan Marcello. Deanda tahu dia begitu mencintai dan mengagumi sosok raja muda Gracetian itu yang sekarang merupakan suaminya itu. Karena rasa cintanya yang begitu besar itu juga yang membuatnya berusaha bertahan di dalam istana dan melawan kejahatan bersama laki-laki tercintanya itu.


Yang mulia, jika bukan karena kamu, akan sulit bagiku bertahan dalam istana yang kadang udara di dalamnya terasa begitu pengap. Apalagi saat memikirkan bagaimana kejamnya tindakan ibu suri Eliana selama ini terhadap orang-orang di dalam istana, termasuk kepadamu. Tapi, karena itu untukmu, laki-laki yang begitu aku puja dan cintai, aku rela melakukan apa saja untukmu. Aku percaya sepenuhnya padamu. Dengan kemampuan hebatmu, suatu ketika negara Gacetian ini akan menjadi negara yang damai, dan tidak adalagi orang-orang kejam seperti ibu suri yang berusaha menguasai istana dan menghancurkan keluargamu dan orang lain karena keegoisannya.

__ADS_1


Deanda berkata dalam hati sambil menatap kagum ke arah sosok suaminya yang tampak selalu begitu mempesona baginya.


Saat itu tiba, aku harap kita tetap akan saling bergandengan tangan untuk menikmati saat-saat membahagiakan dan penuh kedamaian itu. Dan jika saja itu mungkin, aku ingin kita merasakannya bersama saat-saat membahagiakan itu dengan anak-anak kita. Aku berharap bisa mewariskan kebahagiaan, kedamaian dan kesejahteraan kerajaan Gracetian untuk keturunan kita kelak.


Lagi-lagi Deanda berkata dalam hati dengan tatapan matanya yang masih menikmati sosok tampan suaminya sebagai raja Gracetian. Sosok laki-laki yang setiap kali dipandangnya, selalu menimbulkan getaran dalam dadanya, dan sesuatu yang hangat selalu mengalir memenuhi hatinya.


"Dengan Tuan Red dan Uncle Marcello bersedia membantu kami menyiapkan pasukan khusus itu. Bukankah sama artinya Anda berdua juga melaksanakan amanat dari papa Alexis agar kalian berdua melindungi dan menjaga Deanda? Untuk saat ini, Deanda adalah permaisuri Gracetian. Jika ingin selalu melindungi Deanda, kita harus selalu menjaga dan melindungi negara Gracetian." Kata-kata Alvero berhasil membuat Red dan Marcello tersenyum simpul.


Dari kata-kata Alvero barusan, baik Red dan Marcello sadar bagaimana cerdiknya Alvero dalam memanfaatkan suatu kesempatan untuk membujuk, menggiring dan tanpa sadar memaksa orang lain melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan raja hebat itu, tanpa disadari oleh orang yang bersangkutan.


"Baik. Jika syarat yang saya ajukan disetujui oleh Tuan Alvi, dengan senang hati saya akan melatih mereka dan menjadikan mereka pasukan terkuat yang pernah ada di Gracetian." Red berkata dengan wajah terlihat senang karena Alvero menyetujui syarat yang sudah diajukannya barusan. Karena jujur saja, Red sudah memiliki rencana tersendiri dalam melatih pasukan khusus itu, agar bisa secepat mungkin siap untuk melakukan tugas mereka, dan ada seseorang yang memiliki keahlian di atas dirinya yang sedang dia pikirkan untuk dapat mewujudkan rencana besarnya itu.


"Terimakasih untuk kesediaan Tuan Red dan Uncle Marcello." Senyum puas tampak dengan jelas di wajah Alvero mendengar kesediaan Red yang diucapkannya tanpa nada ragu.


"Lalu Tuan Alvi, kapan kami ditugaskan ke sana?" Dengan nada santai saat ini justru Red menantang Alvero untuk menentukan waktu keberangkatannya ke kota Renhill, membuat Marcello sedikit tersentak kaget, melihat bagaimana bersemangatnya Red kali ini, setelah sekian lama, puluhan tahun, memutuskan tidak mau terlibat secara langsung dengan urusan kerajaan.

__ADS_1


Bagi Marcello, sikap Red saat ini mengingatkannya tentang bagaimana bersemangatnya Red ketika pertama kalinya bergabung di tim pengawal eksklusif kerajaan, di bawah pelatihan dan kepemimpinan Alexis secara langsung.


Aku sungguh terharu dengan sikap Red, sepertinya dia begitu tidak sabar untuk bisa segera melatih pasukan khusus, agar kami bisa bersama mengalahkan Eliana dan memulihkan kembali nama baik dan gelar knight milik kak Alexis. Kak Alexis sungguh beruntung memiliki orang-orang yang berusaha keras membela nama baiknya. Juga seorang putri cantik dan hebat, bersama dengan suaminya yang begitu perduli dengan nama baik kak Alexis dan berusaha keras memulihkannya.


Marcello berkata dalam hati sambil menaikkan salah satu sudut bibirnya, membentuk sebuah senyuman.


"Secepat yang Anda bisa Tuan Red. Kapanpun Anda siap, silahkan datang ke kota Renhill. Semuanya sudah kami siapkan dengan baik. Di sana duke Evan sudah menunggu kehadiran Anda berdua."


"Ha ha ha... Duke Evan? Duke muda itu aku dengar seorang yang hebat juga dalam kemiliteran. Sepertinya ini akan menyenangkan sekali. Membuatku kembali teringat masa-masa mudaku dulu saat masih mengabdi di istana." Red langsung tertawa dan menyambung perkataan Alvero.


"Beri saya waktu 1-2 hari untuk bersiap. Setelah itu, saya akan segera meluncur ke kota Renhill." Mendengar perkataan Red, Alvero langsung mengangkat kedua bahunya dengan kedua telapak tangan terbuka ke atas, sebagai tanda mempersilahkan, mengijinkan Red untuk menyelesaikan urusannya terlebih dahulu.


Karena sebenarnya bagi Alvero, dia sendiri tidak menyangka Red akan bersedia secepat itu siap untuk berangkat ke kota Renhill. Dan lagi, Red terlihat begitu bersemangat menerima permintaan dari Alvero. Seolah-olah dia sudah menunggu lama saat ini tiba.


 

__ADS_1


 


__ADS_2