BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
TENTANG SAHABAT SATU-SATUNYA MILIK ALVERO


__ADS_3

"Ah, aku tidak pernah membayangkan bisa mengendarai mobil sport semewah milikmu. Tapi sedari kecil aku lebih suka mobil dengan jenis off road seperti ini. Mobilnya terlihat gagah dan keren." Tanpa rasa besalah karena tidak melihat kilatan cemburu di mata Alvero, dengan santai Deanda menjawab pertanyaan Alvero, sambil matanya tetap mengamati bagian dalam mobil land rover milik Ernest.


"Haisttt... jangan membandingkan mobil-mobil sport milikku dengan mobil ini, yang harganya tidak sebanding sama sekali." Mendengar kata-kata Alvero yang mulai menunjukkan rasa tidak sukanya terhadap mobil yang sedang dikendarainya sekarang, Deanda langsung menahan senyumnya.


Dari perkataan Alvero yang terakhir, Deanda langsung bisa menebak bahwa Alvero mulai merasa tidak terima karena merasa dibandingkan dengan Ernest.


Ist... dasar yang mulia, selalu saja mau jadi yang paling diperhatikan, dipuji, dan dianggap paling baik. Dibalik sikap keras kepalanya, dia juga sosok laki-laki manja yang ingin semua perhatian tertuju hanya kepadanya saja. Kadang sikap yang mulia sungguh kenak-kanakan sekali.


Deanda berkata dalam hati sambil meringis menyadari bahkan sebuah mobil bisa membuat pria tampan miliknya itu cemburu sedemikian rupa.


Tapi... aku benar-benar bisa mengerti bahwa itu terjadi karena begitu kurangnya kasih sayang yang dia dapat saat masa kecilnya. Mulai saat ini aku yang akan membuat hidupmu dipenuhi dengan kasih sayang. Aku akan memujamu sebagai seorang raja maupun suami tercintaku. Agar mulai sekarang, kamu hanya kenal dengan apa yang namanya cinta dah kasih sayang, bukan lagi dendam dan sakit hati.


Deanda kembali berkata dalam hati sambil tangannya bergerak mengelus salah satu lengan bagian bawah tangan Alvero yang sedang memegang kemudi, membuat Alvero melirik sekilas ke arah tangan Deanda yang sedang berada di atas lengannya sambil tersenyum dengan menggigit bagian bawah bibirnya dengan wajah terlihat sedikit malu-malu, dan yang pasti membuat dadanya berdesir.

__ADS_1


"Sebenarnya, kapan Ernest membeli mobil ini? Atas saran siapa?" Mendengar pertanyaan Deanda, Alvero langsung mengernyitkan dahinya.


"Sudah cukup lama, dua atau tiga tahun yang lalu. Bahkan mobil sport terbaruku, ada yang usianya belum sampai 3 bulan. Harusnya kamu melihat kedua mobil itu bersanding agar tahu perbedaan besar dari mobil land rover milik Ernest ini dan mobil sport milikku. Jangankan dengan mobil sport terbaruku.... Mobil ini bahkan belum sebanding dengan mobil sport milikku, yang usianya bahkan sudah lebih dari 5 tahun." Alvero berkata dengan nada percaya diri yang bagi Deanda justru seperti nada sombong, membuat Deanda hampir saja tidak bisa menahan tawa gelinya.


Dilihat dari sisi manapun, seorang Ernest yang merupakan knight tidak akan mungkin bisa menandingi barang-barang mewah milik seorang raja Gracetian. Tanpa diucapkan pun, semua orang pasti tahu itu.


"Aku sendiri yang memberikan saran kepada Ernest agar memilih mobil ini." Alvero melanjutkan bicaranya sambil melirik ke arah Deanda.


"Ah, ya, selain aku memilihkan jenis mobil ini untuk Ernest, aku juga yang membayar full harga mobil ini. Mobil ini adalah hadiah untuk Ernest dariku. Saat itu aku juga membelikan untuk Erich mobil dengan jenis yang sama, hanya warnanya saja yang berbeda." Alvero sengaja memperjelas posisinya yang begitu penting sebagai pihak yang selain memilihkan, namun juga membayar mobil land over milik Ernest itu, juga milik Erich, yang kebetulan belum pernah dilihat oleh Deanda.


"O, ya? Wahhh, selain hebat dalam memilih, ternyata raja Gracetian adalah seorang yang begitu murah hati." Deanda langsung memuji Alvero, membuat wajah Alvero kali ini tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya lagi.


Melihat usahanya membuahkan hasil, Deanda ikut tersenyum dengan wajah lega sudah berhasil membuat Alvero melupakan wajah cemburunya hanya karena sebuah mobil.

__ADS_1


Pada akhirnya, selama perjalanan ke kota Renhill, mereka berdua berubah topik pembicaraan. Membicarakan tentang rencana yang akan mereka lakukan di Renhill. Pembahasan detail tentang rencana mereka di Renhill, mereka lakukan untuk mempersingkat waktu. Sekaligus sengaja dilakukan Deanda, agar pikiran Alvero tidak lagi memikirkan dan membanding-bandingkan tentang mobil sport mewah miliknya dengan mobil land rover milik Ernest, yang berakhir dengan sikap cemburu Alvero.


Sesekali Deanda sengaja mengajak Alvero membicarakan beberapa kejadian di masa lalu, semasa dia bekerja di toko roti tuan Logan ataupun masa-masa kuliah Deanda. Saat Alvero juga menceritakan masa-masa kuliahnya di Italia, bersama sahabatnya Ornado, mata Deanda terlihat menatap Alvero dengan penuh semangat, merasa senang sekaligus penasaran, karena ada beberapa kejadian menegangkan saat mereka masih di Italia.


"Aku tidak menyangka ibu suri Eliana berani bertindak sejauh itu." Deanda langsung bergumam pelan mendengar bagaimana Alvero menceritakan tentang saat di Italia, beberapa kali secara sembunyi-sembunyi Eliana sengaja mengirim dan membayar para preman untuk menyakiti Alvero.


"Aku beruntung memiliki sahabat setia seperti Ornado Xanderson, pemilik dari grup Xanderson yang dengan kekuasaannya, merajai dunia bisnis di Eropa. Bahkan memiliki tim keamanan khusus yang tidak kalah hebatnya dengan para pengawal ekslusif milik kerajaan Gracetian, tidak kalah ganasnya dengan sekelompok mafia, dan tim IT mereka juga sangat canggih." Alvero berkata sambil matanya memandang lurus ke depan, selain berusaha tetap fokus pada jalanan di depannya, apa yang baru saja dia ceritakan pada Deanda, membuatnya teringat tentang kejadian-kejadian di masa lalu.


"Beberapa kali para pengawal dan Ornado menyelamatkanku dari serangan para orang suruhan Eliana. Bahkan terakhir, Ornado dan tim pengawalnya membabat habis sekelompok mafia yang dibayar tinggi oleh Eliana. Setelah itu tim pasukan bawah tanah milik grup Xanderson memberikan peringatan kepada para pemimpin mafia untuk tidak mengusikku dan orang-orang dari grup Xanderson atau pasukan bawah tanah milik grupĀ  Xanderson akan menghancurkan mereka. Sejak itu Eliana tidak berani mengusikku selama aku kuliah di Italia, karena dia mendapatkan ancaman balik dari para mafia tersebut." Alvero melanjutkan ceritanya, yang semakin membuat mata Deanda terlihat bersemangat mendengarkan cerita tersebut.


"Bukankah sahabatmu itu hanya seorang pengusaha biasa?" Alvero tertawa mendengar pertanyaan polos dari Deanda.


"Sudah pernah aku katakan padamu. Dia seorang pengusaha hebat dan sukses yang menguasai hampir seluruh Eropa, dan usahanya ada hampir di seluruh penjuru dunia. Dia bukan seorang raja sepertiku, tapi soal kekayaan dan kekuasaan yang dia miliki, dia bisa mengalahkan posisi seorang raja, apalagi jika hanya seorang raja dari negara yang bukan menganut sistem monarki absolut seperti Gracetian. Karena kekuatan yang dimilikinya, dia bisa membuat roda ekonomi, terutama wilayah Eropa berhenti maupun begerak sesuai kehendak hatinya. Dengan tim keamanan bawah tanah yang dimilikinya, bahkan tidak ada seorang pimpinan mafia di dunia ini yang berani menentang perintahnya." Alvero berkata sambil mengingat bagaimana persahabatannya dengan Ornado yang terjalin selama ini, satu-satunya sahabatnya, dari dulu sampai sekarang.

__ADS_1


__ADS_2